• Tidak ada hasil yang ditemukan

K O N G L O M E R a S I K E U a N G a N - Ojk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "K O N G L O M E R a S I K E U a N G a N - Ojk"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KRITERIA

PIAGAM KORPORASI

Perusahaan Anak Perusahaan terelasi beserta perusahaan anak.

Perusahaan Asuransi dan Perusahaan

Reasuransi

Perusahaan Pembiayaan

LATAR BELAKANG

Amanat dari Pasal 5 UU Nomor 21 Tahun 2011, bahwa OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam Sektor Jasa Keuangan (SJK)

KONGLOMERASI KEUANGAN

POJK NOMOR 45/POJK.03/2020

Sejalan dengan penataan kembali LJK yang memiliki hubungan kepemilikan dan/atau pengendalian di berbagai SJK, sehingga diperlukan penetapan kriteria dan ruang lingkup konglomerasi keuangan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan

Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengawasan berdasarkan risiko

Konglomerasi Keuangan adalah LJK yang berada dalam 1 (satu) grup atau kelompok karena keterkaitan kepemilikan dan/ atau pengendalian yang memiliki kriteria:

Total asset grup/ kelompok ≥ Rp100 Triliun Kegiatan bisnis pada lebih dari 1 jenis LJK

2 atau lebih LJK dalam satu grup/kelompok karena keterkaitan kepemilikan dan/atau Pengendalian yang tidak memenuhi kriteria, dapat ditetapkan oleh OJK sebagai Konglomerasi Keuangan

Aksi korporasi yang menyebabkan Konglomerasi Keuangan tidak lagi memenuhi kriteria, tetap merupakan Konglomerasi Keuangan sampai dengan 1 periode pelaporan sejak tidak memenuhi kriteria

Dalam hal Konglomerasi Keuangan mengalami penurunan nilai total aset menjadi kurang dari 100 triliun rupiah sehingga tidak memenuhi kriteria, Konglomerasi Keuangan tetap memenuhi kewajiban sebagai Konglomerasi Keuangan sesuai dengan Peraturan OJK, kecuali ditetapkan lain berdasarkan pertimbangan tertentu.

Perhitungan nilai total aset Konglomerasi Keuangan berdasarkan laporan keuangan posisi akhir bulan Juni dan posisi akhir bulan Desember

STRUKTUR KONGLOMERASI KEUANGAN

LJK KONGLOMERASI KEUANGAN

Hubungan antar LJK yang dimiliki dan dikendalikan langsung oleh Pemerintah Pusat Republik Indonesia dikecualikan dari pengertian Konglomerasi Keuangan

Entitas Utama wajib menyusun dan memiliki Piagam Korporasi

Piagam Korporasi wajib ditandatangani oleh Direksi Entitas Utama dan Direksi LJK Anggota Konglomerasi Keuangan serta disampaikan oleh Entitas Utama kepada Pengawas Entitas Utama di OJK.

SANKSI ADMINISTRATIF

Piagam Korporasi wajib disampaikan paling lambat tanggal 31 Desember 2020 untuk pertama kali.

Dokumen perubahan Piagam Korporasi wajib disampaikan paling lambat 1 bulan sejak ditandatangani

Bagi LJK dalam satu grup/kelompok yang memenuhi kriteria setelah 31 Desember 2020, wajib menyampaikan dokumen Piagam Korporasi paling lambat pada tanggal 15 bulan kedua setelah berakhirnya bulan laporan

Denda sebesar Rp1.000.000,00 per hari dan paling banyak Rp30.000.000,00

Bank Perusahaan Efek

Teguran atau Perintah Tertulis

Larangan sebagai pihak utama LJK Entitas Utama

(2)

Ringkasan

POJK tentang Konglomerasi Keuangan

1. Latar belakang dibutuhkannya penyempurnaan pengaturan terkait Konglomerasi Keuangan antara lain:

a. Amanat dari Pasal 5 UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, bahwa OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan dalam Sektor Jasa Keuangan.

b. Masukan dari Technical Assistance IMF dan World Bank yang menjelaskan bahwa OJK perlu melakukan peninjauan ulang terhadap definisi Konglomerasi Keuangan yang berlaku saat ini, dengan mempertimbangkan aspek materialitas Konglomerasi Keuangan dan pemberlakuan threshold berdasarkan kriteria tertentu.

c. Jumlah Konglomerasi Keuangan yang ada saat ini cukup banyak dengan disparitas yang tinggi antar Konglomerasi Keuangan, sehingga pelaksanaan pengawasan kurang efektif dan efisien.

