Jawaban Pertanyaan Pembuatan Garam Meja
Kelompok 6 :
Abdillah Galuh P (K3317001) Dyah Nur Yuniastuti (K3317025) Martha Andriyanti (K3317047)
Sri Widigdo (K3317067)
Ulfa Imroathul H (K3317073)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2020
Jawaban Pertanyaan Kelompok 6 Untuk:
Kelompok 1
Apa pengaruh penambahan natrium fosfat/natrium karbonat yang terlalu banyak dan sedikit pada hasil produk garam meja? (Fitri N K3317031)
Jawab:
Penambahan natrium fosfat/natrium karbonat berfungsi sebagai pengikat impurities pada garam, impurities tersebut antara lain CaSO4, MgSO4, dan MgCl2. Penambahan Na2CO3 dalam larutan garam akan terbentuk endapan CaCO3 yang nantinya akan dipisahkan dalam larutan sehingga ion Ca2+ terpisah dari larutan garam. Setah penambahan zat pengikat impurities tersebut, jumlah garam yang dihasilkan akan semakin kecil, hal ini menandakan bahwa garam yang dihasilkan telah murni dan terbebas dari impurities. Penambahan senyawa pengikat impurities tersebut tentunya juga harus dalam jumlah yang tepat, tidak terlalu banyak maupun tidak terlalu sedikit. Bila penambahan natrium karbonat/natrium fosfat terlalu berlebih maka akan dihasilkan garam yang sangat sedikit dalam proses pemurnian, hal ini karena zat pengotornya telah banyak terikat oleh natrium karbonat/natrium fosfat, namun dengan berkurangnya zat pengotor maka kadar kemurnian dari garam akan tinggi.
Sedangkan untuk penambahan yang terlalu sedikit akan menghasilkan garam yang masih mengandung zat impurities dan kadar kemurnian dari garam rendah.
Kelompok 2
Dalam PPT disebutkan bahwa Para ahli berpendapat penghilangan mineral-mineral lain pada garam meja menjadikan garam ini kurang bermanfaat bagi tubuh dibandingkan garam dapur alami yang masih kaya akan mineral dari air laut. Banyak pelaku rumah tangga yg belum mengetahui fakta ini, sehingga justru makin banyak dijumpai pelaku rumah tangga memasak justru menggunakan garam meja ini, selain lebih praktis dan takarannya juga bisa sesuai selera sedangkan garam dapur asli yang bentuknya masih gelondongan dan kemasannya dalam jumlah banyak, membuat orang enggan memakainya. Lalu bagaimana solusi untuk mengatasi hal tersebut? (Hanimah K3317035)
Jawab:
Seperti yang sudah dijelaskan dalam laporan presentasi kelompok kami, di situ sudah di jelaskan kelebihan dan kekurangan dari garam meja itu sendiri.
Dalam PPT tertulis bahwa "karena faktor pasar, garam yang berwarna putih bersih lebih disukai konsumen". Sehingga solusi dari kelompok kami adalah pertama mengajak kita para pendidik untuk menemukan cara untuk memperbaiki kualitas dari garam dapur dalam segi persaingan faktor pasar bisa dari penyajian kemasan dan bentuk yang lebih praktis dan kedua melakukan publish yang lebih luas di dalam masyarakat akan kelebihan dari segi kesehatan pada garam dapur. Semoga dari kedua cara yang kami ajukan ini dapat meningkatkan pemakaian garam dapur dari pada pemakaian garam meja.
Kelompok 3
Apa fungsi dari penambahan natrium phospat/ natrium carbonat, apakah hasil nya berbeda?
(Cantika B. N K3317017) Jawab:
Penambahan Natrium Karbonat atau Natrium Oksalat untuk mendapatkan kemurnian NaCl yang tinggi. Kalsium dan magnesium sebagai unsur yang terkadang dikandung dalam air laut selain NaCl perlu diendapkan agar kadar NaCl yang diperoleh meningkat. Kalsium dan magnesium dapat terendapkan dalam bentuk garam sulfat, karbonat dan oksalat. Dalam proses pengendapan atau kristalisasi garam karbonat dan oksalat mengendap dahulu, menyusul garam sulfat, terakhir bentuk garam kloridanya.
Kelompok 4
Untuk garam meja apakah ada hambatan atau tantangan jika ingin berbisnis garam meja?
(Cinthia K3317019) Jawab :
Untuk berbisnis garam meja, ada beberapa kendala yang akan dihadapi, antara lain yaitu kurangnya stok garam dapur di pasaran dan hargagaram dapur yang semakin lama semakin mahal. Kemudian tantangan lainnya adalah kita membutuhkan teknologi yang cukup canggih untuk memproduksi garam meja dalam jumlah banyak.
Kelompok 5
Apakah garam meja yg kelompok anda buat sudah dapat dikonsumsi? Apakah sudah steril?
Apa masih memerlukan dimasukkan dalam autoclave? Mengapa menggunakan natrium pospat? Sukmaningrum Latifah O (K3317069)
Jawab :
Garam meja yang dibuat oleh kelompok kami buat menurut kami belum aman untuk dikonsumsi, karena pada proses pembuatannya hanya seperti proses rekristalisasi, belum ada proses pensterilan, sehingga seharusnya masih perlu dilakukan pensterilan.
Penambahan natrium fosfat/natrium karbonat berfungsi sebagai pengikat impurities pada garam, impurities tersebut antara lain CaSO4, MgSO4, dan MgCl2. Penambahan Na2CO3 dalam larutan garam akan terbentuk endapan CaCO3 yang nantinya akan dipisahkan dalam larutan sehingga ion Ca2+ terpisah dari larutan garam.
Kelompok 7
Dengan cara yang dilakukan pada percobaan pembuatan garam, bagaimana kita dapat mennghasilkan garam meja yang maksimum ? apakah ada tips nya supaya kita tidak membuang-buang bahan yang digunakan. (Mega Candra Dewi K3317049)
Jawab:
Supaya produksi garam meja dapat maksimal maka NaCl yang digunakan harus benar-benar murni atau tidak mengandung pengotor, sehingga nantinya akan diperoleh produk garam meja secara maksimal.
Kelompok 8
Untuk proses pembuatan garam terkadang garamnya itu menggumpal pada saat kita uapkan sehingga hasil akhirnya tidak berbentuk butiran-butiran halus. Adakah tips atau cara mensiasati agar garam tidak menggumpal pada saat diuapkan ? (Anggita Hayuwardini K3317007)
Jawab:
Mungkin cara mengatasi agar tidak menggumpal, bisa dengan terus mengaduk saat pemanasan dan apinya sedang saja jangan terlalu besar sehingga gerak dari partikel yg ada bisa merata, jikalaupun nantinya ada gumpalan-gumpalan, proses selanjutnya masih ada yaitu menghaluskan kristal-kristal garam/gumpalan kristal garam yang terbentuk sehingga diperoleh garam yang lebih halus.