Nama : Salma Nurul Baity
NIM : 6511417040
Rombel : 1 Gizi 2017
Mata Kuliah : Konservasi Pangan Lokal
HOROK-HOROK
Horok-horok terbuat dari bahan dasar tepung pohon aren. Tepung tersebut bentuknya seperti butiran kecil menyerupai busa Styrofoam yang kenyal dan memiliki rasa sedikit asin. Pengambilan tepung pada pohon aren menggunakan metode khusus yaitu sisir rambut. Pembuatannya dengan cara tepung aren dibersihkan dan kemudian dikukus hingga matang dan kenyal, lalu dipotong-potong sesuai keinginan.
Horok-horok memiliki rasa yang gurih, teksturnya kenyal, sehingga memiliki sensasi khas saat menyantap. Untuk menikmati horok-horok, dapat dengan menambahkan gula dan air santan seperti bubur. Atau juga bisa disantap bersamaan dengan kuah soto, gulai, bakso, dan sayur pecel.
Belum diketahui sejarah dari horok-horok ini. Makanan ini sudah populer semenjak masa gerakan tiga puluh September (PKI) atau biasa disebut dengan “Gestapu”. Makanan yang pernah tenar pada masa Partai Komunis Indonesia (PKI) itu merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota kelahiran R.A Kartini.
Konon katanya, dalam proses pembuatan Horok – Horok ini tingkat keberhasilannya tergantung pada suasana hati si pembuat. Jika si pembuat sedang merasa marah atau kesal maka Horok – Horok yang dibuat akan gagal. Sehingga di butuhkan kesabaran dan ketulusan hati saat membuatnya. Selain itu pembuat harus bersih juga secara fisik. Bila tangan si pembuat masih menyisakan bau amis dan memaksakan untuk membuatnya maka Horok – Horok yang dibuat akan cepat membusuk. Sehingga untuk membuat Horok – Horok ini, si pembuat harus hati – hati agar Horok – Horok yang di buat terasa nikmat. Karena
makanan ini merupakan makanan yang hanya ditemukan di Jepara, dan tidak ada ditempat lain, sehingga menjadi makanan tradisional khas Jepara, Jawa Tengah.
Bahan baku horok-horok yaitu tepung aren, merupakan bahan makanan yang kaya akan karbohidrat, akan tetapi miskin zat gizi lain. Hal ini karena kandungan pati yang tinggi di dalam teras batang dan proses pemanenannya. Dalam seratus gram tepung aren setara dengan 381 kalori dan mengandung karbohidrat 91,3 gram; protein 0,3 gram; lemak 0,1 gram dan serat 0,9 gram. Kalau dilihat dari nilai gizinya, kandungan kalori dan karbohidrat tepung aren setara dengan kandungan gizi beras. Oleh karena itu, horok-horok biasa digunakan sebagai pengganti nasi.
Horok-horok dapat dijadikan makanan modern seperti nugget. Horok-horok akan menjadi bahan utama dalam nugget, yang biasanya adalah daging. Dalam pengaruh terhadap gizi nugget horok-horok, akan meningkatkan kandungan karbohidrat dalam makanan tersebut. Karena dalam pembuatan nugget terdapat tepung terigu yang juga merupakan sumber karbohidrat. Dapat pula horok-horok digoreng dan ditambahkan toping lain seperti memasak nasi goreng.
Daftar Pustaka
Anonim. 2015. Horok - Horok Makanan Tradisional Dari Jepara, Jawa Tengah. Negeriku Indonesia (online). [diakses pada 3 September 2019, pukul 21.49 melalui laman http://www.negerikuindonesia.com/2015/05/horok-horok-makanan-tradisional- dari.html
Nafisah, A. 2012. Horok-Horok, Kuliner Khas Jepara. Sarihusada (online). [diakses pada 3 September 2019, pukul 22.17 melalui laman https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi- Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Horok-horok-Kuliner-Unik-Khas-Jepara
Ketaren, I. 2014. Horok-Horok. Klub Gastronomi Indonesia (online). [diakses pada 3
September 2019, pukul 22.30 melalui laman
http://gastroina.blogspot.com/2014/08/horok-horok.html