• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSERVASI TANAH & AIR - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KONSERVASI TANAH & AIR - Spada UNS"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

KONSERVASI TANAH & AIR

Oleh

Joko Suyono

[email protected]

HP : 081390717870

(2)

BAHAN AJAR

• BUKU WAJIB:

 Sitanala Arsyad. 2010. Konservasi Tanah dan Air. IPB

Press, Bogor. 396 p.

(3)

KONTRAK KULIAH

MINGGU KE

MATERI PENGAMPU

1 MASALAH EROSI DAN AKIBATNYA

Sifat dan Fungsi Tanah; Kerusakan Tanah dan Badan Air; Dampak Erosi, Sedimen dan NPS;

Joko Suyono

2 MASALAH EROSI DAN AKIBATNYA Sedimen dan NPS; Penyebaran Global

Daerah Erosi; Selektivitas Erosi dan Nisbah Pengkayaan Sedimen; Upaya

Penyelamatan SDA; Dst

Joko Suyono

3 PENGERTIAN DASAR & HIDROLOGI

Konservasi Tanah dan Air; Erosi; Siklus Air;

Joko Suyono 4 Persamaan Air; Infiltrasi; Aliran Air,

Aliran Sungai, Prediksi Laju Aliran Permukaan, dst

Joko Suyono

(4)

LANJUTAN...

MINGGU KE

MATERI PENGAMPU

5 FAKTOR-FAKTOR YAHG MEMPENGARUHI EROSI

Iklim; Topografi

Joko Suyono

6 FAKTOR-FAKTOR YAHG MEMPENGARUHI EROSI

Vegetasi; Tanah; Manusia

Joko Suyono

7 METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR

MetodeMekanik

Joko Suyono

8 UTS Joko Suyono

(5)

MINGGU KE

MATERI PENGAMPU

9 METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR :Irigasi; ; Konservasi Air; Kualitas Air:

Prof. Dr. Ir.

Ongko Cahyono, MSc

10 Metode Kimia & Metode Vegetatif;

11 TANAMAN PENUTUP TANAH, PERGILIRAN TANAMAN

12 AGROFORESTRY 13 PREDIKSI EROSI 14 Evaluasi Erosi

15 Pengukuran Erosi dan Pemetaan

Erosi Prof. Dr. Ir.

Ongko

Cahyono, MSc

16 UAS

(6)

I. MASALAH EROSI DAN AKIBATNYA

1. SIFAT DAN FUNGSI TANAH

 Tanah : benda alami heterogen (padat, cair

& gas) dan mempunyai sifat dan perilaku yang dinamik.

 Hasil kerja interaksi :

T = f(i, o, b, r, w)

 Ciri dan perilaku tanah berbeda dari satu

tempat ke tempat lain dan berubah dari

waktu ke waktu

(7)

Ilmu Tanah

Hasil pelapukan bahan induk melalui proses bio-fisika-kimia

Pendekatan Pedologi

Habitat Tumbuhan

Pendekatan

Edafologi

(8)

Tanah (SDA)

Matriks Tempat Akar

Tanaman Berjangkar & Air tanah tersimpan

Sumber Unsur Hara

bagi Tumbuhan

(9)

2. KERUSAKAN TANAH dan BADAN AIR

 Tanah & Air mudah mengalami kerusakan (degradasi). Kerusakan tanah terjadi oleh :

Kehilangan U.H dan B.O dari daerah perakaran,

Terakumulasinya garam di daerah perakaran

(salinisasi), terkumpulnya unsur/senyawa yg mrk racun bagi tanaman,

Penjenuhan tanah oleh air (water logging),

Erosi : Air Angin

Berkurangnya Kemampuan Tanah untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan atau kemampuan

menghasilkan barang/jasa

(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

2. KERUSAKAN TANAH dan BADAN AIR

 Badan Air (Danau, Waduk, Reservoir, dan Sungai) yg mrk sumber air bagi kehidupan

mudah mengalami kerusakan.

Kerusakan sumber air tsb terjadi oleh :

Mengeringnya/hilangnya mata air,

Menurunnya kualitas air : kandungan sedimen, limbah industri, limbah rumah tangga, limbah pertanian.

Polusi air.

-) Masuknya sedimen ke B.A : Pendangkalan

-) Masuknya unsur hara -,,- : Eutrofikasi

(18)

3. DAMPAK EROSI

 Erosi : hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat oleh air atau angin.

Di daerah beriklim basah : erosi oleh air yang penting, sedangkan erosi oleh angin tidak

berarti.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh peristiwa erosi terjadi di 2 tempat :

-1) Pada tanah tempat erosi terjadi (on-site), -2) Pada tempat tanah yang terangkut

tersebut diendapkan (off-site).

(19)

Bentuk Dampak

Dampak di Tempat Kejadian Erosi

Dampak di Luar Tempat Kejadian Erosi

1. Langsung -) Kehilangan lapisan tanah yg relatif kaya unsur hara dan b.o, dan memiliki sifat- sifat fisik yg baik bagi

tempat akar tanaman berjangkar.