2. Poin-poin penyempurnaan dalam POJK Konglomerasi Keuangan antara lain:

a. Tambahan kriteria grup yang dikategorikan sebagai Konglomerasi Keuangan, yaitu LJK yang berada dalam satu grup atau kelompok karena keterkaitan kepemilikan dan/atau pengendalian yang memiliki kriteria:

1) total aset grup atau kelompok lebih besar atau sama dengan Rp100 Triliun; dan

2) memiliki kegiatan bisnis pada lebih dari 1 (satu) jenis LJK.

b. OJK dapat menetapkan suatu grup/ kelompok LJK sebagai Konglomerasi Keuangan di luar kriteria yang telah disebutkan di atas.

c. Jenis LJK yang termasuk Konglomerasi Keuangan adalah:

1) Bank;

2) Perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi;

3) Perusahaan pembiayaan; dan/ atau 4) Perusahaan efek.

d. Entitas Utama Konglomerasi Keuangan wajib menyusun dan memiliki piagam korporasi (corporate charter) yang ditandatangi oleh direksi entitas utama dan direksi LJK anggota Konglomerasi Keuangan. Adapun isi dan cakupan Piagam Korporasi (corporate charter) disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas usaha Konglomerasi Keuangan.

(3)

Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan - OJK

SOSIALISASI POJK

NO. 45/POJK.03/2020 TENTANG

KONGLOMERASI

KEUANGAN

(4)

LATAR BELAKANG

01

(5)

Masukan dari Technical Assistance IMF dan WB Amanat Pasal 5

UU OJK

Efisiensi dan Efektifitas Pelaksanaan Pengawasan

Ketentuan terkait KPMM Terintegrasi

POJK No. 18/POJK.03/2014 SEOJK No. 15/SEOJK.03/2015 Ketentuan terkait

Penerapan Tata Kelola Terintegrasi POJK No. 26/POJK.03/2015 Ketentuan terkait

Manajemen Risiko Terintegrasi

SEOJK No. 14/SEOJK.03/2015 POJK No. 17/POJK.03/2014

Ketentuan terkait Pengawasan Terintegrasi

LATAR BELAKANG

Tetap

Berlaku

(6)

POKOK PENGATURAN

02

Konglomerasi Keuangan
(7)

SUBSTANSI PENGATURAN

• Kriteria Konglomerasi Keuangan;

• Kewajiban Penyusunan Piagam Korporasi;

• Ketentuan lain-lain; dan

• Ketentuan peralihan.

• Bank;

• Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Perasuransian;

• Perusahaan Pembiayaan; dan/ atau

• Perusahaan Efek

CAKUPAN LJK

POKOK

PENGATURAN

(8)

Juni Posisi per Desember

Konglomerasi Keuangan

adalah LJK yang berada dalam satu grup atau kelompok

karena keterkaitan kepemilikan dan/ atau pengendalian, yang memiliki kriteria:

Total aset grup/ kelompok lebih dari atau sama dengan Rp100 Triliun; dan

Kegiatan bisnis lebih dari 1 (satu) jenis LJK (heterogen).

tidak memenuhi huruf A dan/ atau B namun ditetapkan berdasarkan pertimbangan lain

oleh OJK

KRITERIA

D A T Konglomerasi A

Keuangan

(9)

Aksi Korporasi yang menyebabkan KK tidak lagi memenuhi kriteria sebagai KK, tetap melakukan kewajiban sebagai KK sampai dengan 1 (satu) periode pelaporan.

