Dalam pengajaran bahasa asing, Bell (2005 dalam Lee, 2010) dalam penelitiannya mengenai karakteristik guru bahasa asing yang baik menurut pandangan guru bahasa asing SMA di Amerika menemukan bahwa guru bahasa asing yang baik menunjukkan persetujuan yang kuat. pada tipe. pengetahuan dan Penny Ur (2001: 1) menambahkan bahwa guru bahasa asing selain memiliki kompetensi bahasa yang diajarkannya juga harus memahami aspek pedagogi pengajaran agar tercipta pengajaran di kelas yang efektif. Mewujudkan guru bahasa asing (Inggris) yang memiliki karakter idealis sebagaimana diuraikan di atas merupakan tantangan berat yang dihadapi lembaga pendidikan guru di Indonesia.
Meskipun masalah ini tidak hanya dialami oleh guru yang mengajar bahasa asing di Indonesia tetapi juga di negara lain yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing (Borg in Lee), otoritas pendidikan Indonesia harus menyelidiki akar penyebab masalah ini untuk mengetahuinya. penyebab yang ditemukan. solusi yang tepat. Mengangkat guru bahasa Inggris yang kompetensinya terbatas akan membuahkan hasil yang juga berkompetensi tinggi. Sebuah hasil penelitian melaporkan bahwa guru bahasa asing sangat rentan mengalami stres akibat kemampuan berbahasa yang kurang memadai (Mousavi). Situasi ini sangat mungkin terjadi pada siswa PPL yang sebagian besar baru merasakan pengalaman menjadi guru sungguhan.
Oleh karena itu, perlu dirumuskan harapan tutor dan mahasiswa mengenai kemampuan belajar mahasiswa PPL di program studi pendidikan bahasa Inggris, sehingga buku ini mempunyai manfaat teoritis berupa pemahaman dan pengayaan teori pembelajaran bahasa asing (Inggris) bagi mahasiswa muda. . Selain itu, pemahaman dan pengayaan teori-teori tersebut dapat memberikan landasan bagi pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan seperti perancang kurikulum untuk merancang kurikulum pembelajaran bahasa Inggris yang menarik bagi pembelajar muda.
PENGAJARAN BAHASA ASING
Studi Terdahulu
Kajian kualitatif lainnya dalam bidang pengajaran bahasa Inggris membahas tentang kegelisahan yang dialami guru terkait dengan perannya yang sangat kompleks (Mousavi). Peneliti menggunakan metode wawancara untuk mengeksplorasi kecemasan yang dialami oleh guru yang terdiri dari guru non-penutur asli bahasa Inggris dan guru penutur asli bahasa Inggris. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mayoritas non-native speaker menganggap profesi guru bahasa Inggris merupakan salah satu profesi yang menimbulkan kecemasan.
Temuan lain dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa beberapa penutur asli bahasa Inggris juga mempertimbangkan hal ini.
Konsep Teori Ekspektasi
- Landasan Teori Harapan
- Hubungan Harapan dengan Kinerja
Apabila seseorang menginginkan sesuatu, maka ia akan bertindak atau melakukan sesuatu untuk mencapai keinginan tersebut. Secara sederhana teori harapan dapat digambarkan dengan mengatakan bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu, dan harapan untuk mendapatkan sesuatu itu cukup tinggi, maka orang tersebut akan mempunyai motivasi yang tinggi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebaliknya, jika harapan untuk mendapatkan apa yang diinginkan tipis, maka motivasi seseorang untuk berusaha pun akan rendah.
Victor Vroom (1994) adalah orang pertama yang memaparkan teori harapan secara konseptual dengan mengajukan persamaan berikut. New York: Wiley & Sons, 1989. kebutuhan untuk mencapai hasil, berkaitan dengan preferensi terhadap hasil yang dapat dilihat oleh setiap individu. Untuk mendapatkan penjelasan mengenai hubungan antara harapan dan kinerja, penulis membuat analogi pada gambar berikut.
Mungkin dalam hati Annie mengharapkan kinerja dengan imbalan tertentu, misalnya kenaikan pangkat, setelah itu Annie menentukan besaran valensinya, yaitu nilai ketertarikannya terhadap pekerjaan yang akan diselesaikan. Dengan cara ini, Annie dapat menggunakan rumus persamaan ekspektasi dengan banyak hasil, menimbang, menyeimbangkan, dan bahkan menukar beberapa hasil dan valensinya.
