RIZKI AMALIA, SKM, M.KES (EPID)
INFECTION CONTROL SHARE INTER- INFECTION CONTROL SHARE INTER- RELATIONSHIPS WITH QUALITY AND RELATIONSHIPS WITH QUALITY AND
PATIENT SAFETY PATIENT SAFETY
INFECTION PREVENTION
CONTROL QUALITY
PATIENT SAFETY
Bagaikan gunung es, sedikit dipermukaan namun banyak yang tersembunyi……
Risiko Healthcare Associated Infections di negara berkembang sebanyak 20 kali lebih tinggi daripada negara maju
Setiap saat 1.4 jt orang didunia menderita infeksi di rumah sakit.
Setiap tahun suntikan tidak aman
menyebabkan 1.3 juta kematian umumnya karena transmisi blood-borne patogen
seperti HBV, HCV dan HIV
Sumber: Laporan data HAIs RSJPDHK Lomba Bicomensial
” ” Safe Surgery Saves Lives” Safe Surgery Saves Lives”
Third Global Patient Safety Challenge – Tackling Antimicrobial Resistance
Agent
Host
Environment Interakasi yang dinamis
Perubahan di salah satu komponen
Berpengaruh pada keseimbangan yang ada
AGENT/MO
Bakteria, Virus, Jamur, Protozoa
Mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi
Tiga faktor mikroorganisme yang mempengaruhi terjadinya infeksi
- patogenitas - virulensi - jumlah
RESERVOIR/SOURCE Darah, Cairan tubuh, Air, Udara, Tanah, Alat,
Permukaan lingkungan
Tempat dimana agen infeksi dapat hidup, tumbuh, berkembang biak dan siap
ditularkan kepada orang
Reservoir yang paling umum:
manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan,
tanah, air dan bahan-bahan organik lainnya
Pada manusia: darah, cairan tubuh, permukaan kulit, selaput lendir saluran nafas atas, usus dan vagina
MEAN OF TRANSMISSION
Airborne, Droplet, Contact Common Vihicle,
Vertorborne
Vehikulum :
Bahan yang dapat berperan dalam
mempertahankan kehidupan kuman penyebab sampai masuk (tertelan atau terokulasi) pada pejamu yang rentan
Contoh :
Makanan: Salmonella
Darah: Hepatitis B, Hepatitis C, HIV
Air: Hepatitis A, Typhoid, Cholera, Dysentri
MEAN OF TRANSMISSION
Airborne, Droplet, Contact Common Vihicle,
Vertorborne
Vektor :
Artropoda (umumnya serangga) atau binatang lain yang dapat menularkan kuman penyebab dengan cara menggigit pejamu yang rentan atau menimbun kuman penyebab pada kulit pejamu atau makanan Contoh :
Nyamuk: Demam berdarah, malaria Lalat: makanan
Tikus: leptospirosis
HOST/PEJAMU Immuno- compromised
Faktor yang mempengaruhi:
umur, status gizi, status imunisasi, penyakit kronis, luka bakar yang luas, trauma atau pembedahan, pengobatan dengan
imunosupresan, pemakaian alat
Faktor lain: jenis kelamin, ras atau etnis tertentu, status ekonomi, gaya hidup, pekerjaan dan herediter
infeksi yang terjadi selama proses infeksi yang terjadi selama proses
perawatan di rumah sakit atau di fasilitas perawatan di rumah sakit atau di fasilitas kesehatan lain,
kesehatan lain,
saat masuk pasien tidak ada infeksi atau saat masuk pasien tidak ada infeksi atau tidak dalam masa inkubasi
tidak dalam masa inkubasi
infeksi didapat di rumah sakit tapi infeksi didapat di rumah sakit tapi muncul setelah pulang
muncul setelah pulang
juga infeksi pada petugas kesehatan juga infeksi pada petugas kesehatan yang terjadi karena pekerjaan
yang terjadi karena pekerjaan
Pengertian baru (CDC, WHO th 2007)
Morbiditas
Mortalitas
Kecacatan
LOS
Biaya
Pendapatan RS
Produktifitas Ps
Mutu RS
Citra RS
Tuntutan Hukum
Biaya meningkat per tahun ( 2004)
•US : $ 6.7 billion
•United Kingdom : $ 1.7 billion
Perhitungan biaya:
• Bayar obat/alat
• Laboratorium
• Dokter/perawat
Menurunkan atau meminimalkan insiden rate infeksi berhubungan dengan pelayanan kesehatan pada pasien , petugas dan pengunjung serta masyarakat sekitar rumah sakit dan fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya,
dengan mempertimbangkan cost effectiveness
Pasien sendiri
Dari luar pasien sendiri
Manusia
Pasien
Petugas kesehatan
Pengunjung
Peralatan
Alat kesehatan/Instrumen
Lingkungan
Udara
Air
Tanah
20
Surgical site infections (SSI)
Catheter-associated urinary tract infections (CAUTI)
Central venous catheter–
related bloodstream infections (CRBSI)
Ventilator-associated
pneumonia (VAP)
Merupakan kegiatan untuk Merupakan kegiatan untuk
mengendaliakan infeksi terkait mengendaliakan infeksi terkait
dengan pelayanan kesehatan dengan pelayanan kesehatan
yang meliputi perencanaan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pelaksanaan, pengawasan,
pembinaan, monitoring evaluasi pembinaan, monitoring evaluasi
serta pelaporan
serta pelaporan
Diklat PPI kepada
Seluruh staf (dokter, perawat, non medik)
Mahasiswa, PPDS
Sosialisasi PPI kepada
Pasien, keluarga
Pengunjung
Masyarakat sekitar RS
Sekumpulan cara yang terstruktur untuk meningkatkan perawatan terhadap pasien
Untuk memudahkan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan keperawatan pada
pasien yang berisiko terjadi infeksi
Harus dilakukan oleh semua orang yang
memberikan pelayanan perawatan terhadap pasien dan dilakukan secara bersama – sama pada setiap pasien.
Penerapan Pencegahan Infeksi (BUNDLES) pada pemasangan kateter intravaskuler, kateter urine menetap, ventilasi mekanik, tindakan pembedahan
Central line care bundles
Ventilator care bundles
Surgical care bundles
CAUTI care bundles
Melakukan Kegiatan Surveilans HAIs : IADP, ISK, VAP,ILO
SURVEILENS
Infeksi Aliran Darah
Primer
Infeksi Luka Operasi
Infeksi Pneumonia
Infeksi Saluran Kemih
Berdasarkan indikasi Profilaksis/Teraupetik
Empirik/Definitif
Seluruh staf Dokter, Perawat
Petugas kesehatan lainnya PPDS/Mahasiswa
Pengunjung
Pedagang sekitar RS
PREVENTION IS PRIMARY!
PREVENTION IS PRIMARY!
Protect patients…protect healthcare workers…
promote quality healthcare!
IF I HAVE NOT WASHED
MY HAND, PLEASE TELL ME,
IF YOU HAVE NOT WASHED YOURS I WILL TELL YOU
CHANGE
BEGINS WITH ME
AND
BEGINS TODAY, HERE AND NOW THINK BIG
START SMALL ACT NOW
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau HAIs harus dilaksanakan setiap saat,
dimanapun, kapanpun oleh siapapun memberikan layanan kesehatan
Program PPI meliputi pendidikan dan pelatihan Kewaspadaan Isolasi, Pencegahan Infeksi pada pemasangan alat kesehatan, kegiatan
surveilans, serta penggunaan antimikroba rasional
Keberhasilan PPI harus ada dukungan
manajemen, keterlibatan dan komitmen seluruh personil.