• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK 2

N/A
N/A
LORENSIUS 88

Academic year: 2024

Membagikan "KELOMPOK 2"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENJAMINAN MUTU

DOSEN PENGAMPU:

Addion Nizori, S.TP., M. Sc P.h.D

Disusun Oleh:

Kelompok 9/ R001

Mei Indah Lestari D1C022003 Joy Talenta Agustina Purba D1C022035 Diva Rayetha Lorensius G D1C022061 Giofani Pratama D1C022085

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI

2024

(2)

Komitmen Manajemen

Abon Sapi “DOMEGIGIWAN’’

Abon nya orang pintar

ABON SAPI

“DOMEGIGIWAN”

Pimpinan Puncak, ttd

Prof., Dr. Diva Rayetha Lorensius Ginting CAT, CFTe, S.TP., P.h.D

(3)

Formulir 1. Tim GMP

a. Surat penugasan dari Pimpinan Puncak: .SK-GMP-01/08/2021 b. Tabel tim GMP

Diskripsi produk

Formulir 2a. Komposisi bahan ingredien dan bahan baku serta bahan tambahan

BAHAN BAKU UTAMA

BUAH PEPAYA

BAHAN

INGREDIEN LAIN

Minyak goreng, Kaldu Bubuk, dan Tepung Terigu

BAHAN PENGEMAS

PRIMER: PLASTIK (stand up pouche)

SEKUNDER: Setiap 10 pcs dibungkus

menggunakan kemasan karton/dus

(4)

Formulir 2b. Diskripsi bahan baku (bahan baku utama & ingredien lain)

No Kategori Uraian

1. Nama bahan baku Buah Pepaya

3. Komposisi (diisi bila produk formulasi)

4. Pengemasan Plastik

5, Masa kadaluarsa dalam kondisi

penyimpanan dalam suhu ruang

1 Bulan

6. Cara transportasi Mobil

7. Cara penyimpanan Suhu ruang, bersih dan kering 8. Persyaratan SNI/regulasi

9. Persyaratan yang ditetapkan Sesuai dengan syarat SNI 7388:2009 adalah papaya segar dan PerBPOM No 5 Tahun 2018, segar, bersih, bewarna cerah dan tidak busuk

(5)

No Kategori Uraian

1. Nama bahan baku minyak goreng

3. Komposisi Minyak sawit, Vitamin A (mengandung antiokasidan di alfa tokoferol.

4. Pengemasan Dalam botol 5, Masa

kadaluarsa dalam kondisi penyimpanan ...

Sesuai dengan tanggal kadaluarsa produk

6. Cara transportasi Mobil 7. Cara

penyimpanan Suhu ruang, bersih dan kering 6. Persyaratan

SNI/regulasi

Persyaratan yang

ditetapkan

Memenuhi SNI 3747:2009

(6)

No Kategori Uraian

1. Nama bahan baku Minyak Goreng 3. Komposisi (diisi

bila produk formulasi)

Minyak Sawit, Vitamin A (mengandung anti oksidan di alfa tokoferol)

4. Pengemasan Jerigen 5, Masa

kadaluarsa dalam kondisi penyimpanan suhu

ruang

Sesuai dengan tgl kadaluarsa produk

6. Cara transportasi Mobil 7. Cara

penyimpanan Di simpan di suhu ruang, tempat tertutup, kering dan bersih

8. Persyaratan SNI/regulasi

9. Persyaratan yang

ditetapkan

Berwarna jernih, tidak berbau, memenuhi syarat SNI 7709:2012

(7)

No Kategori Uraian

1. Nama bahan baku Kaldu bubuk 3. Komposisi (diisi

bila

produk formulasi)

Kaldu bubuk

4. Pengemasan Kemasan Plastik 5, Masa kadaluarsa

dalam kondisi penyimpan an

N/A

6. Cara transportasi Mobil 7. Cara

penyimpanan Di simpan di suhu ruang, tempat tertutup, kering dan bersih 8. Persyaratan

