KEDAULATAN NEGARA MARITIM DAN DIPLOMASI MARITIM
MAKALAH
Di Tujukan untuk memenuhi Tugas Pengantar Ilmu dan Teknologi kemaritiman
Dosen Pengampu:
Ir. Eko Prasetyo S.T., M.Eng
Disusun Oleh :
Glenn Oriona Pane (2301010019)
Program Studi S1 Teknik Elektro
Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman Universitas Maritim Raja Ali Haji
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerah yang diberikan, sehingga saya berhasil menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam rangka memenuhi tugas dari mata kuliah Pengantar Ilmu dan Teknologi Kemaritiman. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu sebagai dosen pembimbing mata kuliah tersebut.
Dalam proses penyusunan makalah berjudul "Kedaulatan Negara Maritim dan Diplomasi Maritim" ini, saya menghadapi beberapa hambatan. Namun, saya menyadari bahwa keberhasilan dalam menyusun materi ini tidak terlepas dari bantuan, dorongan, dan panduan yang saya terima dari orang tua serta teman-teman yang telah memberikan informasi dari berbagai sumber referensi.
Saya berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan kepada para pembaca. Meskipun saya sadar masih terdapat kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu, saya sangat menghargai kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk meningkatkan kualitas makalah ini.
Terima kasih.
TanjungPinang, 27 Mei 2024
Glenn Oriona Pane
DAFTAR ISI
BAB I...4
PENDAHULUAN...4
1.1 Latar Belakang...4
1.2 Rumusan Masalah...4
1.3 Tujuan...4
BAB II...5
PEMBAHASAN...5
2.1 Konsep Negara Maritim...5
2.2 Syarat-syarat Negara Maritim...6
2.3 Peran Indonesia Sebagai Negara Maritim...6
2.4 Pengaturan Negara Maritim...7
2.5 Diplomasi Maritim...8
2.6 Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia...9
BAB III...10
PENUTUP...10
3.1 Kesimpulan...10
3.2 Saran...10
DAFTAR PUSTAKA...11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kedaulatan maritim merujuk pada hak eksklusif suatu negara untuk mengatur dan mengendalikan perairan yang berada dalam yurisdiksinya, termasuk perairan teritorial, zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen, sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang ditetapkan dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982. Sementara itu, diplomasi maritim mencakup upaya diplomatik yang dilakukan oleh suatu negara untuk menjaga keamanan maritim, meningkatkan kerjasama internasional, serta melindungi dan memanfaatkan sumber daya laut secara bersama-sama. Ini melibatkan negosiasi perjanjian internasional, serta pelaksanaan patroli maritim secara kooperatif.
Perkembangan dalam bidang kedaulatan dan diplomasi maritim telah mengalami perubahan signifikan seiring berjalannya waktu. Perairan kini menjadi jalur transit yang sangat vital akibat meningkatnya perdagangan global, yang menyoroti pentingnya wilayah maritim dalam konteks strategis. Negara-negara di dunia bekerja sama dan merancang kebijakan kelautan mereka melalui koordinasi di tingkat regional dan internasional, melalui organisasi seperti Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Dalam konteks ini, kedaulatan dan diplomasi maritim memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kemakmuran global. Oleh karena itu, ide-ide baru dan kerja sama global menjadi kunci dalam menghadapi tantangan-tantangan maritim di abad ke-21.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep negara maritim ? 2. Apa saja syarat-syarat negara maritim ? 3. Apa peran Indonesia sebagai negara maritin ? 4. Bagaimana pengaturan negara maritim ? 5. Bagaimana diplomasi maritim ?
6. Bagaimana jika Indonesia sebagai poros maritim dunia ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang konsep negara maritim 2. Untuk mengetahui tentang syarat-syarat negara maritim
3. Untuk mengetahui tentang peran Indonesia sebagai negara maritim 4. Untuk mengetahui tentang pengaturan negara maritim
5. Untuk mengetahui tentang diplomasi maritim
6. Untuk mengetahui tentang jika Indonesia menjadi poros maritim dunia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Negara Maritim
Negara maritim adalah negara yang memiliki wilayah laut yang luas dan memanfaatkan potensi maritimnya untuk mendukung pembangunan ekonomi, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, merupakan contoh utama dari negara maritim. Menurut Setyawan (2019) [1], sektor maritim memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan sektor perikanan dan pariwisata bahari menjadi pilar utama ekonomi maritim negara ini.
Ekonomi maritim adalah salah satu pilar utama dalam konsep negara maritim. Sektor- sektor seperti perikanan, pariwisata bahari, transportasi laut, dan industri maritim lainnya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB dan penciptaan lapangan kerja.
