• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan dan Manfaat Psikoterapi

31

mendeskripsikan sifat-sifat manusia dan nilai-nilai moral menurut Al-Quran.

Konsep manusia Qurani ini atau teori tentang manusia yang diturunkan dari Al-Quran itu harus diverifikasi dengan menggunakan metodologi ilmiah.

Membangun Psikoterapi berdasarkan Al-Quran secara keilmuan jelas mungkin, sedangkan secara imani jelas harus. Untuk itu pengetahuan tentang psikoterapi harus didialogkan dengan pemahaman tentang Al-Quran, karena kedua sumber itu bisa saling menjelaskan.48

Dalam hal psikoterapi dapat disimpulkan bahwa metode psikoterapi dan ajaran psikologi di barat belum mencapai tingkatan yang dituntut di timur. Medrad Boss, seorang filosof Swiss yang terkenal pernah mengatakan bahwa dipandang dari sudut ajaran-ajaran dan tingkah laku guru-guru timur, metode-metode dan tujuan- tujuan psikoterapi, psikologi barat tidaklah memadai. Menurut Boss, jika dibandingkan dengan tingkat peurnian diri yang dituntut oleh latihan-latihan dari timur, maka analisa latihan barat yang paling baik sekalipun tidak lebih dari suatu kursus pengantar saja bagi timur.49

32

penting bagi setiap orang. Ilmu kesehatan mental sangat bernilai dalam membantu seseorang untuk memahami dirinya sendiri dengan lebih baik. Apabila dia meneliti dorongan-dorongan dasarnya, baik yang biologis maupun yang psikologis, maka ia akan memperoleh penjelasan-penjelasan mengenani beberapa tingkah lakunya.

Kemudian apabila ia melangkah lebih jauh dan meneliti kegiatan-kegiatan alam tak sadarnya, maka ia segera menemukan penjelasan-penjelasan tentang beberapa tegangan yang terdapat di dalam dirinya. Dalam proses tersebut ia belajar menaksir kekuatan dan kelemahan-kelemahannya dan menggabungkan sikap-sikap objektif yang akan membantunya menjaga suatu pandangan yang seimbang terhadap banyak segi kehidupan yang sehat, baik mental maupun fisik.

Apabila seseorang memahami dirinya sendiri lebih baik dan juga memahami dirinya berharga, maka ia lebih siap untuk menyelami perasaan-perasaan, emosi- emosi dan motivasi-motivasi yang dimiliki oleh orang lain. Ia akan segera menyesuaikan cara hidupnya dengan sesamanya sehingga ia dapat hidup dengan mereka secara harmonis.

Dari segi pandangan umum prinsip-prinsip psikoterapi penting sekali dalam persiapan untuk kehidupan keluarga dan profesional. Para perawat dan dokter akan menemukan banyak bahan yang digunakan secara praktis dalam menangani pasien mereka karena ilmu kesehatan mental memberikan mekanisme motivasi dan tingkah laku manusia. Para orang tua dan guru yang bertindak menurut ilmu ini dan menggunakan secara tepat prinsip-prinsipnya yang sehat dapat mengarahkan dan membimbing tingkah laku dan sikap para remaja pada waktu mereka berkembang melalui tahap-tahap kehidupan yang berbeda dalam perkembangan kepribadan kehidupan mereka. Dan akhirnya studi tentang psikoterapi dapat memberikan banyak cara preventif dan juga cara pengobatan yang akan membantu mengurangi banyak masalah sosial yang kompleks dan berat yang disebaban oleh kenakalan, kejahatan dan ketidakmampuan menyesuaikan diri yang lain, baik yang ringan maupun yang berat.51

Sementara manfaat psikoterapi menurut Muhammad Mahmud ialah:

1. Membantu penderita dalam memahami diri sendiri, mengetahui sumber patalogi dan kesulitannya, serta memberikan perspektif masa depannya

2. Membantu penderita dalam menentukan bentuk-bentuk pataloginya

51 Yustinus Semiun, Kesehatan Mental,Pandangan umum mengenai penyesuaian diri dan kesehatan mental serta teori-teori yang terkait, (Jogjakarta:Penerbit kanisius.2006), h.. 24-25

33

3. Membantu penderita dalam menentukan langkah-langkah dan pelaksanaannya.52 Sedangkan manfaat terapi dalam psikoterapi yang berdasarkan Al-Quran ialah:

1. Membersihkan qalbu dari penyakit-penyakit, baik penyakit yang berhubungan dengan Tuhan maupun dengan diri sendiri.

2. Menguasai pengaruh dorongan-dorongan primitif, sehingga dorongan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya

3. Meningkatkan derajat dari nafs untuk mencapai tujuan penyempurnan diri (insan kamil). Karena diri yang sempurna itu tidak akan tercapai, maka usaha ini merupakan proses yang terus menerus

4. Menumbuhkan sifat, sikap dan perbuatan yang baik (akhlaqul karimah)

5. Meningkatkan seluruh potensi untuk menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi.53

52 Muhammad Mahmud, Ilm al-Nafs al-Ma’ashir fi Dhaui al-Islam, (Jeddah: Dar al-syuruq, 1984), h.

402

53 Subandi, Psikologi Islam, h. 81

65 BAB III

PSIKOTERAPI PERSPEKTIF AL-QURAN A. Isyarat Psikoterapi dalam Al-Quran

Al-Quran mulia yang diturunkan oleh Allah SWT.

