• Tidak ada hasil yang ditemukan

indeks pembangunan manusia provinsi papua 2018

N/A
N/A
Otam Windesi

Academic year: 2025

Membagikan "indeks pembangunan manusia provinsi papua 2018"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya publikasi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua tahun 2018. Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Tahun 2018 ini merupakan publikasi tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua yang baru pertama kali diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Papua.

1 BAB

Pembangunan Manusia Sebagai Tujuan

Hakikat Pembangunan Manusia

Pembangunan Manusia

Sebagai Tujuan

Salah satu tolok ukur capaian pembangunan manusia dari beberapa aspek dijelaskan melalui Indeks Pembangunan Manusia/Human Development Index (IPM/HDI). Di sisi lain, banyak negara yang dikatakan tertinggal dan berpenghasilan rendah, tetapi mampu mencapai tingkat pembangunan manusia yang tinggi melalui pemanfaatan secara bijak sumber daya yang dimiliki sehingga mampu mengembangkan kemampuan dasar manusia.

Pembangunan Manusia dalam Agenda Pembangunan Dunia

Apabila target 4.1 dapat dicapai, maka harapan lama sekolah dan rata- rata lama sekolah yang merupakan salah satu indikator perhitungan IPM akan ikut meningkat, sebab angka kelulusan pendidikan dasar dan menengah akan berdampak terhadap harapan lama sekolah. Dalam jangka panjang, rata-rata lama sekolah juga akan meningkat karena peningkatan kapasitas pendidikan dasar dan menengah.

Pembangunan Manusia dalam Rencana Pembangunan Daerah

Berdasarkan uraian diatas dan mencermati tantangan pembangunan masa depan, maka visi Provinsi Papua tahun 2013-2018 adalah Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera. Salah satu misi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Papua tahun 2005–2025 adalah terwujudnya kemandirian ekonomi dan Pengembangan wilayah yang lebih merata dan berkeadilan yang ditandai oleh peningkatan dan pemerataan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara simultan dan berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang dilakukan melalui pembangunan yang tersebar dan setara serta keterpaduan antar sektor pembangunan dan investasi berbasis kampung dengan memperhatikan rencana tata ruang wilayah.

2 BAB

Potret

Pembangunan Manusia Papua Terus Meningkat

Dengan tersentuhnya angka 60 menandakan bahwa pada tahun 2018 IPM Papua naik kelas, dari yang sebelumnya “rendah” menjadi “sedang”. Artinya, bayi yang baru lahir pada tahun 2018 diperkirakan dapat bertahan hidup hingga usia 65,36 tahun atau lebih lama 0,22 tahun dibandingkan tahun 2017. Artinya, pada tahun 2018 rata-rata anak usia 7 tahun yang mulai bersekolah diperkirakan dapat mengenyam pendidikan hingga 10,83 tahun, setara dengan kelas I SMA.

Artinya, pada tahun 2018 masyarakat Papua memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 7,159 juta rupiah/orang/tahun atau meningkat 163 ribu rupiah dibandingkan tahun 2017.

Pembangunan Manusia Papua Berstatus “Sedang”

Status Pembangunan Manusia Papua

Dimensi pengetahuan dalam perhitungan IPM terdiri dari dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Harapan lama sekolah menghitung pendidikan penduduk dari usia 7 tahun ke atas, sementara rata-rata lama sekolah menghitung dari usia 25 tahun ke atas. Hal ini wajar karena rata-rata lama sekolah menggambarkan indikator output pembangunan jangka panjang, sedangkan harapan lama sekolah menggambarkan parisipasi sekolah penduduk umur 7 tahun ke atas.

Lebih jauh, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah dapat memberikan gambaran tentang capaian (stock) dan penambahan (flow) sumber daya manusia berkualitas di suatu wilayah.