-) Pelumpuran atau sedimentasi dan pendangkalan waduk,

sungai, saluran irigasi, muara sungai, pelabuhan, dan badan air lainnya.

-) Meningkatnya

penggunaan energi untuk berproduksi.

-) Tertimbunnya lahan pertanian, jalan, dan bangunan lainnya.

-) Kemerosotan

produktivitas tanah atau bahkan menjadi tidak dapat digunakan untuk

berproduksi.

-) Menghilangnya mata air dan memburuknya kualitas air.

-) Kerusakan ekosistem perairan (tempat bertelur ikan, terumbu karang, dsb.

-) Kerusakan bangunan konservasi dan bangunan lainnya.

-) Kehilangan nyawa oleh banjir dan longsor.

-)Pemiskinan petani. -) Meningkatnya frekuensi banjir dan kekeringan.

(20)

Bentuk Dampak Dampak di Tempat Kejadian Erosi

Dampak di Luar Tempat Kejadian Erosi

2. Tidak Langsung

-) Berkurangnya

alternatif penggunaan lahan.

-) Kerugian sbg akibat

memendeknya umur guna waduk dan saluran irigasi, dan tidak berfungsinya

badan air lainnya.

-) Timbulnya dorongan atau tekanan untuk

membuka lahan baru dengan membabat hutan.

-) Timbulnya

keperluan penyediaan dana untuk perbaikan bangunan konservasi yang rusak.

(21)

TANAH KRITIS

AKIBAT EROSI

(22)

TANAH

(23)
(24)

LAHAN

(25)

DEGRADASI LAHAN

AKIBAT EROSI

(26)

G. Sumbing :

Temanggung

(27)

Wonogiri :

(28)

Wonogiri :

(29)

Wonosari :

(30)

SEDIMENTASI

AKIBAT EROSI

(31)
(32)

Hasil Studi Tim JICA (2007) : 3.178.510 m3 per tahun.

No SUB-DAS SEDIMEN (m3/th) 1. Keduang 1.218.580 2. Solo Hulu 604.990 3. Tirtomoyo 503.760 4. Alang U. 401.280 5. Wuryantoro 376.920

6. Temon 72.980

TOTAL 3.178.510

(33)

 Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi terjadi berupa :

Kemunduran sifat-sifat kimia : kehilangan unsur hara dan bahan organik.

Kemunduran sifat-sifat fisika tanah : meningkatnya kepadatan dan ketahanan penetrasi tanah,

menurunnya kapasitas infiltrasi tanah, serta kemampuan tanah menahan air.

Akibat dari peristiwa ini adalah menurunnya

produktivitas tanah dan berkurangnya pengisian air bawah tanah.

(34)

Pengaruh Tingkat Degradasi Lahan Terhadap Sifat Kimia Dan Fisika Tanah

Keterangan :

angka-angka pada baris yang sama dan diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji HSD taraf 5%

Sifat-Sifat Tanah Tingkat Degradasi Lahan

Ringan Sedang Berat

Kimia Tanah :

C-Organik (%) 2,11 a 2,03 a 1,80 a

N-total (%) 0,20 a 0,12 a 0,14 a

P2O5 (mg/100g) 124 a 87 a 104 a

K2O (mg/100g) 40 a 36 a 30 a

Fisika Tanah :

Ketebalan Tanah (cm) 131,0 a 99 ,2 b 39,9 c Permeabilitas (cm/jam) 2,76 a 3,55 a 6,81 b

Porositas (%) 63,93 a 65,88 a 68,25 a

Pasir (%) 48,13 a 49,49 ab 55,87 b

Debu (%) 24,73 a 26,37 a 24,37 a

Liat (%) 27,14 a 24,14 a 19,76 a

(35)

Pengaruh Tingkat Degradasi Lahan Terhadap Sifat Kimia

Dan Fisika Tanah

(36)

Pengaruh Tingkat Degradasi Lahan Terhadap Produktivitas Tanaman Tembakau

Tingkat Degradasi

Lahan

Ketebalan Tanah (cm)

Produksi Daun Tembakau Kerosok Kering

(ton/ha)

Produksi Batang Tembakau Segar (ton/ha)

Produksi Batang Tembakau Kering (ton/ha)

Ringan 131,0 1,28 b 18,32 b 5,86 b*)

Sedang 99,2 1,13 b 13,18 a 4,21 a

Berat 39,9 0,82 a 10,37 a 3,32 a

Rata-rata 88,6 1,08 13,95 4,46

(37)

 Banyaknya unsur hara yang hilang oleh erosi tergantung pada besarnya erosi dan unsur

hara yang terkandung dalam bagian tanah tererosi.

Secara kasar banyaknya unsur hara yang hilang dari sebidang tanah yang tererosi dihitung dengan

mengalikan kandungan unsur hara tanah semula dengan besarnya tanah tererosi.

Lebih teliti jumlah kandungan hara yang hilang diukur dengan mengalikan banyaknya sedimen

dengan unsur hara yang terbawa sedimen dan larut dalam air.

