• Tidak ada hasil yang ditemukan

Intensitas dan Frekuensi

N/A
N/A
Gak pernah Hoki

Academic year: 2024

Membagikan " Intensitas dan Frekuensi"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DRAINASE

PERKOTAAN

Kode MK: TSUWP6211 (2 SKS)

Institut Teknologi Garut

Oleh : Alan Wijaya, ST., MPSDA

1

(2)

MINGGU 04

2

(3)

HUJAN

( PRECIPITATION )

3

(4)

Hujan ( Precipitation )

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

Intensitas Hujan (I)

adalah kedalaman hujan (d) per satuan waktu (t), misalnya mm/jam, mm/hari, dst

Frekuensi Hujan (f)

adalah waktu rerata antara 2 (dua) kejadian hujan untuk kedalaman dan lama hujan yang sama. Misalnya d = 100 mm, t = 6 jam, terjadi

setiap 50 Tahun, maka f = 1/50 = 0,02

Kala Ulang (T)

Kala ulang adalah waktu hipotetik dimana probabilitas kejadian debit atau hujan dengan besaran tertentu akan disamai atau dilampaui sekali dalam jangka waktu tersebut. T = 1/f

4

(5)

Pengukuran Curah Hujan

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

5

Penakar Hujan Biasa ( Manual Raingauge )

Penakar Hujan Otomatis ( Outomatic Raingauge )

Lokasi pemasangan masing-masing Penakar Hujan mengikuti

aturan dari WMO ( World Meteorological Organization ).

(6)

Alan Ukur Hujan Manual

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

6

Pencatatan dilakukan secara manual.

(7)

Alan Ukur Hujan Otomatis

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

7

Beberapa jenis alat pengukur hujan otomatis : 1. Weighting bucket type rain-gauge

2. Float type automatic rain-gauge 3. Tipping bucket type rain-gauge

Weighting bucket type rain-gauge Float type automatic rain-gauge Tipping bucket type rain-gauge

(8)

Syarat Pemasangan Alat

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

8

1. Hindarkan pengaruh angin, sehingga dipasang pada ketinggian tertentu 2. Bebas Halangan

- D > 2H : 14 Negara - D > H : 7 Negara

- D > 4H : Standar WMO 3. Dipasang pada tanah datar

4. Dilindungi dan dekat denga pengamat 5. Syarat-syarat teknis dipenuhi.

(9)

DATA HUJAN KOSONG

9

(10)

Penyebab Data Hujan Kosong

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

10

Data yang hilang atau data yang tidak lengkap dapat disebabkan oleh :

1. Kerusakan Alat

2. Kelalaian Petugas 3. Penggatian Alat

4. Bencana (Pengrusakan) dan Sebagainya

(11)

Pengisian Data Hujan Kosong

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

11

Ada beberapa cara, diantaranya:

1. Cara Harga Rata-rata 2. Cara Rasio Normal

3. Cara Korelasi Dengan Grafik

4. Cara Inversed Square Distance

(12)

Harga Rata-rata

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

12

Dapat dipakai bila hujan rata-rata tahunan stasiun yang datanya tidak lengkap < 10 % perbedaannya dengan hujan rata-rata

tahunan stasiun index (stasiun pembanding yang datanya lengkap) Misal: Sta. D Datanya

tidak lengkap.

Data hujan yang hilang dapat dihitungan dengan

persamaan sebagai berikut:

(13)

Rasio Normal

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

13

Dapat dipakai bila hujan rata-rata tahunan stasiun yang datanya tidak lengkap > 10 % perbedaannya dengan hujan rata-rata

tahunan stasiun index.

Data hujan yang hilang dapat dihitungan dengan persamaan sebagai berikut:

RD = Hujan yang akan di cari

ND = Hujan Rerata Tahunan pada Sta. Data Hilang Rn = Data Hujan pada Sta. Index (A, B, C, E) Nn = Hujan Rerata Tahunan pada Sta. Index

(14)

Korelasi Dengan Grafik

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

14

Cara ini hanya dipakai bila hendak dicari (data yang hilang) hujan tahunannya. Caranya dengan menggambarkan korelasi curah hujan dari stasiun hujan yang datanya hilang dengan stasiun index.

