Pengembangan rubrik penilaian proposal penelitian mahasiswa program studi Tadris Biologi Jurusan Tarbiyah STAIN Kerinci. Disertasi ini berjudul "Pengembangan Rubrik Penilaian Proposal Penelitian Bagi Mahasiswa Program Biologi Tadris Jurusan Tarbiyah STAIN Kerinci".
Rumusan Masalah
Berdasarkan data perkuliahan tahun ajaran sebelumnya, nilai proposal penelitian mahasiswa tergolong rendah yaitu lebih dari 60% (sekitar 120 mahasiswa dari 200 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah metodologi penelitian pada kelompok sebelumnya) mendapatkan hasil di bawah standar (antara hasil). Simbol 55-65/D-C). Rubrik kualitatif yang digunakan untuk mengevaluasi proposal penelitian juga akan meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa dan pada akhirnya meningkatkan kualitas penelitian di perguruan tinggi.
Tujuan Pengembangan
Berdasarkan permasalahan di atas, hal inilah yang melatarbelakangi perlunya penelitian pengembangan rubrik penilaian proposal penelitian mahasiswa program studi Tadris Biologi Cabang Tarbiyah STAIN Kerinci.
Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Rubrik jenis ini dipilih karena dapat digunakan sebagai penilaian formatif atau penilaian akhir proposal penelitian mahasiswa yang memuat dimensi dan indikator tersendiri. Kumpulan rubrik yang dihasilkan berupa transkrip dan file yang akan digunakan sebagai acuan penilaian pada perkuliahan metodologi penelitian di tahun berikutnya.
Manfaat Pengembangan
Perangkat rubrik yang berkualitas menjadi standar dan kriteria yang dapat memberikan kejelasan penilaian dalam upaya peningkatan kualitas penilaian perkuliahan, khususnya penilaian alternatif jenis penilaian produk/proposal proposal penelitian mahasiswa pada perkuliahan metode penelitian pendidikan biologi. Mengingat keterbatasan kemampuan peneliti dan kekurangan lainnya, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam mengembangkan rubrik penilaian proposal penelitian mahasiswa.
Definisi Istilah
Asesmen alternatif rentan terhadap bias subjektivitas karena tidak adanya kualitas alat yang memenuhi standar/kriteria alat asesmen yang baik. Penilaian alternatif (alternate assessment) atau penilaian autentik (authentic assessment) adalah segala bentuk penilaian di luar penilaian konvensional (tes tanggapan terpilih dan tes pena) yang lebih otentik dan mengungkapkan secara nyata proses dan hasil belajar siswa.
Sistematika Penulisan
Pengertian
Sedangkan menurut Djaali dan Muljono (2004:6), instrumen adalah alat yang karena memenuhi persyaratan akademik dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek pengukuran atau untuk mengumpulkan data tentang suatu variabel. Dalam bidang penelitian, instrumen diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan data variabel penelitian untuk kebutuhan penelitian.
Syarat Instrumen Penilaian yang Baik
Secara umum yang dimaksud dengan instrumen adalah alat yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang dalam melakukan tugas atau mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien (Arikunto, 2009:25). Instrumen yang termasuk dalam kelompok tes, misalnya tes prestasi belajar, tes kecerdasan, tes bakat; sedangkan instrumen nontes meliputi pedoman wawancara, angket atau angket, pedoman observasi, daftar periksa, skala sikap, skala penilaian, dll.
Validitas Instrumen Penilaian
Validitas berbasis kriteria adalah validitas yang dicapai dengan mengkorelasikan hasil tes dengan kriteria tertentu. Koefisien validitas dinyatakan dengan korelasi linier antara dua distribusi hasil tes yang berhubungan dengan distribusi skor kriteria yang relevan.
