• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL LOCUS DELICTI - Ejournal2 Undiksha

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "JURNAL LOCUS DELICTI - Ejournal2 Undiksha"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

p-ISSN: 2723-7427, e-ISSN: -

Open Access at : https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/JLD

Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

158

KEUNTUNGAN INDONESIA BERGABUNG DIDALAM ORGANISASI INTERNASIONAL

Dewa Ayu Mita Anjani1, Hartana2, Dewa Gede Sudika Mangku3, Ni Putu Rai Yuliartini4, Elly Kristiani Purwendah5

1 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail : [email protected]2 Universitas Bung Karno Jakarta. E-mail : [email protected]

3 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail : [email protected]

4 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail : [email protected]

5Universitas Wijayakusuma. E-mail : [email protected]

Info Artikel Abstract

Masuk: 12 Februari 2023 Diterima: 1 Maret 2023 Terbit: 1April 2023 Keywords:

International

Organizations, United Nations, ASEAN

The goals set out in this article is to find out the types of international organizations which are divided into 4 types, namely Universal Organizations and Regional Organizations, Open Organizations and Closed Organizations, Political Organizations and Technical Organizations and Cooperation Organizations and Integration Organizations. as well as to find out the impact of international organizations for Indonesia which have many advantages such as the United Nations which supports human rights and ASEAN which makes Indonesia more prosperous.

Abstrak Kata kunci:

Organisasi Internasional, PBB, ASEAN

Corresponding Author:

Dewa Ayu Mita Anjani E-mail:

[email protected] d

Tujuan dari penulisan artikel ilmiah ini adalah guna mencari tahu jenis jenis organisasi internasional yang dibagi menjadi 4 jenis yaitu Organisasi yang karakteristiknya umum serta Organisasi yang mempunyai sifat Regional, Organisasi Terbuka dan Organisasi Tertutup, Organisasi Politik dan Organisasi Teknik dan Organisasi Kerjasama dan Organisasi Integrasi. serta untuk mengetahui dampak organisasi internasional bagi indonesia yang memiliki banyak keuntungannya seperti dalam PBB yang mendukung hak asasi manusia dan ASEAN yang membuat indonesia semakin sejahtera.

@Copyright 2023.

PENDAHULUAN

Dalam dunia ini, tidak hanya satu negara saja yang ada didalamnya melainkan masih banyak ada negara-negara yang ada didunia ini. dengan adanya berbagai negara ini tentunya akan menimbulkan koneksi yang satu dengan yang lainnya. dimana hal itu akan menjadi suatu organisasi yang biasa disebut organisasi internasional. harus diketahui organisasi internasional sangat berpengaruh didalam menjalankan organisasi-organisasi di setiap masing-masing negara khususnya yang

(2)

159 akan dibahas dalam artikel ini adalah negara indonesia. Organisasi internasional adalah sekelompok negara yang terikat oleh perjanjian internasional, berbagi hukum dan institusi yang sama, dan memiliki status hukum yang berbeda dari negara anggotanya. Organisasi internasional tidak memiliki unsur objektif seperti negara. Dengan kata lain, lembaga internasional hanya ada jika negara menginginkannya dan niat mereka diatur dalam perjanjian internasional.

Organisasi internasional tunduk pada hukum internasional ketika mereka didirikan.

Oleh karena itu dalam hal ini terdapat perbedaan dengan negara. Dapat dikatakan bahwa negara merupakan subjek utama karena keberadaan hukumnya tidak bergantung pada siapapun, dan organisasi internasional dapat dikatakan sebagai subjek utama dari badan buatan, karena merupakan organisasi internasional Karena ada banyak dan harus tetap berlaku. karena mereka diciptakan dari negara yang mendirikannya. sudah diketahui bahwa negara indonesia merupakan salah satu negara yang masih berkembang diantara negara-negara lainnya seperti singapura dan negara-negara yang lain. Negara yang kita cintai ini yang dimaksud adalah indonesia, sudah tergabung didalam organisasi internasional yang memiliki banyak keuntungan didalam organisasi tersebut. perlu diketahui bahwasanya organisasi internasional ada jenis jenisnya didalam organisasi internasional. yang pertama adalah organisasi karakteristiknya global dan karakteristiknya regional.

