• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam

N/A
N/A
Dhyta Fitri

Academic year: 2024

Membagikan "Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

NGAJI PENTINGNYA

(2)

SEMANGAT VS TIDAK SEMANGAT SERIUS VS TIDAK SERIUS

RAJIN VS TIDAK RAJIN

KENAPA KALAU DIAJAK KAJIAN…

(3)

KITA HARUS

SEMANGAT, SERIUS DAN RAJIN KAJIAN:

1. KEWAJIBAN AGAMA 2. DIBERI TAHU JALAN

KE SURGA

3. DIBERI PAHALA 4. DIHAPUS DOSA

5. DIANGKAT DERAJAT

(4)

KEWAJIBAN

AGAMA

(5)

WAJIBNYA MENUNTUT ILMU

Rasulullah saw bersabda,

ٌةَضيِرَف ِمْلِعْلا ُبَلَط

ٍمِل ْسُم ّلُك ىَلَع

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah)

(6)

PANDAI URUSAN DUNIA, BODOH URUSAN AKHIRAT

Rasulullah saw bersabda,

َلُك ُضِغْبُي َىلاَعَت َهللا َنِإ ٍلِهاَج اَيْنُدلاِب ٍمِلاَع ةَرِخ ْلاِب

“Sesungguhnya Allah ta’ala membenci orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam perkara akherat”. (HR. Al-Hakim)

(7)

TAMAN SURGA

Nabi saw bersabda,

ِةَنَجْلا ِضاَيِرِب ْمُتْرَرَم اَذِإ

.

ُضاَيِر اَمَو َلاَق اوُعَتْراَف :

ِرْكّذلا ُقَلِح َلاَق ، ِةَنَجْلا

“Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah.

Mereka bertanya, ”Apakah taman surga itu?” Beliau menjawab, ”Halaqoh dzikir.” 

(HR. Tirmidzi)

(8)

MAJELIS ILMU = MAJELIS DZIKIR

‘Atha’ bin Abi Rabah (wafat th. 114 H) rahimahullaah  berkata, 

Majelis dzikir adalah majelis yang didalamnya

membicarakan ilmu halal dan haram, yaitu bagaimana harus menjual, membeli, berpuasa, mengerjakan shalat, menikah, cerai, melakukan haji, dan semacam

itu.”

al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Faqiih wal Mutafaqqih (no. 40). 

Lihat kitab al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 132)

(9)

RASULULLAH SAW LEBIH MEMILIH MAJELIS ILMU

Suatu ketika Rasulullah SAW keluar menuju masjid. Ketika itu di dalam masjid ada dua majelis. Di satu majelis orang-orang mendalami agama dan di satu  majelis lainnya orang-orang berdoa dan memohon kepada Allah. Beliau lalu 

bersabda, “Kedua majelis itu berada dalam kebaikan. Majelis yang satu berdoa kepada Allah, sedang majelis lainnya belajar dan mengajari orang

yang tidak tahu, namun merekalah yang lebih baik. Sebab, dengan memberikan pengajaranlah aku diutus.” Kemudian beliau duduk bersama

mereka. (HR. Abu Abdullah Ibnu Majah)

(10)

ُمُهْتَي ِشَغ َو ُةَكِئ َلَمْلا ُمُهْتّف َح ّلِإ ّلَج َو ّززَع َ ّا َنوُرُكْذَي ٌم ْوَق ُدُعْقَي َل

ُهَدْنِع ْنَميِف ُ ّا ُمُه َزرَكَذ َو ُةَنيِكّسلا ُمِهْيَلَع ْتَلَززَن َو ُةَم ْحّرلا

“Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah SWT, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada

di sisiNya.” (HR. Muslim)

PARA MALAIKAT MENGELILINGI MAJELIS DZIKIR

(11)

DIBERI TAHU

JALAN KE

SURGA

(12)

MENUNTUT ILMU = BERJALAN MENUJU SURGA ُسِمَتْلَي اًقيِرَط َكَلَس ْنَم ِهِب ُهَل ُهللا َلَهَس اًمْلِع ِهيِف

ِةَنَجْلا ىَلِإ اًقيِرَط

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

(HR. Muslim no. 7028)

(13)

MAKNA JALAN UNTUK MENUNTUT ILMU

1. Arti yang sebenarnya seperti berjalan kaki menuju majelis-majelis ilmu.

2. Bisa juga berarti, menempuh  jalan atau cara yang dapat  mengantarkan seseorang untuk memperoleh ilmu syar’i, seperti membaca,

menghapal, menela’ah, dan sebagainya.

(14)

MAKNA ALLAH MEMUDAHKAN JALANNYA MENUJU SURGA

1. Allah akan memudahkan orang yang 

menuntut ilmu semata-mata karena mencari  keridhaan Allah, dapat mengambil manfaat, dan mengamalkannya, sehingga bisa

memasuki Surga-Nya.

2. Allah akan memudahkan jalan baginya  menuju Surga ketika melewati titian ash- shirathal mustaqim pada hari Kiamat dan  memudahkannya dari berbagai kengerian  pada sebelum dan sesudahnya. 