SNI/regulasi

9. Persyaratan yang

ditetapkan

Sesuai SNI 01-3140-2001

(8)

No Kategori Uraian

1. Nama bahan baku Air sumur 3. Komposisi (diisi bila

produk formulasi) -

4. Pengemasan Galon botol 5, Masa kadaluarsa

dalam kondisi penyimpanan suhu ruang kering dan bersih

6 Bulan

6. Cara transportasi Mobil

7. Cara penyimpanan Di simpan di suhu ruang, kering dan bersih 8. Persyaratan

SNI/regulasi

9. Persyaratan yang

ditetapkan

Sesuai syarat SNI 19-4370-2004, Jernih, bersih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak keruh

(9)

Formulir 2c. Diskripsi produk akhir

No Kategori Uraian

1. Nama Produk Stick Pepaya 2. Kategori proses Penggorengan

3. Komposisi Pepaya, tepung terigu , Minyak Sawit dan kaldu

4. Pengemasan Primer : Plastik Stand Up Pouch

Sekunder: Setiap 10 pcs dibungkus dengan dus 5, Masa kadaluarsa

dalam kondisi penyimpanan suhu ruangan, bersih dan kering

1 bulan

6. Cara transportasi Mobil 7. Cara

penyimpanan Simpan di suhu ruangan, bersih dan kering 8. Persyaratan

SNI/regulasi

9. Persyaratan pelanggan

Stick pepaya yang gurih dan enak

(10)

Formulir 3.Tujuan penggunaan produk dan pengguna produk

Nama Produk: Stick pepaya“Pawpaw Stick”

Umur simpan: 1 bulan Lama penggunaan oleh konsumen (setelah produk dibuka):7 hari Kondisi Penyimpanan yang

Disarankan

Sarana penyimpanan yang dimiliki

Sarana penyimpanan yang dimiliki

konsumen:

Toples kedap udara distributor:

Tempat bersuhu ruang, bersih dan kering

Petunjuk Penggunaan:

Bisa langsung di kosumsi

Penggunaan yang

Diharapkan oleh Konsumen:

Camilan

Target Populasi Konsumen:

Masyarakat Umum

Konsumen lain yang mungkin ikut menggunakan:

………..

(11)

Formulir 4. Identifikasi bahaya dan Pengendaliannya

No. Bahaya Pengendaliannya

Cemaran Mikrobiologi

1. E. coli Hygiene karyawan (cuci tangan

sebelum bekerja)

Hindari kontaminasi silang Hindari pertumbuhan dengan suhu dingin

2. Salmonella sp. Panaskan produk sampai suhu 60˚C

selama 1-3 menit

Hindari kontaminasi silang Hindari pertumbuhan dengan suhu dingin

3. Staphylococcus aureus Pendinginan cepat dan cegah kontaminasi silang setelah pemanasan.

Jaga suhu < 10˚C untuk menghindari pertumbuhan dan produksi toksin setelah pemanasan

4. ALT Pengendalian suhu selama transport

storage dan display

5. Koliform Cuci tangan sebelum bekerja

Menghindari kontaminasi silang

6. Bacillus cereus Harus didinginkan dengan cepat

sampai suhu <10˚C untuk mencegah pertumbuhan

7. Kapang dan Khamir Pastikan wadah kering dan tidak lembab Pastikan bahan baku kering tidak lembab atau bergumpal

Cemaran Kimia

9 As, Pb, Hg, Cd, Sn Pengendalian supplier

Cemaran Fisik

10 Rambut Gunakan penutup kepala

11 Perhiasan Hindari penggunaan perhiasan pada

karyawan

12 pakaian Gunakan pelapis pakaian (seperti

celemek)

(12)

Penyortiran Pencucian Pengupasan

Pengirisan Penggorengan

Pencampuran Pengemasan penempelan label

pemasaran

Formulir 4. Diagram alir proses

Diagram alir proses/prosedur

pengolahan Stick Pepaya

(13)