kepada RasulNya Muhammad SAW. bukanlah semata-mata kitab agama atau kitab fikih, melainkan sebuah kitab yang komprehensif, yang menghimpun semua bidang ilmu pengetahuan, semua aspek kehidupan, dan segala bentuk kebijaksanaan, sekaligus juga keagungan dan kemuliaan akhlak, serta keindahan dan kemegahan karya sastra. Al-Quran memang merupakan penyembuh dan rahmat bagi orang yang hatinya dipenuhi keimanan, yang senantiasa membuka hatinya sehingga nilai-nilai Al-Quran bersinar disana. Nilai-nilai Al- Quran itu akan melahirkan rasa nyaman dan tenang di hati.

Di dalam Al-Qur‟an sendiri terdapat banyak ayat yang menegaskan bahwa Al-Quran sebagai penyembuh, diantaranya firman Allah SWT dalam surat Yunus1

1 Jamal Muhammad Elzaky, Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah, terj. Dedi Slamet Riyadi, ( Jakarta : Penerbit Zaman 2011) h. 394.

66



 

] [

“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit- penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Yunus [10]

:57 ).

Dengan ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa pelajaran dan obat jiwa itu ditawarkan kepada semua manusia (beriman maupun kafir). Siapapun dia yang mengikuti pelajaran dan menggunakan obat itu akan memperoleh manfaat dan keberuntungan berupa jiwa yang sehat. Sedangkan bagi orang beriman akan mendapatkan nilai tambah berupa hidayah dan rahmat Allah. Sebaliknya, siapapun dia (beriman/ kafir) bila menyia-nyiakan pelajaran dan tanpa peduli dengan obat (nilai-nilai dan arahan) tersebut, tidak akan dapat menikmati

67 manfaat dan keuntungannya. Jiwanya menjadi labil dan tak kunjung matang walau usia terus beranjak tua.2

Istilah psikoterapi tidak ditemukan secara persis di dalam Al-Quran, sungguhpun ditemukan sejumlah ayat yang menuturkan tentang hal tersebut, maka rumusan-rumusan standar dalam dunia psikiatri yang telah banyak memusatkan perhatian pada kesehatan mental tentu tidak dinafikan.3Dalam ayat itu mengandung pengertian bahwa didalam Al-Quran benar-benar terdapat obat aneka macam penyakit yang sering kali bersarang didalam hati manusia berupa penyakit syahwat, keraguan, kegelisahan, keresahan juga amarah dan kebencian.

Semua itu karena Al-Quran mengandung nasihat, kabar gembira, peringatan, janji, dan sekaligus juga ancaman. Semua itu akan melahirkan rasa takut dan harap dalam diri setiap hamba yang senantiasa membaca, memperhatikan, dan menelaah maknanya. Hatinya akan selalu dipenuhi keinginan untuk terus melakukan perbuatan baik dan menjauhi segala keburukan, kejahatan atau kesesatan.4

2Muhammad Thohir, 10 Langkah Menuju Jiwa Sehat, (Jakarta : Lentera Hati 2006), h. 37.

3Lajnah pentashihan mushaf Al-Quran Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI, Tafsir Al-Quran tematik, Kesehatan Dalam Perspektif Al-Quran,2009, h. 3

4 Jamal Elzaky, Buku Induk Kesehatan Ibadah, h. 393

68 Sebagaimana telah dipaparkan diatas mengenai pengertian psikoterapi menurut bahasa, psycho yang berarti jiwa, ruh, nafs, dan therapy yang berarti pengobatan. Dalam Al-Quran istilah jiwa digunakan istilah nafs, qalb, roh dan aql.Kata nafs dalam Al-Quran menunjukan zat dalam keseluruhan, lebih menyatakan unsur penggerak dan aktivitas biologis daripada arti yang sadar atau berfikir pada manusia. Ia merupakan kata-kata umum meliputi manusia keseluruhannya, tidak khusus menunjukan pemikiran. Kata nafs terdapat dalam Al-Quran sebanyak 367 kali.

Kata qalb selalu digunakan berkaitan dengan emosi dan akal pada manusia. Jauh lebih khusus daripada nafs. Ia tidak menunjukan motif-motif naluri atau unsur biologis, tetapi terhadap pada bagian yang disadari. Kata qalb muncul dalam Al-Quran sebanyak 144 kali.

Kata ruh digunakan oleh Al-Quran dengan bermacam- macam arti. Ada yang digunakan sebagai pemberian hidup, wahyu dan malaikat yang membawanya. Dalam semua yang ditunjukkan oleh Al-Quran tidak didapati hanya menyatakan badan saja, juga tidak badan dan roh dengan arti manusia dan aktivitasnya seperti halnya dengan nafs, yang menunjukan

69 bahwa ruh berbeda dengan nafs menurut Al-Quran. Kata ruh dalam Al-Quran terdapat sebanyak 25 kali.

Kata aql sebagai kata benda mujarrad tidak disebut sama sekali dalam Al-Quran. Tetapi sebagai kata kerja „aqala dengan segala akar katanya ada dalam Al-Quran sebanyak 49 kali. Semuanya menunjukan unsur pemikiran pada manusia.5