BAHAN AJAR
• BUKU WAJIB:
Sitanala Arsyad. 2010. Konservasi Tanah dan Air. IPB
Press, Bogor. 396 p.
KONTRAK KULIAH
MINGGU KE
MATERI PENGAMPU
1 MASALAH EROSI DAN AKIBATNYA
Sifat dan Fungsi Tanah; Kerusakan Tanah dan Badan Air; Dampak Erosi, Sedimen dan NPS;
Joko Suyono
2 MASALAH EROSI DAN AKIBATNYA Sedimen dan NPS; Penyebaran Global
Daerah Erosi; Selektivitas Erosi dan Nisbah Pengkayaan Sedimen; Upaya
Penyelamatan SDA; Dst
Joko Suyono
3 PENGERTIAN DASAR & HIDROLOGI
Konservasi Tanah dan Air; Erosi; Siklus Air;
Joko Suyono 4 Persamaan Air; Infiltrasi; Aliran Air,
Aliran Sungai, Prediksi Laju Aliran Permukaan, dst
Joko Suyono
LANJUTAN...
MINGGU KE
MATERI PENGAMPU
5 FAKTOR-FAKTOR YAHG MEMPENGARUHI EROSI
Iklim; Topografi
Joko Suyono
6 FAKTOR-FAKTOR YAHG MEMPENGARUHI EROSI
Vegetasi; Tanah; Manusia
Joko Suyono
7 METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR
MetodeMekanik
Joko Suyono
8 UTS Joko Suyono
MINGGU KE
MATERI PENGAMPU
9 METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR :Irigasi; ; Konservasi Air; Kualitas Air:
Prof. Dr. Ir.
Ongko Cahyono, MSc
10 Metode Kimia & Metode Vegetatif;
11 TANAMAN PENUTUP TANAH, PERGILIRAN TANAMAN
12 AGROFORESTRY 13 PREDIKSI EROSI 14 Evaluasi Erosi
15 Pengukuran Erosi dan Pemetaan
Erosi Prof. Dr. Ir.
Ongko
Cahyono, MSc
16 UAS
I. MASALAH EROSI DAN AKIBATNYA
1. SIFAT DAN FUNGSI TANAH
Tanah : benda alami heterogen (padat, cair
& gas) dan mempunyai sifat dan perilaku yang dinamik.
Hasil kerja interaksi :
T = f(i, o, b, r, w)
Ciri dan perilaku tanah berbeda dari satu
tempat ke tempat lain dan berubah dari
waktu ke waktu
Ilmu Tanah
Hasil pelapukan bahan induk melalui proses bio-fisika-kimia
Pendekatan Pedologi
Habitat Tumbuhan
Pendekatan
Edafologi
Tanah (SDA)
Matriks Tempat Akar
Tanaman Berjangkar & Air tanah tersimpan
Sumber Unsur Hara
bagi Tumbuhan
2. KERUSAKAN TANAH dan BADAN AIR
Tanah & Air mudah mengalami kerusakan (degradasi). Kerusakan tanah terjadi oleh :
Kehilangan U.H dan B.O dari daerah perakaran,
Terakumulasinya garam di daerah perakaran
(salinisasi), terkumpulnya unsur/senyawa yg mrk racun bagi tanaman,
Penjenuhan tanah oleh air (water logging),
Erosi : Air Angin
Berkurangnya Kemampuan Tanah untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan atau kemampuan
menghasilkan barang/jasa
2. KERUSAKAN TANAH dan BADAN AIR
Badan Air (Danau, Waduk, Reservoir, dan Sungai) yg mrk sumber air bagi kehidupan
mudah mengalami kerusakan.
Kerusakan sumber air tsb terjadi oleh :
Mengeringnya/hilangnya mata air,
Menurunnya kualitas air : kandungan sedimen, limbah industri, limbah rumah tangga, limbah pertanian.
Polusi air.
-) Masuknya sedimen ke B.A : Pendangkalan
-) Masuknya unsur hara -,,- : Eutrofikasi
3. DAMPAK EROSI
Erosi : hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat oleh air atau angin.
Di daerah beriklim basah : erosi oleh air yang penting, sedangkan erosi oleh angin tidak
berarti.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh peristiwa erosi terjadi di 2 tempat :
-1) Pada tanah tempat erosi terjadi (on-site), -2) Pada tempat tanah yang terangkut
tersebut diendapkan (off-site).
Bentuk Dampak
Dampak di Tempat Kejadian Erosi
Dampak di Luar Tempat Kejadian Erosi
1. Langsung -) Kehilangan lapisan tanah yg relatif kaya unsur hara dan b.o, dan memiliki sifat- sifat fisik yg baik bagi
tempat akar tanaman berjangkar.
-) Pelumpuran atau sedimentasi dan pendangkalan waduk,
sungai, saluran irigasi, muara sungai, pelabuhan, dan badan air lainnya.
-) Meningkatnya
penggunaan energi untuk berproduksi.
-) Tertimbunnya lahan pertanian, jalan, dan bangunan lainnya.
-) Kemerosotan
produktivitas tanah atau bahkan menjadi tidak dapat digunakan untuk
berproduksi.
-) Menghilangnya mata air dan memburuknya kualitas air.
-) Kerusakan ekosistem perairan (tempat bertelur ikan, terumbu karang, dsb.
-) Kerusakan bangunan konservasi dan bangunan lainnya.
