B. Ayat-Ayat Psikis dalam Al-Quran
1. Terapi jiwa melalui ruqyah a. Definisi Ruqyah
Secara terminologi ruqyah adalahsebuah perlindungan yang digunakan untuk melindugi orang yang terkena penyakit seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainya. Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariah adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa dan bacaan tersebut disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Quran dan As- Sunnah.31Dalam Al-Quran kata ruqyah tidak tertulis secara eksplisit, namun isyarat yang menunjukan bahwa Al- Quran bisa dijadikan media ruqyah tersirat dalam ayat
30Abdul Mun‟im Qindil, Isyarat-isyarat Kedokteran dalam Al- Quran dan As-Sunah, (Jakarta: Akademika Presindo, 2010), h. 133.
31Abu Umar Basyir Al-Maidani, Metode Pengobatan Nabi SAW, (Jakarta: Griya Ilmu, 2005) h. 39
92
(82: [17]
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”.(QS. Al-Isrâ [17]: 82)
Junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya telah mencontohkan pengobatan dengan mempergunakan Al-Qur‟an dan doa-doa untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik disebabkan oleh tukang sihir seperti guna-guna dan lain-lainnya atau disebabkan oleh gangguan jin seperti kerasukan dan penyakit-penyakit aneh lainnya atau terkena gigitan binatang berbisa. Rasulullah juga mempergunakan ayat-ayat Al-Qur‟an dan doa-doa untuk penjagaan dan perlindungan.
93
“ Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Wahb Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari Ma'bad dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; Dalam perjalanan yang kami lakukan, kami singgah di suatu tempat, lalu datanglah seorang wanita dan berkata, "Sesungguhnya ada seorang kepala kampung sakit, sementara orang-orang kami sedang tiada. Apakah salah seorang dari kalian ada yang bisa meruqyah?" Maka berdirilah seorang laki-laki yang kami sendiri tidak tahu bahwa ia bisa meruqyah. Ia beranjak bersama wanita itu, lalu meruqyah, dan ternyata yang diruqyah sembuh. Kemudian sang kepala kampung memerintahkan agar laki-laki itu diberi tiga puluh ekor
32 Muhammad ibn Ismâ‟îl al-Bukhârî, Shahîh al-Bukhârî, kitâb ath-Thib, bâb ar-Ruqâ bi fâtihati al-kitâb, no hadis: 5736, (Kairo: Dâr at- Taufiqiyyah, 2012), jilid 4, h. 24
94
kambing, dan kami pun diberinya minuman susu. Setelah pulang, kami bertanya padanya, "Apakah kamu memang seorang yang pandai meruqyah?" Ia menjawab, "Tidak, dan tidaklah aku meruqyahnya, kecuali dengan Ummul Kitab."
Kami katakan, "Janganlah kalian berbuat apa-apa, hingga kita sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya pada beliau." Ketika kami sampai di Madinah, kami pun menuturkan hal itu pada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau bersabda: "Lalu siapa yang memberitahukannya, bahwa itu adalah ruqyah. Bagikanlah kambing itu, dan aku juga diberi bagian." Abu Ma'mar berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdul Warits Telah menceritakan kepada kami Hisyam Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sirin Telah menceritakan kepadaku Ma'bad bin Sirin dari Sa'id Al Khudri dengan hadits ini. (HR. Bukhari)33
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa berbagai bentuk gangguan mental berpangkal pada aspek kalbu sebagai pusat dari diri manusia. Ini sama sekali bukan berarti psikoterapi Islam dalam hal ini psikoterapi ruqyah mengesampingkan peranan dimensi fisik, psikologis dan sosial.
