PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Tujuan Kegiatan
- Sasaran Kegiatan
- Lingkup Pekerjaan
- Lingkup Wilayah Kajian
- Output Kegiatan
- Undang-Undang (UU)
- Peraturan Pemerintah (PP)
- Peraturan Presiden (PERPRES)
- Peraturan dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI
- Peraturan Daerah dan Keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung
Menyusun hasil studi kelayakan berupa pedoman investasi sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 217, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4033);
PENDEKATAN DAN METODE
Pendekatan
- Pendekatan Kajian Potensi Sumber daya Kelautan dan Perikanan
- Pendekatan Identifikasi Segmen Pariwisata Bahari
- Pendekatan Perencanaan Pengembangan Pariwisata Bahari
- Pendekatan Penyusunan Rencana Pembangunan
Pendekatan Kajian Potensi: Identifikasi Potensi Sumber Daya dan Penyusunan Pedoman Investasi Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pendekatan lengkap untuk mengidentifikasi segmen wisata bahari di Kepulauan Bangka Belitung ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Metodologi
- Disain Pelaksanaan Pekerjaan
- Jenis data dan Sumber data
Sumber data yang akan dijadikan acuan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer.
Metode Analisis Data
- Potensi Sumber Daya Ikan
- Metode Analisis Geospasial (GIS)
- Metode Analisis Ekonomi Wilayah
- Analisis Struktur Perekonomian
- Analisis Karakteristik Kegiatan Ekonomi Utama dan Pembangkit Ekonomi
- Metode Analisis Komoditas Unggulan
- Perikanan Tangkap
- Perikanan Budidaya
Analisis deskriptif membantu memberikan gambaran mengenai perikanan, termasuk jenis alat penangkapan ikan yang banyak digunakan untuk menangkap ikan. V (X) = Nilai fungsi parameter X
Quesioner AHP
Beri tanda silang (X) pada kolom 'tingkat kepentingan' parameter yang berpotensi menghasilkan manfaat dengan angka absolut antara 1 dan 1. 3 Parameter tersebut sedikit lebih penting dibandingkan parameter lainnya 5 Parameter tersebut lebih penting dibandingkan parameter lainnya 7 Parameternya jelas lebih penting dibandingkan elemen lainnya.
Kajian Potensi Kelautan dan Perikanan Babel
Pengolahan Ikan
Untuk menggambarkan kinerja usaha pengolahan hasil perikanan dan kelautan pada masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami menggunakan metode untuk mendeskripsikan data dan informasi yang terdapat di lapangan berdasarkan karakteristik seperti jumlah produksi, bahan baku, jenis teknologi. penggunaan, kegunaan, jumlah omset penjualan, jumlah modal yang ditanamkan dalam usaha dan investasi, skala usaha, bentuk kemasan, karakteristik produk dan perkembangan produksi dalam 8 tahun terakhir. Sedangkan gejala sosial ekonomi yang dihadapi oleh pengelola hasil perikanan diambil dari catatan hasil observasi lapangan dan wawancara mendalam (dept. interview) dengan responden secara sengaja, kemudian gejala sosial ekonomi yang ditemukan tersebut dijelaskan secara akal sehat (common sense). . kalimat). kalimat).
Metode Analisis Finansial
Rata-rata Tingkat Pengembalian (ARR) adalah cara mengukur rata-rata pengembalian bunga dengan membandingkan rata-rata laba setelah pajak (EAT) dengan rata-rata investasi. Net present value (NPV) atau nilai sekarang bersih adalah perbandingan antara net present PV (present value of return) dan PV investasi (capital shopping) sepanjang umur investasi.
Metode Analisis SWOT
- Matriks SWOT dan Identifikasi Posisi
- Manfaat Analisa SWOT
- Tahapan Analisis SWOT
- Metode Analisis Kecenderungan Pasar, Produksi, SDM, dan Teknologi Analisis Kecenderungan (trend) pasar/permintaan, produksi dan SDM akan
Matriks SWOT dapat menggambarkan dengan jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahannya. Strategi ini didasarkan pada kegiatan defensif dan bertujuan untuk meminimalkan kelemahan yang ada dan menghindari ancaman. Jika Anda berada pada posisi dimana ada ancaman namun Anda masih mempunyai kekuatan, minimalkan ancaman tersebut dengan kekuatan yang dimilikinya.
Jika Anda dalam posisi berpeluang namun ada kelemahan yang menghambat, sebaiknya fokus menutupi kelemahan yang ada untuk memanfaatkan peluang yang ada. Untuk mengatasi ancaman dan kelemahan yang cenderung menghasilkan rencana jangka pendek yaitu rencana perbaikan. Unsur-unsur yang diamati dari lingkungan eksternal adalah demografi, ekonomi, teknologi, politik/hukum, peraturan/kebijakan dan sosial budaya.
Unsur-unsur yang diamati dari lingkungan internal adalah keadaan sumber daya manusia, keadaan sumber daya alam, teknologi yang digunakan, kelembagaan, pembiayaan atau permodalan, potensi pasar, infrastruktur, dan lain-lain. Metode Analisis Tren Pasar, Produksi, Sumber Daya Manusia dan Teknologi Analisis tren pasar/permintaan, produksi dan sumber daya manusia akan menggunakan metode analisis regresi.
