KERTAS • AKSES TERBUKA
Lihat artikelnya secara online untuk pembaruan dan peningkatan.
Untuk mengutip artikel ini: SRA Bugiwati et al 2020 IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 492 012100
Konten ini diunduh dari alamat IP 38.145.112.114 pada 24/06/2020 pukul 18:13
Ciri-ciri Ayam Berkokok Asli Indonesia
Miyazaki, Gakuen Kibanadai Nishi 1-1, Miyazaki, 889-2192, Jepang
Email: [email protected] Hasanuddin
Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas
Jurusan Ilmu Peternakan dan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas
MIA Dagong1 dan Tadaaki Tokunaga2SRA Bugiwati1 ,
1. Pendahuluan
Banyak negara berkembang memiliki banyak ras ayam lokal dan asli dengan berbagai kegunaan dan manfaat. Sayangnya, banyak ras yang dikenal sebagai sumber daya genetik tersebut kini terancam punah.
FAO menyatakan bahwa secara umum, sumber daya genetik hewan di negara berkembang sedang terkikis melalui transformasi cepat seperti intensifikasi sistem pertanian atau sistem perkawinan yang tidak terkendali dan sekarang kita menghadapi masalah hilangnya Sumber Daya Genetik Hewan (SGHT) asli. Hal ini
disebabkan oleh introduksi sumber daya genetik eksotik yang tidak terkendali sebelum karakterisasi, pemanfaatan, dan konservasi sumber daya genetik asli yang tepat [1]. Ayam lokal dan asli, khususnya, juga memainkan peran sosial ekonomi yang penting di negara berkembang [2].
2 1
Indonesia
Ciri-ciri kokok ayam penyanyi daerah
dan ayam Gaga (jenis Dangdut Pendek dan kelompok Lambat) masing-masing berdurasi 2,0 hingga 10,0 detik. Jenis Dangdut Panjang memiliki durasi kokok paling lama (30,5 detik) dan jumlah suku kata paling banyak (140,92).
Perangkat lunak untuk memvisualisasikan karakter bioakustik dalam bentuk gelombang kemudian menginterpretasikan data untuk menganalisis rata-rata dan simpangan baku. Rata-rata durasi kokok burung Pelung, Kokok Balenggek, Bekisar Abstrak. Ayam berkicau merupakan plasma nutfah, sumber daya genetik, ayam asli Indonesia dan dikenal karena keunikannya, keunggulan gaya berkicau dengan irama merdu panjang, serta gaya-nada-tempo kokok yang berbeda dibandingkan dengan ras ayam berkicau lainnya di dunia. Diperlukan informasi karakter kokok untuk mengoptimalkan strategi konservasi dan pemanfaatannya. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan durasi kokok dan jumlah suku kata kokok empat ras ayam berkicau di Indonesia (Bekisar, Kokok Balenggek, Pelung dan Gaga'). Penelitian ini menggunakan 532 ekor ayam Gaga' dari Kabupaten Sidrap, Barru dan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Ayam-ayam tersebut dipisahkan berdasarkan kecepatan kokok menjadi kelompok Lambat (234 ekor) dan kelompok Dangdut (298 ekor). Kemudian, kelompok Dangdut dipisahkan lagi, berdasarkan jumlah suku kata kokok, menjadi tipe Dangdut Panjang (51 ekor) dan tipe Dangdut Pendek (247 ekor). Semua suara kokok direkam dan didigitalkan menggunakan Cool Edit Pro.
Rata-rata jumlah suku kata ayam Pelung (3 detik), Kokok Balenggek (3 sampai 12 detik) dan Bekisar (2 detik) lebih sedikit dibandingkan ayam Gaga' (tipe Dangdut Panjang: 140,9 detik, tipe Dangdut Pendek: 20,9 detik dan tipe Slow: 8,2 detik). Setiap ras ayam berkicau di Indonesia memiliki keunikan dan perbedaan karakter kokok. Karakter kokok seperti durasi kokok dan jumlah suku kata dapat diidentifikasi sebagai salah satu dasar seleksi untuk meningkatkan dan menjaga kelestarian ayam berkicau sebagai plasma nutfah Indonesia.