33Bukhari, Kitab : Keutamaan Al-Qur`an Bab : Keutamaan al- Fatihah No. Hadist : 4623, (LIDWA, Pustaka Hadis)
95 Suatu bentuk gangguan mental (psikopatologi) bisa juga berpangkal pada dimensi fisik, psikologis atau sosial. Maka peran agama Islam dalam terapi ruqyah lebih memfokuskan pada dimensi spiritual (dengan memberikan Psikoterapi dan konseling secara Islami dan membacakan ayat-ayat suci Al- Qur‟an dan doa-doa Rasulullah) selain dimensi fisik, psikologis atau sosial.34
b. Pembagian Ruqyah
Dalam syariat islam dikenal dua macam ruqyah yaitu ruqyah syar‟iyah dan ruqyah syirkiyah. Ruqyah syar‟iyah yaitu ruqyah yang benar menurut syariat islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Quran, meminta perlindungan kepada Allah dzikir dan doa dengan maksud menyembuhkan penyakit. Sedangkan ruqyah syirkiyah adalah ruqyah yang sering dipraktekan oleh para dukun. Ruqyah dikalangan para dukun lebih sering dikenal dengan jampi-jampi.
34H.B.Adz-Dzakiey, Konseling dan Psikoterapi Islam: Penerapan Metode sufistik, (Yogjakarta: Fajar Pustaka Baru, 2003), h. 19
96
35
“Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Mu'awiyah bin Shalih dari 'Abdur Rahman bin Jubair dari Bapaknya dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i dia berkata; "Kami biasa melakukan mantera pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; 'Ya Rasulullah! bagaimana pendapat Anda tentang mantera? ' Jawab beliau: 'Peragakanlah manteramu itu di hadapanku. Mantera itu tidak ada salahnya selama tidak mengandung syirik.”36
c. Batasan Ruqyah
Ruqyah yang sesuai dengan syar‟i memiliki beberapa ketentuan tertentu. Jika tidak memiliki kriteria tersebut maka ruqyah tersebut sama dengan jampi-jampi yang dilakukan oleh para dukun. Kriteria ruqyah yang syar‟i dijelaskan berikut ini:
35Imam Abî Husain Muslim bin Al-Hajjâj Al-Qutsairy An- Naisâbûrî, Shahih Muslim, (Beirut: Maktabah al-Ma‟arif), kitab: as-salâm, bab: la ba‟sa bi ar-ruqô mâ lam yakun fîhi syirkun, hadis no: 2200, h. 1378
36LIDWA, Pustaka Hadis
97 - Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al-quran, do‟a yang syari atau tidak bertentangan dengan do‟a yang dituntunkan rosul.
- Menggunakan bahasa arab kecuali tidak mampu menggunakannya.
- Tidak bergantung pada ruqyah sebab ruqyah hanyalah sebab yang dapat berpengaruh ataupun tidak.
- Tidak menggunakan do‟a atau permintaan kepada selain Allah.
- Tidak menggunakan ungkapan yang diharamkan, seperti celaan.
- Tidak mensyaratkan dengan cara-cara yang aneh seperti harus dalam keadaan junub atau harus berada di kubur.37
Sebagaimana di nukil dari Fathul majid, imam As- suyuti berkata,”ruqyah itu boleh jika memenuhi tiga syarat, yaitu bacaaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al-Quran atau nama dan sifat Allah. Menggunakan bahasa arab atau kalimat yang memilii makna dan jelas artinya, dan harus yakin bahwa ruqyah hanya dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari ruqyah itu sendiri.38
37Hasan Bishri, .Penjelasan Lengkap tentang Ruqyah Terapi Gangguan Sihir dan Jin Sesuai Syariat Islam, (Jakarta: Pustaka Baru, 2005), h. 47
38
98
d. Tahapan-tahapan dalam psikoterapi melalui ruqyah 1). Berwudhu
Para Pasien sebelum mengikuti prosesi terapi ruqyah harus berwudhu terlebih dahulu untuk mesucikan dirinya agar dirinya selalu dijaga malaikat yang ditugaskan Allah SWT.
Wudhu selain sudah dituntunkan Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam dalam penelitian terakhir ternyata memiliki efek refreshing, penyegaran, membersihkan badan dan jiwa, serta pemulihan tenaga. Oleh karena itu dapat dipahami apabila ada seseorang yang sedang marah oleh Rasulullah shallallahu
„alaihi wa sallam disarankan mengambil air wudhu. Disinilah terletak salah satu rahasia dan hikmah wudhu‟.39
2). Berbaring atau duduk dengan mengambil sikap relaksasi tubuh (otot) yang enak dan nyaman dan relaksasi fikiran.
