• Tidak ada hasil yang ditemukan

konsep psikoterapi dalam al-quran - repository iiq - IIQ Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "konsep psikoterapi dalam al-quran - repository iiq - IIQ Jakarta"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

5 Ahmad Husain Ali Salim, terapi al-Quran untuk penyakit fizikal dan mental manusia, (Jakarta: Asta Buana Sejahtera, 2006), hlm. 352). Berikut adalah bukti membaca al-Quran sebagai pengubat fizikal dalam hadis riwayat Imam Bukhari. Kesan penyembuhan mendengar ayat-ayat al-Quran atau meminta pesakit membacanya terbukti luar biasa.

Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah

Al-Quran mengandungi banyak petunjuk dalam semua bidang kehidupan, maka untuk mengelakkan mereka daripada terus mengalami penderitaan, petunjuk Allah yang terdapat di dalam Al-Quran dan As-Sunnah boleh digunakan oleh semua yang memahaminya dan juga boleh digunakan oleh pakar dalam bidang psikoterapi Islam 18.

Tujuan dan Manfaat Penulisan

Untuk lebih meyakinkan diri kita bahawa al-Quran adalah mukjizat sebenar yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Tinjauan Pustaka

Buku ini menjelaskan penyakit jantung yang banyak kita alami dan terapi apa saja yang bisa digunakan untuk menyembuhkan kita. Dalam penulisan disertasi ini, penulis akan mengumpulkan seluruh sumber yang penulis peroleh mengenai psikoterapi dalam Al-Quran dari buku-buku yang penulis peroleh baik itu buku islami maupun buku psikologi umum dan dilengkapi dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan interpretasi mereka.

Metodologi Penelitian dan Penulisan 1. Jenis Penelitian

Dalam pengumpulan data, penulis secara dokumentasi mengumpulkan data dari berbagai sumber di beberapa perpustakaan dan mencari informasi terkait dari berbagai artikel di internet sebagai bahan, yang kemudian dipelajari secara intensif untuk mendukung kejelasan dan pembuktian permasalahan. Penerapan dalam penelitian ini adalah analisis isi yang memuat ayat-ayat Al-Qur'an yang diawali dengan identifikasi. Penafsiran ayat-ayat tersebut didukung oleh hadis Nabi yang disarikan dari berbagai kitab hadis.

Teknik dan Sistematika Penulisan

Bab ketiga ulasan mengenai: Tanda-Tanda Psikoterapi Dalam Al-Quran, Ayat-Ayat Psikis Dalam Al-Quran, Tafsir Ulama Terhadap Ayat Psikoterapi Dalam Al-Quran, Konsep Psikoterapi Al-Quran. Najati, Muhammad Usman, Ilmu Mental dalam Al-Quran, Jakarta: Pustaka Azzam 2005 Najati, Muhammad Usman, Psikologi Qurani, Bandung: Marja 2010. MO (1997) dalam bukunya Hamdani Bakran yang berjudul Konseling Islami dan Psikoterapi mengatakan bahwa: Psikoterapi adalah pengobatan menggunakan alat psikologis untuk masalah yang timbul dari kehidupan.

Sejarah Singkat Psikoterapi

Dhorotea Lyde (1802 M – 1887 M) sebagai tokoh perubahan lainnya memprotes perlakuan kasar dan kejam terhadap orang yang sakit jiwa dan menurutnya mereka juga membutuhkan kebebasan fisik. 13 Dadang Hawari, Al-Quran tentang Pengobatan Spiritual dan Kesehatan Jiwa (Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa 1995), hal. Dan pada akhir tahun 1950an dan 1960an mulai diterima secara luas, masalah perilaku dipahami sebagai gejala yang muncul dan dapat diubah yang kemudian mempengaruhi keseluruhan kepribadian individu yang bersangkutan.15 Tidak ada keraguan bahwa psikoterapi Barat sampai sekarang mengalami kelembaman dalam pengobatan penyakit – penyakit jiwa dan bahayanya.

Aspek-Aspek Kajian Psikoterapi

Metode Psikoterapi

Terapi Al-Quran ialah terapi yang menggunakan Al-Quran atau mendengar bacaan Al-Quran sebagai kaedah rawatan. Dalam ujian pertama, responden mendengar 85 juzuk al-Quran mujawwad (tiada lagu). Akibatnya, 65% responden yang mendengar ayat-ayat Al-Quran mendapati ketenangan dan ketegangan saraf mereka menurun kepada 97%.

