Bagaimana penegakan hukum E-tilang terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas Polres Semarang dalam implementasi perspektif HAM. Mendeskripsikan atau menjelaskan mekanisme e-tilang bagi pelanggar lalu lintas di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang.
Spesifikasi Penelitian
Sedangkan pengertian hukum sosiologis merupakan pendekatan langsung terhadap beberapa orang yang menduduki jabatan tertentu sesuai dengan objek penelitiannya. Selain penerapan asas hukum dalam pemeriksaan dan analisis permasalahan, pendekatan sosiologi-hukum dalam penelitian ini juga menerapkan pendekatan responden langsung.
Populasi dan Sampel
Dari kedua jenis teknik pengambilan sampel di atas, peneliti memilih teknik pengambilan sampel yang tidak acak, yaitu purposive sampling. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel dimana peneliti mengambil sampel dengan sengaja dan tidak acak.
Teknik Pengumpulan Data
Merupakan metode pengambilan sampel dimana seluruh populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu suatu metode pengambilan sampel dimana peneliti mengambil sampel dengan sengaja dan tidak acak. a) Studi lapangan untuk mengumpulkan data primer 1).
Teknik Analisis Data
Sistematika penelitian
Penegakan Hukum
Penegakan hukum merupakan upaya mewujudkan gagasan keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan sosial dalam kenyataan. Menurut Satjipto Rahardjo, penegakan hukum merupakan upaya mewujudkan gagasan dan konsep menjadi kenyataan.
Tinjauan E-Tilang
Sebelum adanya mekanisme E-Tilang, pengguna lalu lintas yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi yang biasa disebut tilang atau bukti pelanggaran.
Tinjauan Pelanggaran Lalu Lintas 1. Pengertian Pelanggaran Lalu Lintas
Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas
Kecelakaan di Indonesia hampir selalu terjadi setiap hari, karena banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa hampir semua permasalahan jalan raya atau kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kecelakaan. Sesuai dengan ayat 7 Pasal 1 UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, pengertian kendaraan adalah alat transportasi di jalan yang terdiri atas kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor.
Kendaraan merupakan salah satu faktor utama yang terlibat secara tidak langsung dalam dinamika lalu lintas jalan karena dikendarai oleh manusia, adanya interaksi antara manusia dengan kendaraan.. dalam satu satuan pergerakan di jalan raya memerlukan perlakuan khusus baik itu mentalitas, pengetahuan dan keterampilan pengemudi serta baik kesiapan jalan untuk penggunaan jalan raya. Hak Asasi Manusia merupakan hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Sang Pencipta (hak kodrati), dan bukan pemberian dari manusia dan negara.
Sejarah HAM
Cita-cita dan pedoman bangsa dalam menghormati dan mendukung hak asasi manusia diperkenalkan dan diperjuangkan secara cermat oleh para founding fathers bangsa ketika mereka memperjuangkan hak-hak dasar bangsa, yaitu kemerdekaan dari tangan penjajah, v. Hak asasi manusia yang diuraikan di atas mempunyai cakupan yang luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Dalam upaya penegakan hak asasi manusia, mereka mempunyai beberapa konsep dasar yaitu hak asasi manusia
Hak asasi manusia adalah “prinsip keadilan dan moralitas” yang dimiliki atau dimiliki oleh setiap orang “hanya karena kita adalah manusia.” Artinya setiap orang berhak menikmati hak asasinya, sedangkan polisi wajib menghormati dan melindungi hak asasi setiap orang.
Prinsip-prinsip penting tentang hak asasi manusia
Hak asasi manusia bisa dikorbankan jika ada kepentingan sosial lain yang lebih penting, dalam situasi tertentu, dalam waktu terbatas dan dengan tujuan terbatas, yang benar-benar dianggap perlu. Namun terdapat hak asasi manusia yang mutlak dan tidak dapat dibatasi sama sekali yaitu hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa dan hak untuk tidak menjadi budak. i) Kewajiban negara. Hak Asasi Manusia merupakan pengakuan hukum atas kewajiban negara untuk menjamin dihormati, dilindungi dan dipenuhi bagi seluruh warga negara (perlu diketahui bahwa hak asasi manusia tidak sama dengan hak warga negara).
Hak asasi manusia dapat dilindungi melalui konstitusi, pernyataan hak asasi manusia atau hukum positif suatu negara. Setiap orang berhak untuk menuntut haknya, meskipun terkadang hak asasi manusia dapat dibatasi jika hak tersebut saling bertentangan atau mengganggu hak orang lain.