Letak Geografis Wilayah
Berisi tentang gambaran letak wilayah, luas wilayah dan kondisi sumber daya yang terdapat di wilayah penelitian yaitu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya bab ini menyajikan ekosistem perairan, kualitas air, dan ekosistem perairan pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah penelitian.
Luas Wilayah
Kondisi Sumber Daya
- Klimatologi
- Morfologi
- Oseanografi
Ketinggian rata-rata dataran rendah mencapai 50 meter di atas permukaan laut, dan ketinggian daerah pegunungan bervariasi antara 500 hingga 699 meter di atas permukaan laut, misalnya Gunung Tajam sekitar 500 meter di atas permukaan laut, dan Gunung Maras mencapai 699 meter di atas permukaan laut. permukaan laut. Sedangkan kawasan perbukitan seperti Bukit Menumbing tingginya sekitar 445 meter dan Bukit Mangkol sekitar 395 meter di atas permukaan laut. Arus pada suatu badan air dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti angin, pasang surut air laut dan kepadatan, disebabkan oleh perbedaan suhu dan salinitas, perbedaan tekanan hidrostatik atau gaya Coriolis.
Arus sepanjang perairan di pesisir barat Pulau Bangka merupakan gabungan antara arus pasang surut dan arus permukaan, yang juga dipengaruhi oleh perubahan musim barat, musim timur, dan dua musim peralihan antar musim tersebut. Pada musim barat, terutama bulan November sampai Maret, arus permukaan menuju tenggara dengan kecepatan 1,3-1 knot. Pada bulan Juni arus mengalir ke barat laut dengan kecepatan hingga 1,5 knot, tetapi pada bulan Juli kecepatannya meningkat dari 0,15 menjadi 0,5 knot.
Pada bulan Agustus dan September arus mengalir ke arah tenggara dengan kecepatan 0,05-0,4 knot, dan pada bulan Oktober dengan kecepatan 0,3 knot. Pada umumnya keadaan gelombang pada suatu badan air diperoleh secara tidak langsung dari data angin yang ada pada badan air tersebut, karena sebagian besar gelombang yang ditemui di laut dibentuk oleh energi yang dihasilkan oleh hembusan angin.
Ekosistem Perairan
- Flora
- Fauna
- Perairan
Kualitas Air Kepulauan Bangka Belitung
- Kualitas Air Sungai
- Karakteristik Fisik Air Sungai
- Laut, Pesisir, dan Pantai
- Kualitas Air Laut
Terlihat konsentrasi TDS di bagian hilir Sungai Rangkui, bagian hilir Sungai Semenduk, bagian hulu Sungai Mancung, dan bagian hilir Sungai Pala telah melampaui baku mutu yang diperbolehkan berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2001. Namun pada bagian lain sungai tersebut, hasil analisis konsentrasi TDS menunjukkan nilainya masih memenuhi baku mutu yang diizinkan, bahkan jauh di bawah nilai baku mutu. Beberapa perairan sungai di Kepulauan Bangka Belitung telah melampaui baku mutu TDS untuk air Kelas II.
Sebagian besar sungai di Kepulauan Bangka Belitung masih memenuhi baku mutu air TSS Kelas II sesuai PP nomor 82 tahun 2001, namun masih terdapat beberapa titik di beberapa sungai yang konsentrasi TSSnya melebihi baku mutu yang diizinkan, seperti di bagian hulu. Sungai Semenduk, hulu Sungai Selan, hilir Sungai Selan, tengah Sungai Kepoh, dan hulu Sungai Lenggang. Untuk mengetahui tingkat kualitas air laut, hasil pemantauan dibandingkan dengan baku mutu air laut sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 yang telah diperbaiki dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 179 Tahun 2004. Tingkat kecerahan air laut pada seluruh titik masih sesuai baku mutu air laut untuk wisata bahari kecuali titik 1 yang terletak di Kampung Bangka.
Sedangkan untuk parameter kimia, pH masih memenuhi baku mutu air laut untuk wisata bahari, sedangkan amoniak, nitrat, fenol, dan PCB belum memenuhi syarat baku mutu wisata bahari. Untuk parameter oksigen terlarut (DO), tidak ada satupun titik yang memenuhi baku mutu air laut.