(38)

Prediksi Erosi Di Sub-DAS Progo Hulu :

(39)

Kemiringan Lereng

(%)

Ketebalan Tanah

(cm)

Luas Prediksi Erosi (ton/ha/th)

Nilai ETol (ton/ha/th) (ha) (%)

3-8 135,0 435,84 5,9 24,79 48,72

8-15 92,7 2.143,79 29,0 39,51 36,61

15-30 101,4 2.715,26 36,7 86,55 37,87

>30 58,9 2.103,65 28,4 106,63 23,43

Rata-rata 7.398,54 100,0 70,21 33,40

Prediksi Erosi Berdasarkan Kelas Kemiringan Lereng Pada Usahatani Lahan Kering Berbasis Tembakau Di

Sub-DAS Progo Hulu :

(40)

Nilai Kehilangan Hara dan Biaya Ganti Rugi Kehilangan Hara Akibat Erosi

Pada Usahatani Lahan Kering Berbasis Tembakau di Sub-DAS Progo Hulu

Komponen Unsur

Hara

Nilai

Kehilangan Hara

Nilai

Kehilangan Hara Setara Pupuk

Nilai Biaya Ganti Rugi Kehilangan

Unsur Hara (Rp/ha/th)

C-Organik 1,49 ton

C-Org/ha/th

7,15 ton

Pukan*)/ha/th 1.251.412 N 94,96 kg N/ha/th 211,03 kg Urea/ha/th 815.614 P 62,37 kg P/ha/th 173,25 kg SP-36/ha/th 840.250 K 36,41 kg K/ha/th 60,68 kg KCl/ha/th 294.332

Total 3.201.608

(41)
(42)
(43)

Contoh :

(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)

4. SEDIMEN

dan NISBAH PELEPASAN SEDIMEN

 Sedimen : Tanah dan bagian-bagian tanah yang terangkut oleh air dari suatu tempat yang

mengalami erosi pada suatu DAS dan masuk ke dalam suatu badan air.

Sedimen yg terbawa masuk ke dalam sungai hanya

sebagian saja dari tanah yang tererosi dari tempatnya.

Sebagian lagi dari tanah yang terbawa erosi akan

mengendap pada suatu tempat di lahan di bagian bawah tempat erosi pada DAS tersebut.

Nisbah antara jumlah sedimen yang terangkut ke dalam sungai terhadap jumlah erosi yang terjadi di dalam DAS disebut : Nisbah pe-Lepasan Sedimen (NLS) (Sediment Delivery Ratio/SDR)

(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)

(3 B)

3 M

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan mengetahui kapasitas daya tampung sedimen rencana Waduk Jatigede terhadap laju erosi di daerah tangkapan air waduk serta menghasilkan

Untuk mencegah dampak dari erosi tersebut di aliran sungai cimincrang maka digunakan konservasi tanah dan air yang menggunakan metode secara mekanik.. Konservasi tanah mekanik

Selain air, yang menyebabkan erosi pada tanah juga adalah penanaman, seperti penanaman pada lahan bertopografi miring, ditambah dengan curah hujan tinggi dan

Analisis data dilakukan secara deskriptif, yaitu menganalisa besarnya erosi, ancaman erosi (potensi erosi dan indeks bahaya erosi), tingkat kerusakan tanah, luas, dan

Penghijauan adalah penanaman tanah-tanah rakyat dan tanah-tanah lainnya seperti tanah desa, tanah bebas(negara) tanah bekas perkebuanan yang umumnya telah mengalami

Erosi tanah merupakan kejadian alam yang pasti terjadi dipermukaan daratan bumi. Besarnya erosi sangat tergantung dari faktor-faktor alam ditempat terjadinya erosi tersebut, akan tetapi saat ini manusia juga berperan penting atas terjadinya erosi. Adapun faktor-faktor alam yang mempengaruhi erosi adalah erodibilitas tanah, karakteristik landskap dan iklim. Akibat dari adanya pengaruh manusia dalam proses peningkatan laju erosi seperti pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan/atau pengelolaan lahan yang tidak didasari tindakan konservasi tanah dan air menyebakan perlunya dilakukan suatu prediksi laju erosi tanah sehingga bisa dilakukan suatu manajemen lahan. Manajeman lahan berfungsi untuk memaksimalkan produktivitas lahan dengan tidak mengabaikan keberlanjutan dari sumberdaya lahan.

KARAKTERISTIK TANAH KARAKTERISTIK TANAH PENGAMATAN DAN PENGUKURAN LANGSUNG DI LAPANGAN PENGAMATAN DAN PENGUKURAN LANGSUNG DI LAPANGAN DAPAT DILAKUKAN MELALUI DI LAPANGAN ATAU DI

TEKSTUR TANAH TEKSTUR TANAH • TEKSTUR : Perbandingan relatif dalam persen fraksi-fraksi pasir sand, debu silt dan lempung clay.. • Geluh loam : masa tanah yang mempunyai komposisi ke 3