1. Fitri Wulan Sari
2. Mega Tri Indriyani
3. Muhammad Febriansyah 4. Muhammad Rafli Permana 5. Salma Khaerunissa
6. Siti Nurul Rofiah Melanda
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN CITRA TUBUH
Kelompok 2
Definisi Konsep Diri
Menurut (Azizah, Zainuri, & Akbar, 2016).
Konsep diri adalah semua ide, pikiran,
kepercayaan dan pendirian. yang diketahui oleh individu tentang dirinya dan mempengaruhi
individu dalam berhubungan dengan orang lain.
Konsep diri merupakan persepsi terhadap diri kita sendiri. Konsep diri adalah penilaian dan
gambaran terhadap diri kita sendiri. Konsep diri yang terbentuk akan menentukan tingkah laku individu. Konsep diri termasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang
berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan
dan keinginannya
Menurut Azizah. et al., 2016 Komponen konsep diri terbagi
menjadi 5 aspek yaitu:
1.Citra Tubuh (Body Image) 2.Ideal diri
3.Harga diri 4.Peran diri
5.Identitas diri
Komponen Konsep
Diri
Definisi Gangguan Citra Tubuh
Menurut (Wati & Sumarmi, 2017) adalah keadaan perubahan persepsi tentang tubuh. Perubahan tersebut mengakibatkan kegagalan individu dalam penerimaan terhadap suatu konklusi yang terjadi.
Akibatnya, seseorang akan memiliki persepsi buruk tentang tubuhnya.
Menurut (SDKI,2018) gangguan citra tubuh yang
umumnya dialami oleh setiap individu sering kali
membuat diri merasa malu dan tidak percaya diri
dalam lingkungan sosialnya, khususnya remaja yang
dalam masa perkembangan, gangguan citra tubuh
merupakan ketidakpuasan akan penampilan dirinya.
Perilaku Gangguan Citra Tubuh
Tanda dan gejala pasien dengan gangguan citra tubuh dapat diketahui bila menunjukkan perilaku sebagai berikut:
1.Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah.
2.Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi/akan terjadi.
3.Menolak penjelasan perubahan tubuh.
4.Persepsi negatif pada tubuh.
5.Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang.
6.Mengungkapkan keputusasaan.
Asuhan
Keperawatan
Ny. S usia 45 tahun seorang pembantu rumah tangga, mengalami cacat pada wajah karena disiram air panas oleh majikannya. Sejak kejadian itu la tidak mau keluar kamar dan berinteraksi dengan orang lain. Hasil pengkajian dengan perawat diperoleh data bahwa klien merasa malu dengan kondisi wajahnya dan takut akan dibicarakan orang. Selain itu, klien berkata kalau dia menyesal tidak mendengar nasihat suaminya supaya berhenti dari pekerjaannya itu. Berdasarkan pengamatan, klien lebih banyak melamun, diam dan tidak mau melihat wajahnya di cermin. Hasil TTV pasien TD: 140/90, N:
86×/menit, S: 36,5°c, RR: 21×/menit , SpO2: 97%.
Kasus
●Identitas Klien
Nama : Ny. S
Usia : 45
tahun
Jenis kelamin : Perempuan Status perkawinan : Kawin
Pekerjaan : Pembantu rumah tangga
Agama : Islam
Pendidikan : Smp
Suku : Jawa
Tanggal masuk RS: 16 Maret 2024
Pengkajian
Riwayat psikososial-spiritual
1. Persepsi pasien tentang penyakitnya
Klien mengatakan sudah bosan hidup jika terus terusan seperti ini.
2. Konsep diri
Gambaran diri : Klien mengatakan sangat menyukai matanya yang berwarna coklat.
Ideal diri : Klien mengatakan ingin menjadi seorang pengusaha butik.
.Harga diri : Klien mengatakan merasa malu pada dirinya sendiri dan orang lain karena keburukan wajahnya, klien juga menganggap dirinya sangat lemah karena. tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, dan klien juga mengatakan bahwa dirinya tidak berguna lagi, Klien mengatakan merasa gagal karena menjadi seorang ibu.