3.1. Durasi kokok Ayam
Gaga' tipe Dangdut Panjang memiliki durasi kokok total terpanjang (30,52 detik) dan dibandingkan dengan ayam Pelung (3 hingga 10,6 detik) dan ras dan jenis ayam berkicau lainnya (tabel 1). Ayam Bekisar memiliki durasi kokok yang lebih pendek (2 detik) di antara semua ras ayam berkicau. Durasi kokok ayam Kokok Balenggek (2 hingga 4,9 detik) hampir sama dengan ayam Bekisar (2 detik), Dangdut Pendek
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis beberapa karakteristik kokok ayam ras Gaga', Kokok Balenggek, Pelung dan Bekisar guna memberikan informasi yang lebih berharga yang dapat
digunakan dalam upaya konservasi, pemuliaan dan pengembangan ayam berkicau lokal sebagai ayam hias di Indonesia.
3. Hasil dan Pembahasan
data karakter menggunakan SPSS ver. 16. Unit percobaan adalah seekor ayam.
Terdapat 31 ras ayam kampung dan lokal di Indonesia yang dikenal berdasarkan suaranya sebagai ayam berkicau, berdasarkan tenaganya sebagai ayam aduan, atau berdasarkan dagingnya sebagai ayam pedaging [3].
Ras ayam berkicau di Indonesia dapat dicirikan dari suara kokoknya yang panjang dan merdu [4]. Ayam dengan kokok yang sangat panjang sering digemari di seluruh dunia dan para peternak ayam telah mengembangbiakkan jenis ayam tertentu secara khusus untuk sifat ini. Sayangnya, publikasi penelitian dan informasi ilmiah terkait deskripsi fenotipe, sifat morfologi, sifat reproduksi, sifat produksi, dan skema darah yang terkait dengan pemeriksaan
polimorfisme biokimia ras ayam berkicau di Indonesia sangat terbatas padahal informasi tersebut sangat dibutuhkan.
Informasi tersebut akan berguna untuk memaksimalkan konservasi dan pengembangan strategi untuk melestarikan ayam kampung sebagai sumber daya genetik di Indonesia sebelum ayam tersebut punah.
Statistik deskriptif seperti mean dan deviasi standar digunakan untuk menganalisis setiap gagak.
Setiap rekaman didigitalisasi menggunakan perangkat lunak Cool Edit Pro untuk mendapatkan grafik bioakustik dan data kuantitatif. Panjang total durasi kokok, durasi kokok bagian pertama dan kedua, serta jumlah suku kata kokok diukur. Total durasi kokok berarti total waktu yang dibutuhkan saat ayam berkokok. Durasi kokok bagian pertama berarti total waktu yang dibutuhkan saat suara kokok ayam jantan berbunyi dan bernada tinggi; Durasi kokok bagian kedua berarti total waktu yang dibutuhkan saat kokok seperti suara tawa manusia terdengar. Jumlah suku kata kokok juga dihitung dari setiap bagian durasi kokok.
Suara kokok dari 532 burung ayam Gaga diamati dan direkam menggunakan perekam suara.
Perbedaan durasi ditemukan pada bagian kedua, yaitu jenis Dangdut Panjang memiliki durasi kokok terpanjang (29,56 detik) dibandingkan dengan jenis Dangdut Pendek (3,13 detik) dan kelompok Lambat (2,61 detik). Tidak ada perbandingan bagian pertama dan kedua dengan jenis ayam berkicau lainnya karena kokoknya yang unik.
Ayam Gaga dikelompokkan berdasarkan kecepatan kokoknya menjadi kelompok lambat (234 ekor) dan kelompok dangdut (298 ekor). Kelompok lambat memiliki irama kokok yang lebih lambat, durasi kokok yang pendek, dan jumlah suku kata kokok yang lebih sedikit (4-6 ketukan kokok). Kelompok dangdut memiliki irama kokok yang lebih cepat, durasi kokok yang lebih panjang, dan jumlah suku kata kokok lebih dari 8 ketukan. Berdasarkan jumlah total suku kata kokok, kelompok dangdut dibedakan lagi menjadi jenis dangdut panjang (51 ekor) dan jenis dangdut pendek (247 ekor). Jenis dangdut panjang memiliki jumlah suku kata kokok lebih dari 10 ekor; jenis dangdut pendek memiliki jumlah suku kata kokok kurang dari 10 ekor.
dan Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Anak ayam diberi pakan tradisional (beras dan jagung), yang diberikan sepuasnya dan anak ayam diberi akses air secara bebas.
