5
thgroup
Kerangka
Konseptual Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi Sektor Publik
Misni Erwati, S.E., M.Si
Group Members
C1C022039
01
Tila Ananta Sabara
02 03 04
Yohanes Kurniawan Manurung Fadhlan Rizka
Dini Fadjira Syabrani
C1C022087 C1C022138 C1C022153
Definisi Kerangka Konseptual
Akuntansi Sektor Publik
01
Kerangka dasar adalah konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan dalam sektor publik untuk kepentingan eksternal.
Tujuannya sebagai acuan bagi :
• Tim penyusun standar keuangan sektor publik dalam melaksanakan tugasnya.
• Penyusun laporan keuangan untuk memahami praktik akuntansi menurut prinsip akuntansi yang secara lazim dan standar akuntansi keuangan sektor publik.
• Auditor (BPK), dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi dan berterima umum.
• Para pemakai laporan keuangan sektor publik, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai standar akuntansi keuangan sektor publik.
Kerangka dasar bukan sebagai standar akuntansi keuangan sektor publik, tetapi sebagai acuan oleh komite penyusun standar akuntansi
keuangan sektor publik dalam pengembangan standar akuntansi keuangan sektor publik di masa depan dan peninjauan kembali ASP
yang berlaku, serta menjamin kurangnya konflik tersebut.
Kerangka dasar bukan sebagai standar akuntansi keuangan sektor publik, tetapi sebagai acuan oleh komite penyusun standar akuntansi
keuangan sektor publik dalam pengembangan standar akuntansi keuangan sektor publik di masa depan dan peninjauan kembali ASP
yang berlaku, serta menjamin kurangnya konflik tersebut.
Tujuan dan Peranan Kerangka Konseptual
Akuntansi Sektor Publik
02
Laporan Keuangan juga menyediakan informasi untuk :
• Mengindikasikan apakah sumber daya legal dengan anggaran yang disahkan (legally adopted budget)
• Mengindikasikan apakah sumber daya sesuai dengan persyaratan legal dan kontraktual, termasuk kriteria keuangan yang telah ditetapkan otoritas legislatif (appropriate).
Tujuan umum pelaporan keuangan sektor publik adalah menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan dan mendemonstrasikan akuntabilitas entitas atas sumber daya dipercayakan dengan :
• Menyediakan informasi mengenai sumber-sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya finansial.
• Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas mendanai aktivitasnya dan memenuhi persyaratan kasnya.
• Menyediakan informasi yang berguna dalam mengevaluasi kemampuan entitas untuk mendanai aktivitasnya dan memenuhi kewajiban serta komitmennya.
• Menyediakan informasi tentang kondisi jeuangan suatu entitas dan perubahan di dalamnya.
• Menyediakan informasi menyeluruh yang berguna dalam mengevaluasi kinerja entitas atas hal biaya jasa, efisiensi, dan pencapai tujuan.
Tujuan Laporan Keuangan Sektor Publik
Lingkup Kerangka
Konseptual Akuntansi Sektor Publ ik
03
Ruang Lingkup Kerangka Konseptual Akuntansi
Merupakan tujuan umum dari kerangka dasar(termasuk juga laporan keuangan konsolidasi). Disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali. Informasi tambahan di prospektur dianggap sudah memenuhi kebutuhan tujuan khusus tersebut. Menurut IPSAS, laporan keuangan sektor publik minimal terdiri dari Laporan posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, laporan aktiva/ekuitas neto, laporan arus kas, perhitunggan anggaran dan catatan atas laporan keuangan
a. Tujuan laporan keuangan sektor publik
b. Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan sektor publik
c. Definisi, pengakuan, dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuanga pada sektor publik
d. Konsep ekuitas serta pemeliharaan ekuitas.
Kerangka dasar membahas:
Laporan Keuangan Sektor Publik
Asumsi Akuntansi Sektor Publik
04
Laporan Keuangan vs Pelaporan Keuangan
Laporan Keuangan Laporan Rugi-Laba, Neraca, Laporan Perubahan Laba Ditahan, Laporan Arus kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Pengungkapan
Baik berupa pengungkapan dalam tanda kurung dan catatan kaki maupun berupa catatan atas laporan keuangan. Contoh pengungkapan adalah kebijakan akuntansi, metode arus harga pokok dan penilaiannya, dan jummlha lembar saham yang beredar
Informasi Pelengkap Seperti pengungkapan tentang oerubahan harga-harga (pada masa inflasi)
Alat-alat Pelaporan Keuangan
Lain Misalnya, diskusi dan analisis manajemen dan surat kepada pemegang saham.
Pelaporan keuangan lebih luas daripada laporan keuangan (Laporan keuangan bagian dari pelaporan keuangan). Pelaporan keuangan terdiri dari :
a) Dasar Akrual
b) Kelangsungan Usaha
Laporan keuangan sektor publik disusun atas dasar kelangsungan usaha entitas saat sekarang dan masa depan. Entitas diasumsikan tidak bermaksud melikuidasi atau memgurangi secara material skala usahanya. Apabila kemungkinan likuidasi terjadi, penyajian laporan keuangan harus dilakukan secara berbeda sesuai kebutuhan likuidasi.
Basis pelaporan keuangan sektor publik adalah dasar akrual, di mana pengaruh transaksi lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas setara kas diterima atau dibayar) dan di catat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.
Laporan keuangan sektor publik yang disusun atas dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai bukan sekedar transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban pembaran di masa depan, serta sumber daya yang akan diterima di masa depan. Hal ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan secara ekonomi.
Implementasi
Karakteristik Kualitatif Akuntansi Sektor
Publik
05
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas informasi dalam laporan keuangan yang erguna bagi pemakai.
