• Tidak ada hasil yang ditemukan

JAWABAN tgs ESPA4534(upload) 2[1]

N/A
N/A
M Amin

Academic year: 2024

Membagikan "JAWABAN tgs ESPA4534(upload) 2[1]"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Tutorial 1

Perencanaan Sumber Daya Manusia ESPA4535

Silakan Anda kerjakan Tugas ini, dan upload jawaban ditempat yang telah disediakan

Soal.

1. Terangkanlah apakah penduduk atau sumber daya manusia sebagai salah satu penentu dari keberhasilan suatu bangsa? Beri contoh dan ulasan Anda!

2. Terangkanlah isu-isu penting dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia yang memerlukan perencanaan yang matang? Beri contoh dan ulasan Anda!

3. Terangkanlah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk?

Beri contoh dan ulasan Anda!

4.

Terangkanlah faktor yang dapat mempengaruhi perubahan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja), Beri contoh dan ulasan Anda!

”Selamat Mengerjakan”

(2)

JAWABAN TUGAS KE-1

ESPA4534/ PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA Prodi : Ekonomi Pembangungan

Oleh:

Nama : M. AMIN NIM : 048703542

1. Sumber daya manusia diyakini sebagai salah satu penentu utama dari keberhasilan suatu bangsa atau negara. Sumber daya manusia yang melimpah belum tentu mendukung terhadap pembangunan suatu negara apabila tidak disertai dengan pengembangan dari segi kualitas. Untuk itulah diperlukan pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui perencanaan terhadap sumber daya manusia. Aspek utama dalam perencanaan sumber daya manusia adalah aspek ketenagakerjaan.

Seiring dengan perkembangan PDB Indonesia maka perkembangan penyerapan tenaga kerja juga kembali meningkat pasca krisis ekonomi, meskipun tidak sebesar sebelum terjadinya krisis ekonomi.

Ulasan saya, meskipun Indonesia telah mengalami peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja pasca krisis ekonomi, masih ada ruang yang besar untuk peningkatan lebih lanjut. Fokus pada pengembangan kualitas SDM akan membantu Indonesia tidak hanya dalam meningkatkan jumlah pekerjaan tetapi juga dalam menciptakan pekerjaan yang lebih produktif dan inovatif, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sebagai contoh, kita dapat melihat negara-negara yang telah berhasil mengembangkan ekonominya seperti Jepang atau Jerman. Kedua negara ini memiliki jumlah penduduk yang tidak sebanyak negara lain, namun mereka berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia karena investasi yang besar pada pengembangan kualitas SDM, seperti pendidikan dan pelatihan kerja.

2. Masalah penting lain yang menyangkut sumber daya manusia adalah masalah kemiskinan. Indikator-indikator pengukur kemiskinan menunjukkan bahwa

kemiskinan di Indonesia relatif menurun meskipun masih belum sampai pada titik yang diharapkan. Penurunan angka kemiskinan ini bisa dilihat sebagai hasil dari

(3)

kebijakan pemerintah dan program-program yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berikut adalah beberapa contoh program tersebut:

1) Bantuan Langsung Tunai (BLT): Program ini dirancang untuk memberikan bantuan finansial langsung kepada keluarga miskin untuk membantu mereka mengatasi kesulitan ekonomi jangka pendek.

2) Inpres Desa Tertinggal (IDT): Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di desa-desa tertinggal dengan menyediakan infrastruktur dasar dan layanan sosial.

3) Program Padat Karya (PPK): Program ini fokus pada penciptaan lapangan kerja melalui proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

4) Program Keluarga Harapan (PKH): PKH adalah program bantuan sosial bersyarat yang memberikan bantuan finansial kepada keluarga miskin dengan syarat mereka harus memenuhi beberapa kondisi, seperti memastikan anak- anak mereka menghadiri sekolah dan mendapatkan imunisasi Program ini telah terbukti cukup berhasil dalam mengatasi kemiskinan, terutama kemiskinan kronis. PKH juga bertujuan untuk meningkatkan akses keluarga miskin terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.

Program-program ini mencerminkan pendekatan multi-faset yang diambil untuk mengatasi masalah kemiskinan dari berbagai sudut, termasuk bantuan finansial langsung, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan akses terhadap pendidikan dan kesehatan. secara keseluruhan, program-program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatasi kemiskinan. Namun, penting untuk terus mengevaluasi dan menyesuaikan program ini agar lebih efektif dan efisien, serta memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama yang paling rentan. Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan harus terus

ditingkatkan untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar kerja global.

3. Ada tiga faktor yang memiliki peran penting dalam menentukan pertumbuhan penduduk suatu negara.

1) Tingkat Kelahiran (Fertilitas): Tingkat kelahiran atau fertilitas mengacu pada jumlah rata-rata kelahiran yang terjadi dalam suatu populasi. Fertilitas yang tinggi biasanya terjadi di negara-negara dengan akses terbatas ke pendidikan dan layanan kesehatan reproduksi, atau di mana nilai-nilai sosial dan budaya mendukung keluarga besar. Sebagai contoh, negara-negara di Afrika Sub- Sahara sering memiliki tingkat fertilitas yang tinggi.

(4)

2) Tingkat Kematian (Mortalitas): Tingkat kematian atau mortalitas adalah jumlah kematian dalam suatu populasi. Tingkat kematian yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit, kelaparan, konflik, dan kurangnya akses ke layanan kesehatan. Sebagai contoh, negara-negara yang mengalami konflik atau wabah penyakit sering memiliki tingkat mortalitas yang lebih tinggi.