Formulir 5. Peta unit pengolahan

Keterangan

1. Tempat cuci tangan (wastafel) 2. Rak Bahan bumbu kering

3. Rak bahan mentah basah ( Buah Pisang) 4. Kompor Gas

5. Tempat peralatan 6. Toilet

7. Sekat Pembatas 8. Tempat pengemasan

9. Sekat antara area luar dan area produksi 10. Area Luar Produksi

11. Meja Produksi

(14)

Formulir 6. SOP PROSES PENGOLAHAN STICK PEPAYA

Penanggung Jawab :Anisa Julia Sabrina

Acuan: PerBPOM No 13 Tahun 2019, PerBPOM No 5 Tahun 2018 No Langkah-langkah utama

proses

Instruksi kerja Pelaksana 1. Penerimaan bahan baku Cek invoice Penjamin

Bahan baku (Gudang)

2. Cek kondisi dan kualitas

barang

Simpan barang di tempat penyimpanan

Ambil bahan baku yang memenuhi syarat

3. Penyimpanan Bahan Baku Pastikan prinsip FEFO dan FIFO

terpenuhi

QC

Jaga suhu penyimpanan 4. Persiapan alat dan bahan Cek kondisi alat masih baik,

layak dan bersih

Supervisor Produksi Kondisi bahan bersih dan

segar

Pastikan alat dan bahan sudah tersedia dan lengkap sesuai yang diperlukan 5. Pengupasan dan

pengirisan Pepaya

Pastikan terdapat wadah pembuangan kulit Pisang

Supervisor Produksi Iris dengan ketebalan 2-3 cm

Pastikan ukuran yang dibuat kurang lebih sama

6. Perendaman dalam larutan Pastikan penimbangan bahan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan

QC produksi

7. Penggorengan Cek suhu minyak hingga sesuai

dengan yang ditetapkan

QC produksi

Pastikan tidak terdapat hama atau bahan lain yang masuk

kedalam wajan penggorengan

QC produksi

8. Peirisan Minyak Cek kebersihan wadah penirisan

QC produksi Pastikan wadah penirisan

tidak

terkena air atau lembab karena air

QC produksi

9. Pencampuran Bumbu Pastikan campuran semua bahan homogen

QC produksi tikan menggunakan sarung

tangan, masker, penutup kepala dan celemek ketika melakukan pencampuran bumbu

(15)

11. Pengemasan stik pepaya ke kemasan primer

Pastikan kemasan dalam kondisi yang baik (tidak bocor, kotor,

tidak bisa di seal, lembab)

QC produksi

Pastikan petugas

pengemasan menggunakan sarung tangan, masker, celemek dan penutup kepala

QC produksi

12. Penempatan Label

Kemasan Pastikan informasi pada label

sesuai QC produksi

13. Pengemasan ke kemasan sekunder

Pastikan dalam 1 dus ada 10 bungkus plastik keripik

QC produksi Cek kondisi kardus (bersih,

kering, tidak berdebu, tidak terdapat hama)

QC produksi

14. Pemasaran Produk Pastikan informasi yang diberikan sesuai (informasi tentang keamanan dan kebersihan, informasi tentang bahan yang digunakan)

Marketing

(16)

Formulir 7. Operasionalisasi GMP (SSOP) Stick Pepaya “Paw Paw Stick”

NO 8

KUNCI POKOK SANITASI

PROSEDUR MONITORING

[4W(what,where,when,who), 1How]

KOREKSI REKAMAN

1 KEAMANAN

AIR DAN ES

(tidak

menggunakan es)

Menjaga Keamanan Air:

1. Pastikan suplai air aman untuk digunakan

dengan cara memeriksa air ke laboratorium tiap 6 bulan sekali 2. Pastikan kejernihan air yang digunakan dalam proses produksi

1. Periksa hasil uji

laboratorium keamanan air yang dilakukan tiap 6 bulan sekali oleh Quality Control (QC)