Konsep Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Kedua/Asing
Konsep ini banyak digunakan oleh para pemerhati pendidikan dan kemudian menciptakan model pembelajaran bahasa kedua/asing untuk anak.10. Berkaitan dengan pembelajaran bahasa kedua/asing, Lado merumuskan sebuah konsep yang dikenal dengan strategi pembelajaran universal. Dalam konsep tahapan yang dikemukakannya, beliau menyatakan bahwa terdapat suatu rangkaian pembelajaran/pemerolehan bahasa kedua yang dilalui siswa sebelum menguasai suatu aspek bahasa kedua/asing.
Namun para ahli bahasa belum mampu menjelaskan penyebab perkembangan pembelajaran bahasa kedua, selain mengatakan bahwa proses tersebut terjadi pada struktur otak manusia. Ulasan para ahli bahasa tentang perkembangan dan urutan penguasaan aspek-aspek tertentu dalam suatu bahasa kedua merupakan suatu konsep yang penting untuk diketahui oleh seorang guru. Dengan mengetahui tahapan perkembangan siswa, guru dapat merancang teknik pengajaran yang memperhatikan perkembangan keterampilan siswa dalam belajar bahasa Inggris.
Prinsip-prinsip tersebut dianggap praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa kedua/asing, yaitu prinsip yang ditujukan pada penguasaan bahasa secara praktis, prinsip yang bertujuan untuk beradaptasi pada pembelajar dan prinsip yang ditujukan pada kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran bahasa. 11. Prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam pemerolehan bahasa secara praktis meliputi pemilihan dan penyajian materi yang dapat digunakan dalam situasi alami.
EKSPEKTASI SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MAHASISWA PPL
Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik adalah kemampuan memahami peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan mengembangkan peserta didik untuk mewujudkannya.
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Profesional
Kompetensi Sosial
Pencapaian hasil akhir pengalaman praktek lapangan mahasiswa PPL Jurusan Tarbiyah STAIN Parepare didasarkan pada 3 aspek penilaian yaitu. Dalam hal ini mahasiswa PPL cukup baik dalam merencanakan dan memilih strategi dan metode pembelajaran. Menurut penilaian tutor, keterampilan siswa PPL cukup baik dalam memilih perangkat penilaian pada setiap proses pembelajaran yang mereka jalani.
Siswa PPL dalam memulai pembelajaran dinilai cukup baik karena selalu memulai proses pembelajaran dalam suasana santai dan nyaman. Kepuasan siswa terhadap kemampuan siswa PPL dalam menyampaikan materi tercermin dari antusiasme dan daya tanggapnya yang cukup tinggi. Dosen pembimbing juga menilai mahasiswa PPL mampu memberikan alternatif pemecahan permasalahan mahasiswa sehingga dapat menyelesaikan tugas pembelajaran yang diberikan.
Di bawah pengawasan tutor, mahasiswa PPL dinilai sangat berhasil menciptakan interaksi belajar yang baik selama proses pembelajaran. Diperkirakan kemampuan mahasiswa PPL dalam menyediakan media pembelajaran dapat meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan bagi mahasiswa. Pendamping berpendapat bahwa indikator ini cukup baik bagi mahasiswa PPL dalam proses pembelajaran.
Kekayaan pengetahuan tentang strategi dan metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa PPL memberikan suasana baru bagi mahasiswa. Mahasiswa PPL dinilai berhasil menciptakan suasana kelas yang kondusif, aman, nyaman dan tidak bising selama proses pembelajaran. Secara umum mereka menjawab tidak mengalami permasalahan dan kesulitan belajar tersebut ketika diajarkan oleh mahasiswa PPL.
Tutor menilai mahasiswa PPL Jurusan Tarbiyah STAIN Parepare dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik dan memuaskan. Tutor menilai seluruh indikator tersebut telah dipenuhi dengan baik oleh mahasiswa PPL dalam melaksanakan tugasnya. Keterampilan mahasiswa PPL lulusan Tarbiyah STAIN Parepare telah memenuhi standar kualifikasi sebagai guru karena mampu menerapkan 4.
DAFTAR PUSTAKA
TENTANG PENULIS