[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam (II/297, Qawa’id wa Fawa’id minal Arba’in An-Nawawiyyah (hal. 316-317), 

Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga (hal. 8-9)]

(15)

ORANG BERILMU VS ORANG TIDAK BERILMU

َنوُمَلْعَي َل َنيِذَلاَو َنوُمَلْعَي َنيِذَلا يِوَتْسَي ْلَه

ِباَبْل َ ْلا وُلوُأ ُرَكَذَتَي اَمَنِإ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang- orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang

dapat menerima pelajaran” (QS. Az-Zumar, 39: 9)

(16)

AHLI ILMU AKAN MAMPU MEMBEDAKAN BANYAK HAL

Mana yang wajib, mana yang sunnah

Mana yang mubah, mana yang makruh

Mana yang halal, mana yang haram

Mana yang baik, mana yang buruk

Mana yang benar, mana yang salah

Mana yang kekal, mana yang fana

Mana yang penting, mana yang tidak

Mana yang banyak pahalanya, mana  yang sedikit pahalanya

Mana jalan ke surga, mana jalan ke neraka

(17)

Adam dan Hawa asalnya dari surga

Diturunkan ke dunia karena berbuat dosa

Mereka bertobat  dan taat hingga  kembali kepada  ridha-Nya

NENEK MOYANG KITA

(18)

APA SIKAP KITA?

1. Surga neraka urusan nanti! Yang penting 

sekarang happy?! Disiksa bersama iblis ga peduli?!

2. Serius mencari dan

mengikuti ilmu agar tahu  jalan pulang menuju

surga dan bisa berkumpul bersama Nabi Adam as dan Siti Hawa?

(19)

DIBERI

PAHALA

(20)

PAHALA UNTUK PENUNTUT ILMU

Dari Abu Dzar ra. ia berkata, Rasulullah saw bersabda  kepadaku: 

ِباَتِك ْنِم ًةَيآ َمَلَعَتَف َوُدْغَت ْنَ َل ّرَذ اَبَأ اَي ٍةَعْكَر َةَئاِم َيّلَصُت ْنَأ ْنِم َكَل ٌرْيَخ ِهَللا ِهِب َلِمُع ِمْلِعْلا ْنِم اًباَب َمَلَعَتَف َوُدْغَت ْنَ َلَو َفْلَأ َيّلَصُت ْنَأ ْنِم َكَل ٌرْيَخ ْلَمْعُي ْمَل ْوَأ

ٍةَعْكَر

“Hai Abu Dzar, engkau berpagi-pagi untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah lebih baik bagimu dari pada engkau shalat (sunnah) sebanyak 100 (seratus) raka'at. Dan engkau berpagi-pagi untuk mempelajari satu bab ilmu kemudian diamalkan ataupun tidak diamalkan, adalah lebih baik bagimu daripada engkau shalat (sunnah) sebanyak 1.000 (seribu) raka'at.” 

(HR. Ibnu Majah No. 219)

(21)

BAGIAN PAHALA MENUNTUT ILMU

Dari Watsih bin al Asqa’ ra. berkata Rasulullah SAW bersabda, 

ِنْيَلْفِك ُهَل ُهللا َبَتَك ،ُهَكَرْدَأَف اًمْلِع َبَلَط ْنَم َبَتَك ُهْكِرْدُي ْمَلَف اًمْلِع َبَلَط ْنَمَو .ِرْجَ ْلا َنِم

ِرْجَ ْلا َنِم ًلْفِك ُهَل ُهللا

“Barangsiapa menuntut ilmu dan mendapatkannya, maka Allah mencatat baginya pahala 2 bagian; dan barangsiapa menuntut

ilmu tetapi ia tidak mendapatkannya, maka Allah mencatat baginya pahala 1 bagian.”

(HR. Thabrani dalam al-Kabiir, dan para perawinya terpercaya – Mazma’uz  Zawa’id I/330)

(22)

PAHALA HAJI YANG SEMPURNA

Dari Abu Umamah ra, Nabi saw bersabda,

َمَلَعَتَي ْنَأ لِإ ُديِرُي ل ِدِجْسَمْلا ىَلِإ اَدَغ ْنَم

ُهُتَجَح اّماَت ّجاَح ِرْجَأَك ُهَل َناَك ،ُهَمّلَعُي ْوَأ اًرْيَخ

Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan

mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” 

(HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, 8: 94)

(23)

SEPERTI BERJIHAD DI JALAN ALLAH TA’ALA

َمَلَعَتَيِل اَذـَه اَنَدـِجْسـَم َلـَخَد ْنَم يِف ِدِهاَجُمْلاَك َناَك ُهَمّلَعُيِلْوَأ اًرْيَخ

ِهللا لْيِبَس

“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, dia ibarat seorang yang berjihad di jalan Allah.” 

