STUDI KASUS BIOKIMIA URINE ANALYSIS
KELOMPOK 1
Fairuuz Diffa R P07131222006
Dafa Bintang N P07131222008
Evril Katrina R P07131222011
Naila Mutia P P07131222020
Najma Rifdah A P07131222026
Fitri Atikah P07131222052
KASUS 1
Tn. A, Atlet Baseball, laki-laki, usia 21 tahun, dilakukan observasi dan pemeriksaan biokimia dan clinis fisik setelah latihan fisik di area
lapangan dengan cuaca terik.
Data Biokimia Hasil Nilai Rujukan Keterangan Hemoglobin 16,4 g/dL 13-18 g/dL Normal
Hematokrid 45% 40-50% Normal
Glukosa
Sewaktu 122 g/dL <200 g/dL Normal
ANALISIS DATA BIOKIMIA
Data Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Keterangan
Darah - Negatif (-) Normal
Bilirubin - ≤1,4 mg/dL Normal
Urobilinogen 70 µmol/L (merah
muda++) <3,5-17 µmol/L Tinggi
Keton - <1-24 mg/dL Normal
Protein - Negatif (-) Normal
Nitrit - Negatif (-) Normal
Glukosa - Negatif (-) Normal
ANALISIS URINE
Data Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Keterangan
pH 6 5 - 8 Normal
Berat Jenis 1,025 (krem+++) 1,003 - 1,030
Mendekati tinggi dan berwarna pekatLeukosit - <5 sel/LPB Normal
Asam Askorbat 50 mg/dL 10-300 mg/dL Normal
Warna Kuning (++) Kuning Agak pekat
Kejernihan Jernih (+++) Jernih Sangat jernih
Aroma Khas Urine Khas Urine Normal
ANALISIS URINE
Data Fisik
Klinis Sebelum
Latihan Fisik Setelah
Latihan Fisik Nilai Rujukan Keterangan Tekanan Darah 119/89 mmHg 175/89 mmHg
120/80 mmHgTinggi
Suhu 36,8°C (normal) 35,5°C (rendah) 36-37°C Penurunan Suhu
Respirasi 20x/menit 20x/menit 20-24x/menit Normal
Nadi 86x/menit (normal) 200x/menit (tinggi) 80-100x/menit Takikardia
%SpO2 99% (normal) 98% (normal,
menurun) 95%-99%
Peningkatankebutuhan oksigen
ANALISIS DATA FISIK/KLINIS
PENGERTIAN
Urinalisis merupakan tes urin yang bertujuan untuk menunjukkan adanya zat-zat yang
dalam keadaan normal atau tidak yang terdapat dalam urin, atau menunjukkan
perubahan kadar zat yang dalam keadaan
normal terdapat dalam urin (Tadjuddin Naid et al, 2014)
Urinalisis juga dapat membantu menegakkan diagnosis, mendapatkan informasi mengenai fungsi organ dan metabolisme tubuh, serta dapat mendeteksi kelainan asimptomatik, mengikuti perjalanan penyakit dan
pengobatan
ANALISIS PEMERIKSAAN BIOKIMIA
Pada Tn. A hasil pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, dan glukosa sewaktu menunjukkan hasil yang normal
Menurut penelitian Yuniarti et al., (2020), latihan fisik yang dilakukan dengan intens maksimal berdampak pada kenaikan nilai hemoglobin dan kenaikan nilai hematokrit. Ketika melakukan aktivitas fisik yaitu berolahraga akan menyebabkan terjadinya perubahan fungsi utama dari sel darah merah, sehingga dengan berolahraga dapat menaikkan produksi sel darah merah serta mempercepat pengangkutan darah yang mengikat oksigen ke jaringan yang aktif.
Semakin beratnya aktivitas fisik, maka sumber energi yang dipakai akan
semakin banyak. Hal ini menyebabkan gula darah akan banyak terpakai
dan jumlah dalam darah menurun. Aktivitas fisik juga mengakibatkan
sensitivitas dari reseptor insulin semakin meningkat pula sehingga
glukosa darah yang dipakai untuk metabolisme energi semakin banyak
terpakai.
ANALISIS KORELASI URINE
Pada kasus, urobilinogen Tn. A yaitu 70µmol/L (merah muda ++), sedangkan nilai rujukannya yaitu <3,5-17 µmol/L yang berarti urobilinogen Tn. A memiliki jumlah yang lebih tinggi dari normal dan merupakan tanda potensial dari kondisi hati seperti hepatitis, sirosis, atau anemia hemolitik.
Berat jenis urine responden yaitu 1,025 (krem+++), sedangkan nilai
rujukannya yaitu 1,003-1,030 yang berarti berat jenis urine Tn. A
mendekati tinggi dan berwarna pekat. Hal tersebut kemungkinan Tn. A
sedikit mengalami dehidrasi sehingga berat jenis urine menjadi tinggi
dan warna urine menjadi pekat.
Tekanan darah pada kasus diatas meningkat tinggi setelah melakukan latihan fisik, hal ini sejalan dengan teori Manansang dkk (2018) yang menyatakan bahwa jika intensitas latihan dinaikkan, maka tekanan darah akan meningkat. Tekanan darah sistolik dapat meningkat dari 120 mmHg sampai 180 mmHg. Hal ini terjadi karena banyak otot rangka yang berkontraksi sehingga mendesak pembuluh-pembuluh darah. Tekanan yang naik cukup tinggi tersebut terjadi hanya sesaat, begitu latihan selesai maka tekanan darah akan turun kembali ke normal.
