KELOMPOK 12
1) Eri Santi Muhimatul Ulya 2007511233 2) Silvester K Wabisin Gandis 2007511235 3) Mohammad Saif Al-Moreno 2007511237 4) Rachel Nadine Saragih 2007511239
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI PENDUDUK
2.1Sejarah Perkembangan Penduduk Dunia
Ada 3 tahap perkembangan peradaban manusia: (1) Jaman ketika manusia mulai manggunakan alat-alat untuk menanggulangi kehidupannya; (2) Jaman ketika manusia mulai mengembangkan usaha pertanian menetap yang berlangsung sekitar 10.000 tahun yang lalu, yang mengubah kehidupan nomaden menjadi kehidupan menetap di daerah pertanian; (3) Jaman ketika dimulai industrialisasi, sekitar pertengahan abad 17 sesudah masehi, yang ditandai oleh bertumbuhnya pusat-pusat industri dan tumbuhnya kota-kota sebagai tempat permukiman. Para ahli memperkirakan jumlah perkembangan penduduk dunia. Angka pertama yang dikemukakan mengenai jumlah penduduk dunia adalah 120.000 orang yang hidup ± satu juta tahun yang lalu
2.2 Transisi Demografi
Transisi demografi adalah perubahan-perubahan tingkat kelahiran dan tingkat kematian dimulai dari tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi, berangsur-angsur berubah menjadi tingkat kelahiran dan kematian yang rendah.
Tahapan transisi demografi tersebut ada 3, yaitu:
1. Tahap Pra Transisi (Pre Transitional)
Tahap ini dengan ciri-ciri tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi, sehingga tingkat pertumbuhan penduduknya sangat rendah, atau mungkin hampir mendekati 0% per tahun.
2. Tahap Transisi (Transitional)
Tahap ini dicirikan oleh penurunan tingkat kelahiran dan kematian, tingkat kematian lebih rendah daripada tingkat kelahiran, mengakibatkan tingkat pertumbuhan
penduduk dalam kategori sedang atau tinggi. Pada tahap transisi ini dibagi menjadi 3 tahap yatu:
1) Permulaan transisi, yang dicirikan oleh tingkat kematian menurun tetapi tingkat kelahiran tetap tinggi.
2) Tahap pertengahan transisi, yang dicirikan oleh tingkat kelahiran dan kematian sama-sama menurun.
3) Tahap akhir transisi, yang dicirikan tingkat kematian sudah rendah.
3. Tahap Pasca Transisi (Post Transitional)
Tahap ini dicirikan oleh tingkat kematian dan kelahiran kedua-duanya rendah, hampir semuanya mengetahui cara-cara kontrasepsi dan dipraktekkan.
2.2.1 Transisi Mobilitas Penduduk
Transisi mobilitas penduduk dapat dibagi menjadi 5 tahap yaitu:
1) Fase 1: Mobilitas penduduk sangat sedikit
2) Fase 2: Mobilitas penduduk ke arah pedalaman membuat pemukiman baru 3) Fase 3: Mobilitas penduduk ke arah pedalaman mulai menurun
4) Fase 4: Migrasi desa ke kota terus meningkat
5) Fase 5: Mobilitas akan turun karena sarana komunikasi semakin sempurna
2.2.2 Transisi Demografi di Indonesia
Sejak awal tahun 1980, Indonesia mengalami transisi demografi yang ditandai dengan penurunan angka kematian dan angka kelahiran sebagai konsekuensi dari peningkatan kesejahteraan dari pembangunan ekonomi.
Penurunan angka kematian dan fertilitas yang hampir simultan, terjadi dalam periode yang relatif singkat, yaitu 30 tahun. Pembangunan infrastruktur kesehatan serta penerapan program KB sejak akhir tahun 1970-an dianggap berkontribusi signifikan pada berkurangnya jumlah kelahiran dan kematian di Indonesia. Proses transisi demografi di Indonesia telah sampai pada tahapan
dimana angka kematian dan kelahiran telah rendah dan menurunkan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) hingga di bawah 1%. Meskipun LPP melambat, jumlah penduduk Indonesia secara absolut masih sangat besar Selain LPP yang melambat, transisi demografi juga mengubah struktur umur penduduk Indonesia. Indonesia mengalami perubahan dari penduduk yang didominasi usia anak (0-14) ke usia kerja (15-64 tahun) sejak tahun 1971- 2010. Pertumbuhan penduduk usia 0-14 tahun diproyeksikan akan melambat antara tahun 2015-2024 namun jumlahnya tidak banyak mengalami perubahan yaitu sekitar 66 juta dan 65,7 juta antara tahun 2020-2024. Selanjutnya, jumlah penduduk usia kerja diproyeksikan akan terus meningkat sebesar 6%
antara tahun 2015-2020. Laju pertumbuhan penduduk kelompok ini akan melambat antara tahun 2020-2024, yaitu sebesar 0,92% per tahun