Dengan berbaring atau duduk dengan melemaskan dan mengendorkan semua bagian tubuh termasuk otot. Mengutip beberapa hasil penelitian bahwa relaksasi otot ini ternyata dapat mengurangi kecemasan, tidak dapat tidur (insomnia), mengurangi hiperaktifitas pada anak, mengurangi toleransi
39Hembing Wijayakusuma, Hikmah Shalat Untuk Pengobatan dan Kesehatan, (Jakarta: Pustaka Kartini, 1996), h. 67.
99 sakit dan membantu mengurangi merokok bagi para perokok yang ingin sembuh atau berhenti merokok.40
3). Mendengarkan Lantunan Ayat Suci Al-Qur‟an dengan Khusyuk.
Setelah berwudhu dan mengambil sikap tubuh yang enak dan nyaman serta menenangkan fikiran. Maka para pasien diperdengarkan dengan lantunan bacaan Ayat Suci Al-Qur‟an dengan khusyuk dan boleh mengikuti bacaan Ayat suci Al- Qur‟an dalam hati. Al-Qur‟an secara harfiah (kata demi kata, bukan hanya makna) merupakan obat bagi penyakit-penyakit hati. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur‟an :
. (57: [10]
“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu suatu pelajaran dari Tuhanmu, dan penyembuh terhadap penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat untuk orang-orang yang beriman.” (Yunus [10]:57)
Keutamaan membaca Al-Quran ialah dapat menjernihkan hati dan mengobati penyakit jiwa. Sesungguhnya ketenangan jiwa dan raga akan diberikan kepada orang yang
40Elvira SD. Kumpulan Makalah Psikoterapi,.( Balai Penerbit : FKUI:2005), h. 5-7
100 mau membaca Al-Quran dengan penuh keikhlasan dan berpasrah diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu mendengarkan atau membaca Al-Qur‟an dapat dijadikan sebagai teknik membersihkan jiwa dari segala penyakit- penyakit hati (iri, dengki, sombong, ujub, takabur, riya, dan lain sebagainya).
Membaca Al-Quran dapat memperbanyak kebaikan, dan menguatkan harapan untuk meraih surga. Membaca Al- Quran dapat menjadi terapi bagi kegelisahan yang timbul akibat rasa berdosa.41
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah pernah bersabda:
( )
“Tidak ada suatu kelompok yang berada di rumah Allah SWT yang membaca Al-Quran. Mereka saling memberi
41Muhammad Usman Najati, Psikologi dalam Perspektif Hadis, h.
356-357.
42Imam Abî Husain Muslim bin Al-Hajjâj Al-Qutsairy An- Naisâbûrî, Shahih Muslim, (Beirut: Maktabah al-Ma‟arif), kitab: adz-dzikr wa ad-du‟â wa at-taubah wa al-istighfâr, bab: fadhl al-ijtimâ‟ „alâ tilâwatil qurân wa „alâ dzikr, hadis no 2700, h.1647
101
pelajaran diantara mereka. Melainkan akan diturunkan bagi mereka ketenangan, limpahan rahmat, dikelilingi oleh para malakat, dan Allah akan mengingat orang yang bersama mereka.”43(HR. Muslim)
Menurut Alan Goldstein sebagaimana dikutip oleh Sentot Haryanto, telah menemukan semacam zat morfin alamiah pada diri manusia, yaitu dalam otak manusia yang disebut endogegonius morphin atau yang sering disingkat dengan endorphin atau endorfin yang memiliki fungsi kenikmatan (pleasure principle).44 Zat tersebut dapat dirangsang dan mempercepat tubuh untuk memproduksi endorfin dengan cara relasasi otot dan fikiran yang mengeluarkan gelombang-gelombang alfa yang berhubungan dengan ketenangan dan kondiri relaks dalam menikmati lantunan ayat suci Al-Qur‟an.45
Selain memberikan efek ketenangan dalam mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur‟an, mungkin beberapa pasien akan mengalami suatu keadaan tazkiah (pensucian jiwa) untuk menghilangkan atau melenyapkan segala kotoran dan
43LIDWA, Pustaka Hadis
44Sentot Haryanto, Psikologi Shalat, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), h. 84
45Sabiilatul, Psikoterapi Ruqyah dalam Tinjauan Psikoterapi Islami, http://sabiilatul.wordpress.com/2012/05/01/psikoterapi-ruqyah- dalam-tinjauan-psikologi-islami/. Diakses tanggal 2-10-2014.