Pembangunan Manusia se-SULAMPUA

Berdasarkan tinjauan diatas terlihat bahwa keterbandingan nilai HLS dan RLS provinsi-provinsi di Sulampua sudah sesuai. Namun, sangat disayangkan bahwa nilai HLS dan RLS Papua masih jauh dibawah nasional dan provinsi lainnya. Rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan (PPP) Papua tahun 2018 masih menjadi yang terendah se- Sulampua.

JIka dibandingkan pengeluaran tertinggi se-Sulampua yang dihasilkan Sulawesi Selatan sebesar 10,81 juta rupiah dengan Papua yang hanya sebesar 7,16 juta rupiah, menunjukkan bahwa masih ada ketiimpangan yang cukup tinggi dari sisi ekonomi.

Pembangunan Manusia di Tingkat Kabupaten/Kota

Meski belum ada yang berada pada status sangat tinggi dan sebagian besar masih berada pada level rendah. Baru ada empat kabupaten/kota yang berada pada level tinggi dan sisanya pada level sedang dan rendah. Dari sisi dapat dilihat bahwa kabupaten/kota yang telah mencapai level IPM tinggi cenderung lebih lambat pertumbuhannya dibandingkan kabupaten/kota dengan IPM yang masih rendah.

Diharapkan kabupaten yang masih berstatus IPM rendah dan sedang bisa terus berakselerasi demi mengejar ketertinggalannya dengan kabupaten/kota yang sudah tinggi level IPM-nya.

Nduga

Yalimo

Dimensi Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota

Untuk dimensi pendidikan, HLS tertinggi ada pada Kota Jayapura sebesar 14,99 tahun, dan yang terendah ada pada Kabupaten Nduga sebesar 2,95 tahun. Sementara, kecepatan pertumbuhan UHH tertinggi ada pada Kabupaten Nduga sebesar 11,74 persen, dan yang terendah ada pada Kota Jayapura sebesar 0,07 persen. RLS tertinggi ada pada Kota Jayapura sebesar 11,30 tahun, dan yang terendah ada pada Kabupaten Nduga sebesar 0,85 tahun.

Sementara, kecepatan pertumbuhan RLS tertinggi ada pada Kabupaten Nduga sebesar 19,72 persen, dan yang terendah ada pada Kabupaten Dogiyai sebesar 0,20 persen.

Kapabilitas Dasar Manusia Provinsi Papua

Peningkatan

3 BAB

Baik secara nasional, maupun pada Provinsi Papua khususnya, capaian pembangunan manusia terus meningkat setiap tahun. Hidup Lebih Lama dan Kesehatan yang Lebih Baik Sebagai salah satu komponen pembentuk pembangunan manusia, kesehatan merupakan hak setiap orang. Fasilitas, pelayanan, hingga berbagai program juga telah diluncurkan pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan kesehatan yang lebih baik.

Dengan harapan kualitas kesehatan yang semakin meningkat, nampaknya harapan hidup lebih lama juga bisa diraih.

Peningkatan Kapabilitas Dasar Manusia Provinsi Papua

Meski demikian, masih ada beberapa tantangan yang perlu ditingkatkan dari segi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Tingkat kesehatan yang rendah akan meningkatkan tingkat mortalitas dan akhirnya berdampak dengan menurunkan umur harapan hidup. Blum, tingkat mortalitas dan morbiditas penduduk yang merupakan ukuran dari derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor penentu, yaitu faktor lingkungan, perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan, dan keturunan.

Keempat faktor tersebut saling terkait dan berinteraksi dengan faktor lingkungan dan perilaku kesehatan yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan manusia (Kasnodiharjo dkk, 1997).

Meningkatkan Kondisi Lingkungan yang Sehat

Artinya masih terdapat 39,06 persen penduduk Papua yang belum menggunakan fasilitas buang air dengan sanitasi layak. Dari sisi sumber air minum ada 49,88 persen rumah tangga di Papua pada tahun 2019 yang memiliki akses terhadap sumber air minum yang layak. Artinya masih ada 50,12 persen rumah tangga di Papua yang kondisi sumber air minumnya rentan terhadap infeksi penyakit.

