PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Mengacu pada latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian dan analisis terkait konsep pendidikan multikultural dalam Al-Quran surah arrum ayat 22 menurut tafsir al-Maraghi.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan relevansi konsep Surat Ar-rum ayat 22 tafsir Al-Maraghi terhadap pendidikan multikultural.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada guru tentang pengertian pendidikan multikultural dan konsep pendidikan multikultural dalam Al-Quran surat Ar-rum ayat 22 menurut Tafsir Al-Maraghi, serta diharapkan dapat memberikan peningkatan ilmu pengetahuan dan pengembangan. Pendidikan Islam di Indonesia baik dalam proses belajar mengajar. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan mengenai pendidikan multikultural yang terkandung dalam surat Ar-rum ayat 22 dan dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Batasan Istilah
Tafsir al-Maraghi ialah ulasan oleh Ahmad Musthafa al-Maraghi bin Mustafa bin Muhammad bin 'Abd al-Mun'im al-Maraghi. Tafsir al-Maraghi adalah salah satu buku tafsiran terbaik abad moden ini. Corak tafsir al-Maraghi mempunyai corak yang sama dengan corak tafsir al-Manar oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Rida.
Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
Skripsi yang ditulis oleh Muhamed Ferdiansyah Arif dengan judul “Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 22 dan Surat Al-Hujurat Ayat 13 Menurut Pandangan Mufassir”. Tesis yang ditulis oleh Midia Jusarani berjudul “Nilai-nilai pendidikan multikultural dalam Surat Al-Hujhurat ayat 9-13”. Skripsi yang ditulis oleh Ni'matul Arofah berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Al-Qur'an (Analisis Surat al-Hujhurat ayat 11-13 dan Al-Maidah).
Metode Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Sistematika Pembahasan
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam penelitian ini sumber data primer berasal dari kitab tafsir Al-Maraghi dan tafsir al-Maraghi yang diterjemahkan oleh Bahrun Abubakar, Hery Noer Aly dan Anshori Umar Sitangan. Dalam penelitian ini sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari buku-buku, jurnal dan karya-karya lain yang berkaitan dan relevan. penelitian dan juga dapat mendukung sumber data primer.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan nasional Indonesia menurut UU No. 20 Tahun 2003 yaitu pendidikan dilanjutkan dengan memulai dari manusia apa adanya (aktualisasi), dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Tujuan pendidikan nasional sesuai dengan TAP MPRS no. XXVI/MPRS/1996 tentang agama, pendidikan dan kebudayaan merumuskan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk Pancasila sejati bagi masyarakat berdasarkan pembukaan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan sila pertama Pancil, yaitu keyakinan pada satu Tuhan Yang Mahakuasa, ditegakkan. Peraturan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar mengedepankan hubungan spiritual dan mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.18.
Multikultural
- Pengertian Multikultral
- Jenis Multikultural
- Perkembangan Multikultural
- Kegamangan Multikultural di Indonesia
Perjuangan hak-hak sipil berlanjut secara lebih efektif dengan berbagai tindakan afirmatif yang membantu mereka yang tergolong marginal dan minoritas mengejar ketertinggalan dari kelompok kulit putih yang dominan di berbagai bidang. Istilah “multikultural” (multikultural) jika kita mencari asal muasalnya, mulai dikenal pada tahun 1960an, setelah terjadinya gerakan hak-hak sipil sebagai koreksi terhadap kebijakan asimilasi kelompok minoritas ke dalam wadah peleburan kelompok dominan yang telah lama ada. budaya Amerika, khususnya di New York dan California. Menurut J. S. Furnivall, masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang hidup mandiri tanpa bercampur satu sama lain dalam satu kesatuan politik.
Sedangkan menurut J. Nasikun, masyarakat multikultural adalah masyarakat yang timpang, ditandai dengan tidak berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai. Menurut Chairul Mahfud, multikulturalisme dibentuk oleh jata multi (banyak), culture (kebudayaan) dan isme (mazhab atau makna).22 Sedangkan menurut Azyumardi Azra, multikulturalisme adalah kebijakan kebudayaan yang menekankan pada penerimaan agama, pluralitas, dan multikulturalisme. . kenyataan yang ada dalam kehidupan masyarakat.23. Dengan demikian, multikulturalisme merupakan pandangan seseorang terhadap berbagai variasi kehidupan, atau kebijakan budaya yang ada dalam masyarakat yang menekankan penerimaannya.
Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang mempunyai budaya dominan yang melakukan penyesuaian dan adaptasi tertentu terhadap kebutuhan budaya kelompok minoritas. Kelompok sosial berdasarkan etnis Ada sekitar 300 kelompok etnis di Indonesia dan mereka menggunakan sekitar 250 bahasa daerah. Setiap suku bangsa mempunyai budaya yang berbeda-beda, hal ini tercermin dari pola dan gaya hidup masing-masing.
Ketidakpastian multikulturalisme di Indonesia Sejak reformasi dimulai di Indonesia pada tahun 1998, jika kita menggunakan angka.
Pendidikan Multikultural
- Karakteristik Pendidikan Multikultural
- Tujuan Pendidikan Multikultural
- Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural
Pendidikan multikultural yang dikemukakan oleh James A. Bank merupakan suatu konsep pendidikan yang memberikan kesempatan belajar yang sama di kelas kepada semua siswa tanpa membedakan jenis kelamin dan kelas sosial, suku, ras, agama, dan karakteristik budaya. Pendidikan multikultural harus mencakup seluruh aspek pendidikan, seperti pendidik, materi, metode, kurikulum, dan lain-lain. Pendidikan multikultural merupakan wacana yang melampaui batas negara, karena terkait dengan isu keadilan sosial, demokrasi dan hak asasi manusia, ketulusan dan keadilan.
Pendidikan multikultural merupakan suatu sikap memandang keunikan manusia tanpa membedakan ras, budaya, jenis kelamin, kondisi fisik atau status ekonomi seseorang. 31 Wahyu Adya Lestariningsih, dkk, “Pelembagaan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Rembang Tahun Ajaran Jurnal Sejarah Indonesia. Dalam hal ini, pendidikan multikultural akan menjamin semua siswa mendapat perhatian yang sama tanpa membedakan satu sama lain. suku, budaya, membedakan agama atau bahasa siswa.
Nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi titik orientasi pendidikan multikultural adalah nilai-nilai yang menekankan pada pertumbuhan pembangunan manusia dan eksistensinya sebagai makhluk yang bermartabat. Orientasi kemanusiaan dalam pendidikan multikultural sesuai dengan konsep hablum min an-nas dimana etika dijadikan landasan dalam membangun hubungan baik antar manusia. Oleh karena itu, pendidikan multikultural menolak sikap sosial rasial dan prasangka terhadap kelompok lain yang berbeda suku, ras, bahasa, budaya dan agama.34 3.
Indonesia sebagai negara majemuk yang terdiri dari berbagai suku dan agama memerlukan konsep pendidikan multikultural yang dapat menghasilkan peserta didik yang dapat menghargai perbedaan dan hidup rukun dengan perbedaan.36. Tujuan utama pendidikan multikultural adalah mengubah pendekatan belajar mengajar sehingga setiap anak mempunyai kesempatan yang sama. Nilai-nilai pendidikan multikultural merupakan nilai-nilai yang dapat diturunkan dari sikap atau perilaku seseorang dari kegiatan pengembangan potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitas yang dihasilkan dari keberagaman budaya, suku, ras, dan agama.
KAJIAN SURAH AR-RUM AYAT 22 DALAM
Tafsir Al-Maraghi
Tafsir Al-Maraghi adalah salah satu kitab tafsir yang terbaik di abad moden ini. Tafsir al-Maraghi sendiri merupakan karya yang terbaik, buah dari ketekunan dan ketekunan penulis menyusunnya selama lebih kurang 10 tahun, iaitu dari tahun 1940-1950 M. Dalam mukaddimah kitab tafsir, al-Maraghi menyatakan bahawa semasa hayatnya, beliau sering melihat banyak golongan - kalangan tertentu yang sering menyebarkan ilmu pengetahuan mereka tentang tema agama khususnya dalam bidang pengajian tafsir al-Quran dan al-Sunnah.
