LAPORAN PENJAMINAN MUTU
DOSEN PENGAMPU:
Addion Nizori, S.TP., M. Sc P.h.D
Disusun Oleh:
Kelompok 9/ R001
Mei Indah Lestari D1C022003 Joy Talenta Agustina Purba D1C022035 Diva Rayetha Lorensius G D1C022061 Giofani Pratama D1C022085
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI
2024
Komitmen Manajemen
Abon Sapi “DOMEGIGIWAN’’
Abon nya orang pintar
ABON SAPI
“DOMEGIGIWAN”
Pimpinan Puncak, ttd
Prof., Dr. Diva Rayetha Lorensius Ginting CAT, CFTe, S.TP., P.h.D
Formulir 1. Tim GMP
a. Surat penugasan dari Pimpinan Puncak: .SK-GMP-01/08/2021 b. Tabel tim GMP
Diskripsi produk
Formulir 2a. Komposisi bahan ingredien dan bahan baku serta bahan tambahan
BAHAN BAKU UTAMA
BUAH PEPAYA
BAHAN
INGREDIEN LAIN
Minyak goreng, Kaldu Bubuk, dan Tepung Terigu
BAHAN PENGEMAS
PRIMER: PLASTIK (stand up pouche)
SEKUNDER: Setiap 10 pcs dibungkus
menggunakan kemasan karton/dus
Formulir 2b. Diskripsi bahan baku (bahan baku utama & ingredien lain)
No Kategori Uraian
1. Nama bahan baku Buah Pepaya
3. Komposisi (diisi bila produk formulasi)
4. Pengemasan Plastik
5, Masa kadaluarsa dalam kondisi
penyimpanan dalam suhu ruang
1 Bulan
6. Cara transportasi Mobil
7. Cara penyimpanan Suhu ruang, bersih dan kering 8. Persyaratan SNI/regulasi
9. Persyaratan yang ditetapkan Sesuai dengan syarat SNI 7388:2009 adalah papaya segar dan PerBPOM No 5 Tahun 2018, segar, bersih, bewarna cerah dan tidak busuk
No Kategori Uraian
1. Nama bahan baku minyak goreng
3. Komposisi Minyak sawit, Vitamin A (mengandung antiokasidan di alfa tokoferol.
4. Pengemasan Dalam botol 5, Masa
kadaluarsa dalam kondisi penyimpanan ...
Sesuai dengan tanggal kadaluarsa produk
6. Cara transportasi Mobil 7. Cara
penyimpanan Suhu ruang, bersih dan kering 6. Persyaratan
SNI/regulasi
Persyaratan yang
ditetapkan
Memenuhi SNI 3747:2009
No Kategori Uraian
1. Nama bahan baku Minyak Goreng 3. Komposisi (diisi
bila produk formulasi)
Minyak Sawit, Vitamin A (mengandung anti oksidan di alfa tokoferol)
4. Pengemasan Jerigen 5, Masa
kadaluarsa dalam kondisi penyimpanan suhu
ruang
Sesuai dengan tgl kadaluarsa produk
6. Cara transportasi Mobil 7. Cara
penyimpanan Di simpan di suhu ruang, tempat tertutup, kering dan bersih
8. Persyaratan SNI/regulasi
9. Persyaratan yang
ditetapkan
Berwarna jernih, tidak berbau, memenuhi syarat SNI 7709:2012
No Kategori Uraian
1. Nama bahan baku Kaldu bubuk 3. Komposisi (diisi
bila
produk formulasi)
Kaldu bubuk
4. Pengemasan Kemasan Plastik 5, Masa kadaluarsa
dalam kondisi penyimpan an
N/A
6. Cara transportasi Mobil 7. Cara
penyimpanan Di simpan di suhu ruang, tempat tertutup, kering dan bersih 8. Persyaratan
SNI/regulasi
9. Persyaratan yang
ditetapkan
Sesuai SNI 01-3140-2001
No Kategori Uraian
1. Nama bahan baku Air sumur 3. Komposisi (diisi bila
produk formulasi) -
4. Pengemasan Galon botol 5, Masa kadaluarsa
dalam kondisi penyimpanan suhu ruang kering dan bersih
6 Bulan
6. Cara transportasi Mobil
7. Cara penyimpanan Di simpan di suhu ruang, kering dan bersih 8. Persyaratan
SNI/regulasi
9. Persyaratan yang
ditetapkan
Sesuai syarat SNI 19-4370-2004, Jernih, bersih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak keruh