Pada bagian pertama durasi berkokok, semua kelompok atau jenis ayam Gaga memiliki hasil yang hampir sama.
tipe (4,11 detik), dan grup Lambat (3,65 detik).
Sebanyak 532 ekor ayam Gaga diambil secara purposive antara bulan Januari sampai dengan Maret 2015 berdasarkan beberapa kriteria seperti umur 1 sampai 2 tahun, sehat dan dapat berkokok. Ayam Gaga tersebut
dipelihara dengan sistem tradisional di peternakan ayam Gaga rakyat di Kecamatan Sidenreng Rappang, Kabupaten Barru.
2. Metode
2
Pelung
Tipe berkokok
Balenggek
-
Keempat ras ayam berkicau tersebut merupakan ras ayam lokal dan asli Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian RI sebagai sumber daya genetik unggas Indonesia.
30,83±19,67
Jenis ayam Dangdut Panjang menunjukkan jumlah total dan jumlah suku kata tertinggi pada bagian kedua (140,92 dan 140,41) dibandingkan dengan kelompok atau jenis ayam Gaga atau ras ayam lainnya (Tabel 2). Ayam Gaga memiliki durasi kokok yang panjang, jumlah suku kata kokok yang banyak dan karakteristik kokok yang unik pada bagian kedua suara kokok.
Studi saat ini
Panjang
- Ayam
-
Ayam bekisar secara tradisional digunakan oleh penduduk asli Kepulauan Sunda sebagai maskot simbolis atau spiritual pada perahu cadik dan Referensi
4,20±1,80 Kokok
Perilaku dan kemampuan berkokok, seperti yang berasal dari Jepang (Tohtenko/Japanese Red Crower, Tohmaru/
Japanese Black Crower, Minahiki, Kurokashiwa, dan Koeyoshi/Japanese Good Crower), dari Amerika Selatan (Brazilian Musician Fowl), dari Eropa Timur (Jurlower dan Kosovo), dari Turki (Ayam Denizli), dan dari Jerman (Bergische Kräher/
German Long Crower) [5,6]. Indonesia mempunyai empat ras ayam berkokok tipe long crower yang dikenal yaitu Ayam Pelung dari Jawa Barat, Ayam Bekisar dari Jawa Timur, Ayam Kokok Balenggek dari Sumatera Barat [4] dan Ayam Gaga' dari Sulawesi Selatan [7].
Jenis
[11]
kelompok kelompok
-
-
Ayam bekisar adalah ayam lokal dari pulau Madura, provinsi Jawa Timur, Indonesia dan dikenal sebagai keturunan hibrida generasi pertama dari Ayam Hutan Hijau (Gallus varius) dan Ayam Hutan Merah hasil domestikasi dari Jawa (Gallus gallus bankiva). Ayam jantan ini sangat dihargai karena suaranya yang keras dan jelas.
- 3.2. Jumlah suku kata
Dangdut group
2,00 30,52±18,91
4,11±1,76
-
0,97±0,47 3,13±1,72
Studi saat ini Tabel 1. Lamanya berkokok pada beberapa ras ayam berkicau di Indonesia
[10]
Ada beberapa ras ayam berkicau yang memiliki suara yang bagus, merdu, sedikit banyak suaranya panjang
Pendek
Lambat
Bagian 1 Kokok
29,56±18,99 -
Karakter ini hanya ditemukan pada ayam Gaga selain itu informasi mengenai durasi berkokok pada setiap bagian dari ras ayam berkicau lainnya juga terbatas.
Bekisar
3,0-8,9 10,9 10,6 2,09- 4,43
3,68±1,08
Ayam ras berkicau tersebut memiliki ciri khas kokok yang unik, berkokok panjang, berirama cepat atau lambat, berkokok merdu dengan gaya-nada-tempo suara kokok yang berbeda dengan ayam ras berkicau dari negara lain [7,8] dan sering diikutsertakan dalam kontes ayam oleh peternak. Kontes berkicau secara tidak langsung berperan dalam melestarikan ayam ras berkicau. Sayangnya informasi dan percobaan yang berkaitan dengan karakter kokok ayam ras berkicau masih sangat terbatas. Diperlukan upaya untuk mengkaji karakterisasi dan analisis karakter kokok ayam ras berkicau.
