• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inovasi Pendidikan di Era Society 5.0 E-ISSN: 2828-7312

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Inovasi Pendidikan di Era Society 5.0 E-ISSN: 2828-7312"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

37

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGEBRA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI MENGHITUNG LUAS

DUA KURVA

Putri Mayang Sari Siregar1

1Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Jl. Williem Iskandar Psr. V Medan Estate, Indonesia.

*Email: [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran geogebra dengan pendekatan saintifik pada materi menghitung luas dua kurva terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian ekperimen yaitu pre experimental design dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XII IPA 1 SMA IT Khairul Imam yang berjumlah 32 orang siswa. Metode pengumpulan data yaitu melalui tes dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) nilai rata-rata pretest adalah 69,97 dan hasil rata-rata posttest adalah 77,91 yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata sebesar, 9,94; 2) Dari hasil uji statistik diperoleh nilai 𝑧ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑧𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙= −2,60 < 1.96 maka HO ditolak, artinya pada taraf kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran matematika dengan menggunakan media geogebra.

Kata kunci: media pembelajaran, geogebra, hasil belajar matematika Abstract

This study aims to determine the application of geogebra learning media with a scientific approach to the material for calculating the area of two curves on students' mathematics learning outcomes. This research is an experimental research that is pre experimental design with one group pretest-posttest design. The subjects in this study were students of class XII IPA 1 SMA IT Khairul Imam, totaling 32 students. Data collection methods are through tests and documentation, while data analysis uses normality, homogeneity, t-test and gain tests. The results showed that: 1) the average pretest score was 69.97 and the posttest average was 77.91, which indicated that there was an average increase of 9.94; 2) From the statistical test results, the value of zcount <ztable=-2.60

<1.96 means that the HO is rejected, meaning that at the 95% confidence level it can be concluded that there is a significant difference between the average student learning outcomes before and after applying mathematics learning by using geogebra media.

Keywords: learning media, geogebra, mathematics learning outcomes

(2)

38

PENDAHULUAN

Pesatnya perkembangan teknologi komputer saat ini memberikan manfaat yang telah dirasakan di berbagai sektor kehidupan.

Dalam sektor pendidikan misalnya, pemanfaatan komputer sudah berkembang tidak hanya sebagai alat yang hanya dipergunakan untuk urusan keadministrasian saja, melainkan juga dimungkinkan untuk digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pemilihan media pembelajaran.

Adanya komputer yang mampu menampilkan gambar maupun teks yang diam dan bergerak (animasi) serta bersuara sudah saatnya untuk dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan media pembelajaran yang efektif. Hal semacam ini perlu ditanggapi secara positif oleh para guru sehingga komputer dapat menjadi salah satu media yang dapat membantu dalam mengoptimalkan pembelajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi.

Matematika merupakan cabang ilmu matematika yang bertujuan untuk mendidik siswa menjadi manusia berfikir logis, rasional serta menduduki peranan penting dalam dunia pendidikan serta merupakan salah satu bidang studi yang diajarkan disegala jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai jenjang perguruan tinggi. Sebagaimana objek- objek matematika lainnya, objek geometri juga bersifat abstrak. Hal tersebut berpotensi memunculkan berbagai kesulitan dalam memperlajarinya, terutama bagi siswa di tingkat rendah yang pada umumnya belum

mampu berpikir secara abstrak. Fakta demikian mendorong perlunya media pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa dalam berinteraksi dengan objek-objek geometri yang bersifat abstrak tersebut Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang dan jalan baru dalam mengerjakan banyak hal, termasuk untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Saat ini telah banyak berkembang berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dunia pendidikan, termasuk untuk menunjang pembelajaran matematika, yakni sebagai media pembelajaran matematika. Salah satu mediapembelajaran yang saat ini telah berkembang demikian pesat adalah komputer dengan berbagai program-program yang relevan.

Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah dari Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2013 menyebabakan pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Atas (SMA) juga mengalami perubahan yaitu dengan diintegrasikannya penggunaan TIK dalam pembelajaran dengan tujuan untuk mengurangi kesulitan yang dialami oleh siswa dalam belajar. Salah satu software yang dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran matematika adalah GeoGebra.