Formulir 2c. Diskripsi produk akhir
No Kategori Uraian
1. Nama Produk Stick Pepaya 2. Kategori proses Penggorengan
3. Komposisi Pepaya, tepung terigu , Minyak Sawit dan kaldu
4. Pengemasan Primer : Plastik Stand Up Pouch
Sekunder: Setiap 10 pcs dibungkus dengan dus 5, Masa kadaluarsa
dalam kondisi penyimpanan suhu ruangan, bersih dan kering
1 bulan
6. Cara transportasi Mobil 7. Cara
penyimpanan Simpan di suhu ruangan, bersih dan kering 8. Persyaratan
SNI/regulasi
9. Persyaratan pelanggan
Stick pepaya yang gurih dan enak
Formulir 3.Tujuan penggunaan produk dan pengguna produk
Nama Produk: Stick pepaya“Pawpaw Stick”
Umur simpan: 1 bulan Lama penggunaan oleh konsumen (setelah produk dibuka):7 hari Kondisi Penyimpanan yang
Disarankan
Sarana penyimpanan yang dimiliki
Sarana penyimpanan yang dimiliki
konsumen:
Toples kedap udara distributor:
Tempat bersuhu ruang, bersih dan kering
Petunjuk Penggunaan:
Bisa langsung di kosumsi
Penggunaan yang
Diharapkan oleh Konsumen:
Camilan
Target Populasi Konsumen:
Masyarakat Umum
Konsumen lain yang mungkin ikut menggunakan:
………..
Formulir 4. Identifikasi bahaya dan Pengendaliannya
No. Bahaya Pengendaliannya
Cemaran Mikrobiologi
1. E. coli Hygiene karyawan (cuci tangan
sebelum bekerja)
Hindari kontaminasi silang Hindari pertumbuhan dengan suhu dingin
2. Salmonella sp. Panaskan produk sampai suhu 60˚C
selama 1-3 menit
Hindari kontaminasi silang Hindari pertumbuhan dengan suhu dingin
3. Staphylococcus aureus Pendinginan cepat dan cegah kontaminasi silang setelah pemanasan.
Jaga suhu < 10˚C untuk menghindari pertumbuhan dan produksi toksin setelah pemanasan
4. ALT Pengendalian suhu selama transport
storage dan display
5. Koliform Cuci tangan sebelum bekerja
Menghindari kontaminasi silang
6. Bacillus cereus Harus didinginkan dengan cepat
sampai suhu <10˚C untuk mencegah pertumbuhan
7. Kapang dan Khamir Pastikan wadah kering dan tidak lembab Pastikan bahan baku kering tidak lembab atau bergumpal
Cemaran Kimia
9 As, Pb, Hg, Cd, Sn Pengendalian supplier
Cemaran Fisik
10 Rambut Gunakan penutup kepala
11 Perhiasan Hindari penggunaan perhiasan pada
karyawan
12 pakaian Gunakan pelapis pakaian (seperti
celemek)
Penyortiran Pencucian Pengupasan
Pengirisan Penggorengan
Pencampuran Pengemasan penempelan label
pemasaran
Formulir 4. Diagram alir proses
Diagram alir proses/prosedur
pengolahan Stick Pepaya
Formulir 5. Peta unit pengolahan
Keterangan
1. Tempat cuci tangan (wastafel) 2. Rak Bahan bumbu kering
3. Rak bahan mentah basah ( Buah Pisang) 4. Kompor Gas
5. Tempat peralatan 6. Toilet
7. Sekat Pembatas 8. Tempat pengemasan
9. Sekat antara area luar dan area produksi 10. Area Luar Produksi
11. Meja Produksi
Formulir 6. SOP PROSES PENGOLAHAN STICK PEPAYA
Penanggung Jawab :Anisa Julia Sabrina
Acuan: PerBPOM No 13 Tahun 2019, PerBPOM No 5 Tahun 2018 No Langkah-langkah utama
proses
Instruksi kerja Pelaksana 1. Penerimaan bahan baku Cek invoice Penjamin
Bahan baku (Gudang)
2. Cek kondisi dan kualitas
barang
Simpan barang di tempat penyimpanan
Ambil bahan baku yang memenuhi syarat
