• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesalahpahaman yang Menyelitkan

N/A
N/A
SILVIA MAHARANI ISKANDAR PUTRI

Academic year: 2024

Membagikan " Kesalahpahaman yang Menyelitkan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

SEBAGIAN AYAT-AYAT AL- QUR’AN DAN HADITS NABI SAW

TENTANG EKONOMI

(2)

َمّر َح َو َعْيَبْلٱ ُ ّلٱ ّلَحَأ َو ۗ ۟اا ٰوَبّرلٱ ُلْثِم ُعْيَبْلٱ اَمّنِإ ۟ا ٓوُلاَق ْمُهّنَأِب َكِل َٰذ ۚ ّسَمْلٱ َنِم ُن َٰطْيّشلٱ ُهُطّبَخَتَي ىِذّلٱ ُموُقَي اَمَك ّلِإ َنوُموُقَي َل ۟ا ٰوَبّرلٱ َنوُلُكْأَي َنيِذّلٱ

َنوُدِل َٰخ اَهيِف ْمُه ۖ ِراّنلٱ ُب َٰحْصَأ َكِئَٰٓل ۟وُأَف َداَع ْنَم َو ۖ ِ ّلٱ ىَلِإ ٓۥُهُرْمَأ َو َفَلَس اَم ۥُهَلَف ٰىَهَتنٱَف ۦِهّبّر نّم ٌةَظِع ْوَم ۥُهَٓءاَج نَمَف ۚ ۟ا ٰوَبّرلٱ

Arti : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah [2] : 275).

ْمُكِب َناَك َ ٰاا ّنِا ۗ ْمُكَسُفْنَا ا ْٓوُلُتْقَت َل َو ۗ ْمُكْنّم ٍضاَرَت ْنَع ًةَراَجِت َن ْوُكَت ْنَا ّلِا ِلِطاَبْلاِب ْمُكَنْيَب ْمُكَلا َوْمَا ا ْٓوُلُكْأَت َل ا ْوُنَمٰا َنْيِذّلا اَهّيَآٰي . اًمْيِح َر

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.

Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu (al-Nisa [4] : 29).

(3)

ْنَا ٌبِتاَك َبْأَي َل َو ِۖلْدَعْلاِب ٌۢبِتاَك ْمُكَنْيّب ْبُتْكَيْل َو ُۗه ْوُبُتْكاَف ىًامَسّم ٍلَجَا ىٰٓلِا ٍنْيَدِب ْمُتْنَياَدَت اَذِا ا ْٓوُنَمٰا َنْيِذّلا اَهّيَآٰي

ۗأًاْيَش ُهْنِم ْسَخْبَي َل َو ٗهّبَر َ ٰاا ِقّتَيْل َو ّقَحْلا ِهْيَلَع ْيِذّلا ِلِلْمُيْل َو ْۚبُتْكَيْلَف ُ ٰاا ُهَمّلَع اَمَك َبُتْكّي ARTINYA :

WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN! APABILA KAMU MELAKUKAN UTANG PIUTANG UNTUK WAKTU YANG DITENTUKAN, HENDAKLAH KAMU MENULISKANNYA. DAN HENDAKLAH SEORANG PENULIS DI ANTARA KAMU MENULISKANNYA DENGAN BENAR. JANGANLAH PENULIS MENOLAK UNTUK MENULISKANNYA SEBAGAIMANA ALLAH TELAH MENGAJARKAN KEPADANYA, MAKA HENDAKLAH DIA MENULISKAN. DAN HENDAKLAH ORANG YANG BERUTANG ITU MENDIKTEKAN, DAN HENDAKLAH DIA BERTAKWA KEPADA ALLAH, TUHANNYA, DAN JANGANLAH DIA MENGURANGI SEDIKIT PUN DARIPADANYA.

(4)

و اومذي مل اورتشا اذإ و اوفلخي مل اودعو اذإ و اونوخي مل اونمتئا اذإ و اوبذكي مل اوثدح اذإ يذلا راجتلا بسك بسكلا بيطأ نإ اورسعي مل مهل ناك اذإ و اولطمي مل مهيلع ناك اذإ و اورطي مل اوعاب اذإ).

“Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al- Lisan IV/221).

 

(قدصو ربو ا ىقتاا نم لااإ اراجاااف ةمايقلااا اموااي نوثعبااي راجتلااا ناإ )

Artinya :

“Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR. Tirmidzi,

Kitab Al-Buyu’ Bab Ma Ja-a Fi At-Tujjar no.1131)

(5)

5

1. Pasal 29 dan Pasal 33 UUD 1945.

2. UU No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 Tahun 1992  tentang Perbankan ditentukan :

- Bank Umum adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha  secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syari’ah yang 

dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas  pembayaran.

- Bank Perkriditan Rakyat adalah Bank yang  melaksanakan  kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip 

Syari’ah  yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa  dalam  lalu lintas pembayaran.

II. DASAR HUKUM EKONOMI ISALAM / SYARI’AH

(6)

6

3. UU  No.  23  Tahun  1999  tentang  Bank  Indonesia  Pasal  1  (7)  disebutkan  bahwa  pembayaran  berdasarkan  Prinsip  Syari’ah  adalah  penyediaan  uang  atau  tagihan  yang  dipersamakan  dengan itu  berdasarkan  persetujuan  atau  kesepakatan  antara  BI  dan  Bank  yang  mewajibkan  Bank  yang  membayar  untuk  mengembalikan  yang  atau  tagihan  tersebut  setelah  jangka  waktu  tertentu  dengan imbalan atau bagi hasil.

4. Keputusan  Direksi  Bank  Indonesia  tentang  Bank  Umum  berdasarkan  Prinsip  Syari’ah  (tanggal 12 Mei 1999) ditentukan sebagai berikut : 

(7)

7

- Pasal  1  (j)  dinyatakan  bahwa  DSN  adalah  Dewan yang dibentuk oleh MUI yang bertugas  dan  memiliki  kewenangan  untuk  memastikan  kesesuaian  antara  produk,  jasa  dan  kegiatan  usaha Bank dengan prisnip Syari’ah.

- Pasal  1  (J)  dinyatakan  bahwa  DPS  adalah  Dewan  yang  bersifat  independent,  yang  dibentuk oleh DSN dan ditempatkan pada Bank  tugas yang diatur oleh DSN.

(8)

8

5. UU  No.  3  Tahun  2006  tentang  Peradilan  Agama  dalam  Pasal  49  di  tegaskan Pengadilan Agama berwenang  mengadili sengketa Ekonomi Syari’ah.

6. UU  No.  21  Tahun  2008  tentang  Perbankan  Syari’ah  dalam  Pasal  55  ditetapkan bahwa sengketa yang terjadi  dalam  kegiatan  Ekonomi  Syari’ah  diselesaikan oleh Pengadilan Agama.

7. UU No. 19 Tahun 2008 tentang Surat-

surat Berharga Syari’ah. 

Referensi

Dokumen terkait

Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan

Dalam ayat ini dijelaskan keharaman riba dan diperbolehkannya jual beli. Tidak semua akad jual beli adalah haram sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang

Sementara itu Al-Qur’an membenarkan transaksi dalam bentuk jual beli (tijarah al-bay’) , yang dalam pandangan orang-orang jahiliah ketika itu jual beli dan riba adalah sama,

Mempersamakan riba dengan jual beli, seperti yang diklaim oleh orang-orang Arab jahiliah, adalah keliru, karena pada riba tidak ada keadilan, yang ada hanya kezaliman berupa

Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya 20. Ayat ini merujuk pada kehalalan jual beli dan keharaman

dengan yakin, bahawa ianya ditujukan kepada orang-orang yang membuat riba bertambah pada harta manusia melalui firman Allah Ta'ala: Dan jika kamu bertaubat [dari pengambilan riba],

menggapai rida Allah Swt MUAMAL AH eserta didik mampu menerapakan konsep dan ketentuan akad muamalah meliputi: ihyaaul mawaat, jual beli, mengindentifikasi transaksi mengandung

Riba Dalam Jual-beli Berbeda dengan riba dalam utang dain yang bisa terjadi dalam segala macam barang, riba dalam jual-beli tidak terjadi kecuali dalam transaksi enam barang tertentu