Pada tahun 2018, masih ada sekitar 23,70 persen rumah tangga di Papua yang jenis lantai terluasnya adalah tanah.

Meningkatkan Fasilitas Kesehatan

Selain nikotin, rokok juga mengandung karbon monoksida dan tar yang berbahaya bagi kesehatan (Mandagi, 1996). Tidak hanya kandungan zatnya, asap rokok juga berbahaya karena mengandung polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, seseorang yang merokok tidak hanya membahayakan dirinya namun juga orang-orang sekitarnya yang umum disebut sebagai perokok pasif. batang) Rokok kretek tanpa filter.

Meningkatkan Pendidikan

Indikator ini lebih relevan dibandingkan dengan APK ketika mencari informasi gambaran yang utuh tentang partisipasi sesuai dengan jenjang pendidikan. Peningkatan tertinggi pada jenjang pendidikan SMP yang meningkat 3,41 poin sedangkan peningkatan terendah terjadi pada jenjang SD yang hanya meningkat 0,73 poin.

Peningkatan Standar Hidup Layak

Jika melihat perbandingan kemiskinan di perkotaan dan perdesaan, persentase kemiskinan perdesaan selalu lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Selain berfokus pada penurunan kemiskinan dan ketimpangan, hal yang tak kalah penting adalah pemerataan secara spasial baik antara wilayah perkotaan dan perdesaan. TPT Papua tergolong rendah, namun perlu dikaji lebih mendalam apakah rendahnya pengangguran disana karena banyaknya penduduk yang bekerja sebagai petani yang berpenghasilan rendah.

Pembangunan Manusia Disparitas

4 BAB

Gambaran umum kesenjangan pembangunan manusia tingkat provinsi kiranya ditunjukkan dari disparitas pembangunan manusia antar kabupaten/kota. Perubahan selisih antara wilayah yang memiliki capaian tertinggi dengan terendah daru tahun ke tahun menunjukkan kinerja pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan manusia.

Disparitas Pembangunan Manusia Provinsi Papua

Pada umumnya daerah dengan capaian pembangunan manusia yang masih rendah berpeluang meningkat lebih cepat dibandingkan daerah dengan capaian manusia yang sudah tinggi. Hal ini terlihat dari rata- rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir Kabupaten Nduga lebih tinggi dibandingkan Kota Jayapura. Kinerja pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan manusia di Provinsi Papua nampaknya sudah berada dalam jalur yang benar.

Di satu sisi, kelengkapan dan kemudahan sarana dan prasarana sebagai daerah perkotaan tentunya membuat Kota Jayapura lebih mudah dalam memacu peningkatan kualitas manusianya.

Selisih Umur Harapan Hidup

Merauke Jayawijaya Jayapura Nabire Kepulauan Yapen Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Waropen Supiori Mamberamo Raya Nduga Lanny Jaya Mamberamo Tengah Yalimo Puncak Dogiyai Intan Jaya Deiyai Kota Jayapura. Pertumbuhan UHH Kabupaten Nduga hanya berada di posisi ketiga tertinggi yakni sebesar 0,48 persen, dibawah Kabupaten Asmat dan Boven Digoel.

Selisih Harapan dan Rata-rata Lama Sekolah

Disparitas HLS di Papua dilihat dari perbedaan antara Kota Jayapura sebagai yang tertinggi dan Kabupaten Nduga sebagai yang terendah. Sementara itu, disparitas RLS Provinsi Papua ditunjukkan dari selisih rata-rata lama sekolah Kota Jayapura dengan rata-rata lama sekolah Kabupaten Nduga. Sedangkan RLS Kabupaten Nduga mampu tumbuh rata-rata paling tinggi di Papua yakni sebesar 7,51 persen.

Perbedaan pertumbuhan yang lebih cepat pada Kabupaten Nduga dibandingkan Kota Jayapura menunjukkan kemungkinan disparitas RLS mengecil pada beberapa tahun ke depan.