[13]
3.4. Ayam nyanyi Indonesia
-
-
Durasi berkokok (detik)
bagian ke-2
Gaga'
[9]
3.3. Jenis ayam berkicau
Studi saat ini Jenis
3,65±1,06
Keturunan
0,98±0,33 -
-
[12]
1,09±0,48 2,61±1,03 Total
21,36 ±9,69 -
Pelung
[8]
Jenis
2,69±0,74 Suku Kata Crowding Number
bagian ke 2
143,97±97,65
-
2,49±0,81 140,41±90,72
Gaga'
Dangdut
8,27±2,58 2,50±0,68
kelompok
- 24
-
[14]
-
Pendek 18,13±9,46 Studi saat ini
Bekisar
Keturunan
Studi saat ini Total bagian 1
[9]
- -
Panjang
Referensi
Kokok
Tipe berkokok
2 140,92±90,22
Studi saat ini -
-
20,94±9,52 Lambat
kelompok
5,79±2,41 -
Kokok
3 3 – 12 -
Kelompok
8,35±2,65 Ayam
Balenggek
[15]
-
Jenis
4
Ayam Kokok Balenggek merupakan ayam berkicau lokal dari Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia dan diadopsi sebagai lambang Ayam Solok Gaga. Masyarakat Minang biasa menyebut ayam Kokok Balenggek dengan sebutan Kukuak Balenggek yang berarti irama bertingkat. Ciri kokok ayam Kokok Balenggek adalah suaranya yang merdu, langkah-langkah suara kokoknya yang bertingkat-tingkat dan berkisar antara 3 sampai 12 suku kata dengan yang tertinggi mencapai 24 suku kata [8]. Ayam yang memiliki suku kata yang lebih banyak harganya lebih mahal dibandingkan dengan ayam lainnya.
Peternak dan penggemar ayam berkicau tertarik untuk memelihara ayam ras tersebut untuk kontes berkicau karena ayam pemenang kontes berkicau akan memiliki potensi nilai ekonomis yang tinggi bagi peternak. Kondisi tersebut membuat ayam ras berkicau menjadi sangat populer dan mudah menyebar ke luar habitat induknya, tetapi hal tersebut mengakibatkan banyaknya perkawinan yang tidak terkendali dan mengurangi kemurnian darah ayam tersebut.
Ayam Pelung merupakan salah satu jenis unggas yang berasal dari Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ayam jantan ini termasuk jenis ayam berkicau karena di daerah Pelung sering diadakan kontes untuk mendapatkan kokok terpanjang dan merdu. Ayam Pelung memiliki suara yang bagus, berirama, dan harmonis serta suara kokoknya dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu suara awal-tengah-akhir dan suara panjang pada setiap suku kata[11]. Semua suara kelompok terdiri dari banyak suku kata.
Ayam Bekisar merupakan ayam kampung betina yang memiliki suara kokok yang khas dan dapat dibedakan
berdasarkan dua bagian suara yaitu kokok depan (nada rendah, suara besar-tebal-panjang-bersih) dan kokok belakang (nada tinggi, suara besar-tebal-panjang-lurus-bersih) serta hanya memiliki dua suku kata [13].
Tabel 2. Jumlah suku kata kokok pada ras ayam berkicau di Indonesia
Ayam Gaga' secara asli dipelihara dan dikembangbiakkan di habitat utama ayam Gaga' di Desa Baranti, Panca Rijang, Benteng, Simpo Arasi'e, Rappang, Benteng, Paseno dan Tonronge, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia sebagai tempat pengembangbiakan in situ. Awalnya ayam Gaga' hanya dipelihara dan berkembang biak di kalangan dinasti penguasa Bugis sebagai simbol status sosial namun akhir-akhir ini ayam Gaga' telah menyebar ke berbagai tempat di Indonesia [7]. Penampilan luar ayam Gaga' hampir sama dengan ayam negeri atau lokal lainnya. Ayam Gaga' memiliki warna bulu yang bagus dan menarik, serta performa tubuh yang baik.