Permasalahan-permasalahan psikologis yang dapat diterapi

Inilah keajaiban Al-Qur'an, yang bukan sekedar buku bacaan, namun mampu memotret jiwa dan raga manusia.27. 28 Sa'adi, Nilai Kesehatan Mental Islami dalam Kebatinan Kawruh Jiwa Suryomentaram, (Jakarta: .Puslitbang Keagamaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama Republik Indonesia, 2010), hal. Membaca Al-Qur'an ternyata mampu menyembuhkan penyakit dan menghilangkannya secara tuntas, seolah tidak terjadi apa-apa.

Pendekatan-Pendekatan dalam Psikoterapi 1. Psikoanalisis

Tujuan utama konseling perilaku adalah menghilangkan perilaku maladaptif (maladaptive) dan menggantinya dengan perilaku baru yang lebih tepat. Hilangkan pola perilaku maladaptif klien dan bantu mereka mempelajari perilaku yang lebih konstruktif. Maka dengan demikian konsep benar dan salah harus dihilangkan dari bidang kajian tingkah laku manusia.39.

Tujuan dan Manfaat Psikoterapi

Dalam Al-Qur'an sendiri banyak sekali ayat-ayat yang menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah penyembuh, termasuk firman Allah SWT dalam surat Yunus1. Semua ini kerana Al-Quran mengandungi nasihat, berita gembira, amaran, janji dan pada masa yang sama ancaman. Tetapi sebagai kata kerja “aqala dengan segala akarnya terdapat dalam Al-Quran sebanyak 49 kali.

Ayat-Ayat Psikis dalam Al-Quran

Terapi jiwa melalui ruqyah a. Definisi Ruqyah

Dari segi istilah, ruqyah ialah perlindungan yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit seperti panas disengat binatang, khayal dan lain-lain. Dan Kami turunkan sesuatu dari Al-Quran yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim melainkan kerugian.” (QS. Al-Isrâ [17]: 82). . Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penyembuh bagi penyakit dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus [10]:57).

105 Ada pula ayat Al-Qur'an yang digunakan untuk menyembuhkan orang yang terkena gangguan setan/jin dengan cara membaca ayat Kursi, kemudian setelah membaca ayat Kursi kemudian membaca Al-Mu'awwidzatain (Surat Al-Falaq ). dan Surah An-Nas) 50. 106 Al-Fatihah selain untuk mengobati gigitan binatang juga dapat digunakan untuk mengobati/reruqyah orang yang sudah gila. Warga kemudian menghadiahkannya seikat kambing, kemudian seorang temannya mendatangi orang yang tersengat itu dan membacakan surat Al Fatihah kepadanya, lalu meniupnya hingga sembuh seperti terbebas dari perbudakan.”

Ada orang yang sudah beragama sejak kecil, hingga dewasa ketaatan beragamanya tidak berubah, bahkan bertambah. Di sisi lain, ada juga orang yang ketegasannya dalam menjalankan ibadah semakin berkurang seiring dengan kemajuan jabatan dan materi. Sesungguhnya barang siapa yang bertaqwa dan sabar, maka Allah tidak akan menahan pahala orang yang berbuat baik.” (Yusuf [12]:90).

Jika tak ada seorang pun yang bisa dijadikan tempat baginya, maka setidaknya cukuplah Tuhan sebagai sauh dan penolong. Yaitu mempererat tali silaturahmi antara orang-orang yang shalat dan mempererat rasa cinta diantara mereka.65. Saat subuh, yang bangun masih tenang, tidak ada masalah, tidak ada yang perlu dikeluhkan.

Terapi jiwa melalui puasa

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah[2]: 183). Seorang muslim yang berpuasa, berusaha dan berjuang mati-matian untuk menekan, menahan, menekan dan mengendalikan syahwatnya, terutama yang sifat-sifatnya tidak menyenangkan.86. 135 Penelitian ilmiah menyebutkan bahwa sistem pertahanan tubuh orang yang berpuasa lebih baik dibandingkan orang yang tidak berpuasa, terutama pada kinerja otot, liver, pencernaan, dan pernafasan.

Puasa juga membuat orang yang menjalankannya memiliki mental yang lebih stabil, memiliki kecerdasan yang lebih tinggi, merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, senang menjalankan ibadah, lebih mencintai dan bersimpati dengan orang lain, serta terbebas dari segala bentuk tekanan. Puasa melatih kemauan untuk selalu kuat dan tabah serta beramal shaleh.90 Seorang muslim yang berpuasa harus bisa yakin bahwa dirinya selalu dijaga dan dikendalikan oleh Allah SWT. Maka jika ia berniat melanggar ketentuan puasa, ia selalu ingat bahwa ia sedang berpuasa.