GeoGebra dirancang untuk menggabungkan fitur dari software geometri dinamis (misalnya Cabri Geometri, ilmu ukur

(3)

39

ini Sketchpad) dan sistem aljabar komputer (misalnya Derive, Maple) dalam tunggal, terpadu, dan mudah digunakan sistem untuk mengajar dan belajar matematika.

GeoGebra bersifat multi representasi, yaitu: 1) adanya tampilan aljabar; 2) adanya tampilan grafis; dan 3) adanya tampilan numerik. Ketiga tampilan ini saling terhubung secara dinamik (Hohenwarter & Zsolt dalam Novitasari:2019). Hal tersebut membantu siswa dalam mempelajari objek geometri dan aljabar yang bersifat abstrak, mudah digunakan serta dapat diperoleh secara gratis.

Karena keunggulan ini, penggunaan GeoGebra diharapkan mampu mengurangi kesulitan belajar yang dialami siswa dan memotivasi siswa untuk belajar matematika serta lebih mudah memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak.

Saat ini media pembelajaran menjadi solusi untuk mengusir kebosanan dan dapat menambah ilmu pengetahuan siswa. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu yang menemukan bahwa media pendidikan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa serta menjadikan siswa belajar secara langsung dengan lingkungan dan memahami materi (Rahmadayani:2021).

Dilain pihak, pembelajaran matematika di kelas tidak cukup hanya dilakukan dengan mengintegrasikan TIK, tapi juga diperlukan perangkat pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013.

Usaha untuk menyampaikan materi pelajaran agar siswa merasa senang, guru harus bisa

merancang dan mengembangkan suatu perangkat pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dan mengubah gaya belajar yang semula menghafal rumus menjadi gaya belajar yang lebih bermakna.

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yaitu menggunakan model dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Hal tersebut menuntut penerapan pembelajaran saintifik dalam pembelajaran. Proses pembelajaran saintifik merupakan perpaduan antara proses pembelajaran yang terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Oleh karena itu, kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran.

Hasil penelitian yang pernah menerapkan media geogebra dilakukan oleh Asngari (2015) yang menyarankan bahwa program GeoGebra dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan konsep-konsep matematis serta sebagai alat bantu untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematis. Selain itu, Atikasari (2015) menemukan bahwa, kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan strategi TTW berbantuan GeoGebra dapat mencapai ketuntasan belajar. Dilihat dari rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan strategi TTW berbantuan GeoGebra lebih baik daripada rata-rata

(4)

40

kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada kelas control. Penelitian lain juga pernah dilakukan oleh Nopiyanti (2012) yang menemukan bahwa perangkat pembelajaran geometri berbantuan GeoGebra telah berhasil dikembangkan dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang diterapkannya baik dari segi prosedur pengembangan maupun proses untuk melihat kualitas perangkat pembelajaran

Penerapan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra ini dapat mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri konsep- konsep matematika menggunakan aplikasi GeoGebra dengan bimbingan dan arahan dari guru sehingga pembelajaran menjadi lenih bermakna. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan penelitian untuk melihat bagaimana pengaruh penerapan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar matematika siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi guru agar dapat menerapkan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra ini dalam pembelajaran di sekolah khususnya dalam memanfaatkan IT.

Hipotesis alternatif yang akan diuji kebenarannya dalam penelitian ini adalah:

H0 : Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa antara nilai pretest dan nilai postest.

H1 : Terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara nilai pretest dan nilai postest.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-experimental design dengan desain penelitian berupa One Group Pretest-Posttest Design. Rancangan ini menggunakan kontrol yang minimal. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel 1. One Group Pretest-Posttest Design Pretest Perlakuan Posttest

T1 X T2

Prosedur penelitian ini yaitu sebagai berikut : 1) memberikan pretest atau tes awal (T1) untuk mengetahui skor rata-rata awal subjek penelitian sebelum mendapat pengajaran dengan pendekatan saintinfik berbasis GeoGebra; 2) memberikan perlakuan (X) yaitu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra; 3) melakukan posttest atau tes akhir (T2) setelah subjek mendapatkan perlakuan X; 4) membandingan T1 dan T2 untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau tidak sebagai akibat dari adanya perlakuan X; 5) perbedaan tersebut bila ada diuji atau dianalisis dengan teknik statistik yang sesuai untuk menentukan apakah perbedaan tersebut signifikan; 6) menginterpretasikan hasil analisis statistik yang telah dilakukan untuk memberi makna.

Penelitian ini dilakukan pada salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Medan yaitu SMA IT Khairil Imam. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA IT Khairil Imam tahun pelajaran 2021/2022 sedangkan terpilih 1 kelas sebagai kelas

(5)

41

eksperimen dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XII IPA 1 yang terdiri dari 32 orang siswa.

Dalam penelitian ini, variabel bebasnya yaitu pendekatan pembelajaran saintifik berbasis GeoGebra sedangkan variabel terikatnya yaitu hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi dan tes hasil belajar yang berbentuk soal essay dan terdiri dari 5 butir soal.

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan teknik pretest-posttest untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra terhadap hasil belajar matematika siswa. Pretest dilakukan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan berupa penerapan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra sedangkan postest diberikan setelah mendapatkan perlakuan berupa penerapan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra.

Hasil pretest dan posttest sebagai berikut.

nilai rata-rata pretest adalah 69,97 dan hasil rata-rata posttest adalah 77,91 yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata- rata sebesar, 9,94. Selanjutnya untuk menjawab hipotesis yang telah dibuat diambil maka dilakukan pengujian dengan uji z.

HO: 𝜇1 = 𝜇2, tidak terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa antara nilai pretest dan nilai postest.

H1: 𝜇1≠ 𝜇2, terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa antara nilai pretest dan nilai postest.

𝑧ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔=𝜇𝐷− √𝑛 𝜎𝐷 Keterangan:

D = Perbedaan pasangan data

𝜇𝐷 = rata-rata dari perbedaan pasangan data 𝜎𝐷 = simpangan baku dari perbedaan pasangan data

Diperoleh:

𝜇𝐷 = - 7,03 dan 𝜎𝐷 = 9,94 𝒛𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈=𝜇𝐷− √𝑛

𝜎𝐷

=−6,21 − √32 9,94

= −2,60

Nilai Kritis : 𝒛𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 untuk uji dua pihak pada taraf signifikansi 5% diperoleh:

𝒛𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍= 𝑧

(1

2−0,025)= 𝑧0,475 = 1,96 Kesimpulan:

Nilai 𝒛𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈< 𝒛𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 maka HO ditolak, artinya pada taraf kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa antara nilai pretest dan nilai postest.

PEMBAHASAN

Pada pembelajaran matematika banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Salah satu perangkat lunak yang cukup sering dimanfaatkan adalah GeoGebra. GeoGebra merupakan salah satu software bantu yang cukup lengkap dan digunakan secara luas.

(6)

42

Nama GeoGebra merupakan kependekan dari geometry (geometri) dan algebra (aljabar). Meski dari sisi nama hanya merujuk geometri dan aljabar aplikasi ini tidak hanya mendukung untuk kedua topik tersebut, tapi juga mendukung banyak topik matematika diluar keduanya. GeoGebra pertama kali dikembangkan oleh Markus Hohenwarter dari Austria dan dirilis sebagai perangkat lunak opensource sehingga dapat dimanfaatkan secara gratis dan bebas untuk dikembangkan.

Menurut Mahmudi, A (2010) pemanfaatan program GeoGebra memberikan beberapa keuntungan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Lukisan-lukisan yang biasanya dihasilkan dengan cepat dan teliti dibandingkan dengan menggunakan pensil, penggaris, atau jangka.