Bila ada hubungan antara data keduanya, maka data yang hilang

dapat diperkirakan. Bila tidak ada hubungan, maka hal tersebut sulit untuk diperkirakan.

(15)

Inversed Square Distance

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

15

RD = Hujan yang akan di cari

Rn = Data Hujan pada Sta. Index (A, B, C, E)

dn = Jarak antara stasiun yang datanya hilang, terhadap sta. index.

(16)

HUJAN

WILAYAH

16

(17)

Penyebab Data Hujan Kosong

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

17

Beberapa cara untuk menghitung tinggi hujan rata-rata:

1. Arithmetic Mean Method 2. Thiessen Method

3. Isohyet Method

4. Intersection Line Method

5. Depth Elevation Method

(18)

Arithmetic Mean Method

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

18

Data point rainfall pada stasiun A, B, C, D dan E berturut-turut adalah : RA, RB, RC, RD dan RE.

Maka besarnya area rainfall adalah :

Atau

(19)

Thiessen Method (1)

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

19

Cara ini dengan memperhitungkan luas daerah yang diwakili oleh stasiun yang bersangkutan (luas daerah pengaruh), untuk digunakan sebagai faktor dalam

menghitung hujan rata-rata. Menurut Thiessen luas daerah pengaruh dari setiap stasiun ditentukan dengan cara:

1. Menghubungkan stasiun-stasiun dengan suatu garis sehingga membentuk poligon segitiga.

2. Menarik sumbu-sumbu dari poligon segitiga.

3. Perpotongan sumbu-sumbu ini akan membentuk luasan daerah pengaruh dari tiap- tiap stasiun.

Luas daerah pengaruh masing-masing

stasiun dibagi dengan luas daerah aliran disebut sebagai Koefisien Thiessen

masing-masing stasiun (weighting factor)

(20)

Thiessen Method (2)

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

20

(21)

Isohyet Method

Institut Teknologi Garut

Teknik Sipil & Perencanaan

21

Isohyet adalah garis yang menunjukkan tempat-tempat yang mempunyai tinggi hujan sama. Cara ini adalah cara yang paling teliti, tetapi

cukup sulit pembuatannya. Pada umumnya digunakan untuk hujan tahunan, karena untuk hujan harian terlalu banyak variasinya, sehingga isohyet akan berubahubah.

(22)

Terima Kasih

22

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengubah NATs pada remaja SMP menjadi lebih positif , dapat menurunkan frekuensi dan intensitas dari perilaku ODD, namun hal tersebut

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) dan mengetahui perubahan penggunaan lahan di Daerah Aliran sungai Bogowonto

“PENGARUH USIA PENGGUNA INSTAGRAM TERHADAP FREKUENSI DAN INTENSITAS KOMUNIKASI REMAJA DENGAN ORANGTUA” SURVEI TERHADAP SISWA-SISWI SMA KRISTEN KANAAN TANGERANG Oleh Nico

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi taraf intensitas bunyi “garengpung” (Dundubia manifera) termanipulasi peak frekuensi terhadap luas bukaan stomata

Besarnya pengaruh intensitas kehadiran WUS (wanita usia subur) dalam sosialisasi keluarga berencana terhadap pengambilan keputusan frekuensi penggunaan alat

12 Penelitian ini mendapatkan frekuensi tinitus subjektif berhubungan dengan kualitas hidup pasien ( p =0,005) dengan tingkat korelasi sedang ( r =0,491).. Semakin tinggi

intensitas, lama hujan, dan frekuensi hujan. Kurva tersebut dibuat untuk mempermudah dalam menentukan intensitas hujan berdasarkan durasi hujan yang terjadi. Kurva IDF tersebut

Dokumen ini adalah kuesioner untuk menilai intensitas penggunaan media sosial di kalangan siswa berdasarkan durasi dan frekuensi