KK mengalami penurunan aset sehingga menjadi kurang dari Rp100 Triliun, maka tetap melakukan kewajiban sebagai KK, kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan tertentu oleh OJK.

PERUBAHAN KK

(10)

PIAGAM KORPORASI

Piagam Korporasi adalah perjanjian antara Entitas Utama dan LJK anggota Konglomerasi Keuangan.

Piagam Korporasi ditandatangani oleh:

a. Direksi Entitas Utama; dan

b. Direksi LJK anggota Konglomerasi Keuangan.

isi dan cakupan Piagam Korporasi disesuaikan dengan karakteristik &

kompleksitas kegiatan usaha.

disampaikan pertama kali paling lambat 31 Desember 2020; dan

paling lambat 1 (satu) bulan sejak ditandatangani (apabila terdapat perubahan)

Pelanggaran/ keterlambatan

Sanksi Administratif,

(teguran tertulis/ larangan sebagai Pihak Utama)

(11)

KETENTUAN LAIN-LAIN

Komite Tata

Kelola Terintegrasi Direktur yang Membawahkan

Fungsi Kepatuhan

bagi grup/ kelompok yang akibat POJK ini melakukan pembubaran fungsi Komite Tata Kelola Terintegrasi, dialihkan kepada

Penyampaian Laporan Hasil Pemantauan Pelaksanaan Sinergi Perbankan, sebagaimana

diatur dalam POJK Sinergi Perbankan

*)

9

(12)

KETENTUAN PERALIHAN

Bagi KK akibat berlakunya POJK ini tidak lagi memenuhi kriteria sebagai KK, tetap melaksanakan seluruh kewajiban sebagai KK sampai dengan periode pelaporan posisi tanggal 31 Desember 2020.

Proses Pembubaran Konglomerasi Keuangan

Pasal 44 POJK No. 18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan.

Dalam hal terdapat Konglomerasi Baru disertai penunjukan EU, perubahan

EU, perubahan struktur/ anggota, dan/ atau pembubaran Konglomerasi

(13)

TERIMA KASIH

Stay Healthy and Keep Safe Always

www.sikepo.ojk.go.id

Pertanyaan lebih lanjut dapat disampaikan kepada:

Sdr. Surya Prasandi ([email protected]); dan

Sdri. Junita Martini ([email protected]).

(14)

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ)

POJK NO. 45/POJK.03/2020 TENTANG KONGLOMERASI KEUANGAN (POJK KONGLOMERASI KEUANGAN)

1. Apakah definisi Konglomerasi Keuangan dalam POJK Konglomerasi Keuangan?

Jawaban:

Konglomerasi Keuangan adalah LJK yang berada dalam satu grup atau kelompok karena keterkaitan kepemilikan dan/ atau pengendalian yang memiliki:

a. Total aset secara grup atau kelompok lebih besar atau sama dengan Rp 100 Triliun; dan b. Kegiatan bisnis pada lebih dari 1 jenis LJK.

Kriteria tersebut merupakan komulatif dan harus terpenuhi semua agar dapat dikategorikan sebagai Konglomerasi Keuangan.

2. Apakah yang dimaksud dengan Homogen dan Heterogen?

Jawaban:

Grup atau kelompok yang terdiri dari 1 jenis LJK adalah grup atau kelompok homogen. Sedangkan heterogen adalah apabila grup atau kelompok tersebut terdiri dari lebih dari 1 jenis LJK. Penentuan heterogen dan homogen berdasarkan jenis LJK, bukan dari sektor pengawasan.

Contohnya adalah Bank Umum dan Bank Umum Syariah, karena sama-sama merupakan jenis LJK Bank, maka termasuk jenis homogen. Sedangkan apabila suatu Konglomerasi Keuangan terdiri dari Perusahaan Asuransi dan Lembaga Pembiayaan, maka termasuk heterogen karena terdiri dari 2 jenis LJK yang berbeda, walaupun sektor pengawasannya adalah sama-sama industri keuangan non bank (IKNB).