2. Cek kejernihan air mengalir dari keran di wastafel yang akan digunakan untuk mencuci jagung secara visual oleh tim Cleaning Service tiap sebelum memulai produksi

1. Hentikan produksi 2. Lakukan pengolahan air hingga didapatkan hasil uji ulang yang sesuai dengan standar air bersih 3. Kuras Bak

penampungan

Dokume n SSOP 01

(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)

(17)

NO 8 KUNCI POKOK SANITASI

PROSEDUR MONITORING

[4W(what,where,when,who), 1How]

KOREKSI REKAMAN

2 KONDISI DAN KEBERSIHAN PERMUKAAN YANG KONTAK DENGAN BAHAN PANGAN

Menjaga kondisi dan kebersihan permukaan yang kontak dengan bahan pangan : 1. Bersihkan alas tempat produksi untuk pemipilan jagung, penghalusan jagung, pengadonan campuran

ingredient,

penggorengan adonan, penirisan minyak pada hasil penggorengan, penimbangan hasil penggorengan

2. Lakukan pembersihan peralatan produksi, seperti : wadah pencucian jagung, blender, tempat adonan, pisau, wadah penampungan kulit pisang dan timbangan 3. Pastikan

kebersihan lingkungan

4. Pastikan semua

peralatan disimpan pada lemari tertutup setelah selesai produksi

1. Cek kebersihan meja produksi di tempat produksi pada proses pemipilan jagung, penghalusan jagung, pengadonan

campuran ingredien,

penggorengan adonan, penirisan minyak pada hasil penggorengan, penimbangan hasil penggorengan setiap akan dimulai produksi dan 4 jam sekali secara visual oleh QC Produksi

2. Cek kebersihan peralatan produksi wadah pencucian jagung, blender, tempat adonan, pisau, wadah penampungan pipil jagung, dan timbangan sebelum dilakukan proses produksi dan setiap 4 jam sekali secara visual oleh QC Produksi

3. Cek kebersihan lingkungan di seluruh area produksi sebelum dilakukan produksi dan tiap 8 jam sekali secara visual oleh QC Produksi

4. Cek penyimpanan peralatan setiap setelah dilakukan proses produksi dan pembersihan alat di area produksi secara visual oleh QC

Produksi

Hentikan produksi - Bersihkan kembali Meja produksi di setiap proses pengolahan

- Bersihkan kembali peralatan produksi yang terdiri dari : wadah

pencucian bawang, blender / mesin

penghalus bumbu, mixer, talenan, pisau, mesin penipis, dan timbangan. - Bersihkan kembali

lingkungan unit produksi - Bersihkan kembali peralatan ketika tidak disimpan di dalam lemari tertutup

Dokume n SSOP 01

(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)

(18)

NO 8 KUNCI POKOK SANITASI

PROSEDUR MONITORING

[4W(what,where,when,who), 1How]

KOREKSI REKAMAN

3 PENCEGAHAN KONTAMINASI SILANG

Mencegah kontaminasi silang :

1. Pastikan alur proses tidak bersilangan dalam area produksi

2. Pastikan penggunaan

alat tidak

menyebabkan kontaminasi silang 3. Pastikan

karyawan mematuhi peraturan personal Hygiene (Celemek, Masker, Sarung

tangan,

tidak menggunakan aksesoris, gunakan penutup kepala, membersihkan kuku dan tangan )

1. Cek penyimpanan bahan baku kering dan bahan baku basah tidak digabung dalam satu lemari yang sama setiap sebelum proses produksi secara visual oleh Penjamin bahan baku

2. Cek penyimpanan alat telah berada pada lemari penyimpanan dalam kondisi bersih di area produksi masing-masing sebelum memulai proses dan setelah selesai proses produksi scara visual oleh QC Produksi