102 najis yang terdapat dalam dirinya secara psikologis dan rohaniyah. Dimana dapat terjadi kondisi unconscious (ketidaksadaran) seperti menangis tanpa terkendali yang mengeluarkan semua ketegangan dalam dirinya bahkan gerak tubuhnya menjadi tidak terkendali (yang akan langsung ditangani khusus oleh Ustadz yang meruqyah) jika dalam dirinya sudah sangat banyak kotoran-kotoran dosa dan kemaksiatan dalam jiwa, qalb, akal fikiran, inderawi dan fisik yang tercemari sifat-sifat dan unsur-unsur syaitaniyah.46
Dari semua penjabaran dan pembahasan yang telah dikemukakan menunjukkan bahwa ruqyah syar‟iyyah punya legalitas yang begitu kuat baik dari segi dalil Al-Qur‟an dan Sunnah maupun dari segi penelitian ilmiah, maka janganlah kita ragu untuk mempraktikkan dan menjadikannya sebagai life style kita sebagai seorang mukmin, pengikut Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam. Agar warisan Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam yang satu ini tidak asing dalam kehidupan masyarakat Islam sekarang atau di masa mendatang.
46I.Mizra dan G.Iful, Holistic HSQ:Metode menemukan Karakter Diri Berdasarkan Simbolisasi Al-Quran, (Bandung: Dzikr Press, 2007), h.
87
103 e. Ayat-Ayat Al-Quran Yang Bisa Digunakan Untuk
Meruqyah
1). Ruqyah untuk mengobati rasa sakit
Dalam kitab tafsir Al-Qurthubi disebutkan, Tulis surat Al-Fatihah, empat ayat surat Al-Baqarah, ayat yang berbicara tentang pengandalian angin, ayat kursi dan dua ayat setelahnya, bagian akhir suratAl-Baqarah, bagian pertama surat An-Nisa, ayat pertama surat Al-Maidah, ayat pertama surat Al-An‟am, ayat pertama surat Al-A‟raf, ayat dalam surat Yunus, juga ayat dalam surat Thâhâ, kemudian sepuluh ayat awal surat Ash- Shaffât, Al-Ikhlas dan Al-Mu‟awwidzatain. Ditulis di dalam bejana yang bersihkemudian mandi tiga kali denga air itu juga disiramkan pada bagian yang sakit tiga kali, kemudian berwudhu dengan air itu lalu menuaikan shalat dan memohon kesembuhan kepada Allah. Lakukan hal tersebut selama tiga hari.47
47Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, jilid 10, h. 787-788
104
48
“Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Abdul Aziz dia berkata; "Aku dan Tsabit pernah mengunjungi Anas bin Malik, lalu Tsabit berkata; "Wahai Abu Hamzah, aku sedang menderita suatu penyakit." Maka Anas berkata; "Maukah kamu aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" dia menjawab; "Tentu." Anas berkata;
"ALLAHUMMA RABBAN NAASI MUDZHIBIL BA`SA ISYFII ANTA SYAAFI LAA SYAAFIYA ILLA ANTA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMA (Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit)."49
2). Ruqyah untuk mengobati gangguan jin/ syaitan
48 Muhammad ibn Ismâ‟îl al-Bukhârî, Shahîh al-Bukhârî, kitâb ath-Thib, bâb ar-Ruqyatun Nabi, no hadis: 5742, (Kairo: Dâr at- Taufiqiyyah, 2012), jilid 4, h. 30
49 LIDWA, Pustaka Hadis, Kitab : Pengobatan Bab : Jampi nabi ShollAllahu 'alaihi wa Salam
105 Adapula ayat-ayat Al-Quran yang digunakan untuk mengobati orang-orang yang terkena gangguan syetan/jin yaitu dengan bacaan ayat kursi, lalu setelah membaca ayat kursi kemudian membaca Al-Mu‟awwidzatain(surat Al-Falaq dan surat An-Nas)50
3). Ruqyah untuk mengobati sengatan hewan
Selain dengan bacaan surat Al-Fatihah untuk mengobati sengatan kalajengking, Rasullulah pernah mengobati jemarinya yang tersengat kalajengking, seperti yang ditulis dalam buku karangan Abdul Mun‟im Qindil:
“Kalajengking menyengat jemari Rasulullah ketika beliau sedang shalat. Setelah shalat beliau berkata: “Allah telah melaknat kalajengking ini, ia tidak membiarkan orang shalat dan yang lainnya”. Kemudian beliau mengambil air dan garam lalu diusap pada jarinya yang disengat seraya berdoa membaca Qul Yâ Ayyuhal Kâfirûn..., Qul A‟ûdzu bi Rabbil Falaq..., Qul A‟ûdzu Bi Rabbin Nâs...51
4). Ruqyah untuk mengobati hilang akal
50 Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, Panduan Rawatan Perubatan Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah, terj. Razali Muhammad isa, (Selangor: Darul Ehsan, 1996), h. 29
51 Abdul Mun‟im Qindil, Isyarat-isyarat Kedokteran dalam Al- Quran dan Sunah,terj. Dedi Junaedi, (Jakarta:Akademika Pressindo, 2001), h. 132
106 Al-Fatihah selain digunakan untuk mengobati sengatan binatang juga bisa digunakan untuk mengobati/ meruqyah orang yang hilang akal.
“Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Abu Bisyr dari Abu Al Mutawakkil dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa beberapa sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pergi dalam suatu perjalanan yang mereka lakukan. Kemudian mereka singgah di sebuah kampung Arab, sebagian penduduk kampung tersebut lalu berkata, "Sesungguhnya pemimpin kami tersengat, apakah
52 Abu Daud Sulaiman bin al-Asy‟ats al-Azdi as-Sijistani, Shohih Sunan Abu Daud, (Ar-Riyadh: Maktabah Al-Ma‟arif), kitab : Ath-Thib, bab:
Kaifa Ar-Ruqô?, hadis no: 3896, h. 470
107
salah seorang di antara kalian memiliki sesuatu yang bermanfaat bagi sahabat kami tersebut?" Kemudian salah seorang dari para sahabat tersebut menjawab, "Ya. Demi Allah, sesungguhnya aku akan menjampi, akan tetapi kami telah meminta kalian agar menjamu kami namun kalian menolak untuk menjadikan kami sebagai tamu. Aku tidak akan menjampi hingga kalian memberikan hadiah kepadaku."
Penduduk kampung tersebut kemudian memberikan hadiah sekumpulan kambing kepadanya, lalu sahabat tersebut datang kepada orang yang tersengat dan membacakan Surat Al Fatihah kepadanya, lalu meniupkan hingga orang tersebut sembuh seolah-olah telah terbebas dari ikatan." Abu Sa'id Al Khudri berkata, "Kemudian mereka memenuhi janjinya untuk memberikan hadiah kepada para sahabat sebagaimana yang mereka janjikan. Kemudian para sahabat berkata, "Bagilah kambing-kambing tersebut!" Lalu sahabat yang telah membacakan jampi mengatakan, "Kalian jangan melakukannya hingga kita datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan minta pertimbangannya."
Lalu mereka pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menyebutkan hal tersebut kepada beliau.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Dari mana kalian mengetahui bahwa Al Fatihah adalah jampi?
108
Kalian telah berbuat baik, bagilah dan berilah aku bagian bersama kalian."53
Terapi Jiwa Melalui Sabar dan Shalat a. Sabar dan sholat sebagai penolong
Berbagai pengalaman kita lalui dalam kehidupan beragama. Ada orang yang sejak kecil taat beragama, sampai dewasa ketaatan beragamanya tidak berubah, bahkan meningkat. Sebaliknya ada pula orang yang ketatannya melaksanakan ibadah berkurang setelah ia mengalami kemajuan di bidang jabatan dan materi. Ada orang yang semakin tinggi pangkatnya, semakin rajin shalatnya, sebaliknya ada orang yang menghentikan shalatnya karena mengalami kekecewaan dalam hidupnya. Berapa banyak orang yang kehilangan makna hidup, sampai akhirnya orang tersebut mencari jalan untuk melepaskan diri dari ketakutan, kebingungan, kesedihan dan kekecewaan. 54
Obat paling manjur untuk penyakit seperti itu adalah sabar dan takwa kepada Allah sebagaimana firmanNya
53 LIDWA, Pustaka Hadis, Abu Daud, Kitab : Pengobatan Bab : Tata cara ruqyah No. Hadist : 3401.
54Zakiah Darajat, Shalat Menjadikan Hidup Lebih Bermakna.