Seseorang yang berpuasa senantiasa melatih dirinya untuk selalu bersabar dan bertaqwa kepada Allah SWT.91. Puasa yang dilakukan dengan penuh perhitungan, keimanan dan ketaqwaan akan melahirkan kejujuran, keikhlasan dan kesabaran, yang pada akhirnya akan mendatangkan anugerah menjadi orang yang bertakwa dan tercapainya keadaan psikis yang nyaman, tenteram dan sehat. Maka seorang mukmin yang berpuasa akan menghadapi kehidupan pada hari itu dengan psikologi yang lebih luas, lebih toleran dan suka menolong, lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan alamnya, dan lebih mampu.

Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (pintu masuk) ke masjid, makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan, kerana sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-Araf [7]: 31).

Terapi jiwa melalui dzikir dan doa a. Dzikir

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." Dalam pengertian khusus zikrullah, maksudnya menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan memenuhi urutan, kaedah, rukun dan syarat-syarat terpakai yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya .iaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah.Sebahagian ulama menafsirkan zikir dalam hati sebagai merenung tentang kebenaran dan keagungan Allah SWT dengan penuh keyakinan dan perasaan yang ikhlas.

Ketiga, Dzikir dengan pancaindera atau anggota badan (dzikr bi al-jawarih), iaitu menyerahkan seluruh anggota badan kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Penghayatan zikir ini sesuai dengan firman Allah: iaitu) orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (sambil berkata): “Ya. hal ini, seorang muslim yakin doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT dan dimakbulkan oleh-Nya, apakah harapannya.104 Doa sentiasa dimakbulkan oleh Yang Maha Esa apabila doa itu disertai dengan khusyuk dan suara yang lembut.

Orang yang sombong dan tidak mahu merayu dan meminta pertolongan kepada Allah SWT dianggap sebagai orang yang hina dan akan diazab di Jahannam. Namun pengaruhnya mungkin berbeza-beza kerana lemahnya doa yang dipanjatkan, kerana doa itu tidak dicintai oleh Allah seolah-olah mengandungi permusuhan, atau kerana lemahnya hati orang yang berdoa. 105 Ibnu al Qayyim al-Jauzi, Inspirasi Rohani Orang Menginginkan Ketenangan Jiwa, (Jakarta: PT. Lentera Basritama, 2000), hlm.

Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran itu tidak menambah kepada orang-orang yang zalim melainkan kerugian."

Terapi Jiwa Melalui Zakat dan Sedekah a. Sedekah Bagi Kesehatan Jiwa

Selain Al-Quran, Rasulullah SAW dalam beberapa hadis juga mengungkapkan pentingnya sedekah karena mengandung beberapa keutamaan yang agung. Imam Ibnu Qayyim al-Jauzi berkata: “Sedekah mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mencegah bencana dan musibah, meskipun sedekah itu dilakukan oleh orang yang jahat atau berdosa, sekalipun dilakukan oleh orang kafir. Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang mengeluh cemas dan gelisah tanpa sebab, meskipun orang tersebut kaya dan berkecukupan.

Apa yang kamu berikan kepada fakir miskin atau pengemis sebegitu rupa bukanlah zakat, tetapi shadaqoh atau sumbangan sukarela. Kamu diberi pahala dengan sumbangan sebegitu, tetapi kewajipan kamu untuk membayar zakat dengan cara sedemikian belum ditunaikan.” Dia tersentak dan menyesal tidak bertanya kepada orang yang faham zakat selama ini.

Tekanan hidup yang sulit seringkali melahirkan rasa iri dan dengki dalam jiwa masyarakat miskin dan membutuhkan. Orang yang iri hati dan dengki tidak merasa bahagia ketika orang lain menerima limpahan rahmat dan nikmat sedangkan mereka tidak. Inilah sebabnya Allah mewajibkan hamba-Nya yang lebih kaya untuk membantu orang yang lebih miskin.

Ada banyak terapi yang ditawarkan Al-Qur'an untuk menyembuhkan segala penyakit fisik dan psikis.

SARAN

Al-Jauzi, Ibnu al Qayyim, Doa Rohani untuk orang yang menginginkan ketenangan jiwa, Jakarta: PT. Mahmud, Muhammad Ilm al-Nafs al-Ma'ashir fi Dhaui al-Islam, Jeddah: Dar al-syuruq, 1984. An-Naisâbûrî , Abî Husain Muslim bin Al-Hajjâj Al-Qutsairy, Sahih Muslim, Beirut: Maktabah al- Mengetahui.

Qindil, Abdul Mun'im, Medical Signs in the Al-Quran and Sunnah, Jakarta: Akademika Presindo, 2010. Salim, Ahmad Husain Ali, Al-Quranic Therapy for Human Physical and Psychological Diseases, Jakarta: Asta Buana Sejahtera, 2006. As -Sijistani, Abu Daud Sulaiman bin al-Ash'ats al-Azdi, Shohih Sunan Abu Daud, Ar-Riyadh: Maktabah Al-Ma'arif.

Referensi

Dokumen terkait