“Nilai-Nilai Pendidikan Islam Surah Al-An‘a>m ayat 151-153 dan Implementasinya dalam Keluarga”
(Studi Tafsir al-Muni>r Fi> al-‘Aqi>dah wa al- Syari>```````````````‘ah wa al-Manhaj
karya Wahbah Must}afa Az-Zuhayli>)
1
Oleh : Atika Nurul Karimah
Pendahuluan Tinjauan Pustaka dan
Kerangka Teoritik
Metode Penelitian
Hasil dan Pembahasan
BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V
Penutup
“
Latar Belakang3
Hegemoni
Media Revolusi Ilmu
Revolusi IPTEK Mudah tapi
Mengkhawatirkan Pergaulan
bebas
Kering spiritual
Solusi : Penanaman nilai-nilai Pendidikan Islam
Lembaga pendidikan pertama, tempat seorang anak memperoleh bimbingan dari orang tua dan
anggota keluarga lainnya. Di dalam keluarga inilah tempat terbaik dalam meletakkan dasar- dasar kepribadian anak sejak dini, karena pada
usia ini anak lebih cepat dan mudah menerima pembelajaran.
pembahasan mengenai nilai-nilai pendidikan Islam pada surah al-An‘am (6) ayat 151-153
banyak dijelaskan di dalamnya, sehingga berkesinambungan dengan tema pembahasan.
Dalam ayat tersebut, terdapat beberapa nilai-nilai pendidikan Islam yang tentunya dapat
diimplementasikan dalam keluarga.
Alasan Pengambilan Pembahasan:
Keluarg a
Surah al-An‘am (6) ayat 151-153 Tafsir al- M unir
Apa saja nilai-nilai pendidikan Islam surah al-An‘am (6) ayat 151-153 dalam
tafsir al-Munir?
Rumusan Masalah
Bagaimana implementasi nilai- nilai pendidikan Islam
surah al-An‘am (6) ayat 151-153 dalam
keluarga?
5
1 2
Kerangka Teoritik
Nilai-Nilai Pendidikan Islam :
sekumpulan prinsip-prinsip hidup dan ajaran-ajaran kepada manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia yang satu prinsip dengan prinsip lainnya saling berkaitan dan membentuk kesatuan utuh - ditransformasikan dalam lapangan kehidupan sehari- hari sehingga menjadi jalan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki.
Menurut Abdullah Nasikh Ulwan :
Keimanan Akal
Moral Jasmani
Kejiwaan Seksual Sosial
Metode Penelitian
Jenis penelitian dan Pendekatan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Analisis Data
Library
Research :M engumpulkan data yang
berkaitan dengan tema pembahasan melalui sumber- sumber
kepustakaanPaedagog ig
Filosofis
Primer :
Surah al- An‘a>m
ayat 151-153 Kitab Tafsir al- M uni>r
Sekunder :
Kitab, kamus, jurnal
Teknik Dokumentasi
M etode maud}u>‘i
Kualitatif deksriptif-analisis :
Dianalisis
Diinterpretasikan, dan disajikan secara
sistematis
Surah al-An‘a>m ayat 151- 153
ا<ئً>يْ @ ۖ AAAشَ Cهِ CAAAبِ اوHكُCرِ >AAAشْHتُ Mلَّا@أَ >مْHكُ>يْ@لَ@عَ >مْHكُTبِ@رَ @مَMرِ @AAAحَ ا @AAAمَ Hلُ >AAAتُ@أَ ا>و@لَا @AAAعَ@تُ >لُHقُ ۖ >مْHكُHقُHزُ>رِ @AAنَ Hنُ>حْ@نَ aقٍ @لَا>مَCإِ >نُCمَ >مْHكُ@دَ @لَّا>وْ@أَ او HAAلَHتُ>قْ@تُ @لَّا@وْ ا<نَا @AAسَ>حَCإِ Cنُ>يْ@دَ CAAلَا@و>لَاCبِ@وْ ۖ ۖ او HAلَHتُ>قْ@تُ @لَّا@وْ @نُ@طَ@بِ ا @Aمَ@وْ ا @Aهَ>نْCمَ @رِ @Aهَ@ظَ ا @Aمَ @شَCحَا@و @Aفَ>لَا او HAبِ@رِ>قْ@تُ @لَّا@وْ >مْHهُا MAيْCإِ@وْ ۖ ۖ >مْHكُMلَ@عَ@لَ Cهِ CAAAبِ >مْHكُا MAAAصَّ@وْ >مْHكُCلَt@ذَٰ vقِّ@حْ>لَا C ۚ AAAبِ MلَّاCإِ Hهِ MAAAلَلَا @مَMرِ @AAAحَ يCتُMلَا @سَ>فَMنْلَا )@نَوHAلَCقْ>عَ@تُ