Organisasi yang Terbuka dan Tertutup, Organisasi Politik dan Organisasi Teknik, Organisasi Kerjasama dan Organisasi Integrasi. didalam jenis jenis ini akan dibahas lebih lanjut apa saja organisasi yang termasuk didalam keempat jenis organisasi internasional ini. seperti yang kita ketahui organisasi internasional ada berbagai macam mulai dari APEC, PBB, ASEAN, WTO, Gerakan non-blok. dari lima yang sudah disebutkan disini, negara kita indonesia telah tergabung didalam kelima limanya organisasi tersebut walaupun indonesia masih dikatakan negara yang berkembang.

didalam artikel ini akan dibahas mengenai keuntungan indonesia bergabung didalam organisasi internasional yaitu PBB dan ASEAN.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. dan dalam penelitian ini menggunakan penelitian yang dilakukan melalui kajian literatur dan sumber data yang digunakan sebagai sumber data sekunder. Penyajian data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data, setelah pengumpulan data perlu dilakukan pengecekan, penelaahan dan pengumpulan data sebelum menarik kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

International organization ialah organisasi yang didirikan berdasarkan janji skala internasional antara dua negara atau lebih, dengan kegunaan, capaian, wewenang, prinsip operasi, dan bagan sebuahorganisasi. dalam organisasi internasional ada berbagai macam jenisnya seperti berikut ini.

Jenis – jenis organisasi internasional. Adapun macamnya organisasi internasional antara lain.

1. Organisasi universal dan organisasi regional.

(3)

160

• Organisasi universal adalah organisasi yang dapat diikuti oleh semua negara sebagai anggota. Misalnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa yang beranggotakan 189 negara, termasuk hampir semua negara merdeka di dunia, adalah anggota United Nations

• Organisasi yang karakteristik regional adalah organisasi yang tidak memiliki misi yang sama dan keanggotaannya terbatas pada wilayah atau negara tertentu, seringkali termasuk negara yang secara geografis berdekatan satu sama lain. Misalnya ASEAN

2. Organisasi terbuka dan organisasi tertutup.

• Organisasi sifat terbuka adalah organisasi yang bisa diikutsertakan oleh negri-negri yang berminat melalui prosedur keanggotaan yang fleksibel.

• Organisasi tertutup adalah organisasi yang hanya mencakup beberapa negara yang memiliki nilai yang sama, dan diterima dengan suara bulat oleh negara anggota. NATO misalnya

3. Organisasi politik dan organisasi teknis.

• Organisasi politik adalah organisasi yang memiliki misi umum dan berusaha untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya United Nations, Organisasi Negara Amerika (OAS) atau OPA.

• Organisasi teknis adalah organisasi dengan mandat khusus, badan khusus contohnya Perserikatan Bangsa-Bangsa.

4. Organisasi kolaboratif dan organisasi integrasi.

• Organisasi kerjasama adalah organisasi yang menjamin kerjasama atau koordinasi antar negara. Organisasi jarang memiliki kekuatan untuk menetapkan standar yang mengikat bagi negara anggota. Pada umumnya semua organisasi internasional berbentuk koperasi atau organisasi payung.

• Organisasi integrasi adalah organisasi yang dapat melakukan pengaturan yang berlaku langsung di wilayah negara anggota, seperti yang terjadi di Masyarakat Eropa. Organisasi ini memiliki status yang lebih tinggi dari negara karena konstitusi, karena kekuasaan dilimpahkan kepada negara di bidang-bidang tertentu.

Dampak organisasi internasional terhadap indonesia

Memasuki era internasional, yaitu dalam suatu organisasi nasional yang diduduki oleh beberapa bagian negara atau bahkan hampir seluruh negara di dunia, pasti ada dampak yang ditimbulkan dari keberadaan atau aksesi organisasi internasional tersebut. organisasi. contohnya di negara kita ini indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia telah bergabung dengan beberapa organisasi internasional dan dampak bergabungnya Indonesia dengan organisasi internasional tersebut telah dirasakan dalam international organization yang disebut P B B (United Nations) dan A S E A N (Association of Southeast Asian Nations).