3. Penyimpanan Bahan Baku Pastikan prinsip FEFO dan FIFO
terpenuhi
QC
Jaga suhu penyimpanan 4. Persiapan alat dan bahan Cek kondisi alat masih baik,
layak dan bersih
Supervisor Produksi Kondisi bahan bersih dan
segar
Pastikan alat dan bahan sudah tersedia dan lengkap sesuai yang diperlukan 5. Pengupasan dan
pengirisan Pepaya
Pastikan terdapat wadah pembuangan kulit Pisang
Supervisor Produksi Iris dengan ketebalan 2-3 cm
Pastikan ukuran yang dibuat kurang lebih sama
6. Perendaman dalam larutan Pastikan penimbangan bahan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan
QC produksi
7. Penggorengan Cek suhu minyak hingga sesuai
dengan yang ditetapkan
QC produksi
Pastikan tidak terdapat hama atau bahan lain yang masuk
kedalam wajan penggorengan
QC produksi
8. Peirisan Minyak Cek kebersihan wadah penirisan
QC produksi Pastikan wadah penirisan
tidak
terkena air atau lembab karena air
QC produksi
9. Pencampuran Bumbu Pastikan campuran semua bahan homogen
QC produksi tikan menggunakan sarung
tangan, masker, penutup kepala dan celemek ketika melakukan pencampuran bumbu
11. Pengemasan stik pepaya ke kemasan primer
Pastikan kemasan dalam kondisi yang baik (tidak bocor, kotor,
tidak bisa di seal, lembab)
QC produksi
Pastikan petugas
pengemasan menggunakan sarung tangan, masker, celemek dan penutup kepala
QC produksi
12. Penempatan Label
Kemasan Pastikan informasi pada label
sesuai QC produksi
13. Pengemasan ke kemasan sekunder
Pastikan dalam 1 dus ada 10 bungkus plastik keripik
QC produksi Cek kondisi kardus (bersih,
kering, tidak berdebu, tidak terdapat hama)
QC produksi
14. Pemasaran Produk Pastikan informasi yang diberikan sesuai (informasi tentang keamanan dan kebersihan, informasi tentang bahan yang digunakan)
Marketing
Formulir 7. Operasionalisasi GMP (SSOP) Stick Pepaya “Paw Paw Stick”
NO 8
KUNCI POKOK SANITASI
PROSEDUR MONITORING
[4W(what,where,when,who), 1How]
KOREKSI REKAMAN
1 KEAMANAN
AIR DAN ES
(tidak
menggunakan es)
Menjaga Keamanan Air:
1. Pastikan suplai air aman untuk digunakan
dengan cara memeriksa air ke laboratorium tiap 6 bulan sekali 2. Pastikan kejernihan air yang digunakan dalam proses produksi
1. Periksa hasil uji
laboratorium keamanan air yang dilakukan tiap 6 bulan sekali oleh Quality Control (QC)
2. Cek kejernihan air mengalir dari keran di wastafel yang akan digunakan untuk mencuci jagung secara visual oleh tim Cleaning Service tiap sebelum memulai produksi
1. Hentikan produksi 2. Lakukan pengolahan air hingga didapatkan hasil uji ulang yang sesuai dengan standar air bersih 3. Kuras Bak
penampungan
Dokume n SSOP 01
(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)
NO 8 KUNCI POKOK SANITASI
PROSEDUR MONITORING
[4W(what,where,when,who), 1How]
KOREKSI REKAMAN
2 KONDISI DAN KEBERSIHAN PERMUKAAN YANG KONTAK DENGAN BAHAN PANGAN
Menjaga kondisi dan kebersihan permukaan yang kontak dengan bahan pangan : 1. Bersihkan alas tempat produksi untuk pemipilan jagung, penghalusan jagung, pengadonan campuran
ingredient,
penggorengan adonan, penirisan minyak pada hasil penggorengan, penimbangan hasil penggorengan