Analisis Korelasi Fisik/Klinis
Tekanan Darah
Nadi
Nadi Tn. A meningkat dari 86x/menit menjadi 200x/menit menurut Sandi (2016) hal tersebut
dikarenakan peningkatan kebutuhan darah yang mengangkut O2 ke jaringan tubuh yang aktif,
mengangkut bahan buangan seperti CO2 dan produk samping metabolisme lainnya. Makin meningkat
intensitas latihan, maka frekuensi denyut nadi latihan semakin meningkat, sebaliknya semakin menurun
intensitas latihan maka frekuensi denyut nadi semakin menurun.
Temperatur tubuh bervariasi dengan adanya latihan fisik dan lingkungan yang ekstrim, hal ini disebabkan oleh mekanisme pengaturan suhu tubuh 100 % tidak sempurna, pada saat tubuh menghasilkan panas berlebih karena latihan fisik yang berlebihan, maka temperatur rektal dapat mencapai 38 °C hingga 40 °C. Panas yang dihasilkan oleh organ dalam, dibawa ke permukaan oleh aliran darah, pada saat aliran darah kulit menjadi tinggi, temperatur kulit dapat mendekati temperatur inti. Sebaliknya bila aliran darah kulit menjadi rendah, temperatur kulit menurun mendekati temperatur lingkungan. Terasa dingin di beberapa bagian tubuh seusai berolahraga paling sering disebabkan oleh pengeluaran panas tubuh yang terjadi secara alamiah saat berkeringat. Hal ini merupakan proses yang fisiologis, sebab berolahraga akan menyebabkan metabolisme tubuh meningkat, dan panas tubuh pun akan diproduksi lebih banyak. Sebagai cara untuk mengeluarkan kelebihan panas tubuh ini, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat, dan jika dipegang akan membuat kulit terasa lebih dingin. Jadi, hal ini tidak selalu merujuk pada gejala suatu penyakit
Analisis Korelasi Fisik/Klinis
Suhu
Pada kasus %SpO2 mengalami penurunan 1% setelah latihan, penurunan nilai saturasi oksigen setelah latihan menunjukan bahwa saat melakukan latihan tidak diperlukan ambilan oksigen oleh jaringan, pada saat ini difusi perifer berjalan dengan normal sehingga tidak terjadi peningkatan ambilan oksigen.
Analisis Korelasi Fisik/Klinis
%SpO2
UNTUK MENCEGAH MAUPUN MENGATASI DEHIDRASI TN. A SEBAIKNYA MENGKONSUMSI :
a. Air Putih
b. Infused Water
c. Jus buah tanpa gula d. Air Kelapa
e. Susu f. Buah g. Sayur
h. Beberapa jenis makanan (kaldu,
bubur, sup, dan yoghurt)
Mencukupi kebutuhan cairan, mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, mengkonsumsi serat dan biji-bijian, hindari makanan olahan seperti makanan cepat saji, gorengan, makanan kemasan atau makanan instan yang dapat mengganggu fungsi hati sehingga menyebabkan kadar bilirubin dan urobilinogen meningkat, serta menghindari minuman yang beralkohol.
UNTUK MENURUNKAN KADAR UROBILINOGEN
DALAM URINE TN. A DISARANKAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Tn. A Atlet Baseball umur 21 tahun Urobilinogen tinggi, warna urine kuning, dan tekanan darah tinggi.
Tekanan darah tinggi dikarenakan semakin tinggi intensitas (misal berjalan, berlari, bersepeda, dan berenang semakin cepat) maka denyut jantung akan terasa semakin cepat.
Pada nadi, semakin meningkat intensitas latihan, maka frekuensi denyut nadi latihan semakin meningkat, sebaliknya semakin menurun intensitas latihan maka frekuensi denyut nadi semakin menurun.
Pada suhu, berolahraga akan menyebabkan metabolisme tubuh meningkat, dan panas tubuh pun akan diproduksi lebih banyak. Sebagai cara untuk mengeluarkan kelebihan panas tubuh ini, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat, dan jika dipegang akan membuat kulit terasa lebih dingin.
Untuk mengatasi Tn. A supaya tidak terkena dehidrasi dan warna urine kuning bisa diatasi dengan
memperbanyak konsumsi air mineral dan sari buah.
REFERENSI
Bali Royal Hospital. (2021, 19 November). Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Setelah Olahraga?. BROS Hospitals.
https://baliroyalhospital.co.id/berapa-banyak-air-yang-harus-diminum-setelah
olahraga/#:~:text=Begitupun%20sebaliknya%2C%20coba%20minum%20air,menit%20selama%20latihan%20atau%20ola hraga
dr. Airindya Bella. (2023, 2 Mei). 8 Makanan untuk Mengatasi Dehidrasi. Alodokter. https://www.alodokter.com/atasi- dehidrasi-dengan-minum-dari-makanan
dr. Fadhli Rizal Makarim. (2023, 7 Juni). Alami Dehidrasi, Ini Daftar Minuman yang Wajib Dikonsumsi. Halodoc.
https://www.halodoc.com/artikel/alami-dehidrasi-ini-daftar-minuman-yang-wajib-dikonsumsi
Manansang, G.R., dkk, 2018, Perbandingan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga Angkat Berat, Jurnal e- Biomedik, 6(2).
Elizebeth O’Neill, 2022, What is Urobilinogen in Urine?. https://www.diagnoxhealth.com/blog/urobilinogen-in-urine Sandi, I.N., 2016, Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Frekuensi Denyut Nadi, Sport and Fitness Journal, 4(2).
Wulandari, T., dkk, 2022, PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA RELAWAN SAR KARANGANYAR, Jurnal LINK, 18 (2).