Reliabilitas Instrumen Penilaian
Skor yang diperoleh dari kedua perangkat tes tersebut kemudian dikorelasikan dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson untuk mendapatkan indeks reliabilitas. Ada banyak rumus yang dapat digunakan untuk mengestimasi reliabilitas instrumen dengan teknik uji belah, yaitu: Rumus Spearman Brown, Rulon, Flanagan; Guttman, Mossier, Feldt, Horst, Hoyt, Cronbach's Alpha, Kuder Richardson, Kristof, Gulliksen and Analysis of Variance (Azwar Naga.
Pembakuan Instrumen
Dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan instrumen yang baik (dalam hal ini rubrik) harus memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi. Oleh karena itu instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel (Sugiyono.
Kriteria Instrumen Baku
Martin-Kniep (2000) yang dikutip Wahyuni dan Bathesta (2011:13) juga menemukan bahwa rubrik memiliki 2 jenis, yaitu: rubrik holistik dan analitis. Lebih sulit untuk mencapai reliabilitas intra- dan antar-penilai di semua dimensi pada rubrik analitik daripada item tunggal pada rubrik holistik.
Komponen Rubrik
Setelah menyelesaikan rubrik, berikan salinan kepada siswa dan minta mereka menilai kemajuan mereka sendiri dalam tugas atau proyek. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, rubrik memiliki empat komponen mendasar atau utama, yaitu: 1) dimensi yang akan dijadikan dasar penilaian kinerja siswa, 2) deskripsi dimensi, yang merupakan penjelasan dari masing-masing dimensi, 3 ) skala yang akan digunakan untuk menilai dimensi, 4) standar untuk setiap kategori kinerja.
Tahapan Pengembangan Rubrik
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, rubrik memiliki empat komponen dasar atau utama, yaitu: 1) dimensi yang akan dijadikan dasar penilaian kinerja siswa, 2) deskripsi dimensi, yaitu penjelasan dari masing-masing dimensi, 3) skala yang akan digunakan untuk mengevaluasi dimensi, 4) standar untuk setiap kategori kinerja. menjelaskan aspek kognitif dan aspek kinerja. Untuk rubrik analitik, tulis deskripsi naratif yang komprehensif tentang pekerjaan yang sangat baik dan buruk untuk setiap atribut individu.
Contoh (Template) Rubrik
Dari contoh rubrik (template) di atas dapat disimpulkan bahwa rubrik pada hakikatnya memiliki struktur yang terdiri dari yang pertama adalah daftar, yaitu daftar kriteria yang diwujudkan dengan dimensi kinerja, aspek atau konsep yang akan dinilai, dan yang kedua adalah suatu tingkatan kualitas. , mulai dari level yang paling sempurna hingga level yang paling buruk.
Validitas dan Reliabilitas Rubrik
Dari hasil pengukuran akan diperoleh skor yang menggambarkan tingkat keberhasilan belajar siswa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Menurut (BSNP 2007:9), penilaian adalah rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menginterpretasikan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi guna dijadikan sebagai pengambil keputusan tentang hasil belajar peserta didik.
Pengertian Asesmen Alternatif
Menurut Jon Mueller, penilaian alternatif adalah suatu bentuk penilaian yang menuntut siswa untuk menyelesaikan tugas dunia nyata. Berdasarkan pendapat di atas, penilaian alternatif disebut demikian karena penilaian alternatif merupakan alternatif dari penilaian tradisional. Oleh karena itu, penilaian alternatif berarti semua jenis penilaian di luar yang biasa (tes jawaban terpilih dan tes pensil), yang lebih otentik dan secara signifikan mengungkapkan langsung proses dan hasil belajar siswa.
Istilah Lain Penyebutan Asesmen Alternatif
Baik berupa replika tugas maupun yang sejalan dengan jenis permasalahan yang dihadapi pendidik dan peserta didik atau profesional di bidangnya. Dengan kata lain, penilaian alternatif didefinisikan sebagai penggunaan pendekatan non-tradisional untuk menilai kinerja siswa atau hasil belajar. Penilaian langsung, disebut demikian karena penilaian alternatif memberikan bukti yang lebih langsung dari penerapan pengetahuan dan keterampilan yang bermakna.