3) Tingkat Perpindahan Penduduk (Migrasi): Migrasi adalah pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat meningkatkan jumlah penduduk di suatu area (imigrasi) atau menguranginya (emigrasi). Contohnya adalah migrasi besar-besaran dari pedesaan ke perkotaan yang terjadi di banyak negara berkembang, atau migrasi internasional seperti yang terjadi di Eropa selama krisis pengungsi.

Ulasan saya terhadap faktor-faktor ini adalah bahwa mereka saling terkait dan dapat mempengaruhi satu sama lain. Misalnya, peningkatan akses ke pendidikan, terutama bagi perempuan, sering kali berkorelasi dengan penurunan tingkat fertilitas. Demikian pula, peningkatan layanan kesehatan dapat menurunkan

tingkat mortalitas. Migrasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan politik, dan sering kali merupakan respons terhadap kondisi di tempat asal atau tujuan. Untuk mengelola pertumbuhan penduduk secara efektif, penting bagi pemerintah untuk memahami dan mengatasi faktor-faktor ini melalui kebijakan yang tepat.

4. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) merupakan indikator yang menunjukkan persentase penduduk yang berada dalam usia kerja yang aktif bekerja atau mencari pekerjaan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan TPAK meliputi

1) Jumlah Penduduk yang Masih Sekolah dan Mengurus Rumah Tangga: Individu yang masih dalam pendidikan atau mengurus rumah tangga mungkin belum atau tidak memasuki pasar kerja, sehingga menurunkan TPAK. Faktor ini menunjukkan pentingnya pendidikan dan peran domestik dalam masyarakat.

Peningkatan akses ke pendidikan dan pengakuan terhadap pekerjaan rumah tangga sebagai kontribusi ekonomi dapat mempengaruhi TPAK. Contoh: Di daerah dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, banyak remaja dan dewasa muda yang memilih untuk melanjutkan studi daripada bekerja, yang dapat menurunkan TPAK

2) Faktor Usia: Usia mempengaruhi kemampuan dan kesediaan seseorang untuk bekerja. Dengan meningkatnya harapan hidup dan kesehatan yang lebih baik, usia pensiun mungkin bergeser, yang memungkinkan individu untuk

berpartisipasi dalam angkatan kerja lebih lama. Misalnya, populasi yang lebih

(5)

tua mungkin sudah pensiun dan tidak lagi mencari pekerjaan, yang menurunkan TPAK.

3) Tingkat Upah yang Berlaku: Upah yang kompetitif dapat menarik tenaga kerja yang berkualitas dan memotivasi orang untuk bekerja, sementara upah rendah mungkin menyebabkan pekerja mencari alternatif lain atau bekerja di sektor informal.

4) Tingkat Pendidikan: Tingkat pendidikan yang lebih tinggi biasanya dikaitkan dengan peluang kerja yang lebih baik dan upah yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan TPAK. Pendidikan yang lebih tinggi sering kali berkorelasi dengan spesialisasi dan produktivitas yang lebih tinggi, yang dapat

meningkatkan daya saing dan partisipasi dalam angkatan kerja Contoh:

Seseorang dengan gelar sarjana mungkin lebih mudah mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak dibandingkan dengan seseorang yang hanya lulus SMP.

5) Tingkat Penghasilan Keluarga: Keluarga dengan penghasilan yang cukup mungkin memiliki anggota keluarga yang memilih untuk tidak bekerja, seperti ibu rumah tangga atau ayah rumah tangga, yang dapat menurunkan TPAK.

Penghasilan keluarga yang stabil dapat memberikan fleksibilitas bagi anggota keluarga untuk mengejar pendidikan atau pelatihan lebih lanjut, yang pada akhirnya dapat meningkatkan TPAK.

6) Kondisi Perekonomian: Dalam ekonomi yang kuat, lebih banyak pekerjaan tersedia, dan TPAK cenderung lebih tinggi. Sebaliknya, dalam resesi, pekerjaan lebih sulit ditemukan, dan TPAK bisa menurun.

7) Jenis Kelamin: Dalam beberapa kasus, norma dan peran gender dapat

mempengaruhi partisipasi angkatan kerja. Kesetaraan gender dalam pekerjaan dan upah dapat mendorong partisipasi yang lebih merata antara pria dan wanita dalam angkatan kerja. Misalnya, di beberapa budaya, wanita mungkin kurang diharapkan atau kurang memiliki kesempatan untuk bekerja, yang

mempengaruhi TPAK.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini berarti bahwa variabel Fasilitas dan Sumber Daya Manusia Kerja perlu untuk diperhatikan lagi oleh perusahaan untuk meningkatkan Produktivitas Kerja di

Untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi, maka perguruan tinggi melakukan reformasi yang mencakup: a) Reformasi Kelembagaan, reformasi ini dimaksudkan

Upaya perbaikan daya saing gula nasional perlu terus diupayakan diantaranya melalui penciptaan varietas tebu dengan tingkat produktivitas yam lebih tinggi, teknik

Selama ini kebijakan yang dilakukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, sementara peningkatan produktivitas dan penguatan daya saing belum mendapat perhatian yang

1 Tuntutan Pemerintah bagi perguruan tinggi di jajarannya untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui increased workplace productivity berpeluang untuk bersaing

 Individu dengan pendidikan yang lebih tinggi untuk berada dalam angkatan kerja adalah 1.24 kali dibandingkan yang pendidikannya lebih

Peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung ketersediaan angkatan kerja berketrampilan dan berpendidikan tinggi. Meningkatkan efektifitas dan sinergi program

The School Enrollment of Children in the Plantation Sector in Indonesia Ngadi Membangun Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia Melalui Peningkatan Produktivitas Latif Adam Kemitraan di