Selisih Pengeluaran per Kapita

Jika melihat rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir, pertumbuhan pengeluaran per kapita Kota Jayapura rata-rata tumbuh sebesar 1,16 persen setiap tahunnya. Besaran tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran per kapita Kabupaten Nduga yang sebesar 3,15 persen. Dominasi Kota Jayapura dalam pembangunan manusia di Papua nampaknya tidak terlepas dari kemudahan akses dan fasilitas yang ada di dalamnya.

Selain itu, sebagai pusat ekonomi Papua, pengeluaran per kapita di Kota Jayapura tercatat lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Disparitas Pembangunan Manusia Menurut Wilayah Adat

Wilayah adat LA PAGO terletak di bagian tengah Provinsi Papua, atau biasa disebut dengan Pegunungan Tengah Papua karena karakter wilayahnya yang berupa pegunungan. Dari kelima wilayah adat tersebut, perbedaan disparitas atau kesenjangan pembangunan manusia yang paling mencolok yakni antara wilayah adat MAMTA dan LA PAGO. Dari angka disparitas antar wilayah adat tersebut terlihat bahwa wilayah LA PAGO masih jauh tertinggal dengan wilayah adat lainnya.

Jika dilihat disparitas dari dalam wilayah adat masing-masing, terlihat bahwa disparitas paling tinggi justru ada pada wilayah adat MAMTA sebesar 28,34 poin.

Disparitas Pembangunan Manusia Berdasarkan Gender

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Provinsi, 2018. Usia Harapan Hidup Harapan Lama Sekolah Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran Per Kapita. tahun) (tahun) (tahun) (juta rupiah/orang/tahun). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, 2018. Usia Harapan Hidup Harapan Lama Sekolah Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran Per Kapita. tahun) (tahun) (tahun) (juta rupiah/orang/tahun). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, 2017. Usia Harapan Hidup Harapan Lama Sekolah Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran Per Kapita. tahun) (tahun) (tahun) (juta rupiah/orang/tahun).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, 2015. Usia Harapan Hidup Harapan Lama Sekolah Rata-rata Lama Sekolah Pengeluaran Per Kapita. tahun) (tahun) (tahun) (juta rupiah/orang/tahun).

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA

Referensi

Dokumen terkait

HALAMAN PERSEMBAHAN...vii RIWAYAT HIDUP...viii PRAKATA...ix ABSTRAK...xi ABSTRACK...xii DAFTAR ISI...xiii DAFTAR TABEL...xvi DAFTAR GAMBAR...xvii DAFTAR LAMPIRAN...xviii..

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...ii KATA PENGANTAR...iii DAFTAR ISI...iv DAFTAR TABEL...v DAFTAR GAMBAR...vi DAFTAR LAMPIRAN...vii DAFTAR

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...ii KATA PENGANTAR...iii DAFTAR ISI...iv DAFTAR TABEL...v DAFTAR GAMBAR...vi DAFTAR LAMPIRAN...vii DAFTAR

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BPSDM) PROVINSI RIAU DAFTAR ISI DAFTAR ISI i DAFTAR TABEL ii DAFTAR GAMBAR

DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN...i IDENTITAS PENGUJI...ii KATA PENGANTAR...iii DAFTAR ISI...iv DAFTAR TABEL...vii DAFTAR GAMBAR...viii DAFTAR LAMPIRAN...ix ABSTRAK...x

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vii DAFTAR TABEL ix BAB 1 PENTINGNYA KESEHATAN MENTAL UNTUK ANAK 1 1.1 Pengertian Tentang Kesehatan Mental 1 1.2 Pentingnya

viii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR iii ABSTRAK vi ABSTRACT vii DAFTAR ISI viii DAFTAR GAMBAR xi DAFTAR TABEL xii DAFTAR LAMPIRAN xiii BAB I PENDAHULUAN 1 I.1 Latar Belakang 1

iv DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI iv DAFTAR TABEL vii DAFTAR GAMBAR viii ABSTRAK ix ABSTRACT x BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .... 7 BAB II