Perbedaan yang unik dari karakter kokoknya adalah suaranya yang tersendat-sendat dan terdengar seperti suara manusia yang tertawa [7]. Oleh karena itu karakter kokok ayam Gaga' sangat berbeda dibandingkan dengan ras ayam berkicau lainnya di dunia. Ayam Gaga' dipisahkan berdasarkan kecepatan kokok, dinamika suara kokok, dan interval kokok. Sejak tahun 2011, ayam Gaga ditetapkan sebagai salah satu kelompok ayam lokal Indonesia berdasarkan keputusan Menteri Pertanian No. 2920/Kpts/OT.140/6/2011. Oleh karena itu, sumber daya genetiknya perlu dilindungi dan dilestarikan.
3.5. Suara kokok sebagai nilai ekonomi dan fungsi penanda individu
Karakter kokok masing-masing ras ayam berkicau dapat dibedakan dari kemampuan bagian kokoknya. Bagian jumlah suara kokok ayam Gaga' berbeda-beda sesuai dengan keunikan dan perbedaan gaya kokok masing-masing ras. Ayam bekisar memiliki dua bagian gaya kokok dengan suara pendek pada bagian pertama dan suara kokok lurus panjang pada bagian kedua. Suara kokok ayam Kokok Balenggek dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu suara awal-tengah-akhir. Suara awal ayam Kokok Balenggek terdiri dari suku kata pertama; suara tengah terdiri dari suku kata kedua dan ketiga; suara akhir terdiri dari suara kokok panjang sebagai suku kata keempat hingga terakhir. Suara kokok pada bagian akhir dikenal sebagai suara lenggek atau suara kokok gelombang sebagai karakter kokok yang merdu dan unik [16]. Suara kokok ayam Pelung dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu suara angkat-tengah-akhir. Suara angkat ayam Pelung terdiri dari suku kata pertama, kedua, ketiga dengan ketukan rift lambat bersih; Suara tengah hanya terdiri dari satu suku kata dengan suara yang sangat panjang, lurus, dan besar sebagai ciri khas kokoknya; suara akhir adalah saat melepaskan napas, menurunkan nada dan suara akhir adalah dengan suara besar-bersih. Tidak ada suara gagap pada suara kokok ayam Pelung. Suara kokok ayam Gaga dapat dibagi menjadi dua bagian yang bagian pertama terdiri dari 2 sampai 3 suku kata, ketukan lambat, dan rift; bagian kedua terdiri dari banyak suku kata dengan beragam ciri kokoknya, seperti durasi panjang, halus, ketukan lambat-rift atau ketukan cepat-dekat. Bagian kedua ini merupakan ciri khas kokoknya dan dikenal sebagai suara "Gaga" karena suaranya terdengar seperti orang tertawa dan suara gagap.
Suara kokok dihasilkan di bawah kendali sistem sirkadian yang akan mengarah pada perilaku suara kokok yang bervariasi dan juga oleh rangsangan eksternal [19]. Seekor ayam jantan berkokok karena beberapa alasan, seperti untuk membuat kehadiran mereka terasa, untuk memberi sinyal peringatan yang mengiklankan klaim teritorial dari ayam jantan lain yang lebih agresif, ketika mereka mendengar ayam jantan lain berkokok, ketika mereka menemukan sesuatu untuk dimakan dan memanggil kawanan lainnya, jika mereka mendeteksi keberadaan predator seperti kucing, digunakan untuk menarik ayam betina untuk kawin dengan mereka, menantang atau mengancam jantan yang mengganggu, serta untuk merangsang perilaku reproduksi dan fisiologi betina [20–22] dan mereka akan berkokok jika ada cahaya yang tiba-tiba menyinari mereka dalam kegelapan. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa perilaku kokok ayam jantan adalah caranya berkomunikasi dengan yang lain dan sebagai sinyal status.