Organisasi internasional hanya diakui sebagai subjek hubungan internasional dengan kepunyaan dan tugas wajib dalam hubungan internasional sejak Mahkamah Internasional memberikan pendapat penasehat dalam kasus

(4)

161 Kompensasi kerugian yang dirugikan oleh melayani bangsa pada tahun 1949.1. Di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, Israel tidak dapat untuk mencegah pembunuhan, atau menghukum para pembunuh untuk diklaim oleh PBB di bawah hukum internasional. Pada saat itu, ada pertanyaan tentang apakah Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki status hukum dan kapasitas untuk menuntut Israel atas kerugian atau apakah Swiss adalah negara asal Pangeran Bernadotte. Mahkamah Internasional, dalam pendapat penasehat tahun 1949, menyatakan bahwa:

"....organisasi adalah orang internasional (..) bahwa beliau ialah subjek hukum internasional serta mampu memiliki hak dan kewajiban internasional, dan memiliki ruang untuk mempertahankan haknya dengan mengajukan klaim internasional...."

jelas sudah bahwa suatu organisasi internasional merupakan subjek internasional karena suatu organisasi internasional merupakan subjeknya hukum diinternasional dan mempunyai personalitas hukum, yaitu dapat memiliki kewajibannya dan haknya menurut hukum internasional, tuntutan internasional dan juga menikmati kekebalan dalam usahanya. wilayah. negara anggota mereka.

Adapun PBB, menurut MI, secara yuridis jelas dan faktanya, PBB adalah organisasi internasional yang berbadan hukum dan memiliki kapasitas hukum untuk bertindak di depan hukum, mewakili kepentingan PBB itu sendiri, serta kepentingan negara. rakyat. korbannya. Status hukum dan kapasitas hukum merupakan faktor yang sangat penting bagi organisasi internasional untuk menjalankan fungsinya. Terinspirasi dari kasus kerugian tersebut, dapat diartikan yakni tidak semua organisasi internasional berstatus subjek hubungan internasional. Menurut Lerroy Bennett, international organization yang diakui sebagai subyek hubungan internasional wajib mencukupi ciri-ciri sebagai berikut:

a. Organisasi permanen untuk melakukan serangkaian fungsi yang berkesinambungan

b. Anggota sukarela

c. Dibandingkan dengan hal mendasar yang mewakili capaian, struktur- struktur, dan cara operasi pemerintah

d. tubuh konferensi konsultasi yang di wakili secara luas e. Sekretariat Tetap melakukan fungsi koneksi berkelanjutan

Dari kelima syarat ini, syarat pertama sangat penting. Melalui perjanjian ini dapat diketahui nama organisasi, capaian, kegunaan, asas-asas, kuasa, sistem anggotaan, sistem pemilihan, kepunyaan dan tugas wajib anggota, serta badan dan/atau susunan bagannya. PBB mempunyai charter atau Piagam. Liga Bangsa- Bangsa memiliki convenant atau perjanjian, ASEAN mempunyai Deklarasi Bangkok dan janji sahabat dan Kerjasama atau Treaty of Amity and cooperation. Syarat perjanjian yang dibentuk oleh negara-negara tersebut adalah bahwa organisasi yang berstatus subjek dalam hubungan internasional hanya merupakan organisasi antar pemerintah, bukan organisasi non pemerintah.

Syarat terakhir atau kelima ini juga sangat penting karena Sekretariat tetap menjadi markas organisasi. Dengan terpenuhinya kedua syarat tersebut maka

1 Kejadian ini bermula dari penembakan Pangeran Swiss Bernadotte oleh tentara Israel saat ia sedang menjalankan tugasnya sebagai mediator PBB di Timur Tengah.

(5)

162 organisasi akan dengan mudah memperoleh status internasional dan kapasitas hukum internasional. Status hukum dan kapasitas hukum .PBB satu ini merupakan salah bagian international organization yang penting saat ini. lapisan pembentukan dan bentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah usaha yang ke-dua untuk mendirikan international organization meng-global dengan capaian utama memelihara agar tidak terjadi persselisihan dalam kerangka teknis keamanan yang kolektif. PBB bertujuan untuk melindungi keturunan penerus dari terancam peperangan. Untuk itu, PBB juga berperan aktif dalam menyelesaikan setiap perselisihan yang timbul di antara bangsa-bangsa di dunia.2

Tujuan didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa itu sendiri, sebagaimana dinyatakan dalam preambule, secara khusus adalah:

a. Selamatkan generasi penerus dari malapetaka perang;

b. Memperkuat keyakinan akan hak asasi manusia, akan martabat dan penentuan nasib sendiri pribadi manusia dan akan persamaan hak laki-laki dan perempuan, dan semua bangsa, besar dan kecil;

c. Memfasilitasi pemeliharaan keadilan dan pemenuhan kewajiban yang timbul dari perjanjian internasional dan sumber hukum internasional lainnya;

d. Mempromosikan kemajuan sosial dan standar hidup yang lebih baik.

Didasari dari Pasal 7 charter Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada 6 batang tubuh utama PBB, yaitu Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Dewan Perwalian, Mahkamah Internasional dan Sekretariatnya. Badan- badan tersebut berguna penting dalam menjalankan capaian dan prinsip PBB, khususnya dalam penjagaan kesejahteraan dan keamanan internasional.

sebagaimana dikenal baik oleh masyarakat dunia. Indonesia ialah negeri yang cukup tinggi menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) dilihat pada UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28. Menurut KBBI, HAM ialah banyak kepunyaan yang dijaga secara internasional, seperti Deklarasi Hak Asasi Manusia Perserikat Bangsa- bangsa. seperti kepunyaan untuk hidup, kepunyaan kemerdekaan, kepunyaaan kepemilikan, kepunyaan untuk menyatakan pendapat.

Menurut Undang-Undang HAM No. 39 Tahun 1999, Pasal 1 Ayat (1), HAM ialah sehimpun kepunyaan manusia yang nempel pada kasta dan ketersediaannya orang sebagai makhluk TYME yang harus diberi hormat kemampuan dan anugerahnya. didukung dan dihormati. dilindungi oleh negeri, hukum dan lembaga tinggi, dan masing-masing demi kehormatan dan perlindungan harga diri manusia.

Sebagai bagian oleh perlindungan dan perlindungan HAM ini di Indonesia, lembaga yang bersangkutan di Indonesia telah membuat secuil organisasi independen guna perlindungan dan pemeliharaan HAM, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, yang dasar hukumnya adalah Keputusan Presiden No. 50 Tahun 1993 tentang Hukum Nasional Hak asasi Manusia. Komisi Hak Asasi Manusia. Secara tidak langsung, hal tersebut merupakan bentuk usaha atau peran negara dalam perlindungan dan pemeliharaan hak asasi manusia di Indonesia. Komnas HAM didirikan atas pernyataan singkat PBB tentang HAM yang dicetus pada 10 Desember 1948.

2 Muhammad Nuha Maulana Pasya, 2021, PERAN PERSERIKATAN BANGSA- BANGSA DALAM MENGHADAPI SENGKETA INTERNASIONAL, Yogyakarta, hlm 1

(6)

163 United Nations Organization merupakan organisasi terbesar di dunia karena tentu sudah atau bahkan sebagian negeri di dunia menjadi anggota organisasi ini.

PBB punya misi yang mengkhusus, yakni tidak bukan ialah mengawasi kerdamaian dan aman atau tidaknya negeri dibumi serta menjaga HAM. Dalam menjalankan tugasnya, Perserikat bangsa punya peran khusus dalam pembelaan dan perlindungan HAM. model keasliannya ialah Perserikat bangsa telah menerbitkan berbagai dokumen hukum tentang hak asasi manusia. Sehingga dapat dikatakan Perserikat bangsa adalah organisasi global yang bertujuan untuk mengawasi kedamaiannegeri dan melakukan penjagaan HAM. Sejak berdirinya PBB pada 10 Desember 1948 s.d saat ini, kurang sedikit 71 tahun setelah berdirinya, Perserikat bangsa memiliki tanggung jawab ganda untuk memastikan dan melindungi HAM.

Dari meratifikasi gerakan sampai dengan mengasih bala bantuan kemanusiaan ke negeri-negeri yang masih atau sedang perang.

A S E A N atau perserikatan bangsa Asia Tenggara (Association of South East Asian Nations) didirikan atas dasar Deklarasi ASEAN atau Deklarasi Bangkok tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok yang pada awalnya ASEAN merupakan organisasi antar pemerintah atau organisasi antar pemerintah yang hanya mencakup 5 negara yaitu Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

kemudian diperluas menjadi 10 negara anggota dengan partisipasi Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja. ASEAN memiliki delapan fungsi penting bagi Indonesia; menjaga reputasi internasional negara, sebagai alat untuk menjaga keharmonisan kawasan, sebagai forum kerjasama militer bilateral antar negara anggota, sebagai zona penyangga keamanan nasional Indonesia, mempromosikan aturan kawasan, sebagai alat negosiasi di kancah internasional, berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional. misalnya dalam sengketa antara ASEAN dan China. Sengketa antara ASEAN dan Cina atas Laut Cina Selatan dimulai pada tahun 1947. ASEAN mulai menjadi perwakilan untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara anggota dalam sengketa Laut Timur setelah Filipina mengajukan protes melalui ASEAN. Terkait sengketa Laut Timur, sejak tahun 1993, Indonesia telah berupaya menyelesaikan permasalahan terkait wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia melalui diplomasi dengan China untuk mencegah permasalahan terkait lainnya yaitu hubungan China-Indonesia. gangguan.

Melanjutkan pernyataan pemerintah Indonesia bahwa Indonesia dan China tidak memiliki sengketa wilayah, Indonesia kemudian menawarkan untuk menjadi penengah dalam sengketa Laut sebelah selatan China yang mengikutsertakan sebagian negeri anggota ASEAN.

Menurut Dewi Fortuna Anwar, keuntungan Indonesia jika bergabung dalam organisasi internasional ASEAN 3 yaitu :

1. ASEAN membuat serta mengawasi nama baik Indonesia sebagai tetangga yang baik bagi stabilitas kawasan.

3 D. F.Anwar.(2017). Indonesia, ASEAN and Regional Stability. Inaugural Lecture as a Member of the Social Science Commission of the Indonesian Academy of Sciences, 24.

(7)

164 Dengan bergabung dan menghubungkan Indonesia dengan ASEAN, Indonesia berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara di kawasan.

Citra Indonesia sebagai bangsa yang agresif, anti komunis dan anti barat mulai membaik. Kelanjutan peran Indonesia di ASEAN akan terus diperlukan untuk menjaga citra Indonesia sebagai negara yang cinta damai di kawasan.

2. ASEAN mendorong harmonisasi kawasan

Pembentukan ASEAN dikaitkan dengan peningkatan situasi harmonis di kawasan, yang sangat berbeda dengan sebelum tahun 1967. ASEAN telah berhasil menjaga ketegangan dan mencegah konflik terbuka antar negara anggota karena secara fisik berkomitmen untuk menjaga dan memelihara kerjasama dan keamanan. wilayah.

3. ASEAN bertindak sebagai zona penyangga keamanan

Dikelilingi oleh negara tetangga yang memiliki hubungan baik dengan Indonesia, serta anggota ASEAN lainnya merupakan penyangga keamanan bagi Indonesia.

Artinya, kemungkinan ancaman datang dari negara-negara di luar kawasan yang jauh dari wilayah Indonesia.

4. ASEAN telah berkontribusi pada pengembangan otonomi pemerintahan daerah

Indonesia merupakan satu-satunya negara anggota Gerakan Non Blok pada masa awal pembentukan ASEAN yang juga memiliki prinsip kebebasan bertindak dalam politik luar negerinya. Berdasarkan prinsip tersebut, Indonesia berkeyakinan bahwa negara-negara baru dan berkembang harus mandiri dan bertindak secara otonom dalam masyarakat internasional dan tidak bergantung pada negara adidaya.

Indonesia ingin tidak memiliki dominasi asing di Asia Tenggara, tetapi negara- negara di kawasan itu yang memutuskan. Indonesia berupaya agar prinsip kebebasan bertindak dapat dilaksanakan di dalam ASEAN, konsisten dengan independensi dari pengaruh negara lain. Indonesia juga memainkan peran kunci dalam merumuskan deklarasi yang menyatakan ASEAN sebagai "zona damai, bebas dan netral" pada pertemuan ASEAN pertama di Kuala Lumpur pada tahun 1971.

5. ASEAN memiliki peran penting dalam meningkatkan kekuatan negara- negara anggota dalam perundingan internasional

ASEAN diakui sebagai organisasi regional yang paling sukses dalam mengembangkan kerja sama regional. Banyak negara dan organisasi serupa di luar kawasan ingin menjalin hubungan dekat dengan ASEAN. Hal ini tidak hanya meningkatkan kekuatan ASEAN dalam bernegosiasi, tetapi juga mempengaruhi kekuatan negara anggota dalam bernegosiasi dengan pihak ketiga di luar ASEAN.

6. ASEAN memperkuat prestise internasional Indonesia

Sejak awal, sebagai negara dengan wilayah terluas, populasi terbesar, dan PDB terbesar, Indonesia dianggap sebagai negara dengan jumlah terbesar dibandingkan negara anggota lainnya. Indonesia secara alami adalah pemimpin yang mampu memimpin dan peran yang diharapkan di ASEAN.

7. ASEAN berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi

ASEAN telah memberikan kontribusi bagi perkembangan perekonomian diIndonesia entah itu langsung ataupun tidak langsung. dengan cara langsung, ASEAN telah mendukung perekonomian Indonesia dalam dua hal. Pertama, dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan stabilitas kawasan, Indonesia tidak

(8)

165 perlu mengeluarkan banyak uang untuk menjaga pertahanan dan keamanan dengan wilayah yang begitu luas, sehingga biaya tersebut dapat dialokasikan untuk hal lain yang lebih penting. Ini merupakan keuntungan bagi Indonesia karena dapat fokus pada isu yang lebih besar, yaitu kemiskinan dan ketidakadilan. Kedua, partisipasi Indonesia di ASEAN berperan dalam menarik investor asing dan bantuan dari negara-negara Barat dan Jepang, terutama pada masa Perang Dingin. Berkat stabilitas keamanan kawasan, pembangunan kemampuan pertahanan Indonesia lebih ditentukan oleh kelangsungan ekonominya.

PENUTUP Kesimpulan

International organization ialah sekelompok Negara yang terkoneksi oleh sebuah janji internasional yang memiliki undang-undang dan organ yang sama dan memiliki status hukum yang berbeda dari Negara Anggota. Dalam international organization yaitu PBB dan ASEAN, Indonesia memiliki keunggulan atau pengaruh yang sangat baik untuk memimpin negara. tidak lain adalah PBB. Indonesia adalah negara yang menghormati HAM (UUD NRI tahun 1945 pasal 28). HAM ialah dn tidak bukan itu hak-hak yang dijaga secara internasional (yaitu Deklarasi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa), seperti hak untuk hidup, kebebasan, hak milik, hak untuk menyatakan pendapat. Pemerintah Indonesia membentuk badan independen untuk perlindungan dan penegakan hak asasi manusia, yaitu Komnas HAM, yang dasar hukumnya adalah Keputusan Presiden Komnas HAM No. 50 Tahun 1993. Komnas HAM didasarkan pada Pernyataan Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikeluarkan pada tanggal 10 Desember 1948.

PBB telah mengumumkan banyak dokumen hukum yang mengatur hak-hak 'manusia' laki-laki. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Perserikat Bangsa ialah organisation of global yang berdiri dengan capaian memelihara kedamaian dunia dan mengawasi HAM. kemudian, dalam kerangka ASEAN, A S E A N membuat serta mengawasi nama baik negeri Indonesia sebagai tetangga yang tidak jahat guna stabilitas kawasan. ASEAN mendorong harmonisasi kawasan ASEAN berperan sebagai penyangga keamanan ASEAN berkontribusi dalam membangun otonomi tata kelola kawasan, ASEAN berperan penting dalam meningkatkan kekuatan negara anggota dalam negosiasi ASEAN N memperkuat reputasi internasional Indonesia, ASEAN berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi

Saran

Organisasi Internasional adalah gabungan atau himpunan dari beberapa negara yang ada. banyak manfaat dampak baik dan keuntungan yang diberikan oleh organisasi internasional. hukum organisasi internasional alangkah baiknya di pelajari dengan baik sehingga bisa mengetahui dampak dan keuntungan yang dapat dirasakan indonesia yang tergabung didalam suatu organisasi internasional seperti PBB dan ASEAN.

DAFTAR PUSTAKA

Sefriani, S. M. (2017). Hukum Internasional Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

(9)

166 Pasya, M. N. M. PERAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA DALAM

MENGHADAPI SENGKETA INTERNASIONAL.

Dewa Gede Sudika Mangku, SH., M.H., LL.M. (2019). Hukum penyelesaian sengketa internasional. Yogyakarta: ruas media

Gurinda, N. C. H. (2019). Peran PBB Dalam Perlindungan Hak Asasi Manusia Menurut Kajian Hukum Internasional. Lex Et Societatis, 7(9).

Rizky, A. P. (2019). Fungsi ASEAN Bagi Indonesia Pada Masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo: Tinjauan Melalui Sengketa Laut Tiongkok Selatan (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Hartana, H. (2018). EKSPANSI PERUSAHAAN GROUP DALAM BIDANG BATUBARA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 4(1), 27-45.

Hartana, H. (2019). SEJARAH HUKUM PERTAMBANGAN DI INDONESIA. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 5(1), 145-154.