3. Apakah OJK dapat menetapkan suatu grup atau kelompok sebagai Konglomerasi Keuangan walaupun tidak memenuhi kriteria di POJK Konglomerasi Keuangan?

Jawaban:

OJK dapat menetapkan suatu grup atau kelompok sebagai Konglomerasi Keuangan walaupun tidak memenuhi kriteria dalam POJK Konglomerasi Keuangan. Penetapan sebagai Konglomerasi Keuangan antara lain mempertimbangkan pengaruh yang signifikan terhadap sistem keuangan dan/ atau kompleksitas kegiatan usaha dari grup atau kelompok tersebut. Nantinya bagi grup atau kelompok yang ditetapkan oleh OJK sebagai Konglomerasi Keuangan akan diberikan surat penetapan oleh OJK.

4. Bagaimana apabila suatu grup atau kelompok telah memenuhi kriteria sebagai Konglomerasi Keuangan dalam POJK Konglomerasi Keuangan namun dalam perkembangannya terjadi penurunan nilai aset menjadi dibawah Rp100Triliun?

Jawaban:

Apabila grup atau kelompok telah memenuhi kriteria sebagai Konglomerasi Keuangan sebagaimana diatur dalam POJK Konglomerasi Keuangan dan dikemudian hari mengalami penurunan aset menjadi dibawah Rp100Triliun, maka tetap merupakan Konglomerasi Keuangan, kecuali ditetapkan tidak lagi menjadi Konglomerasi Keuangan oleh OJK.

5. LJK apa saja yang termasuk dalam Konglomerasi Keuangan?

Jawaban:

LJK yang termasuk sebagai Konglomerasi Keuangan adalah:

a. Bank;

b. Perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi;

c. Perusahaan pembiayaan; dan/ atau d. Perusahaan efek.

(15)

Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan ©2020 6. Apabila terdapat Bank yang merupakan Kantor Cabang Bank yang Berkedudukan di Luar Negeri (KCBLN), apakah

total aset yang dihitung hanya merupakan total aset KCBLN tersebut atau total aset secara global?

Jawaban:

Total Aset yang dihitung hanya total aset KCBLN yang berkedudukan di Indonesia.

7. Piagam Korporasi wajib disampaikan kepada OJK paling lambat tanggal 31 Desember 2020. Siapakah yang wajib menyampaikan Piagam Korporasi kepada OJK?

Jawaban:

Yang wajib menyampaikan Piagam Korporasi paling lambat tanggal 31 Desember 2020 adalah Konglomerasi Keuangan sebagaimana kriteria yang terdapat pada POJK Konglomerasi Keuangan. Dalam hal grup atau kelompok sebelumnya telah ditetapkan sebagai Konglomerasi Keuangan, namun berdasarkan kriteria dalam POJK Konglomerasi Keuangan tidak memenuhi kriteria, maka tidak wajib menyampaikan Piagam Korporasi.

8. Bagaimana kewajiban penyampaian Piagam Korporasi apabila grup atau kelompok tidak memenuhi kriteria sebagai Konglomerasi Keuangan, namun OJK menetapkan grup atau kelompok sebagai Konglomerasi Keuangan?

Jawaban:

Dalam hal tersebut, grup atau kelompok yang telah ditetapkan oleh OJK sebagai Konglomerasi Keuangan, wajib menyampaikan Piagam Korporasi paling lambat pada tanggal 15 (lima belas) bulan kedua setelah berakhirnya bulan laporan.

9. Apa saja isi dan cakupan dalam Piagam Korporasi?

Jawaban:

Piagam Korporasi paling sedikit memuat:

a. Tujuan, dasar penyusunan, dan ruang lingkup;

b. Struktur Konglomerasi Keuangan; dan

c. Tugas dan tanggung jawab direksi Entitas Utama dan direksi LJK anggota Konglomerasi Keuangan.