2. Lakukan pembersihan peralatan produksi, seperti : wadah pencucian jagung, blender, tempat adonan, pisau, wadah penampungan kulit pisang dan timbangan 3. Pastikan
kebersihan lingkungan
4. Pastikan semua
peralatan disimpan pada lemari tertutup setelah selesai produksi
1. Cek kebersihan meja produksi di tempat produksi pada proses pemipilan jagung, penghalusan jagung, pengadonan
campuran ingredien,
penggorengan adonan, penirisan minyak pada hasil penggorengan, penimbangan hasil penggorengan setiap akan dimulai produksi dan 4 jam sekali secara visual oleh QC Produksi
2. Cek kebersihan peralatan produksi wadah pencucian jagung, blender, tempat adonan, pisau, wadah penampungan pipil jagung, dan timbangan sebelum dilakukan proses produksi dan setiap 4 jam sekali secara visual oleh QC Produksi
3. Cek kebersihan lingkungan di seluruh area produksi sebelum dilakukan produksi dan tiap 8 jam sekali secara visual oleh QC Produksi
4. Cek penyimpanan peralatan setiap setelah dilakukan proses produksi dan pembersihan alat di area produksi secara visual oleh QC
Produksi
Hentikan produksi - Bersihkan kembali Meja produksi di setiap proses pengolahan
- Bersihkan kembali peralatan produksi yang terdiri dari : wadah
pencucian bawang, blender / mesin
penghalus bumbu, mixer, talenan, pisau, mesin penipis, dan timbangan. - Bersihkan kembali
lingkungan unit produksi - Bersihkan kembali peralatan ketika tidak disimpan di dalam lemari tertutup
Dokume n SSOP 01
(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)
NO 8 KUNCI POKOK SANITASI
PROSEDUR MONITORING
[4W(what,where,when,who), 1How]
KOREKSI REKAMAN
3 PENCEGAHAN KONTAMINASI SILANG
Mencegah kontaminasi silang :
1. Pastikan alur proses tidak bersilangan dalam area produksi
2. Pastikan penggunaan
alat tidak
menyebabkan kontaminasi silang 3. Pastikan
karyawan mematuhi peraturan personal Hygiene (Celemek, Masker, Sarung
tangan,
tidak menggunakan aksesoris, gunakan penutup kepala, membersihkan kuku dan tangan )
1. Cek penyimpanan bahan baku kering dan bahan baku basah tidak digabung dalam satu lemari yang sama setiap sebelum proses produksi secara visual oleh Penjamin bahan baku
2. Cek penyimpanan alat telah berada pada lemari penyimpanan dalam kondisi bersih di area produksi masing-masing sebelum memulai proses dan setelah selesai proses produksi scara visual oleh QC Produksi
3. Cek kepatuhan penggunaan pakaian kerja, masker, sarung tangan, penutup kepala, dan kebersihan kuku tangan setiap sebelum produksi dan dilihat setiap 8 jam sekali secara visual oleh QC Produksi
1. Kembalikan ke tempat penyimpanan yang sesuai antara bahan baku basah dan bahan baku kering 2. Bersihkan
kembali alat yang digunakan ke tempat masingmasing di ruang produksi
3. Lakukan
pelatihan tentang penggunaan pakaian kerja, masker, sarung tangan, penutup
kepala, dan
kebersihan kuku tangan ketika sedang melakukan
proses produksi
Dokume n SSOP 01
(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)
4 MENJAGA FASILITAS PENCUCI TANGAN, SANITASI TOILET
DA
N Menjaga fasilitas pencuci tangan, sanitasi dan toilet:
1. Bersihkan setiap selesai digunakan 2. Lakukan sanitasi setiap 8 jam sekali 3.
Pastikan pemasokan air bersih tersedia dalam jumlah yang cukup
Cek kebersihan toilet, wastafel cuci tangan, di toilet setiap 8 jam secara visual oleh penanggung jawab utility
2. Cek pelaksanaan sanitasi di wastafel cuci tangan, toilet dan peralatan sanitasi setiap 8 jam sekali secara visual oleh penanggung jawab utility
3. Cek kondisi pemasokan air bersih setiap akan mulai kerja dan setiap 4 jam sekali secara visual oleh
penanggung jawab utility
Bersihkan kembali toilet,
wastafel cuci tangan di toilet
2. Lakukan
pelatihan tentang sanitasi serta lakukan pergantian alat yang telah rusak
3. Lakukan pemeriksaan dan lakukan perbaikan sarana air yang ada di area produksi
Dokume n SSOP 01
(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)
5 PROTEKSI DARI BAHAN-BAHAN KONTAMINAN
Melakukan proteksi dari bahan bahan kontaminan:
1. Pastikan atap, langit-langit, pintu atau penerangan serta exhaust sebagai
Cek kondisi dan kelayakan atap, langit-langit, pintu atau penerangan serta exhaust sebagai pengatur sirkulasi udara sesuai dengan standar
1. Lakukan
pengecekan kembali
dan lakukan
perbaikan kelayakan atap, langit-langit, pintu
atau penerangan serta
Dokume n SSOP 01 (Formuli r
Rekama n
NO 8 KUNCI POKOK SANITASI
PROSEDUR MONITORING
[4W(what,where,when,who), 1How]
KOREKSI REKAMAN
pengatuh serkulasi udara dalam kondisi baik dan
pastikan seluruh
lampu berpelindung 2. Pastikan lampu cukup terang
3. Perbaiki dan pisahkan peralatan yang sudah rusak
dan pastikan seluruh lampu berpelindung di ruang pengemasan dan ruang produksi setiap 3 hari sekali secara visual oleh utility
2. Cek tingkat penerangan di ruang produksi dan pengemasan setiap
1 bulan sekali dengan alat Luxmeter oleh bagian utility
3. Cek kondisi masing-masing peralatan serta berikan label untuk alat baik yang masih digunakan atau yang sudah rusak di setiap bagian produksi setiap satu bulan sekali secara visual oleh bagian utility di setiap bagian produksi
exhaust sebagai pengatur sirkulasi udara, pelindung lampu yang ada di area produksi
2. Lakukan
pelatihan karyawan
kembali untuk
menggunakan alat Luxmeter 3. Lakukan pengecekan alat secara berkala
apakah
masih dalam kondisi baik atau rusak serta
berikan
pelabelan bagi alat yang
baik maupun alat yang
Harian Pengendalia n Sanitasi)
rusak, lalu lakukan perbaikan pada alat yang
rusak
6 PELABELAN, PENYIMPANAN, DAN
PENGGUNAAN BAHAN TOKSIN YANG BENAR
Pelabelan, penyimpanan, dan penggunaan bahan toksin yang benar:
1. Gunakan bahan-bahan kimia dengan cara yang benar 2. Beri label terhadap bahan- bahan kimia dengan benar serta simpan bahan kimia di tempat yang sesuai
• 3. Lampirkan dan
sosialisasikan MSDS pada setiap bahan kimia pembersih yang digunakan
•
1. Cek apakah penanganan bahan kimia yang digunakan di ruang penyimpanan telah memenuhi standard dan menggunakan APD (masker, kacamata, sarung tangan) secara visual setiap selesai produksi oleh bagian cleaning service
2. Cek pelabelan pada bahan- bahan sanitasi ruangan dan sanitasi peralatan di tiap tempat penyimpanan bahan toksin secara visual setiap minggu oleh bagian cleaning service
3. Cek dokumen pelatihan karyawan apakah telah disosialisasikan terkait MSDS dan bahan kimia sanitasi yang digunakan di ruang produksi setiap satu bulan sekali secara visual oleh
Quality Assurance
1. Lakukan pelatihan kembali dalam hal penggunaan,
penanganan dan bahan kimia yang digunakan untuk sanitasi
2. Lakukan
modifikasi system sanitasi apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai standar, baik itu pergantian bahan sanitasi atau tata cara penggunaan bahan sanitasi
3. Lakukan peltihan karyawan
yang didalamnya terdapat sosialisasi terkait MSDS dari bahan kimia sanitasi yang digunakan
agar penanganan
sesuai standar.
