KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL
Pengantar Ilmu Komunikasi
Sebagai makhluk sosial manuisa senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya untuk mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Oleh karnanya komunikasi sangat di butuhkan dalam segala aspek kehidupan.
Pada dasarnya komunikasi itu dua arah, tidak ada komunikasi yang searah. Karena pada saat kita berbicara, pendengaran akan memberikan respon baik berupa verbal maupun non verbal.
Komunikasi sirkuler ditandai dengan beberapa hal berikut.
•Orang-orang yang berkomunikasi dianggap setara, yaitu mereka mengirim dan menerima pesan pada saat yang bersamaan
•Proses komunikasi berjalan timbal balik
•Dalam praktiknya kita tidak lagi membedakan pesan dengan umpan balik
•Komunikasi yang terjadi sebenarnya jauh lebih rumit, misalnya komunikasi antara dua orang juga sebenarnya secara simultan melibatkan komunikasi dengan diri sendiri sebagai mekanisme untuk menanggapi pihak lainnya.
Unsur-unsur proses komunikasi tidak terpola secara kaku.
Unsur- unsur proses komunikasi boleh jadi beroperasi dalam satu tatanan, tetapi mungkin pula hanya sebagian, sementara yang lainnya dalam suatu tatanan yang acak. Implikasi dari komunikasi bersifat non sekuensal adalah unsur-unsur proses komunikasi sebenarnya tdak terpola secara kaku.
CONTOH
Raisa menyampaikan idenya kepada Chelsea, lalu untuk menyampaikan kepada Raisa bahwa ia mengerti maka ia mengangguk. Begitupun dengan Raisa yang kembali melanjutkan pembicaraan karena ia merasa bahwa Chelsea sudah cukup mengerti dengan informasi yang sebelumnya diterangkan.
Menurut pakar komunikasi Frank Dance, Kincaid dan Schrarnm yang mereka sebut modul komunikasi antarmanusia yang memusat, dan Tubbs yang menggunakan komunikator 1 dan komunikator 2 untuk kedua pihak yang berkomunikasi tersebut
Kesimpulannya adalah hampir tidak ada komunikasi yang searah, hampir semuanya sirkuler
Daftar Pustaka BUKU DAN JURNAL
Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, PROF DEDDY MULYANA, M.A., PH.D.
https://journal.laaroiba.ac.id/index.php/dawatuna/article/view/3144/2508 abdulkadir.blog.uma.ac.id