Peran diri Identitas : Sebagai seorang ibu, klien merasa sangat bodoh karena saat klien sehat dan wajah sempurna, klien tidak mau mendengarkan nasihat orang disekitarnya
3. Keadaan emosi
Klien terkadang tampak sedih, lesu, tidak bersemangat, dan kurang dalam berkontak mata.
Pengkajian
4. Hubungan sosial
Orang yang berarti : Suami dan anak-anak
Hubungan dengan keluarga : Baik dan harmonis
Hubungan dengan orang lain : Klien mengatakan tidak terlalu sering berinteraksi dengan orang lain dan klien lebih suka menyendiri
Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Pasien malu karena sekarang ia tidak bisa seperti dulu dan klien mengatakan malu dengan kondisinya jika bergaul takut adanya penolakan dan dicela oleh teman-temannya.
5. Spiritual Nilai dan keyakinan: Klien menganut agama islam. Kegiatan ibadah: Klien mengatakan dulu sebelum sakit sering beribadah tetapi setelah masuk RS klien tidak pernah beribadah.
Pengkajian
—Diagnosa keperawatan
Gangguan citra tubuh b.d perubahan
persepsi tentang penampilan, struktur dan
fungsi fisik individu d.d klien merasa malu
pada dirinya sendiri dan orang lain,tampak
lesu,sedih, tidak bersemangat.
Analisa data
NO DATA FOCUS ETIOLOGI DIAGNOSA
KEPERAWATAN 1. DS:
1. Klien mengatakan merasa malu pada dirinya sendiri dan orang lain karena luka di wajah nya.
2. Klien merasa semua adalah kesalahannya karena tidak mendengar nasihat suami nya semasa masih sehat.
DO:
3. Klien tampak lesu dan tidak bersemangat.
4. Klien selalu menunduk dan menghindari kontak mata.
Perubahan
struktur/bentuk tubuh (bekas luka siram air panas pada wajah)
Gangguan citra tubuh
Intervensi
keperawatan
NO Diagnosa
keperawatan Tujuan & kriteria hasil Intervensi
1. Gangguan citra tubuh
b.d perubahan persepsi tentang penampilan, struktur dan fungsi fisik individu
Setelah dilakukan asuhan
keperawatan selama 2x24 jam maka diharapkan klien dapat citra tubuh meningkat dengan kriteria hasil:
1. Melihat bagian tubuh meningkat
2. Menyembunyikan bagian tubuh berlebihan menurun
3. Fokus pada penampilan masa lalu menurun
4. Verbalisasi kecacatan bagian tubuh meningkat
Observasi:
1. Identifikasi harapan citra tubuh
berdasarkan tahap perkembangan 2. Identifikasi budaya, agama, jenis
kelamin, dan umur terkait citra tubuh Terapeutik:
3. Diskusikan perubahan tubuh dan fungsinya
4. Diskusikan perbedaan penampilan fisik terhadap harga diri
Edukasi:
5. Jelaskan kepada keluarga tentang perawatan perubahan citra tubuh
6. Anjurkan mengungkapkan gambaran diri terhadap citra tubuh
Implementasi Keperawatan
NO Hari/tanggal Diagnosa keperawatan Implementasi keperawatan
1. Senin 17 maret 2024
Gangguan citra tubuh b.d perubahan persepsi tentang
penampilan, struktur dan fungsi fisik individu
Observasi:
1. Mengidentifikasi harapan citra tubuh berdasarkan tahap perkembangan
2. Mengidentifikasi budaya, agama, jenis kelamin, dan umur terkait citra tubuh
Terapeutik:
3. Mendiskusikan perubahan tubuh dan fungsinya
4. Mendiskusikan perbedaan penampilan fisik terhadap harga diri
Edukasi:
5. Menjelaskan kepada keluarga tentang perawatan perubahan citra tubuh
6. Menganjurkan mengungkapkan gambaran diri terhadap citra tubuh
SELANJUTNYA
PENAMPILAN ROLEPLAY PADA PASIEN GANGGUAN
CITRA TUBUH
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including infographics & images by Freepik
Thanks!