2. Adanya fasilitas animasi dan gerakan- gerakan manipulasi (dragging) pada program GeoGebra dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami konsep matematika

3. Dapat dimanfaatkan sebagai balikan/evaluasi untuk memastikan bahwa lukisan yang telah dibuat benar.

4. Mempermudah guru/siswa untuk menyelidiki atau menunjukkan sifat- sifat yang berlaku pada suatu objek matematika

Penggunaan Geogebra dalam Pembelajaran Tentukan luas daerah yang dibentuk oleh kurva y = 5 – x2 dan y = (x – 1)2 !

1. Buka lembar kerja geogebra maka akan tampil sebagai berikut:

2. Untuk menuliskan persamaan silahkan ketik di bagian input.

3. Lakukan hal yang untuk menuliskan kurva yang kedua, (x-1)2. Berikut tampilan kurva yang kedua.

4. Selanjutnya kita menentukan titik potong antara kedua kurva. Titik potong ini nantinya digunakan sebagai batas atas dan bawah dalam mencari luas daerah.

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

(7)

43

5. Terakhir, setelah kita mengetahui batas

atas dan bawah maka langkah selanjutnya adalah mencari luas daerah dari 2 kurva.

Untuk mengetahui luas daerah, silahkan ketik IntegralBetween[<Function>,

<Function>, <Start x-Value>, <End x- Value>] pada kolom input.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan taraf signifikansi 5% maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa setelah diajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra dan pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra ini dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan kesimpulan ini, maka disarankan bagi guru matematika khususnya agar dapat menjadikan pendekatan saintifik berbasis GeoGebra ini sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran di kelas karena selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa juga dapat digunakan sebagai variasi dalam pembelajaran terutama dengan

mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran matematika.

DAFTAR PUSTAKA

Asngari, Dian Romadhoni. 2015. Penggunaan Geogebra dalam Pembelajaran Geometri.

Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas (hlm. 299-302)

Atikasari, Gias & Ary Waro Kurniasih. 2015, Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Strategi TTW Berbantuan Geogebra Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VII Materi Segitiga, Unnes Journal of Mathematics Education.

Volume 4, Nomor 1 (hlm. 86-94).

Ita Rahmadayani, Lailatussaadah, and Cut Nya Dhin, “Kreatifitas Guru Bersertifikasi Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Banda Aceh (The Creativity of Certified Teacher in Utilizing Learning Media in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Banda Aceh),” Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA 21, no. 2 (2021): 151–161.

Mahmudi, A. 2010. Membelajarkan Geometri dengan Program GeoGebra. Makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.

Nopiyanti, Ni Luh Putu Ayu. 2012.

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Geometri Berbantuan Geogebra Dalam Upaya Meningkatkan Keterlibatan Dan Prestasi Belajar Matematika Siswa

Novitasari, Dwi. (2019). Penerapan Pendekatan Saintifik Berbasis Geogebra dalam Pembelajaran Matematika.

Prosiding Seminar Nasional Matematika

no. 2 : 178-184.

Gambar 5

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini juga mendukung temuan penelitian sebelumnya oleh Dagger &amp; David (2012) yang menemukan bahwa biaya beralih secara signifikan memoderasi hubungan

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur kinerja guru matematika SMP di Kabupaten Ende. Instrumen penilaian yang dikembangkan terdiri

Pada tahap 3 pengembangan, media mulai dikembangkan dari perangkat lunak wondershare quiz creat. Tahapan ini merupakan penentuan konsep awal dari desain media

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi soal yang dikembangkan dalam buku teks kimia kurikulum 2013 yang digunakan pada

 Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian sejenis yang juga berhubungan dengan persepsi siswa tentang

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Inovasi program yang dikembangkan oleh PKBM-PKBM di Kota Mataram antara lain: (a) Program Pelatihan Keterampilan

Dari penelitian yang pernah dilakukan oleh (Sagita et al., 2014) didapatkan hasil bahwa Teknologi akuaponik terbukti mampu berhasil memproduksi ikan secara optimal pada lahan

Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Chandra 2016 yaitu menemukan adanya peningkatan keterampilan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun melalui media pembelajaran multimedia dan