3.6. Analisis karakter Crowing
Penelitian tentang suara kokok pada ternak belum berkembang dengan baik. Di masa mendatang, penelitian ini akan menunjukkan perkembangan yang signifikan terkait dengan fungsi suara dalam kehidupan. Suara kokok ayam dapat dijadikan sebagai salah satu komoditas ekonomi yang bernilai karena ayam pemenang kontes berkicau yang dapat mengeluarkan suara kokok yang panjang dan merdu biasanya memiliki harga jual atau nilai komersial yang lebih tinggi dibandingkan ayam lainnya. Di samping itu suara kokok dapat digunakan sebagai penanda individu karena setiap individu memiliki karakteristik suara yang spesifik. Tidak ada manusia maupun hewan yang memiliki suara yang sama persis karena adanya perbedaan spektrum suara, frekuensi, dan amplitudo, baik antar individu maupun antar spesies. Oleh karena itu suara kokok ayam dapat digunakan sebagai suara sidik jari (voice printing) yang keakuratannya setara dengan sidik jari manusia dan analisis DNA.
Ayam ras berkicau memiliki ciri khas tersendiri yaitu suara kokoknya unik, panjang, merdu, dan jumlah suku kata yang lebih banyak dibandingkan dengan ayam ras lokal. Terdapat perbedaan kemampuan berkokok dan karakteristik kokok antar ras ayam ras berkicau. Kemampuan berkokok lebih baik apabila ayam ras tersebut memiliki durasi kokok yang lebih panjang.
Ayam ras berkokok panjang memiliki ciri kokok yang sangat panjang, bahkan terkadang dapat mencapai 60 detik [23].
Semua ayam jantan dapat berkokok ketika mencapai usia dewasa. Perkembangan sistem nyanyian sangat sensitif terhadap hormon steroid [15]. Burung jantan lebih sering berkokok ketika kadar testosteron tinggi di masa dewasa, tetapi burung betina dewasa tidak berkokok bahkan jika diobati dengan testosteron [17]. Hormon testosteron memengaruhi perkembangan sirkuit nyanyian dan kristalisasi nyanyian yang dipelajari [18].
Durasi berkokok ayam tipe Dangdut Panjang hampir sama dengan hasil penelitian sebelumnya [24], namun lebih lama dari yang dilaporkan dalam literatur [10–12]. Hasil ini menunjukkan bahwa durasi berkokok ayam Pelung dan Kokok Balenggek hampir sama dengan ayam tipe Dangdut Pendek atau kelompok Lambat Gaga'. Rata-rata durasi berkokok semua ras dan jenis ayam berkicau lebih lama dari rata-rata durasi berkokok ras ayam umum di Indonesia (2,8 detik) seperti ayam Bangkok,
Ucapan Terima
Kasih Bantuan teknis dan bantuan yang bermanfaat dalam percobaan dan perekaman data dari Bapak
Fachri Ashari sangat kami hargai.
6 4. Kesimpulan
[5] Komiyama T, Ikeo K dan Gojobori T 2004 Asal usul evolusi ayam berkokok panjang: hubungan evolusinya dengan ayam aduan diungkapkan melalui analisis sekuens mtDNA Gene
36
Ayam jenis Dangdut Panjang memiliki jumlah suku kata yang lebih banyak dibandingkan dengan kelompok atau jenis ayam Gaga lainnya atau lebih banyak dari yang dilaporkan dalam literatur [8,9,13,14]. Jumlah suku kata keseluruhan untuk semua kelompok ayam Gaga lebih sedikit dibandingkan dengan yang dilaporkan dalam literatur [24].
[3] Nataamijaya A G 2000 The native chicken of Indonesia Bul. Plasma Nutfah 6 1–6
[4] Rusfidra dan Arlina F 2014 Tinjauan sumber daya genetik unggas “ayam kampung long crower” di Indonesia Int. J. Poult.
Sci. 13 665–9
[11] Iskandar S and Susanti T 2007 Karakter dan manfaat ayam Pelung di Indonesia Wartazoa 17 128–
Ayam Birma, Ayam Hutan, Ayam Kampong, Ayam Serama, dan Ayam Kate [25] serta jenis ayam Kampong 2,28 detik [26].