Jenis asesmen alternatif
Jika seorang siswa mengerjakan tes pilihan ganda dengan baik, kita dapat secara tidak langsung menyimpulkan bahwa siswa tersebut mampu menerapkan pengetahuan itu dalam konteks dunia nyata, tetapi kita akan lebih nyaman membuat kesimpulan itu dari demonstrasi langsung aplikasi itu sebagai dalam contoh golf di atas.
Asesmen Produk
Evaluasi dengan cara analitis didasarkan pada aspek-aspek produk, yang biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat dalam semua tahapan proses pengembangan produk. Syafri Anwar dalam bukunya Asesmen Berbasis Kompetensi (Syafri) mengatakan jika kinerja siswa menghasilkan produk yang nyata, maka hasil karya siswa dengan sendirinya menjadi bahan penilaian (proses dan produk) karena baik proses maupun produk sama-sama penting (sama pentingnya). .
Perkuliahan Metodologi Penelitian
Kemampuan yang dibangun dalam kuliah Metodologi Penelitian
- Struktur Proposal Penelitian
- Deskripsi Komponen Proposal Penelitian
- Evaluasi Proposal Penelitian
- Kesalahan Umum dalam Penulisan Proposal
- Instrumen Penilaian Proposal Penelitian
Berdasarkan kajian tersebut, kemampuan akhir yang harus diperoleh dalam perkuliahan metodologi penelitian adalah kemampuan melakukan penelitian dan menghasilkan proposal penelitian. Proposal penelitian atau research proposal pada hakekatnya merupakan rancangan yang menggambarkan apa yang akan diteliti dan bagaimana penelitian itu dilakukan. Apakah metode statistik yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian? . f.. Apakah ada saran/kesimpulan yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian?
Penilaian Hasil Belajar
Kurikulum dan buku ajar yang berlaku digunakan sebagai tolok ukur atau penanda dalam merancang penilaian hasil belajar. Untuk memperoleh hasil belajar yang objektif dalam menggambarkan prestasi dan kemampuan siswa sebagaimana adanya, penilaian harus menggunakan berbagai alat penilaian dan bersifat menyeluruh. Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan metode dan alat yang berbeda untuk menilai kompetensi atau kemampuan siswa yang berbeda sehingga profil kemampuan siswa ditetapkan.
Kerangka Berfikir
Model pengembangan rubrik penskoran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang diadaptasi dari prosedur pengembangan rubrik Donna Szppyrka dan Ellyn B. Menjelaskan spesifikasi kemampuan yang akan dinilai dengan cara yang mudah dipahami. Pada tahap ini, 5 percobaan teoritis dilakukan untuk panel ahli dalam metodologi penelitian.
Prosedur Pengembangan
Tahap ini merupakan uji coba atau uji teori pertama yang melibatkan panel ahli melalui panduan meta-section. Jika masih ada koreksi atau anotasi dan validitas dan reliabilitas rendah, dilakukan perbaikan. Menentukan skala pengukuran yaitu skala penilaian. 4. Mendeskripsikan spesifikasi pembuatan proposal penelitian menjadi rubrik konsep sesuai dengan tingkat keterampilan dan bagian/dimensi rubrik. lihat bab tentang alat pengumpulan data).
Ujicoba Produk
Uji empiris rubrik proposal penelitian mahasiswa yang dibuat oleh subjek uji untuk mengetahui validitas dan reliabilitas rubrik. Selanjutnya setelah diuji secara empiris, jika validitas dan reliabilitas rendah, dilakukan revisi hingga memenuhi persyaratan instrumen yang baik.