Dokume n SSOP 01
(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)
7 PENGAWASAN
KONDISI KESEHATAN PERSONEL YANG DAPAT
Pengawasan kondisi
kesehatan personel yang dapat
mengakibatkan kontaminasi:
1. Pastikan personel yang menangani makanan dan prosessing melakukan tindangan
pengamanan untuk mencegah
Cek kuku, penggunaan pakaian kerja dan APD karyawan di ruang produksi setiap akan memulai produksi secara visual oleh QC Produksi
1. Lakukan pelatihan karyawan kembali terkait Hygiene perseorangan agar
meningkatkan kesadaran
akan pentingnya kebersihan diri
Dokume n SSOP 01 (Formuli r
Rekama n Harian
NO 8 KUNCI POKOK SANITASI
PROSEDUR MONITORING
[4W(what,where,when,who), 1How]
KOREKSI REKAMAN
MENGAKIBATKA N KONTAMINASI
terjadinya kontaminasi pada makanan 2. Pastikan karyawan yang bekerja di ruangan produksi dalam kondisi sehat
• 3. Lakukan Medical Check Up minimal 1 tahun sekali (Minimal mencakup :
Salmonella typhi, Hepatitis A, dan TB)
2. Cek kondisi karyawan setiap sebelum memulai produksi secara visual, dibantu dengan pengecekan suhu (thermometer) oleh Quality control
3. Cek kondisi karyawan setiap 2 minggu sekali dengan cara dilakukan Swab antigen oleh Quality control
4. Cek hasil medical check up terkait : Salmonella Typhi, Hepatitis A dan TB tiap minimal 1 tahun
terhadap kemanan pangan
2. Lakukan mutasi karyawan ke bagian lain (bagian yang tidak
kontak dengan
pangan) ketika
ditemukan ada
karyawan yang sakit,
atau lakukan
pemulangan karyawan untuk pemulihan / beristirahat untuk penyakit
yg menular
Pengendalia n Sanitasi)
3. Lakukan penggantian thermometer
ketika hasilnya menunjukkan
ketidakakuratan/
keanehan , sehingga menyulitkan dalam mengambil
keputusan.
Serta melakukan pemulangan karyawan dalam rangka pemulihan /
istirahat hingga kondisi karyawan normal kembali
8 MENGHILANGKA N HAMA DARI UNIT
PENGOLAHAN
Menghilangkan hama dari unit pengolahan: 1. Pastikan tidak terdapat barang/ benda/
tempat yang menarik kehadiran hewan pengerat / serangga
2. Pastikan tidak ada akses masuk ( lubang ) untuk hama
3. Pastikan dilakukan evaluasi pest control 4.
Pastikan pintu akses masuk ke ruang produksi selalu tertutup ketika tidak digunakan ( door closer )
5. Pastikan pintu akses masuk ke toilet selalu tertutup ketika tidak digunakan (door closer)
1. Cek kebersihan
dan kelembaban serta tata letak penyimpanan bahan baku dan produk jadi di area tempat penyimpanan apakah sesuai dengan standar , pemeriksaan dilakukan tiap hari secara visual setelah produksi secara visual oleh QC produksi
2. Cek kebersihan saluran atau lubang yang ada di area produksi, baik itu ruang produksi, toilet serta wastafel cuci tangan setiap hari sebelum dan sesudah produksi secara visual oleh bagian utility
3. Cek laporan pest control dari bagian utility terkait hewan /hama apa yang ditemukan selama produksi dan selama tidak produksi di
1. Lakukan pembersihan kembali
pada gudang
penyimpanan bahan baku dan gudang penyimpanan produk jadi
2. Lakukan pembersihan
kembali saluran atau lubang yang ada di unit produksi
3. Lakukan
pelatihan karyawan terkait
pengendalian hama 4. Lakukan modifikasi
pengendalian hama yang dilakukan di unit produksi ketika hasilnya sudah tidak efektif
5. Lakukan
pengecekan pintu masuk
unit produksi dan pintu
Dokume n SSOP 01
(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)
NO 8 KUNCI POKOK SANITASI
PROSEDUR MONITORING
[4W(what,where,when,who), 1How]
KOREKSI REKAMAN
tiap ruangan produksi secara visual dengan menggunakan alat trap hama oleh bagian Quality Assurance
4. Cek kondisi fisik pintu masuk selama proses produksi di area produksi setiap 4 jam setiap hari secara visual oleh penanggung jawab produksi
5. Cek Kondisi fisik pintu toilet di area toilet selama proses produksi setiap 4 jam setiap hari secara visual oleh cleaning service
toilet (pastikan kondisi masih baik dan mudah tertutup sendiri / door closer), jika setelah
dicek kondisi
rusak,perbaiki atau ganti bagian yang rusak.