@غَHAلَ>بْ@يْ tىٰMتُ@حَ Hنُ @Aسَ>حَ@أَ @يCهُ يCتُMلَاCAبِ MلَّاCإِ CمْيْCتُ@يْ>لَا @لَا@Aمَ اوHAبِ@رِ>قْ@تُ @لَّا@وْ (۱۵۱
ا@هَ@عَ >AسْHوْ MلَّاCإِ ا <Aسَ>فَ@نَ HفُvAلَ@كُHنَ @لَّا Cطِ >AسَCقْ>لَاCبِ @نَا@زَيْCAمِ>لَا@وْ @لُ>Aيْ@كُ>لَا اوHAفُ>وْ@أَ@وْ HهُMدَ HAشَ@أَ ۖ ۖ ۖ >مْHكُCلَt@ذَٰ او HAAفُ>وْ@أَ Cهِ MAAلَلَا Cدَ >AAهَ@عَCبِ@وْ tىٰ@بِ>رِ HAAقُ ا@ذَٰ @نَا @AAكُ >و @AAلَ@وْ اوHلَCدَ >AAعَا@فُ >مْHتُ>لَHقُ ا@ذَٰCإِ@وْ ۚ ۖ )@نَوْHرِMكُ@ذَ @AAتُ >مْHكُMلَ@عَ@لَ Cهِ CAAبِ >مْHكُا MAAصَّ@وْ
ا<مِيْCقْ@تُ >AAسَHمَ يCطِا@رِ CAAصَّ ا@ذَ t@AAهُ Mنَ@أَ@وْ (۱۵۲
CهِCAبِ >مْHكُاMAصَّ@وْ >مْHكُCلَt@ذَٰ CهِCلَيْCبْ @Aسْ >نُ@عَ >مْHكُCبِ @قٍMرِ@Aفَ@تُ@فُ @لُHبْ TAسَلَا اوHAعَCبْMتُ@تُ @لَّا@وْ HهُوHعَCبْMتُا@Aفُ ۚ ۖ )@نَوHقْMتُ@تُ >مْHكُMلَ@عَ@لَ
۱۵۳ (
(151) Katakanlah (Muhammad), Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.Dan, janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai ia mencapai (usia) dewasa. Dan, sempurnakanlah takaran atau timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. (152) Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat. (153) Dan, sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka, ikutilah ! jangan kamu ikuti jalan-jalan lain yang akan mencerai- beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu 8
9
10 09
08 07
06 05
04 03
02 01
Berbuat baik kepada kedua orang tua
Larangan melakukan
perbuatan keji M enjaga harta anak yatim
M enyempurnakan timbangan
dengan adil M emenuhi janji
Larangan
mempersekutuk an Allah swt
Larangan
mengubur anak perempuan
Larangan membunuh nyawa tanpa hak
M enyempurnak an takaran
Berlaku adil dalam ucapan dan hukum
-Hasil dan Pembahasan-
N ilai-N ilai Pendidikan Islam Surah al-An‘a>m ayat 151-153
Menanamkan nilai religius dan
ketauhidan dalam diri setiap anggota keluarga.
Mengajarkan masalah haram dan halal
Mendidik keluarga
dengan cinta Mengajarkan rasa
tanggung jawab
Implementasi dalam keluarga
11
Kesimpulan
Sepuluh wasiat tersebut ditujukan kepada orang-orang Musyrik pada zaman Jahiliyyah karena mereka memberi hak kepada diri sendiri dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan sembelihan, makanan, serta beberapa ibadah yang berkaitan dengan binatang, buah-buahan, bahkan anak-anak. Oleh karena itu, ayat-ayat surat ini dimaksudkan untuk membatalkan pandangan jahiliah.
Tujuannya, agar tertanam hakikat yang diajarkan oleh ajaran agama dalam hati manusia.
Penanaman nilai tauhid ini akan memperkokoh iman dan taqwa sehingga terhindar dari berbagai macam kehancuran akibat penyelewengan-penyelewengan dari kebenaran.
Upaya lain yang dapat ditempuh, yaitu mendidik keluarga dengan cinta, mengajarkan masalah halal dan haram, mengajarkan rasa tanggung jawab dan lain sebagainya.Upaya-upaya di atas hanya dapat tercapai jika seluruh
anggota keluarga saling bekerjasama dalam rangka menciptakan keluarga rabbani.