Jakarta: Ruhama, 1996), h. 29
109
..
“Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar maka Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"(QS. Yusuf [12]: 90)
Kisah Nabi Yusuf ini menjadi suatu contoh nyata bahwa sesungguhnya imbalan dari dari Allah atas kesabaran dan ketakwaan itu sangat melimpah. Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan ganjaran buat mereka karena mereka termasuk al-muhsinin yakni yang mantap kebajikannya.55
Sabar dan sholat adalah obat dari segala macam penyakit dan masing-masing tidak terpisahkan dari yang lain.56
Para dokter jiwa sepakat bahwa gejala stres itu bisa hilang dengan cara curhat kepada teman atau orang terdekat.
Kalau tidak ada orang yang dijadikan tempat untuk itu, maka setidaknya cukuplah Allah sebagai tambatan dan penolong.
Telah terbukti banyak orang sakit yang tidak bisa disembuhkan
55M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, vol.6, h. 503
56Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah, Indahnya Sabar, terj. AM. Halim, (Jakarta: Magfirah Pustaka, 2006), h. 107
110 oleh dokter. Akhirnya mereka berserah diri dengan melakukan shalat dan pasrah kepada Allah sehingga memperoleh kesembuhan.57
Sabar dan sholat merupakan cara yang diberikan Allah kepada manusia dalam menghadapi kegundahan-kegundahan dalam menjalani kehidupan. Pendekatan-pendekatan spiritual yang dalam juga sangat membentuk diri kita dalam menghadapi permasalahan. Untuk membantu manusia dalam menghadapi dirinya yang sedang menghadapi berbagai masalah itu, maka Allah menyuruh kita shalat, disamping kita harus bersabar. Sebagaimana firman Allah dalam Al- Quran dalam surat Al-Baqarah
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (QS. Al-Baqarah [02]: 45)
57Muhammad Kamil Abdushshamad, Mukjizat Ilmiah dalam Al- Quran, (Jakarta: Akbar, 2002), h. 309
111 Wasta‟înu (dan mintalah pertolongan ), artinya hendaklah kalian meminta pertolongan dan uluran tangan dari yang Maha Kuasa dalam segala hal, karena pada hakikatnya manusia tidak akan mampu melakukan apapun kecuali atas izin Allah.
Bi ash-Shobri (dengan sabar), Allah memerintahkan agar bersabar dalam ketaatan dan meninggalkan penyimpangan. Jika dia bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan, maka sesungguhnya dia telah bersabar dalam ketaatan. 58
..
[39]
“...Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
Apalagi jika perbuatan tersebut adalah suatu kebajikan, untuk itu lakasanakanlah segala kebajikan dengan penuh kesabaran semata-mata mengharapka ridho Allah.
58Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, jilid 1, h. 816
112
Wa ash-Sholâh (dan sholat), artinya menghadapkan diri kepada Sang Pencipta, rukuk dan sujud dengan khusyuk, sesuai syarat dan rukunnya. Memohon pertolongan Allah dengan sholat juga bisa diartikan banyak membaca doa dan permohonan ketika melakukan sholat, terutama pada saat sujud. Sujud merupakan keadaan paling dekat antara hamba dan Tuhannya.
Wa Innahâ la kabîratun illa „alaal-khôsyi‟în (dan sesunguhnya yang demikian itu sungguh sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk), artinya sholat sebagai suatu kewajiban benar-benar menjadi sesuatu yang sangat berat kecuali bagi orang-orang yang betul-betul taat, pasrah dan ridha dengankketentuan Allah.
Kaliamat ...wainnahâ lakabîratun....(...dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh sangat berat....), secara tersirat mengandung pengertian bahwa ketaatan dalam bentuk shalat dengan tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan Allah, tidaklah memiliki nilai sama sekali. Untuk itu dalam melaksanakan shalat, seorang hamba hendaknya memperhatikan rukun-rukun shalat dengan baik dan sungguh-