Perkara yang paling penting menurut analisis al-Maraghi adalah mendesak, walaupun kebanyakan kitab tafsir menawarkan manfaat dan memberikan penyelesaian berkaitan permasalahan yang wujud dalam masyarakat, namun hakikatnya banyak yang mengiringi Corak tafsir Al-Maraghi mempunyai corak yang sama dengan corak tafsir al-Manar oleh Muhammad Abduh dan Rashid Rida, tafsir al-quran al-Karim oleh Mahmud Syaltut dan tafsir al-Wadih oleh Muhammad Mahmud Hijazi. 48 Irsyad Al-Fikri dan Deden Rohmanudin, "Keunikan Teknik Khas Penyusunan Tafsir Al-Quran oleh Ahmad Musthafa al-Maraghi".
Daripada sumber yang digunakan, selain penggunaan ayat dan atsar, al-Maraghi juga menggunakan bi al-ra'yi sebagai sumber dalam pentafsiran ayat, pentafsiran yang bersumberkan riwayat (kerabat) dan disokong oleh dalil ilmiah. . 49 Murdi' Husniati, "Pola Ilmi Tafsir Al-Maraghi Karya Syekh Ahmad Musthafa Al-Maraghi" (Tesis: Unesa, Surabaya, 2019), 40. Selain itu, Tafsir Al-Maraghi sendiri memberikan penjelasan tentang ayat-ayat yang mempunyai asbabun nuzul. .50.
Surah Ar-Rum Ayat 22
- Tafsir Surah Ar-Rum Ayat 2
- Terjemah Per Kalimat
- Asbabun Nuzul
- Kontekstual Surah Ar-Rum Ayat 22
Jadi banyak sekali orang yang identitasnya hanya lewat suaranya, jadi kita bisa tahu teman dan musuhnya. Sesungguhnya hal-hal tersebut di atas mengandung dalil yang nyata bagi orang-orang yang berilmu, yaitu orang-orang yang memikirkan tentang makhluk yang diciptakan Allah. Imam Turmuzi telah menyampaikan sebuah hadis melalui Abu Sa'id yang menunjukkan bahwa ketika pecah perang Badar, bangsa Romawi mengalami kemenangan atas bangsa Persia.
Ibnu Hatim telah menyampaikan sebuah hadits melalui Ibnu Syihan yang meriwayatkan bahwa telah sampai kepada kita kabar bahwa kaum Masujrik sedang berselisih dengan kaum muslimin di Makkah: “Orang-orang Romawi ini mengakui bahwa mereka adalah ahli kitab, namun ternyata mereka dikalahkan oleh mereka. .siapakah ahli sihir Persia.Mengapa umat agama Magian mampu mengalahkan bangsa Romawi yang ahli kitab? Pengertian suku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sekelompok orang (keluarga) yang berasal dari satu keturunan atau juga berarti kumpulan bangsa sebagai bagian dari bangsa yang besar.
Tafsir al-Maraghi mengatakan bahawa orang yang paling mulia di sisi Allah SWT di akhirat dan di dunia ialah orang yang bertaqwa. Dan berpegang teguhlah kamu kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu disebabkan rahmat tuhan. saudara-saudara itu, dan kamu berada di ambang jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. 65 Arinal Husna dan Yusqi Mahfuds, "Penanaman nilai-nilai pendidikan pelbagai budaya di pondok pesantren" Ma'alim, 3,2,.
Pendidikan multikultural yang terkandung dalam tafsir al-Maraghi surah ar-rum ayat 22 menjelaskan adanya perbedaan bahasa, perbedaan ras, dan perbedaan suku. Yang juga menghasilkan nilai-nilai pendidikan multikultural mengenai nilai saling menghormati, nilai kesetaraan, nilai kemanusiaan, nilai kesetaraan dan persaudaraan antar bangsa dan antar bangsa, nilai toleransi dan yang terakhir nilai kebersamaan. demokrasi. Sani, Mufid Rizal. Konsep pendidikan multikultural dan implementasinya dalam pembelajaran. Tawadhu, (online), Jilid 1, No.2 Tahun 2017.