Etnisitas Indonesia
Konsep etnisitas adalah mengacu pada kelompok yang punya persamaan keturunan, sejarah, dan identitas budaya (nilai, tradisi, bahasa, pola perilaku nyata)
Identitas etnik memiliki tiga tingkatan:
a. Identitas yang ditentukan sendiri oleh orang yang bersangkutan. Contohnya: yang bisa menentukan etnis sendiri adalah hasil perkawinan dua suku berbeda, yang bersangkutan bisa mengaku mau dari suku mana.
b. Identitas yang dipersepsikan orang lain. Contoh penentuan garis keturunan ayah c. Identitas yang ditentukan oleh negara
Konsep etnisitas merupakan kategori sosial yang horizontal, etnisitas tidak ada nilai tinggi rendahnya.
Etnisitas tidak pernah berdiri sendiri. Etnis muncul jika ada etnis lainnya untuk pembanding yang menyebut seseorang dari etnis mana.
Kelompok etnik cenderung subjektif, elastis, adaptif, dan dapat dipengaruhi oreng lain.
Pandangan thd etnisitas
a. Primodialisme, memandnag etnisitas melekat dalam diri
b. Pandangan instrumental, etnisitas dianggap menjadi alat untuk mencapai tujuan tertentu oleh individu/kelompok, biasanya bentuk material. Misalnya etnisitas dipakai saat pilkada untuk para calonnya untuk membuat branding diri ‘Putra daerah’ ‘Asli dari’
untuk menggaet suara.
c. Pandangan kontruktivis (pandangan membangun untuk negara majemuk), etnisitas adalah sumber kekayaan hakiki untuk saling memperkaya budaya yang lain.