KEGIATAN BELAJAR DI NEGARA ALIYAH MEDRASAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG” adalah karya asli saya kecuali disebutkan sumbernya. Untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan hambatan yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Bandar Lampung dan MAN 2 Bandar Lampung.
TINJAUAN PUSTAKA
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana guru aqidah akhlak merancang instrumen evaluasi pembelajaran pada Madrasah Aliyah seluruh kota Bandar Lampung. Bagaimana Aqidah Akhlak Guru Menentukan Kriteria Keberhasilan Evaluasi Pembelajaran Madrasah Aliyah Seluruh Kota Bandar Lampung.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui kompetensi guru Aqidah Akhlak dalam menentukan kriteria keberhasilan evaluasi pembelajaran pada Madrasah Aliyah se-Kota Bandar Lampung. Untuk mengetahui kompetensi guru Aqidah Akhlak dalam memilih model dan perangkat evaluasi pembelajaran pada Madrasah Aliyah se-Kota Bandar Lampung.
Manfaat Penelitian
Tinjauan Pustaka
Kedua, Amilin dalam tesisnya yang berjudul “Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di Madrasah Negeri Aliah” Hasil penelitiannya adalah pelaksanaan proses evaluasi pembelajaran oleh guru MAN 3 pada dasarnya menjalankan prosedur evaluasi sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pembuatan rencana, pelaksanaan evaluasi, pengolahan data, interpretasi dan penyusunan laporan. Kaitannya dengan penelitian ini sama dengan penelitian tentang pelaksanaan evaluasi pembelajaran, namun yang membedakan adalah penelitian Amilin membahas tentang pembelajaran PAI, sedangkan tesis yang penulis teliti adalah tentang kompetensi guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Aqidah Akhlak. di Madrasah Negeri Ali di kota Bandar Lampung. Ketiga, Nurmala Muliati dalam tesisnya yang berjudul “Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris Intensif di Pondok Pesantren Raudatul Ulum”.
Kaitannya dengan penelitian ini sama dengan penelitian tentang Penilaian Pembelajaran, namun yang membedakan adalah pada penelitian Nurmala Muliati yang membahas tentang pengajaran intensif Bahasa Inggris, sedangkan tesis yang penulis teliti adalah tentang Kompetensi Guru dalam Implementasi Pembelajaran Aqidah. Penilaian Akhlak di Madrasah Negeri Aliyah. di kota BandarLampung. Kaitannya dengan penelitian ini sama dengan penelitian penilaian pembelajaran, namun perbedaannya terletak pada penelitian Padli yang membahas tentang evaluasi kurikulum tingkat satuan pendidikan di Taman Kanak-Kanak, sedangkan tesis yang penulis teliti adalah tentang Kompetensi Guru. dalam Implementasi Evaluasi Pengajaran Aqidah Moral di Madresah Aliyah Negeri Se-Kota Bandar Lampung. Kaitannya dengan penelitian ini sama dengan penelitian tentang Asesmen Pembelajaran, namun yang membedakan adalah pada penelitian Misnan yang membahas tentang program ekstrakurikuler pembelajaran Al-Qur’an Membaca dan Menulis dalam Meningkatkan Prestasi Siswa pada Mata Pelajaran PAI sedangkan tesisnya bahwa yang penulis teliti adalah tentang Guru. Kompetensi pelaksanaan evaluasi pengajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Kota Bandar Lampung.
Kaitannya dengan penelitian ini sama dengan penelitian tentang Evaluasi Pembelajaran, namun yang membedakan adalah pada penelitian Muslim yang membahas tentang program pendidikan Pembelajaran Al-Quran di TKA/TPA, sedangkan tesis yang penulis teliti adalah tentang Implementasi Evaluasi Aqidah Akhlak. Belajar di jam formal. Kaitannya dengan penelitian ini sama dengan penelitian tentang Evaluasi Pembelajaran namun yang membedakan adalah pada penelitian Siti Sumiati yang membahas tentang Pembelajaran di Perguruan Tinggi sedangkan tesis yang penulis teliti membahas tentang Penerapan Evaluasi Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah bukan di Perguruan Tinggi. Penelitian ini mempunyai perbedaan dengan penelitian diatas yaitu penelitian ini lebih menekankan pada Implementasi Evaluasi Pengajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Bandar Lampung.