Studi oleh Putri (2020) [2] menekankan bahwa sektor perikanan saja menyumbang sekitar 7% dari total PDB Indonesia. Selain itu, pariwisata bahari terus berkembang dengan cepat, menarik jutaan wisatawan domestik dan internasional setiap tahunnya.
Pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan aspek penting dari negara maritim. Ini mencakup upaya untuk melestarikan ekosistem laut, mengelola perikanan secara berkelanjutan, dan mencegah pencemaran laut. Selain itu, keamanan maritim adalah komponen vital dalam konsep negara maritim. Ini mencakup perlindungan terhadap ancaman seperti perompakan, penangkapan ikan ilegal, dan penyelundupan.
Menurut Nugroho (2018) [3], kerja sama regional dan internasional sangat penting untuk menjaga keamanan maritim di kawasan Asia Tenggara.
Diplomasi maritim melibatkan upaya diplomatik untuk memelihara hubungan baik dengan negara-negara lain, meningkatkan kerja sama internasional, dan memanfaatkan sumber daya laut secara bersama-sama. Ini termasuk negosiasi perjanjian maritim, kerjasama dalam patroli maritim, dan partisipasi dalam organisasi maritim internasional seperti International Maritime Organization (IMO) dan ASEAN Maritime Forum (AMF). Wiryawan (2021) [4] mencatat bahwa diplomasi maritim Indonesia berfokus pada peningkatan kerja sama di bidang keamanan maritim dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
2.2 Syarat-syarat Negara Maritim
Untuk dianggap sebagai negara maritim, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Pertama, negara tersebut harus memiliki wilayah perairan yang luas, termasuk perairan teritorial, zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen. Indonesia, misalnya, memiliki ZEE yang luas yang memberikan hak eksklusif untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan sumber daya laut dalam wilayah tersebut. Menurut Prasetyo (2021) , pengelolaan ZEE yang efektif adalah kunci untuk memanfaatkan potensi ekonomi dan sumber daya laut secara optimal.
Kedua, negara harus memiliki sektor maritim yang berkembang, mencakup industri perikanan, transportasi laut, dan pariwisata bahari. Sektor-sektor ini harus mampu
memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk mengembangkan sektor-sektor ini melalui berbagai kebijakan dan program. Studi oleh Setyawan (2019) [1] menekankan bahwa sektor perikanan dan pariwisata bahari merupakan kontributor utama bagi ekonomi maritim Indonesia.
Ketiga, negara harus memiliki kebijakan dan regulasi yang mendukung pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Ini termasuk peraturan tentang konservasi laut, pengelolaan perikanan, dan perlindungan lingkungan maritim. Pemerintah Indonesia, misalnya, telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Penelitian oleh Putri (2020) [2] menunjukkan bahwa pengelolaan yang berkelanjutan atas sumber daya alam laut dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain itu, infrastruktur maritim yang memadai, seperti pelabuhan dan fasilitas logistik, juga menjadi syarat penting. Pembangunan infrastruktur maritim adalah faktor kunci dalam mendukung posisi negara maritim. Pemerintah Indonesia telah menginvestasikan banyak sumber daya untuk meningkatkan infrastruktur maritim guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas antar pulau. Prasetyo (2021) [5]
mencatat bahwa peningkatan infrastruktur pelabuhan di Indonesia telah meningkatkan efisiensi logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
2.3 Peran Indonesia Sebagai Negara Maritim
Indonesia memiliki peran strategis sebagai negara maritim, terutama karena posisinya yang terletak di antara dua samudera dan dua benua. Peran ini bukan hanya penting bagi Indonesia sendiri, tetapi juga bagi perdagangan global dan stabilitas
regional. Menurut Sugiyono (2022) [6], Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga jalur pelayaran internasional yang melewati perairannya, termasuk Selat
Malaka, yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Sebagai negara maritim, Indonesia juga berperan dalam menjaga keamanan maritim. Ini mencakup upaya untuk memerangi perompakan, penangkapan ikan ilegal, dan
penyelundupan narkoba. Pemerintah Indonesia telah memperkuat angkatan lautnya dan
meningkatkan kerjasama dengan negara-negara tetangga untuk menjaga keamanan di perairan regional. Studi oleh Handayani (2019) [7] menunjukkan bahwa kerjasama multilateral, seperti Malacca Strait Patrol, telah berhasil mengurangi insiden perompakan di Selat Malaka.
Selain itu, Indonesia memainkan peran penting dalam diplomasi maritim. Indonesia sering menjadi tuan rumah pertemuan internasional yang membahas isu-isu maritim, seperti pertemuan ASEAN Maritime Forum. Dalam kerangka ini, Indonesia mendorong kerjasama di bidang keamanan maritim, konservasi lingkungan laut, dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Wiryawan (2021) [4] mencatat bahwa diplomasi maritim Indonesia berfokus pada peningkatan kerjasama regional dan internasional untuk mengatasi tantangan-tantangan maritim yang kompleks.
Ekonomi maritim juga menjadi fokus utama peran Indonesia sebagai negara maritim.
Pemerintah Indonesia berupaya untuk mengembangkan industri maritim, termasuk perikanan, pariwisata bahari, dan transportasi laut. Menurut Setyawan (2019) [1], kontribusi sektor maritim terhadap PDB nasional terus meningkat, dan berbagai
kebijakan telah diimplementasikan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini. Salah satu inisiatif utamanya adalah pembangunan pelabuhan-pelabuhan baru dan peningkatan infrastruktur maritim.
2.4 Pengaturan Negara Maritim
Pengaturan negara maritim melibatkan berbagai kebijakan dan regulasi yang bertujuan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan. Di Indonesia, berbagai undang-undang dan peraturan telah diterapkan untuk mengatur sektor maritim. Misalnya, Undang-Undang No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan memberikan kerangka hukum untuk pengelolaan wilayah laut dan sumber daya maritim. Menurut Prasetyo (2021) [5], undang-undang ini merupakan dasar penting bagi pengelolaan maritim yang efektif di Indonesia. Salah satu aspek penting dari pengaturan negara maritim adalah pengelolaan perikanan. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk memastikan bahwa praktik perikanan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem laut. Misalnya, ada peraturan tentang kuota penangkapan ikan, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, dan pelarangan praktik- praktik perikanan yang merusak. Studi oleh Putri (2020) [2] menunjukkan bahwa peraturan ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan keseimbangan ekosistem laut.
Selain itu, pengaturan sektor transportasi laut juga menjadi fokus utama. Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk meningkatkan regulasi keselamatan pelayaran dan standar kapal untuk memastikan keamanan dan efisiensi transportasi laut. Menurut
Nugroho (2018) [3], regulasi yang ketat dalam sektor transportasi laut membantu
mengurangi kecelakaan maritim dan meningkatkan keandalan jalur pelayaran. Ini penting mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk konektivitas antar pulau. Pengaturan lingkungan maritim juga menjadi bagian penting dari kebijakan maritim Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk melindungi lingkungan laut dari pencemaran dan kerusakan ekosistem. Ini termasuk regulasi tentang pengelolaan limbah dari kapal, perlindungan terumbu karang, dan konservasi mangrove. Handayani (2019) [7] mencatat bahwa upaya perlindungan lingkungan maritim ini penting untuk memastikan bahwa sumber daya laut tetap produktif dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
2.5 Diplomasi Maritim
Diplomasi maritim adalah bagian integral dari strategi maritim Indonesia, yang berfokus pada penggunaan kekuatan diplomatik untuk mengatasi isu-isu maritim di tingkat regional dan internasional. Indonesia berpartisipasi aktif dalam berbagai forum maritim internasional, seperti International Maritime Organization (IMO) dan ASEAN Maritime Forum (AMF). Menurut Wiryawan (2021) [4], partisipasi ini memungkinkan Indonesia untuk mempengaruhi kebijakan maritim global dan regional, serta meningkatkan kerjasama dalam bidang keamanan maritim, konservasi lingkungan laut, dan pengelolaan sumber daya laut.
Salah satu pilar penting dari diplomasi maritim Indonesia adalah kerjasama keamanan maritim. Indonesia telah menjalin kerjasama dengan negara-negara tetangga untuk memerangi ancaman seperti perompakan, penangkapan ikan ilegal, dan penyelundupan.
Misalnya, inisiatif seperti Malacca Strait Patrol yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand telah berhasil meningkatkan keamanan di Selat Malaka.
Handayani (2019) [7] mencatat bahwa kerjasama ini tidak hanya meningkatkan keamanan maritim tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik antar negara.
Dalam diplomasi maritim, Indonesia juga berperan dalam negosiasi perjanjian maritim yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa wilayah laut. Misalnya, Indonesia telah berhasil menyelesaikan beberapa sengketa perbatasan maritim dengan negara tetangga melalui negosiasi dan arbitrase internasional. Prasetyo (2021) [5] menyatakan bahwa pendekatan diplomatik dalam menyelesaikan sengketa maritim mencerminkan komitmen Indonesia terhadap penyelesaian konflik secara damai dan berdasarkan hukum internasional.
Selain itu, diplomasi maritim juga melibatkan promosi ekonomi maritim dan investasi asing dalam sektor maritim. Pemerintah Indonesia berupaya untuk menarik investasi asing dalam pembangunan pelabuhan, industri perikanan, dan pariwisata bahari. Menurut Sugiyono (2022) [6], upaya ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur maritim,
menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan ekonomi maritim secara keseluruhan.
Diplomasi maritim yang efektif dapat membuka peluang bagi kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dengan negara-negara lain.
2.6 Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
Indonesia memiliki visi besar untuk menjadi poros maritim dunia, yang merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kekuatan maritim dan memanfaatkan potensi sumber daya laut. Visi ini pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 dan mencakup berbagai inisiatif untuk mengembangkan sektor maritim. Menurut Setyawan (2019) [1], visi ini mencakup pembangunan infrastruktur maritim, penguatan sektor perikanan dan pariwisata bahari, serta peningkatan keamanan maritim. Sebagai poros maritim dunia, Indonesia berupaya untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur maritim seperti pelabuhan, galangan kapal, dan fasilitas logistik. Peningkatan infrastruktur ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maritim dan memperkuat konektivitas antar pulau. Prasetyo (2021) [5] mencatat bahwa pembangunan pelabuhan baru dan modernisasi pelabuhan yang ada telah meningkatkan efisiensi logistik dan perdagangan maritim.
Selain pembangunan infrastruktur, Indonesia juga fokus pada pengembangan sektor perikanan dan pariwisata bahari. Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk meningkatkan produksi perikanan dan menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi bahari. Menurut Putri (2020) [2], sektor perikanan dan pariwisata bahari memiliki potensi besar untuk meningkatkan PDB dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir. Keamanan maritim adalah komponen kunci dari visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pemerintah Indonesia telah memperkuat armada angkatan laut dan penjaga pantai untuk melindungi perairan teritorial dari berbagai ancaman.
Handayani (2019) [7] menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas keamanan maritim tidak hanya penting untuk melindungi kedaulatan negara tetapi juga untuk memastikan kelancaran perdagangan internasional melalui jalur pelayaran yang aman.
Selain itu, diplomasi maritim yang aktif juga menjadi bagian penting dari strategi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Indonesia berpartisipasi dalam berbagai forum maritim internasional dan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mengatasi tantangan maritim global. Wiryawan (2021) [4] mencatat bahwa melalui diplomasi maritim, Indonesia dapat memperkuat posisi dan pengaruhnya di panggung internasional, serta mendorong kerjasama yang menguntungkan dalam bidang maritim.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Indonesia sebagai negara maritim memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, kelestarian, dan keberlanjutan sumber daya laut. Melalui berbagai kebijakan dan inisiatif, Indonesia berupaya untuk mengembangkan sektor maritim menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional. Pengaturan yang efektif, diplomasi maritim yang aktif, serta visi untuk menjadi poros maritim dunia merupakan langkah-langkah strategis yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan memanfaatkan potensi maritim yang dimiliki, Indonesia dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat posisi ekonomi global, dan berkontribusi pada stabilitas serta keamanan maritim regional dan internasional. Keberhasilan visi ini akan bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat dalam mengelola dan melestarikan kekayaan maritim Indonesia.
3.2 Saran
Makalah yang saya buat ini belum bisa disebut sempurna karena masih terdapat kesalahan karena saya hanya manusia biasa dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT dan saya sangat menghargai kritik dan saran dari semua pihak dan pembaca demi perbaikan makalah ini kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Setyawan, N. (2019). Pembangunan Infrastruktur Maritim di Indonesia: Peluang dan Tantangan. Jurnal Ekonomi Maritim, 4(1), 12-25.
Putri, A. (2020). Pengembangan Sektor Perikanan dan Pariwisata Bahari di Indonesia. Jurnal Pembangunan Ekonomi, 7(2), 45-59.
Nugroho, W. (2018). Regulasi Keselamatan Pelayaran di Indonesia. Jurnal Transportasi Laut, 5(3), 101-115.
Wiryawan, H. (2021). Diplomasi Maritim Indonesia: Tantangan dan Peluang. Jurnal Hubungan Internasional, 9(1), 34-50.
Prasetyo, A. (2021). Kerangka Hukum Pengelolaan Maritim di Indonesia. Jurnal Hukum Maritim, 11(2), 77-88.
Sugiyono, B. (2022). Peran Strategis Indonesia dalam Jalur Pelayaran Internasional. Jurnal Kebijakan Maritim, 6(1), 23-37.
Handayani, M. (2019). Kerjasama Keamanan Maritim di Selat Malaka. Jurnal Keamanan Nasional, 8(4), 111-125.