(HR Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah,  dan Al-Hakim, dari Abu Hurairah ra)

(24)

DIHAPUS

DOSA

(25)

DIMINTAKAN AMPUN OLEH PENGHUNI LANGIT DAN BUMI

ِتاَو اـَمَسلا يِف ْنَم ُهَل ُرـِفـْغَتـْسـَيَل َمِلاَعْلا َنِإَو

ِءاـَمْلا يِف ُناـَتْيـِحْلا ىَتَح ِضْرَلا يِف ْنَمَو

“Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang

berada di dalam air.”

(HR. Abu Dawud (no. 3641), Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), Ahmad (V/196), Ad-Darimi  (I/98), Ibnu Hibban (88 – Al-Ihsan dan 80 – Al-Mawarid))

(26)

DOSA-DOSA KECIL AKAN DIAMPUNI

Nabi saw. bersabda,

اًمْلِع َمَلَعَتَيِل َلَقَتْنا ِنَم

َوُطْخَي ْنأ َلْبَق ُهَل َرِفُغ

 “Siapa yang berpindah (dengan berjalan kaki atau naik kendaraan) untuk mempelajari ilmu (syariat/agama) maka ia akan diampuni (dosa-dosa kecilnya yang telah lalu) sebelum ia akan melangkah (dari tempatnya jika ia berniat karena Allah ta’ala).”

(Lubbabul Hadis bab pertama, imam As-Suyuthi)

(27)

DIANGKAT

DERAJA

T

(28)

ْمُكْنِم اوُنَمَآ َنيِذَلا ُهللا ِعَفْرَي

ٍتاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتوُأ َنيِذَلاَو

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadalah, 58: 11)

ALLAH MENGANGKAT DERAJAT ORANG BERILMU

(29)

IBNU ABZA, BEKAS BUDAK PEMIMPIN MEKKAH

Nafi’ bin Abdul Harits pernah bertemu dengan Umar bin Khattab ra. di ‘Isfan (nama sebuah tempat, pen). Ketika itu Umar ra mengangkatnya sebagai

gubernur Mekah.

Umar pun berkata kepadanya, Siapakah orang yang kamu serahi urusan untuk memimpin penduduk lembah itu?”.

Dia mengatakan, “Orang yang saya angkat sebagai pemimpin mereka adalah Ibnu Abza; salah seorang bekas budak kami.”

Maka Umar mengatakan, “Apakah kamu mengangkat seorang bekas budak untuk memimpin mereka?”.

Dia pun menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya dia adalah orang yang pandai memahami Kitabullah, mendalami ilmu waris, dan juga seorang hakim.” (HR. Muslim)

(30)

Umar ra. berkata, Sesungguhnya Nabi kalian bersabda, 

اَذَهِب ُعَفْرَي َهللا َنِإ ِهِب ُعَضَيَو اًماَوْقَأ ِباَتِكْلا

َنيِرَخآ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.“ 

(HR. Muslim no. 817)

ALLAH MENGANGKAT DERAJAT ORANG BERILMU

(31)

ORANG CACAT MENJADI HAKIM

Pernah ada seseorang yang lehernya cacat,  sehingga dia selalu menjadi bahan ejekan  orang-orang disekitarnya. Kemudian 

ibunya berkata kepadanya, “Hendaklah engkau menuntut ilmu, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu.”

Lalu orang tersebut menuntut ilmu syar’i sampai dia menjadi seorang yang ‘alim (pandai), sehingga dia diangkat menjadi Hakim di Mekah selama 20 tahun. Dan  jika ada seseorang yang memiliki perkara duduk dihadapannyagemetarlah seluruh tubuhnya sampai dia berdiri

[Lihat Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 26) dan Menuntut Ilmu Jalan  Menuju Surga (hal. 33)]

(32)

KEUTAMAAN NGAJI

1. KEWAJIBAN AGAMA 2. DIBERI TAHU JALAN

KE SURGA

3. DIBERI PAHALA 4. DIHAPUS DOSA

5. DIANGKAT DERAJAT

Referensi

Dokumen terkait

Dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada pada ahlinya, seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi” (HR. Ibnu Majah). Kata ُبَلَط mengandung makna

Dia telah menjelaskan bahwa ilmu yang akan bermanfaat bagi pemiliknya pada hari kiamat kelak adalah ilmu yang diikhlaskan oleh seorang hamba

Kedudukan Ilmu tasawuf dalam Ilmu- Ilmu Islam adalah menurut Ibn Khadun tasawuf sebagai Ilmu syariah karena bersumber dari ajaran Al- Qur’an dan Hadi st, menurut Al- Ghazali

Dalam mencari ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk

Sebagai seorang muslim kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan adalah mencari ilmu, baik ilmu yang termasuk (tsaqofah Islam), maupun ilmu yang termasu fardhu

Berdasarkan dalil-dalil di atas dan beberapa pendapat para tokoh, menjelaskan bahwa ilmu itu mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT. Jadi, sudah

Ia adalah kata absrak atau masdhar dari Alima – ya’malu – ‘ilman.1 ‘Alim yaitu orang yang tahu subyek, sedang yang menjadi objek ilmu disebut ma’lum atau yang diketahui.2 Secara

Dokumen ini menjelaskan hak dan kewajiban warga negara Indonesia berdasarkan nilai-nilai dasar