3. Cek kepatuhan penggunaan pakaian kerja, masker, sarung tangan, penutup kepala, dan kebersihan kuku tangan setiap sebelum produksi dan dilihat setiap 8 jam sekali secara visual oleh QC Produksi

1. Kembalikan ke tempat penyimpanan yang sesuai antara bahan baku basah dan bahan baku kering 2. Bersihkan

kembali alat yang digunakan ke tempat masingmasing di ruang produksi

3. Lakukan

pelatihan tentang penggunaan pakaian kerja, masker, sarung tangan, penutup

kepala, dan

kebersihan kuku tangan ketika sedang melakukan

proses produksi

Dokume n SSOP 01

(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)

4 MENJAGA FASILITAS PENCUCI TANGAN, SANITASI TOILET

DA

N Menjaga fasilitas pencuci tangan, sanitasi dan toilet:

1. Bersihkan setiap selesai digunakan 2. Lakukan sanitasi setiap 8 jam sekali 3.

Pastikan pemasokan air bersih tersedia dalam jumlah yang cukup

Cek kebersihan toilet, wastafel cuci tangan, di toilet setiap 8 jam secara visual oleh penanggung jawab utility

2. Cek pelaksanaan sanitasi di wastafel cuci tangan, toilet dan peralatan sanitasi setiap 8 jam sekali secara visual oleh penanggung jawab utility

3. Cek kondisi pemasokan air bersih setiap akan mulai kerja dan setiap 4 jam sekali secara visual oleh

penanggung jawab utility

Bersihkan kembali toilet,

wastafel cuci tangan di toilet

2. Lakukan

pelatihan tentang sanitasi serta lakukan pergantian alat yang telah rusak

3. Lakukan pemeriksaan dan lakukan perbaikan sarana air yang ada di area produksi

Dokume n SSOP 01

(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)

(19)

5 PROTEKSI DARI BAHAN-BAHAN KONTAMINAN

Melakukan proteksi dari bahan bahan kontaminan:

1. Pastikan atap, langit-langit, pintu atau penerangan serta exhaust sebagai

Cek kondisi dan kelayakan atap, langit-langit, pintu atau penerangan serta exhaust sebagai pengatur sirkulasi udara sesuai dengan standar

1. Lakukan

pengecekan kembali

dan lakukan

perbaikan kelayakan atap, langit-langit, pintu

atau penerangan serta

Dokume n SSOP 01 (Formuli r

Rekama n

(20)

NO 8 KUNCI POKOK SANITASI

PROSEDUR MONITORING

[4W(what,where,when,who), 1How]

KOREKSI REKAMAN

pengatuh serkulasi udara dalam kondisi baik dan

pastikan seluruh

lampu berpelindung 2. Pastikan lampu cukup terang

3. Perbaiki dan pisahkan peralatan yang sudah rusak

dan pastikan seluruh lampu berpelindung di ruang pengemasan dan ruang produksi setiap 3 hari sekali secara visual oleh utility

2. Cek tingkat penerangan di ruang produksi dan pengemasan setiap

1 bulan sekali dengan alat Luxmeter oleh bagian utility

3. Cek kondisi masing-masing peralatan serta berikan label untuk alat baik yang masih digunakan atau yang sudah rusak di setiap bagian produksi setiap satu bulan sekali secara visual oleh bagian utility di setiap bagian produksi

exhaust sebagai pengatur sirkulasi udara, pelindung lampu yang ada di area produksi

2. Lakukan

pelatihan karyawan

kembali untuk

menggunakan alat Luxmeter 3. Lakukan pengecekan alat secara berkala

apakah

masih dalam kondisi baik atau rusak serta

berikan

pelabelan bagi alat yang

baik maupun alat yang

Harian Pengendalia n Sanitasi)

rusak, lalu lakukan perbaikan pada alat yang

rusak

(21)

6 PELABELAN, PENYIMPANAN, DAN

PENGGUNAAN BAHAN TOKSIN YANG BENAR

Pelabelan, penyimpanan, dan penggunaan bahan toksin yang benar:

1. Gunakan bahan-bahan kimia dengan cara yang benar 2. Beri label terhadap bahan- bahan kimia dengan benar serta simpan bahan kimia di tempat yang sesuai

• 3. Lampirkan dan

sosialisasikan MSDS pada setiap bahan kimia pembersih yang digunakan

1. Cek apakah penanganan bahan kimia yang digunakan di ruang penyimpanan telah memenuhi standard dan menggunakan APD (masker, kacamata, sarung tangan) secara visual setiap selesai produksi oleh bagian cleaning service

2. Cek pelabelan pada bahan- bahan sanitasi ruangan dan sanitasi peralatan di tiap tempat penyimpanan bahan toksin secara visual setiap minggu oleh bagian cleaning service

3. Cek dokumen pelatihan karyawan apakah telah disosialisasikan terkait MSDS dan bahan kimia sanitasi yang digunakan di ruang produksi setiap satu bulan sekali secara visual oleh

Quality Assurance

1. Lakukan pelatihan kembali dalam hal penggunaan,

penanganan dan bahan kimia yang digunakan untuk sanitasi

2. Lakukan

modifikasi system sanitasi apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai standar, baik itu pergantian bahan sanitasi atau tata cara penggunaan bahan sanitasi

3. Lakukan peltihan karyawan

yang didalamnya terdapat sosialisasi terkait MSDS dari bahan kimia sanitasi yang digunakan

agar penanganan

sesuai standar.

Dokume n SSOP 01

(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)

7 PENGAWASAN

KONDISI KESEHATAN PERSONEL YANG DAPAT

Pengawasan kondisi

kesehatan personel yang dapat

mengakibatkan kontaminasi:

1. Pastikan personel yang menangani makanan dan prosessing melakukan tindangan

pengamanan untuk mencegah

Cek kuku, penggunaan pakaian kerja dan APD karyawan di ruang produksi setiap akan memulai produksi secara visual oleh QC Produksi

1. Lakukan pelatihan karyawan kembali terkait Hygiene perseorangan agar

meningkatkan kesadaran

akan pentingnya kebersihan diri

Dokume n SSOP 01 (Formuli r

Rekama n Harian

(22)

NO 8 KUNCI POKOK SANITASI

PROSEDUR MONITORING

[4W(what,where,when,who), 1How]

KOREKSI REKAMAN

MENGAKIBATKA N KONTAMINASI

terjadinya kontaminasi pada makanan 2. Pastikan karyawan yang bekerja di ruangan produksi dalam kondisi sehat

• 3. Lakukan Medical Check Up minimal 1 tahun sekali (Minimal mencakup :

Salmonella typhi, Hepatitis A, dan TB)

2. Cek kondisi karyawan setiap sebelum memulai produksi secara visual, dibantu dengan pengecekan suhu (thermometer) oleh Quality control

3. Cek kondisi karyawan setiap 2 minggu sekali dengan cara dilakukan Swab antigen oleh Quality control

4. Cek hasil medical check up terkait : Salmonella Typhi, Hepatitis A dan TB tiap minimal 1 tahun

terhadap kemanan pangan

2. Lakukan mutasi karyawan ke bagian lain (bagian yang tidak

kontak dengan

pangan) ketika

ditemukan ada

karyawan yang sakit,

atau lakukan

pemulangan karyawan untuk pemulihan / beristirahat untuk penyakit

yg menular

Pengendalia n Sanitasi)

3. Lakukan penggantian thermometer

ketika hasilnya menunjukkan

ketidakakuratan/

keanehan , sehingga menyulitkan dalam mengambil

keputusan.