Kerangka Teori
Definisi lain dari Worthen dan Sanders (1973 dalam Anderson 1971). Kedua ahli tersebut mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga terhadap sesuatu. Ketika mencari sesuatu, juga mencakup informasi yang berguna dalam menilai keberadaan program, produksi, prosedur, dan strategi alternatif yang diusulkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Penggunaan hasil evaluasi (evaluasi tindak lanjut) Tahap akhir dari prosedur evaluasi adalah penggunaan atau pemanfaatan hasil evaluasi.
Salah satu kegunaan evaluasi adalah laporan dimaksudkan untuk memberikan umpan balik kepada semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran, baik langsung maupun tidak langsung. Jadi evaluasi menurut beberapa ahli diatas yaitu evaluasi adalah suatu kegiatan atau proses untuk diukur dan kemudian dinilai sejauh mana tujuan yang dirumuskan dapat dilaksanakan. Dari pembahasan di atas dapat ditelaah lebih jauh bahwa dengan melakukan evaluasi, guru mempunyai cara dalam menyeleksi atau menilai siswanya.
Penilaian merupakan bagian dari pengelolaan pembelajaran ditinjau dari fungsi monitoring atau evaluasi, yang meliputi kegiatan untuk menentukan apakah kegiatan terlaksana sesuai rencana. Pelaksanaan kegiatan dievaluasi oleh guru apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang tidak diinginkan, sehingga tujuan organisasi tidak dapat tercapai secara memadai.
Kompetensi Pedagogik Guru
- Definisi Kompetensi Pedagogik Guru
- Indikator Kompetensi Pedagogik Guru
- Pemahaman Wawasan Atau Landasan Kependidikan
- Pemahaman terhadap siswa
- Pengembangan kurikulum atau silabus
- Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
- Pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
- Evaluasi hasil belajar
Kompetensi pedagogik seorang guru ditandai dengan kemampuannya dalam melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas, serta sikap dan tindakan yang dapat diteladani. Guru mampu menentukan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran mengajar yang kreatif sesuai dengan standar kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik siswa dan memotivasi mereka untuk belajar.
Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang berkaitan satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran dan proses belajar siswa. Guru harus mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya menyentuh aspek kognitif tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan dan sikap siswa. Guru dapat menyusun kurikulum sesuai kurikulum b. Guru merancang kurikulum yang sesuai. kurikulum untuk menangani materi pembelajaran tertentu sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi inti yang ditetapkan.
Guru memilih bahan pembelajaran yang: . B. sesuai dengan tujuan pembelajaran c. akurat dan terkini. D. sesuai dengan umur dan tingkat kemampuan belajar siswa e. dapat diimplementasikan di dalam kelas dan sesuai dengan konteksnya. Dalam proses belajar mengajar, komunikasi yang empatik, meyakinkan dan menarik akan mempengaruhi terciptanya proses pembelajaran yang konstruktif. Guru merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan pola belajarnya.
- Tujuan Evaluasi
- Fungsi Evaluasi
- Alat-alat Evaluasi
Fungsi penilaian dalam pendidikan adalah untuk mendeteksi penguasaan materi untuk memandu pertumbuhan dan perkembangan individu siswa dan untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu ditingkatkan dan diubah. Kemudian apabila alat yang digunakan dalam penilaian sudah cukup memenuhi syarat, maka dengan melihat hasilnya guru akan mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimiliki siswa. Selain itu penyebab kelemahan juga diketahui, sehingga dengan melakukan penilaian sebenarnya guru sudah melakukan diagnosa terhadap kelemahan siswa dan sebagainya.
Evaluasi, yaitu tingkat kemampuan yang menuntut siswa untuk mampu mengevaluasi suatu situasi, pernyataan atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. Dalam evaluasi, penting untuk menciptakan kondisi agar siswa dapat mengembangkan kriteria atau kriteria dalam menilai sesuatu. Kesiapan menerima, yaitu tingkat kemampuan yang menuntut siswa peka terhadap adanya fenomena atau rangsangan tertentu.