Juara pada Kontes Ayam Pelung Nasional di Bogor Indonesia selama tahun 1989-1994 memiliki kisaran durasi kokok antara 8,0 hingga 9,3 detik [9]. Di Jepang, beberapa varietas ayam seperti Toutenko, Toumaru, Koeyoshi [27], dan Naganakidori [5] telah dibiakkan secara khusus untuk menghasilkan kokok yang sangat panjang, lebih dari 15 detik. Rata-rata kokok ayam Kosovo long crower dari negara-negara Balkan dan Denizli long crower dari Turki masing-masing adalah 20 hingga 40 detik dan 20 hingga 25 detik. Di samping itu Tomaru sebagai jenis ayam berkicau yang berasal dari Jepang dapat bertahan hingga 25 detik.
[2] Kondombo SR 2005 Peningkatan produksi ayam kampung dalam sistem peternakan campuran (ayam-domba jantan) di Burkina Faso (Wageningen Institute of Animal Sciences (Vol. PhD, hal. 208).)
[10] Jarmani S N and Nataamijaya A G 1995 Karakteristik suara ayam pelung Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. (Puslitbang Peternakan. Badan Litbang Pertanian)
[12] Rusfidra 2004 Karakterisasi sifat-sifat fenotipik sebagai strategi awal konservasi ayam kokok balenggek di Sumatera Barat (Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor)
27 Pasal-30
[9] Jatmiko 2001 Studi fenotipe ayam Pelung untuk seleksi tipe ayam penyanyi
[1] Haoua MT, Keambou CT, Poutougnigni MY dan Manjeli Y 2015 Karakterisasi sistem produksi ayam lokal di zona Sudano- Sahelian Kamerun. Livest. Res. Rural Dev.
[7] Bugiwati SRA dan Ashari F 2013 Analisis suara kokok ayam Gaga': ayam lokal dari Sulawesi Selatan Indonesia. Int. J.
Plant, Anim. Environ. Sci. 3 163–8
[8] Rusfidra 2007 Pemanfaatan waveform suara kokok sebagai marker suatu bangsa pada “ayam penyanyi” di Indonesia.
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi untuk Kejayaan Bangsa (Bandar Lampung: Lembaga Penelitian Universitas Lampung)
[14] Rusfidra 2009 Analisis Suara Kokok pada Ayam Kokok Balenggek; Ayam lokal Berkokok Merdu dari Sumatera Barat Simposium dan Kongres Peripi ke-VI (PERIPI Bogor Indonesia)
Referensi
[6] Lukanov H 2013 Jenis ayam Balkan dan kelompok jenisnya (Bagian I dan II) Avic. Eur. 8 1–16
(Kanisius)
Dalam penelitian ini, masing-masing ras ayam berkicau di Indonesia menunjukkan keunikan dan perbedaan karakter kokoknya. Karakter kokok seperti durasi kokok dan jumlah suku kata dapat diidentifikasi sebagai salah satu dasar seleksi untuk meningkatkan dan menjaga kelestarian ayam berkicau sebagai plasma nutfah Indonesia.
333 91–9
[13] Tarigan N and Hermanto S 1992 Bekisar: pemeliharaan dan pengembangbiakan secara modern
[24] Junaedi 2012 Kajian bioakustik tipe suara ayam Gaga’ (Undergraduate Thesis Fakultas
Akademik Sains 1016 540–59
[23] Damerow G 2010 Panduan Beternak Ayam (Storey Publishing)
[22] Wood-Gush DGM 1971 Perilaku unggas domestik (London, Nimrod Press)
[15] Wade J dan Arnold AP 2004 Diferensiasi seksual sistem lagu burung zebra finch Ann. NY
Wilayah EC Tionghoa Taipei 186
[27] Chang H dan Huang Y 2003 Hubungan antara Hewan Asli dan Manusia di AP-
[21] Tadano R, Kinoshita K, Mizutani M, Atsumi Y, Fujiwara A, Saitou T, Namikawa T dan Tsudzuki M 2010 Karakterisasi molekuler mengungkapkan keseragaman genetik dalam sumber daya ayam percobaan
Exp. Anim. 59 511–4[20] Brenowitz EA, Margoliash D dan Nordeen KW 1997 Pengenalan kicauan burung dan sistem nyanyian burung J. Neurobiol. 33 495–500
(Undergraduate Thesis, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin)
[19] Shimmura T dan Yoshimura T 2013 Jam sirkadian menentukan waktu kokok ayam jantan Curr. Biol. 23 R231–3