Hartana, H. (2022). PENGEMBANGAN UMKM DI MASA PANDEMI MELALUI OPTIMALISASI TEKNOLOGI. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Ganesha FHIS, 3(2), 50-64.

Hartana, H. (2022). IMPLIKASI EKSPANSI PERUSAHAAN GROUP PADA SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA DI INDONESIA. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(1), 251-260.

Hartana, H. (2021). EKSISTENSI DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN GROUP DI SEKTOR PERTAMBANGAN. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(3), 669-681.

Hartana, H. (2018). EKSPANSI PERUSAHAAN GROUP DALAM BIDANG BATUBARA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 4(1), 27-45.

Purwendah, E. K., & Wahyono, D. J. (2022). WASTE BANK AS AN ALTERNATIVE TO COMMUNITY-BASED WASTE MANAGEMENT. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 8(2), 10-17.

Purwendah, E. K., & Erowati, E. M. (2021). PRINSIP PENCEMAR MEMBAYAR (POLLUTER PAYS PRINCIPLE) DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(2), 340-355.

Itasari, E. R. (2022). KONSEP PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MENURUT KETENTUAN THE INTERNASIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL, AND CULTURAL RIGHTS. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(2), 488-503.

Itasari, E. R., & Mangku, D. G. S. (2021). Legal Protection Againts Violations of Human Rights That Abuse Uighur Ethnic Women in China. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 33-48.

Nurhayati, B. R. (2017). Status Anak Luar Kawin dalam Hukum Adat Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 3(2), 92-100.

Nurhayati, B. R., & Purwanto, I. H. (2021). Juridical Study in The Application of the Law About Foster-Child Adoption in Indonesia by Foreign Nationals. Media Komunikasi FPIPS, 20(1), 51-55.

(10)

167 Kristhy, M. E., Andri, A., & Harefa, F. (2022). Legal Politics in Food Estate Program for Community Welfare. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 5(2).

Kristhy, M. E., Farina, T., Mahar, S., & Kristanto, K. (2022). PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK TRADISIONAL MASYARAKAT HUKUM ADAT DAYAK MA’ANYAN DI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 8(2), 27-43.

Arianta, K., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2020). Perlindungan Hukum Bagi Kaum Etnis Rohingya Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Internasional. Jurnal Komunitas Yustisia, 1(1), 93-111.

Daniati, N. P. E., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2021). Status Hukum Tentara Bayaran Dalam Sengketa Bersenjata Ditinjau Dari Hukum Humaniter Internasional. Jurnal Komunitas Yustisia, 3(3), 283-294.

GW, R. C., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2021). Pertanggungjawaban Negara Peluncur Atas Kerugian Benda Antariksa Berdasarkan Liability Convention 1972 (Studi Kasus Jatuhnya Pecahan Roket Falcon 9 Di Sumenep). Jurnal Komunitas Yustisia, 4(1), 96-106.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Piagam PBB tidak terdapat ketentuan yang memberikan PBB untuk ikutcampur dalam urusan yang termasuk urusan dalam negeri suatu negara.19 Dengan adanya prinsip atau asas yang

Karena pemikiran bahwa orang-orang mampu membangun kepercayaan dan menciptakan dunia yang damai, kaum liberal tidak dapat mendukung perang 8 Sianturi, “Peran Pbb Sebagai Organisasi

Yang kedua yakni Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB, mempunyai arti bahwa dalam menyelesaikan sengketa atau masalah di semua negara tanpa terkecuali, sangat dilarang dengan cara kekerasan maupun

Sudargo Gautama merumuskan hukum perdata internasional sebagai “kumpulan ketentuan dan ketetapan yang memperlihatkan system hukum mana yang sah atau apa yang merupakan hukum apabila

Hal ini menjelaskan bahwa.fungsi sosial dari bantuan suatu negara sangat membawa pengaruh besar, sehingga organisasi internasional sangat penting keberadaanya.1 Organisasi

Dengan penentuan status kedaruratan kesehatan, pembatasan interaksi mempersulit pergerakan dan menghambat kinerja penyelenggara pemilu, aksi bakal calon dan pergerakan partai politik

Berdasarkan pada materi Undang-Undang tersebut, cara pengelolaan yang dimaksud adalah pengelolaan dari hulu kehilir dengan menerapkan prinsip 3R yaitu meliputi kegiatan

penanganan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya menangani kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia.Atas dasar uraian tersebut, maka titik pembahasan utama pada tulisankali