Serta melakukan pemulangan karyawan dalam rangka pemulihan /

istirahat hingga kondisi karyawan normal kembali

(23)

8 MENGHILANGKA N HAMA DARI UNIT

PENGOLAHAN

Menghilangkan hama dari unit pengolahan: 1. Pastikan tidak terdapat barang/ benda/

tempat yang menarik kehadiran hewan pengerat / serangga

2. Pastikan tidak ada akses masuk ( lubang ) untuk hama

3. Pastikan dilakukan evaluasi pest control 4.

Pastikan pintu akses masuk ke ruang produksi selalu tertutup ketika tidak digunakan ( door closer )

5. Pastikan pintu akses masuk ke toilet selalu tertutup ketika tidak digunakan (door closer)

1. Cek kebersihan

dan kelembaban serta tata letak penyimpanan bahan baku dan produk jadi di area tempat penyimpanan apakah sesuai dengan standar , pemeriksaan dilakukan tiap hari secara visual setelah produksi secara visual oleh QC produksi

2. Cek kebersihan saluran atau lubang yang ada di area produksi, baik itu ruang produksi, toilet serta wastafel cuci tangan setiap hari sebelum dan sesudah produksi secara visual oleh bagian utility

3. Cek laporan pest control dari bagian utility terkait hewan /hama apa yang ditemukan selama produksi dan selama tidak produksi di

1. Lakukan pembersihan kembali

pada gudang

penyimpanan bahan baku dan gudang penyimpanan produk jadi

2. Lakukan pembersihan

kembali saluran atau lubang yang ada di unit produksi

3. Lakukan

pelatihan karyawan terkait

pengendalian hama 4. Lakukan modifikasi

pengendalian hama yang dilakukan di unit produksi ketika hasilnya sudah tidak efektif

5. Lakukan

pengecekan pintu masuk

unit produksi dan pintu

Dokume n SSOP 01

(Formulir Rekaman Harian Pengendalia n Sanitasi)

(24)

NO 8 KUNCI POKOK SANITASI

PROSEDUR MONITORING

[4W(what,where,when,who), 1How]

KOREKSI REKAMAN

tiap ruangan produksi secara visual dengan menggunakan alat trap hama oleh bagian Quality Assurance

4. Cek kondisi fisik pintu masuk selama proses produksi di area produksi setiap 4 jam setiap hari secara visual oleh penanggung jawab produksi

5. Cek Kondisi fisik pintu toilet di area toilet selama proses produksi setiap 4 jam setiap hari secara visual oleh cleaning service

toilet (pastikan kondisi masih baik dan mudah tertutup sendiri / door closer), jika setelah

dicek kondisi

rusak,perbaiki atau ganti bagian yang rusak.

(25)

Gambar

Formulir 4. Diagram alir proses

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memperhatikan situasi dan kondisi dari masing-masing tahapan proses, maka penentuan jumlah mesin atau peralatan produksi jika produk berkualitas jelek

Keterangan: * Jenis peralatan olahraga disesuaikan dengan jenis ketunaan ** Isilah dengan tanda ceklis () pada kolom jawaban “Baik” atau “Rusak” sesuai

Dalam produksi bumbu penyedap rasa royco granule , pemantauan dilakukan secara observasi visual untuk melihat kondisi mesin dan peralatan, serta dengan dilakukannya

Dengan demikian, informasi tentang alat yang sedang digunakan, alat yang tersedia, kondisi alat yang masih baik atau rusak, laporan statistik alat yang sering digunakan, stok

Penyimpanan mesin / peralatan produksi yang telah dibersihkan tetapi belum digunakan harus di tempat bersih dan dalam kondisi baik, sebaiknya permukaan peralatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan peralatan crushing plant dan waktu kerja efektif untuk memperkirakan kondisi alat, kondisi manajemen produksi dan

Menurut Anizar (2009:4) kondisi tidak aman (unsafe condition) meliputi : Peralatan yang sudah tidak layak pakai atau rusak, pelindung atau pembatas tidak memadai, alat

YA TIDAK Wadah penyimpanan bahan dalam kondisi baik tidak bocor/rusak Wadah penyimpanan bahan memiliki label yang jelas Tempat penyimpanan bahan bersih dari ceceran/spill bahan APD