Pengertian HAM dalam UU No 39 Tahun 1999
Jadi hak asasi manusia adalah hak asasi sehingga keberadaannya merupakan suatu keharusan, tidak dapat diganggu gugat, bahkan harus dilindungi, dihormati dan dipertahankan dari segala macam ancaman, rintangan dan gangguan dari orang lain. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis atau agama dengan cara membunuh anggota kelompok; menyebabkan penderitaan fisik atau mental yang serius terhadap anggota kelompok; menciptakan kondisi kehidupan bagi kelompok yang mengakibatkan kemusnahan fisiknya baik sebagian maupun seluruhnya; memaksakan tindakan yang ditujukan untuk mencegah kelahiran di dalam kelompok atau secara paksa memindahkan anak dari satu kelompok tertentu ke kelompok lain. Menurut Pasal 9 UU Pengadilan HAM, mendefinisikan kejahatan terhadap kemanusiaan adalah perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik, dimana diketahui bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, dalam hal: 34 .
Penyiksaan adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menimbulkan kesakitan atau penderitaan yang hebat, baik fisik maupun mental, pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau keterangan dari orang ketiga, dengan cara menghukumnya atau perbuatan yang dilakukan sedang atau patut diduga. telah dilakukan oleh seseorang atau orang ketiga, atau mengancam atau memaksa seseorang atau orang ketiga, atau karena alasan apa pun berdasarkan segala bentuk diskriminasi, jika rasa sakit atau penderitaan itu disebabkan oleh, atas dorongan, dengan persetujuan tentang, atau pengetahuan tentang, seseorang atau pejabat publik35 (Penjelasan Pasal 1 angka 4 Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). Penghilangan orang secara paksa adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh siapapun yang menyebabkan tidak diketahuinya keberadaan dan keadaan seseorang (Penjelasan Pasal 33 ayat 2 Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia).
Pengertian HAM dalam Konstitusi
Meski UUD 1945 tidak memuat banyak pasal tentang hak asasi manusia, namun kekurangan tersebut telah diisi dengan lahirnya sejumlah undang-undang, termasuk UU No. 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Peradilan. UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP yang banyak memuat ketentuan hak asasi manusia. Hak atas pendidikan dan memperoleh manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya (Pasal 28 C ayat 1).
Hak untuk bekerja dan memperoleh imbalan serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (Pasal 28 D Ayat 30. Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, mempunyai tempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat (Pasal 28H (1)).
Ciri Khusus Hak Asasi Manusia
Penegakan hukum E-tilang terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah hukum Satlantas Polres Semarang dalam pelaksanaan perspektif HAM
Penegakan hukum E-tilang terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah hukum Satlantas Polres Semarang dalam pelaksanaan perspektif
Layanan online ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penegakan hukum lalu lintas sehingga pelanggar tidak perlu hadir di pengadilan.” Dalam pelaksanaan penegakan hukum menggunakan program E-Tilang terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas Kota Semarang. Kepolisian nampaknya masih ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya sehingga masih banyak terjadi pelanggaran lalu lintas.Menurut Penegakan Bripka Didik Bintara dan Peraturan Satlantas Polres Semarang, faktor penegakan hukum dipengaruhi sebagai berikut: 38 .
Penegakan hukum yang dilakukan Satlantas Polrestabes Semarang dengan memberikan sanksi administratif bagi pelanggar peraturan lalu lintas, masih terdapat berbagai kendala. 39 Wawancara Erwin, Kasubdit Satuan Patroli dan Pengawal Satlantas Polrestabes Semarang, Rabu 28 Agustus 2019.
Mekanisme E-tilang terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah hukum Satlantas Polres Semarang
Mekanisme Pelaksanaan E-Tilang
Bukti pembayaran yang diperoleh pada saat pelaku membayar uang setoran denda tiket dapat diperoleh dari struk ATM dari bank atau struk dari bank BRI langsung jika membayar melalui teller. Setelah itu, kejaksaan menginformasikan kepada pelaku tentang jumlah denda tilang maka pelaku dapat mengambil barang sitaan tersebut dari kejaksaan untuk bagian tilang. . G). Namun dalam praktik di lapangan, pemberitahuan yang ada hanyalah pemberitahuan pembayaran uang titipan denda tilang sesaat setelah pelaku ditilang.