Subjek Ujicoba
Jenis Data
Instrumen Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Validitas Rubrik Ujicoba Teoretik
Dalam hal ini, penskoran tanggapan setiap item menggunakan skala Guttman dimodifikasi sesuai dengan apa yang tertera dalam penilaian. Rancangan rubrik yang dinilai oleh panelis direvisi dengan memasukkan dimensi dan indikator pada kisi instrumen hingga ke bahasa yang digunakan dalam rubrik. Panitia mengevaluasi rubrik menggunakan alat meta-rubrik yang diadaptasi dari Graduate School of Education di Portland State University.
Validitas Ujicoba Empirik
Koefisien IRR yang digunakan adalah koefisien kesamaan Cohen Kappa (K) dengan rumus sebagai berikut (Bhisma Murti, 2011:17); Nilai koefisien Kappa Cohen dihitung menggunakan tabel kontingensi 2x2 (Sackett et al., dalam Bhisma Murti, 2011:17). Setelah melakukan uji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan analisis uji konsistensi internal yang ditentukan dengan menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach (Arikunto, 2010: 239).
Penskalaan
Bhisma Murti Jika skor keseluruhan rubrik di atas koefisien Cronbach's Alpha (> 0,60), skor tersebut dianggap reliabel.
Hasil Pengembangan
Data Ujicoba Teoretik a. Telaah Pakar
5 Cukup Baik 6 30% 20 Tabel di atas menunjukkan bahwa data panelis tidak sesuai dengan komponen dimensi rubrik. Total komponen rubrik yang digunakan dalam rubrik dengan 9 kriteria penilaian adalah 11 dari total 45. Sehingga setiap dimensi pengukuran dibedakan secara jelas dan tegas dengan kalimat/bahasa efektif.
Data Ujicoba Empirik
Berdasarkan tabel di atas, jumlah siswa yang mendapat nilai A dengan rentang 80-100 adalah 29 orang atau 29 orang. Sedangkan data tentang perolehan poin, skor rata-rata, skor item dan standar deviasi dari hasil empiris. pengujian dapat dilihat pada tabel di bawah ini; Rata-rata skor item adalah 3,19 dan standar deviasi adalah 8,97. Gambaran hasil pengujian dapat dilihat pada tabel di bawah ini;
Analisis Data
Analisis Data Ujicoba Teoretik a. Validitas Rubrik
Rubrik penilaian proposal penelitian mahasiswa dinilai sesuai dengan teori dan mampu mengukur apa yang perlu diukur. Berdasarkan pembahasan di atas, pengembangan rubrik penilaian proposal penelitian mahasiswa Prodi Tadris Biologi pada penelitian ini secara umum berhasil. Dengan demikian, rubrik evaluasi proposal penelitian mahasiswa memenuhi kualitas rubrik dan dianggap layak untuk diterapkan.
Nilai yang diperoleh Subjek Ujicoba
Tanggapan Subjek Ujicoba
Dengan demikian, rubrik penilaian proposal mahasiswa untuk penelitian yang dikembangkan melengkapi kualitas suatu instrumen yaitu mendapat respon positif dalam penggunaannya. Penilaian subjektivitas yang bias sebelumnya dapat dihindari dengan rubrik ini untuk mengevaluasi proposal penelitian mahasiswa. Misalnya, penggunaan rubrik evaluasi proposal penelitian berpotensi untuk dikembangkan dalam bentuk self assessment atau penilaian yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa, baik secara individu maupun kelompok.
Saran
Ada kesenjangan antara ideal dan realitas, tidak logis dan kurang didukung fakta dan informasi yang benar. . tidak jelas pentingnya masalah yang akan diteliti. Rumusan masalah tidak jelas, tidak teratur, tidak logis, tidak menunjukkan keterkaitan antar variabel. tidak sesuai dengan ruang lingkup pendidikan biologi. Perumusan kerangka berpikir tidak jelas, tidak argumentatif berdasarkan teori, tidak relevan dengan masalah dan variabel penelitian. . tidak mengarah pada jawaban atau solusi.