Ada 4 Karakteristik kualitatif pokok, yaitu : 1) Dapat dipahami
Pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi, bisnis, dan akuntansi, serta mempunyai kemauan untuk belajar tentang informasi yang disampaikan. Informasi harus diungkapkan dalam laporan keuangan sektor publik tidak boleh disembunyikan dengan alasan apapun, kecuali berlawanan dengan hukum.
2) Relevan
Informasi memiliki kualitas yang relevan apabila informasi tersebut mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dalam menilai peristiwa masa lalu dan masa kini, atau memprakirakan masa depan.
3) Materialitas
Informasi di pandang material jika kelalaian mencantumkan atau kesalahan mencatat informasi tersebut dapat mengubah keputas ekonomi. Materialitas dapat ditentukan berdasarkan dampak kesalahan yang dilakukan. Dapat diinterprestasikan sebagai ambang batas hasil penerapan informasi.
4) Dapat dibandingkan
Impilikasi penting dari karakteristik kualitatif yang dapat diperbandingkan adalah pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keunagan sektor publik, perubahan kebijakan, serta pengaruh perubahan tersebut. Ketaatan pada standar akuntansi keuangan sektor publik, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh entitas, akan membantu pencapaian daya banding.
Apabila pemakai ingin membandingkan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan antarperiode, makan entitas perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam laporan keuangan.
Karakteristik kualitatif laporan keuangan sektor publik lainnya meliputi :
Keandalan
Penyajian Jujur
Pertimbangan Sehat
Netralitas Substansi
Mengungguli Bentuk
Kelengkapan Penyajian Wajar
Keseimbangan di antara Karakteristik Kualitatif
Kesimbangan antara Biaya dan Manfaat
Kendala Informasi yang
Relevan dan Andal
Pengakuan dan Pengukuran
Transaksi Publik
06
Pengakuan Unsur Laporan Keuangan
Pengakuan (Recognition) dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata maupun jumlah uang dalam mencantumkannya ke dalam laporan posisi keuangan atau laporan kinerja keuangan.
Pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui jika :
a. Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari suatu ke dalam perusahaan;
b. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
Dalam mengkaji apakah suatu pos memenuhi kriteria ini dan karenanya memenuhi syarat untuk diakui dalam laporan kinerja keuangan, perhatian perlu ditunjukan pada pertimbangan materialitas. Hubungan antarunsur berarti bahwa suatu pos yang memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsur tertentu, seperti aktiva, secara otomatis memerlukan pengakuan unsur lain, seperti pendapatan atau kewajiban
Probabilitas Manfaat Ekonomi Masa Depan
Konsep Probabilitas digunakan dalam pengertian derajat ketidakpastian bahwa manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam entitas. Pengkajian derajat ketidakpastian yang melekat dalam arus manfaat ekonomi masa depan dilakukan atas dasar bukti yang tersedia pada saat pentusunan laporan keuangan sektor publik.
Pada banyak kasus, biaya ataunillai harus diestimasi, kelayakan penggunaan estimasi merupakan bagian esensial dalam penyusunan laporan keuangan sektor publik tanpa mengurangi tingkat keandalan. Jika estimasi yang layak tak mungkin dilakukan, pos tersebut tidak diakui dalam laporan posisi keuangan atau laporan kinerja keuangan.
Pos yang memiliki karakteristik esensial dari suatu unsur tetapi tidak dapat memenuhi kriteria tetap perlu diungkapkan dalam catatan, materi penjelasan, atau skedul tambahan.
Kendala Pengukuran
Aktiva diakui dalam laporan posisi keuangan jika kemungkinan besar manfaat ekonomisnya di masa depan atau jasa pontensial akan diperoleh oleh entitas dan aktiva tersebut mempunyai nilai dan dapat diukur dengan andal.
Aktiva tidak diakui dalam laporan keuangan jika pengeluaran telah terjaddi dan manfaat ekonomiisnya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam entitas setelah periode akuntansi berjalan.
Kewajiban diakui dalam laporan kinerja keuangan jika kemungkinan besar pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.
Biaya diakui dalamlaporan kinerja keuangan atas dasar hubungan langsung natara biaya yang timbul dan pos pendapatan tertentu yang diperoleh.
Biaya diakui dalam laporan kinerja keuangan kalau penurunan manfaat ekonmu masa depan yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.
Pengakuan Aktiva Pengakuan Kewajiban Pengakuan Pendapatan
Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan sektor publik dalam laporan posisi keuagan dan laporan kunerja keuangan. Berbagai dasar pengukuran tersebut adalah sebagai berikut :
Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar imbalan (Consideration) yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan.
Kewajiban dicatat sebesar jumlah diterima sebagai penukar dari kewaiban (Obligasion), atau dalam keaddan tertentu, dalam jumlah kas (atau) setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.
Aktiva dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang.
Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan, dibayarkan untuk memenuhi kewajiban pelaksanaan usaha normal.
Biaya Historis (Historical Cost) Biaya Berjalan (Current Cost)
Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
. Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara
kas) yang didiskontokan dari nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal.
Kewajiban dinyatakan sebesar arus jas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang, di mana jumlah tersebut menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.
Nilai realisasi/penyelesaian
(realizable/settlement value) Nilai sekarang (Present value)
Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjuual aktiva dalam pelepasan normal (ordely disposal).
Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian, yaitu jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontrokan, dibayarkan untuk memenuhi kewajiban pelaksanaan usaha normal.
Pengukuran yang lazimnya digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan sektor publik adalah biaya historis. Dalam praktiknya, dasar biaya historis seringkali dikombinasikan dengan dasar pengukuran yang lain.