Sementara itu, belum ada informasi selebihnya mengenai pembayaran denda maupun besaran denda. H). Sisa dana yang disetor pelanggar bisa langsung diambil ke bank BRI atau ditransfer ke nomor rekening pelanggar saat uang titipan denda tilang sudah dibayarkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Satlantas Polres Semarang dalam menekan pelanggar dalam lalu lintas menggunakan E-tilang
Program E-tilang satuan lalu lintas
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lalu Lintas Polres Semarang Untuk Menekan Pelanggar Lalu Lintas Dengan Menggunakan E-Tilang. Seperti pengamatan yang dilakukan peneliti di IGD Polres Semarang dimana setiap hari selalu datang penjahat untuk mengambil barang sitaannya. Pelayanan yang dilakukan hanya memberikan barang sitaan sementara kepada pelanggar yang telah membayar denda tilang kepada Bank BRI.
Hal ini juga memberikan keringanan bagi pelanggar yang tidak berdomisili di wilayah tersebut sehingga dapat dengan mudah mengambil barang sitaan tanpa harus menunggu dua minggu untuk hadir di pengadilan, namun memberikan efek jera karena denda yang diberikan merupakan denda maksimal. Analisis Program E-Tilang Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang Seperti yang tertulis dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yaitu.
Hal inilah yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin khususnya dalam hal ini Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang dalam melaksanakan kerja manajemen pelaksanaan. Kasat Dan wajib memberikan arahan terhadap rencana kegiatan satuan lalu lintas di Polres Semarang dan mempertanggungjawabkannya. Dalam mewujudkan pengendalian lalu lintas, Kasat Lalu dibantu oleh kepala unit Turjawali khususnya dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap pelanggar peraturan lalu lintas dengan menggunakan program E-Tilang.
Penegakan hukum oleh Satpol PP semarang dilakukan secara rutin setiap bulannya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi pelanggaran lalu lintas. Ternyata jumlah pelanggaran yang ada justru semakin meningkat. Dalam memberikan sanksi, Satlantas Polrestabes Semarang menawarkan dua alternatif pilihan, yakni melalui teguran dan denda.
Faktor yang mempengaruhi Sat lantas Polres Semarang dalam menekan pelanggaran lalu lintas melalui E-Tilang
Begitu juga dengan Satuan Lalu Lintas khususnya Satuan Turjawali, dalam pelaksanaan penegakan hukum berupa sanksi administratif atau denda, diperlukan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan di lapangan. Dari faktor eksternal tersebut dapat diketahui apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung yang dapat mempengaruhi penggunaan e-tiket untuk menekan pelanggar lalu lintas di wilayah hukum Satuan Lalu Lintas Polres Semarang. Sedangkan faktor pendukungnya adalah masyarakat Kabupaten Semarang yang bersedia menerima teknologi baru yaitu E-tiket berbasis IT dalam proses penanganan pelanggaran lalu lintas yang lebih modern dan praktis.
Melalui tilang elektronik ini, masyarakat akan mengetahui segala informasi tentang tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran lalu lintas dan sanksi atas tindakan tersebut. Melalui ETilang ini, masyarakat akan mengetahui segala informasi tentang perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran lalu lintas dan sanksi atas perbuatan tersebut.
PENUTUP
Simpulan
Mekanisme penerapan e-tiket di Satuan Lalu Lintas Polres Semarang disosialisasikan, namun belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang berada di bawah wilayah hukum Polres Semarang. Polisi memasukkan informasi tiket ke dalam aplikasi tilang online c. Pelanggar menerima nomor pemberitahuan pembayaran tiket d. Pembayaran denda tiket. Sisa dana yang dialokasikan melalui denda tiket dapat diambil dari bank atau ditransfer ke rekening pelaku.
Saran
Ahmad, Ali, Mengungkap Takbir Hukum, Jakarta: Gunung Agung, Ashshofa tak bertanggal, Burhan, Metode Penelitian Hukum, Rineka Cipta, Jakarta, 2004 Aswanto, Materi Kuliah Hak Asasi Manusia, Program Doktor Ilmu Hukum, Makassar: PPS-. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif, Bandung: Tarsito, 1988 Narbuko Cholid dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, Aksara Bumi, 2012 Prakoso, Djoko dan Djaman Andhi Nirwanto, EUTHANASIA, Hak Asasi Manusia. Soebekti, R, dan Tjitrosudibio, R, Buku Hukum Dagang dan Hukum Kepailitan, Jakarta: Pradnya Paramita, 1982 Semiawan, Conny, Strategi Pendidikan dan Sosialisasi Hak Asasi Manusia di Indonesia, .
Zaenudin, A Rahman, Hak Asasi Manusia dalam Islam, Media Dakwah, 1979 Zudan, Arif Fakrullah, Penegakan Hukum sebagai Peluang Berkreasi.