10. Apakah terdapat format Piagam Korporasi dari OJK?

Jawaban:

Tidak terdapat format panduan dari OJK terhadap isi dan cakupan Piagam Korporasi, disesuaikan dengan kompleksitas dan karakteristik masing-masing Konglomerasi Keuangan. Namun pada prinsipnya, Piagam Korporasi harus dapat menjadi penghubung antara Entitas Utama dengan LJK anggota Konglomerasi Keuangan terutama dalam pemenuhan kewajiban pengelolaan dan pelaporan kepada OJK

11. Siapakah yang wajib menandatangani Piagam Korporasi?

Jawaban:

Piagam Korporasi wajib ditandatangani oleh salah seorang direksi perwakilan dari Entitas Utama dan masing- masing LJK anggota Konglomerasi Keuangan. OJK tidak mengatur posisi direksi tertentu yang harus menandatangani Piagam Korporasi.

12. Siapakah yang wajib menyampaikan Piagam Korporasi?

Jawaban:

Piagam Korporasi cukup disampaikan oleh Entitas Utama kepada OJK (dalam hal ini Pengawas Entitas Utama).

13. Bagaimana perlakuan terhadap Konglomerasi Keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya, namun akibat POJK Konglomerasi Keuangan tidak lagi memenuhi kriteria sebagai Konglomerasi Keuangan?

Jawaban:

Bagi Konglomerasi Keuangan yang akibat dikeluarkannya POJK Konglomerasi Keuangan tidak lagi memenuhi kriteria sebagai Konglomerasi Keuangan, tetap merupakan Konglomerasi Keuangan sampai dengan periode pelaporan akhir bulan Desember 2020, termasuk di dalamnya kewajiban pelaporan rutin sebagai Konglomerasi Keuangan kepada OJK hingga periode pelaporan akhir bulan Desember 2020.

(16)

14. Setelah periode pelaporan Konglomerasi Keuangan akhir bulan Desember 2020 berakhir, apakah Konglomerasi Keuangan yang tidak memenuhi kriteria POJK Konglomerasi Keuangan dapat membubarkan diri secara otomatis?

Jawaban:

Proses pembubaran Konglomerasi Keuangan dapat mengacu pada pasal 17 POJK No. 17/POJK.03/2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan dan Pasal 44 POJK No.

18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan. Dalam kedua POJK tersebut, diatur bahwa Entitas Utama wajib menyampaikan laporan kepada OJK dalam hal terdapat:

a. Konglomerasi Keuangan barudisertai penunjukkan Entitas Utama;

b. Perubahan Entitas Utama;

c. Perubahan Anggota Konglomerasi Keuangan; dan/ atau d. Pembubaran Konglomerasi Keuangan

Laporan disampaikan paling lambat 20 Hari Kerja sejak terjadinya kondisi. Dalam hal ini, 20 Hari Kerja dihitung sejak Konglomerasi Keuangan tidak lagi menjadi Konglomerasi Keuangan, yaitu pada tanggal 31 Desember 2020.

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan dan Resiko Perusahaan terhadap Abnormal Retum pada Perusahaan Property

Jika Momentum (p) adalah hasil kali massa dan kecepatan, maka tentukan Dimensi dari

Aplikasi Infra- struktur Pengorga- nisasian Konsepsi Pengaturan Aturan Manajemen Proyek Akses Internet Komunikasi sederhana (E-mail) Pengelola Jaringan Lokal Pengelola Sistem

Berdasarkan latar belakang diatas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai analisis kandunganvitamin C pada buah naga merah (Hylocereus polyrhizuz) dan buah nagah

merupakan suatu bahasa yang berfungsi sebagai alat untuk memvisualisasikan dan mendokumentasikan hasil analisa dan desain yang berisi sintak dalam memodelkan sistem

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri fungi endofit dari rimpang jahe gajah (Zingiber

Pengujian fungsi sistem proteksi hingga PMT dilakukan untuk memastikan bahwa sistem proteksi berfungsi dengan benar mulai dari peralatan primer hingga PMT, dan dilakukan melalui

Perkembangan teknologi informasi yang diawali dengan perkembangan komputer dan telekomunikasi telah merubah cara hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya