• Tidak ada hasil yang ditemukan

kel 1 kecemasan

N/A
N/A
Hortensia Amarila

Academic year: 2025

Membagikan "kel 1 kecemasan"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN KECEMASAN

(2)

Disusun Oleh Kelompok 1

1. Agung Gumelar 2. Alvina Angelia 3. Daus Kurniaw 4. Emi

5. Erna Sari

6. Siva Panajua Maulidia

(3)

Pengertian Pada Pasien Kecemasan

Kecemasan adalah suatu rasa khawatir yang terjadi karena adanya suatu hal yang dapat membahayakan seseorang, serta mengantisipasi dari suatu bahaya. Kecemasan juga dapat terjadi karena adanya rasa takut tersaingi, atau Ketika terjadinya bencana alam.

(Sutejo,2018). Menurut Stuart, kecemasan adalah khawatir yang tidak menentu, di

iringi oleh rasa tidak aman (stuart,2016)

(4)

Tanda Dan Gejala Pada Pasien Dengan Kecemasan

Menurut Association et Al (2017), Tanda dan gejala kecemasan yaitu :

1. Perasaan akan adanya bahaya yang akan datang, kematian, atau menjadi gila 2. Nadi cepat

3. Perasaan dada tertekan 4. Merasa susah bernafas

5. Cegukan, kesulitan menelan 6. Berkeringat banyak

7. Mulut kering 8. Sering berkemih 9. Tremor

10. Aktivitas berlebihan

11. Usaha untuk keluar dari lokasi sesegera mungkin

(5)

Tingkat Kecemasan Dengan Pasien Dengan Kecemasan

Menurut Mardjan (2016), tingkat kecemasan atau yaitu:

a. Cemas ringan merupakan perasaan bahwa ada sesuatu yang berbeda dan membutuhkan perhatian khusus. membantu individu menfokuskan perhatian untuk belajar, menyelesaikan masalah, berfikir, bertindak, merasakan, dan melindungi dirinya sendiri.

b. Cemas sedang merupakan perasaan yang mengganggu bahwa ada sesuatu yang benar-benar berbeda, individu menjadi gugup atau agitasi

c. Cemas berat dialami ketika individu yakin bahwa ada sesuatu berbeda dan ada ancaman. Memperhatikan respons takut dan distress.

d. Panik berhubungan dengan ketakutan terror, karena mengalami kehilangan kendali, dengan panic terjadi peningkatan aktivitas motoric, menurunnya kemampuan

e. untuk berhubungan dengan orang lain, persepsi yang menyimpang dan kehilangan rasional. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan dan jika berlangsung terus dalam waktu yang lama, dapat terjadi kelelahan yang sangat bahkan kematian.

(6)

Factor Predisposisi Pada Pasien dengan Kecemasan

beberapa teori yang mendukung munculnya kecemasan yaitu:

a. Pandangan psikoanalitis, adalah ansietas adalah konflik. emosional yang terjadi antara dua elemen kepribadian: id dengan superego.

b. Pandangan interpersonal, kecemasan timbul dari perasaan takut terhadap ketidak setujuan dan penolakan interpersonal Kecemasan juga berhubungan dengan perkembanga trauma seperti perpisahan dan kehilangan, yang menimbulkan. Kelemahan.

c. Pandangan perilaku, ansietas merupakan produk frustasi yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

(7)

Factor Presipitasi

Pada Pasien dengan Kecemasan Faktor Presipitasi (Pencetus) kecemasan dapat berasal dari sumber internalmdan eksternal yang dapat dikelompokkan dalam 2 kategori:

a. Ancaman terhadap integritas fisik Meliputi ketidak mampuan fisiologis yang akan terjadi atau penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas hidup sehari- hari

b. Ancaman terhadap sistem diri dapat membahayakan indentitas, harga diri, dan fungsi sosial yang berintegrasi pada individu.

(8)

individu akan menggerakkan sumber koping di lingkungannya sumber koping individu terdiri dari dua jenis yaitu sumber koping internal dan eksternal.

1. Sumber koping internal meliputi kesehatan dan energi yang. dimilikinya, kepercayaan seseorang menyangkut kepercayaan iman atau agama dan juga kepercayaan eksistensi.

2. Sumber koping eksternal Dukungan sosial sebagi rasa memiliki informasi terhadap seseorang membuat orang percaya bahwa dirinya diperhatikan atau dicintai.

Sumber Koping Pada Pasien Dengan Kecemasan

(9)

Mekanisme Koping Pada Pasien dengan Kecemasan

1. Reaksi yang berorientasi pada tugas upaya yang disadari dan berorientasi pada tindakan untuk memenuhi secara realistik tuntutan situasi stres, misalnya perilaku menyerang untuk mengubah atau mengatasi hambatan pemenuhan kebutuahan.

2. Mekanisme pertahanan ego dapat membantu mengatasi kecemasan ringan dan sedang, tetapi berlangsung secara tidak sadar, mekanisme pertahanna ego yang digunakan adalah:

a. kompensasi, Penyangkalan, Pemindahan, Disosiasi, Identifikasi, Intelektualisasi, Introjeksi,

Fiksasi, proyeksi dll

(10)

Mekanisme Pertahanan Ego Pada Pasien dengan Kecemasan

1. mekanisme pertahanan Ego dapat membantu pasien tersebut mengurangi kecemasan akan sakit.

2. Mekanisme Pertahanan Diri dan Psikoterapi untuk mengenali pertahanan diri yang digunakan oleh individu dan motif dalam menggunakannya apakah dapat membantu pasien beradaptasi terhadap kondisinya.

3. Mekanisme Pertahanan Diri dan Terapi Mekanisme pertahanan diri dapat

berhubungan dengan hasil pengobatan pada pasien

(11)

Factor yang Mempengaruhi Pada Pasien dengan Kecemasan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan (untari, 2014), yaitu:

a. Usia

b. Jenis Kelamin

c. Tahap Perkembangan d. Tipe Kepribadian e. Pendidikan

f. Nilai-nilai budaya dan Spiritual g. Dukungan sosial dan lingkungan h. Pekerjaan

(12)

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Kecemasan

KASUS

Seorang perempuan bernama ny E berusia 29 tahun datang ke poli klinik diantar olch suaminya dengan keluhan cemas berlebih, hasil pengkajian pasien mengalami cemas berlebih karna dia seorang perawat yang harus turun ke area penanganan covid 19 tapi disisi lain pasien mengeluh karna mempunyai anak berusia 7 bulan dan ibu yang sudah tua, yang pastinya sangat rentan tertular penyakit. Pasien mengatakan bingung karna keluarga nya pun ikut mengkhawatirkan kesehatan keluarga nya nanti, dan khawatir terhadap kondisi yang di alaminya sekarang, pasien mengeluh sulit tidur karna istirahat yang tidak cukup komunikasi terhadap keluarga juga nanti akan sangat terbatas.

Pasien tampak terlihat lemas , tegang, dan gelisah. Hasil pemeriksaan ttv, td 90/70 n:65 s:36,5 rr: 20.

(13)

FORMAT PENGKAJIAN MASALAH PSIKOSOSIAL A. IDENTITAS

1. Inisial Klien: Ny.N 2. Usia: 29 Tahun

3. Jenis Kelamin: Perempuan 4. No. RM :210413

5. Tanggal Pengkajian: 1 DESEMBER 2020

6. Alamat: Ds Batu rt 03 rw 01 kecamatan karang tengah kabupaten demak 7. Pekerjaan: perawat

8. Agama: Islam

9. Suku bangsa: Indonesia

10. Nama orang tua/penanggung jawab: Ny. K

11. Alamat: Ds. Batu R103/Rw01 kecamatan karang Tengah 12. Pekerjaan: Swasta

13. Pendidikan: sd

(14)

3. Moral

Mengajarkan nilai-nilai ✓ Agama

o Norma sosial dan budaya Memberi hadiah pada ketaatan

 Ya o tidak

hukuman terhadap pelanggaran o ya

✓ tidak

melatih disiplin diri

✓ ya o tidak

(15)

B. PENILAIAN TERHADAP STRESSOR

Penilaian klien terhadap stressor/stimulasi:

Tantangan Perilaku sosial yang tampak pada klien Merubah lingkungan yang penuh stressor, Mencari

informasi Lari dari stressor Mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap permasalahan

Mengabaikan kondisi ekternal yang berakibat buruk, Membandingkan kemampuan diri Presepsi individu

terhadap masalah Ansietas (kecemasan) Presepsi keluarga terhadap masalah.

(16)

SUMBER KOPING Kemampuan Personal

Problem solving skill: Baik Semangat: Tinggi

Sosial skill: Baik Intelegensia: Genius Pengetahuan: Rata-rata Tumbuh kembang: Baik Sistem pendukung: Baik Koping: Cukup

Pola asuh: Baik Lainya: Baik

Konsep diri: positif

(17)

Dukungan Sosial

1. Dukungan keluarga, kelompok, Masyarakat: Pasien mengatakan dukungan. keluarga, kelompok dan masyarakat cukup Baik.

2. Jaringan social (perkumpulan, organisasi,): pasien mengatakan dia engikuti organisasi disekitar rumahnya yaitu karangtaruna.

3. Stabilitas Budaya: -

Aset Material

1. Kecukupan penghasilan untuk kebutuhan: Cukup 2. Kekayaan yang dimiliki: Cukup

3. Pelayanan kesehatan: Terjangkau

(18)

Keyakinan

1. Keyakinan dan nilai pasien : mengatakan agamanya islam dan tahu Allah adalah tuhannya, pasien menyakini bahwa usaha tidak akan pernah menghianati hasil dan semua pasti ada jalanya

2. Motivasi : pasien mengatakan bahwa keluarganya sudah memberikan motivasi yang cukup.

3. Orientasikesehatan : pasien masih tampak terlihat cemas dan khawatir dengan pekerjaannya yang sedang dicarinya.

(19)

D. KEBIASAAN KOPING

1. Bicara dengan orang lain: ya 2. Menyelesaikan masalah: - 3. Ego oriented:-

4. Aktivitas konstruktif:-

5. Olah raga: ya

(20)
(21)
(22)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ansietas b/d krisis situasional d/d merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang di hadapi 2. Penurunan koping keluarga b/d situasi penyerta yang mempengaruhi orang terdekat d/d pasien

mengeluh tentang respon orang terdekat terhadap masalah kesehatan nnti yang dialami keluarga nya

3. gangguan pola tdr b/d hambatan lingkungan d/d istirahat yang tidak cukup

(23)
(24)
(25)
(26)
(27)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

Pada umumnya pasien yang datang di unit perawatan kritis ini adalah dalam keadaan mendadak dan tidak direncanakan, hal ini yang menyebabkan keluarga dari pasien datang

a. kwashiorkor tanpa tanda-tanda xeroftalmia b. marasmus dengan tanda-tanda xeroftalmia c. Seorang perempuan 75 tahun dating ke Poliklinik RS. Pasien diantar anaknya karena sulit

Melatih pasien atau keluarga dengan cara kognitif dalam mengolah dan memproses kata- kata meliputi kemampuan berbicara. A: Komunikasi verbal

Fisioterapi ikut serta dalam interaksi antara fisioterapis, pasien atau klien, keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan dalam proses pemeriksaan potensi yang dibutuhkan sesuai

Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Sigalingging (2013) yang menunjukkan bahwa tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang Intensif Rumah Sakit Columbia

Keluarga perlu mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh penyakit stroke serta kemungkinan komplikasi yang akan terjadi pasca stroke, kesembuhan pasien juga akan

3I3" Keluarga akti dalam kegiatan kemasyarakatannya" Ibu N selalu mengikuti kegiatan arisan di 0T nya dan juga akti ikut pengajian ibu!ibu di wilayah