Ekosistem Perairan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil
- Ekosistem Mangrove / Bakau
- Ekosistem Terumbu Karang
- Ekosistem Padang Lamun
- Ekosistem Pulau-Pulau Kecil
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mempunyai perairan yang luas (lk 80%), juga mempunyai ekosistem terumbu karang yang cukup luas yang tersebar di 7 kabupaten dan kota. Ekosistem terumbu karang yang masih dalam kondisi baik sangat menentukan indahnya panorama alam bawah laut yang menjadi daya tarik wisata bahari alami, khususnya bagi wisatawan penggemar diving dan snorkeling di lokasi terumbu karang sekitar pulau. . Kondisi ekosistem lamun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 8 tahun sejak tahun 2009 hingga tahun 2014 cenderung stabil dari segi luas daratan, namun kondisi kerusakannya meningkat secara perlahan.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai pulau-pulau kecil yang sangat banyak, berjumlah 850 buah, dan masih banyak yang belum diberi nama (lk 40%) dan tidak berpenghuni (lk 50). Pulau-pulau kecil adalah pulau-pulau yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2, sedangkan pulau-pulau kecil adalah pulau-pulau yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000 km2. pulau adalah suatu wilayah daratan yang terbentuk secara alami, dikelilingi oleh air dan berada di atas permukaan air pada saat air pasang. Kebijakan pengelolaan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat berdasarkan pendekatan: (1) ekosistem, (2) penataan ruang, ( 3) hak atas tanah dan air dan (4) kearifan lokal (KemenKP, RI, 2004).
20014 tentang Pedoman Umum Penanaman Modal di Pulau-Pulau Kecil bahwa pulau-pulau kecil di Indonesia secara nasional terbuka untuk investasi yang berwawasan luas. Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mulai meneliti dan mengembangkan kebijakan dan program untuk berinvestasi dalam pengelolaan pulau-pulau kecil tersebut.
Gambaran Umum SDKP
- Perikanan Tangkap
- Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Laut
- Jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP)
- Armada penangkapan
- Unit penangkapan ikan
- Daerah penangkapan ikan
- Perikanan Budidaya
- Produksi
- Jumlah Pembudidaya
- Pengolahan Hasil Perikanan
- Pariwisata Bahari
- Objek Wisata di Bangka Belitung
- Kunjungan Wisata di Bangka Belitung
- Akomodasi (Hotel) di Bangka Belitung
Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2017 ditopang oleh Industri Pengolahan yang mempunyai kontribusi dan penyumbang pertumbuhan tertinggi. Jumlah rumah tangga yang melakukan kegiatan penangkapan ikan dan pengolahan ikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cukup besar. Alat penangkapan ikan yang dioperasikan oleh nelayan di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cukup banyak.
Produksi perikanan budidaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebesar 4.618,87 ton pada tahun 2016 dengan nilai produksi sebesar Rp 201,61 miliar. Produksi dan nilai produksi perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Produksi dan nilai produksi budidaya perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga tahun 2016.
Jumlah penggarap per wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Jumlah produksi hasil perikanan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami fluktuasi dari tahun 2009 hingga tahun 2015.
SDM dan Kelembagaan Masyarakat
- Sosial dan Budaya
- Jumlah Penduduk dan Kepadatan
- Pendidikan
- Kesehatan
- Suku Bangsa dan Keagamaan
- Indeks Pembangunan Manusia
- Ekonomi
- Mata Pencaharian Penduduk
- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
- Pertumbuhan Ekonomi
- Struktur Ekonomi
- PDRB Per Kapita
- Sektor Unggulan
Tingkat kepadatan penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih tergolong rendah, yaitu mencapai 87 jiwa per km2. Kepulauan Bangka Belitung Bangka Belitung Bangka Barat Bangka Tengah Selatan Bangka Belitung Timur Kota Pangkalpinang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai 21 rumah sakit (RS) yang terbagi menjadi 10 rumah sakit umum pemerintah, 9 rumah sakit umum swasta, dan 2 rumah sakit umum khusus.
Semua agama resmi yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2017 sebesar 66,72 persen, yang berarti 66,72 persen penduduk usia kerja aktif secara ekonomi. Pada tahun 2017, PDRB berdasarkan harga berlaku di provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas meningkat dari jutaan rupiah pada tahun 2016 menjadi jutaan rupiah pada tahun 2017.
Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurut Kabupaten/Kota (persen) meningkat dibandingkan tahun 2016. Dan untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, laju pertumbuhan PDRB Migas Atas Dasar Harga Konstan tahun 2010, pada tahun 2016 sebesar 4,11 persen , untuk tahun 2017 sebesar 4,51.
Rata-Rata LQ Tahun 2010-2016
Hasil analisis sektor dasar tiap kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung disajikan secara lengkap pada grafik berikut.
Rata-Rata LQ Tahun 2010-2017
Kelembagaan Badan Usaha
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat 127.400 unit usaha pada tahun 2016, dan terjadi peningkatan jumlah yang signifikan selama 10 tahun terakhir, dengan jumlah unit usaha pada tahun 2006 sebanyak 74.800 unit. Jenis badan hukum di daerah ini terdiri dari perseroan terbatas (PT), CV, dan badan usaha koperasi. Jumlah unit usaha berdasarkan sebaran kabupaten dan kota seperti terlihat pada Tabel 3.34, dan Kabupaten Bangka (bekas ibu kota Kabupaten Bangka-Belitung sebelum pemekaran) memiliki 29.900 unit yang merupakan jumlah terbesar dan menempati urutan kedua. jumlah unit usaha yang ada di kota Pangkal Pinang (ibukota provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, setelah pemekaran) ada 22.000 unit.