Kemampuan tanggap dan tanggap (responsing), yaitu tingkat kemampuan yang menuntut siswa tidak hanya peka terhadap fenomena yang ada, tetapi juga harus merespon dengan salah satu cara. Penilaian (evaluasi), yaitu tingkat kemampuan yang menuntut siswa untuk secara konsisten mengevaluasi suatu objek, fenomena atau perilaku. Organisasi yaitu tingkat kemampuan yang mengharuskan siswa memadukan nilai-nilai yang berbeda, memecahkan masalah, membentuk suatu sistem nilai 50.
Tujuan pembelajaran umum atau kompetensi dasar, yaitu tujuan yang harus dikuasai siswa pada setiap mata pelajaran tematik. Kesimpulannya tes merupakan suatu alat ukur yang berguna untuk memperoleh informasi hasil yang telah dicapai siswa dalam suatu program pembelajaran yang mempunyai fungsi ganda yaitu mengukur siswa dan mengukur keberhasilan program.
Mata Pelajaran Aqidah Akhlak
- Definisi Mata Pelajaran Aqidah Akhlak
- Tujuan dan Fungsi Mempelajari Mata Pelajaran Aqidah Akhlak a. Tujuan mempelajari mata pelajaran aqidah akhlak
- Materi Kurikulum Aqidah Akhlak
Materi pembelajaran Aqidah Akhlak merupakan salah satu bahan ajar agama Islam yang menekankan pada beberapa aspek nilai, baik nilai ketuhanan maupun nilai kemanusiaan untuk ditanamkan. Secara etimologis etika dekat dengan moralitas, etika berasal dari bahasa Yunani jamak ethos yang berarti adat istiadat, maka dapat disimpulkan bahwa salah satu mata pelajaran dalam pendidikan agama Islam yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku agama siswa dalam kehidupan sehari-hari, mata pelajaran tersebut adalah aqidah-akhlak merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan formal berbasis Islam, itulah yang dimaksud dengan sekolah Madrasah Aliyah. Dari pengertian Aqidah Akhlak yang telah disebutkan di atas, maka pengertian Aqidah Akhlak dalam konteks bidang studi yang diajarkan di Madrasah Aliyah (MA), salah satu bidang studi yang membahas tentang ajaran Islam yang berupa Aqidah dan Akhlak.
Materi pembelajaran Aqidah Akhlak merupakan salah satu materi pendidikan agama Islam yang menekankan pada beberapa aspek nilai, baik nilai ketuhanan maupun nilai kemanusiaan, yang harus ditanamkan dan dikembangkan pada diri peserta didik agar melekat pada dirinya dan menjadi kepribadiannya. Kesiapan jalannya proses belajar mengajar bermula dari jelas atau tidaknya rumusan tujuan pembelajaran, tercapainya tujuan pembelajaran sama dengan keberhasilan dalam mengajar, sebagaimana materi yang diberikan kepada siswa dalam proses belajar mengajar, aqidah. pelajaran akhlak mempunyai tujuan , yang ingin dicapai sebagai tujuan, mata pelajaran aqidah akhlak yaitu : Aqidah Akhlak pelajaran di Madrasah aliyah bertujuan agar peserta didik mempunyai pengetahuan, penghayatan dan keyakinan yang benar terhadap hal-hal yang diyakininya, sehingga keyakinan tersebut tercermin dalam sikap dan perilakunya sehari-hari agar menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak baik, baik dan meninggalkan akhlak buruk.
Secara umum materi kurikulum Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah mengalami perubahan yang sangat pesat dalam kehidupan dan tuntutan dunia global harus diantisipasi dan direspon oleh dunia pendidikan, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta komunikasi telah membawa perubahan besar dalam pola dan pola hidup. gaya hidup umat manusia. Pada kompetensi pedagogik guru Madrasah Aliyah Negeri Bandar Lampung yaitu MAN 1 Bandar Lampung dan MAN 2 Bandar Lampung, guru merancang instrumen evaluasi pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri dan tergolong baik, hal ini terlihat dari terpenuhinya prosedur atau langkah – langkah untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran itu sendiri. Proses pelaksanaan evaluasi pengajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Bandar Lampung yaitu MAN 1 Bandar Lampung dan MAN 2 Bandar Lampung meliputi: (a).
Saran-Saran
Tambahan Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 165 Tahun 2014 tentang Pedoman Kurikulum Madrasah Tahun 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Agama Arab di Madrasah, dalam file Word. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008, tentang standar kompetensi lulusan dan standar isi pendidikan agama Islam dan bahasa Arab di madrasah.