-) Kehilangan nyawa oleh banjir dan longsor.
-)Pemiskinan petani. -) Meningkatnya frekuensi banjir dan kekeringan.
Bentuk Dampak Dampak di Tempat Kejadian Erosi
Dampak di Luar Tempat Kejadian Erosi
2. Tidak Langsung
-) Berkurangnya
alternatif penggunaan lahan.
-) Kerugian sbg akibat
memendeknya umur guna waduk dan saluran irigasi, dan tidak berfungsinya
badan air lainnya.
-) Timbulnya dorongan atau tekanan untuk
membuka lahan baru dengan membabat hutan.
-) Timbulnya
keperluan penyediaan dana untuk perbaikan bangunan konservasi yang rusak.
TANAH KRITIS
AKIBAT EROSI
TANAH
LAHAN
DEGRADASI LAHAN
AKIBAT EROSI
G. Sumbing :
Temanggung
Wonogiri :
Wonogiri :
Wonosari :
SEDIMENTASI
AKIBAT EROSI
Hasil Studi Tim JICA (2007) : 3.178.510 m3 per tahun.
No SUB-DAS SEDIMEN (m3/th) 1. Keduang 1.218.580 2. Solo Hulu 604.990 3. Tirtomoyo 503.760 4. Alang U. 401.280 5. Wuryantoro 376.920
6. Temon 72.980
TOTAL 3.178.510
Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi terjadi berupa :
Kemunduran sifat-sifat kimia : kehilangan unsur hara dan bahan organik.
Kemunduran sifat-sifat fisika tanah : meningkatnya kepadatan dan ketahanan penetrasi tanah,
menurunnya kapasitas infiltrasi tanah, serta kemampuan tanah menahan air.
Akibat dari peristiwa ini adalah menurunnya
produktivitas tanah dan berkurangnya pengisian air bawah tanah.
Pengaruh Tingkat Degradasi Lahan Terhadap Sifat Kimia Dan Fisika Tanah
Keterangan :
angka-angka pada baris yang sama dan diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji HSD taraf 5%
Sifat-Sifat Tanah Tingkat Degradasi Lahan
Ringan Sedang Berat
Kimia Tanah :
C-Organik (%) 2,11 a 2,03 a 1,80 a
N-total (%) 0,20 a 0,12 a 0,14 a
P2O5 (mg/100g) 124 a 87 a 104 a
K2O (mg/100g) 40 a 36 a 30 a
Fisika Tanah :
Ketebalan Tanah (cm) 131,0 a 99 ,2 b 39,9 c Permeabilitas (cm/jam) 2,76 a 3,55 a 6,81 b
Porositas (%) 63,93 a 65,88 a 68,25 a
Pasir (%) 48,13 a 49,49 ab 55,87 b
Debu (%) 24,73 a 26,37 a 24,37 a
Liat (%) 27,14 a 24,14 a 19,76 a
Pengaruh Tingkat Degradasi Lahan Terhadap Sifat Kimia
Dan Fisika Tanah
Pengaruh Tingkat Degradasi Lahan Terhadap Produktivitas Tanaman Tembakau
Tingkat Degradasi
Lahan
Ketebalan Tanah (cm)
Produksi Daun Tembakau Kerosok Kering
(ton/ha)
Produksi Batang Tembakau Segar (ton/ha)
Produksi Batang Tembakau Kering (ton/ha)
Ringan 131,0 1,28 b 18,32 b 5,86 b*)
Sedang 99,2 1,13 b 13,18 a 4,21 a
Berat 39,9 0,82 a 10,37 a 3,32 a
Rata-rata 88,6 1,08 13,95 4,46
Banyaknya unsur hara yang hilang oleh erosi tergantung pada besarnya erosi dan unsur
hara yang terkandung dalam bagian tanah tererosi.
Secara kasar banyaknya unsur hara yang hilang dari sebidang tanah yang tererosi dihitung dengan
mengalikan kandungan unsur hara tanah semula dengan besarnya tanah tererosi.
Lebih teliti jumlah kandungan hara yang hilang diukur dengan mengalikan banyaknya sedimen
dengan unsur hara yang terbawa sedimen dan larut dalam air.
Prediksi Erosi Di Sub-DAS Progo Hulu :
Kemiringan Lereng
(%)
Ketebalan Tanah
(cm)
Luas Prediksi Erosi (ton/ha/th)
Nilai ETol (ton/ha/th) (ha) (%)
3-8 135,0 435,84 5,9 24,79 48,72
8-15 92,7 2.143,79 29,0 39,51 36,61
15-30 101,4 2.715,26 36,7 86,55 37,87
>30 58,9 2.103,65 28,4 106,63 23,43
Rata-rata 7.398,54 100,0 70,21 33,40
Prediksi Erosi Berdasarkan Kelas Kemiringan Lereng Pada Usahatani Lahan Kering Berbasis Tembakau Di
Sub-DAS Progo Hulu :
Nilai Kehilangan Hara dan Biaya Ganti Rugi Kehilangan Hara Akibat Erosi
Pada Usahatani Lahan Kering Berbasis Tembakau di Sub-DAS Progo Hulu
Komponen Unsur
Hara
Nilai
Kehilangan Hara
Nilai
Kehilangan Hara Setara Pupuk
Nilai Biaya Ganti Rugi Kehilangan
Unsur Hara (Rp/ha/th)
C-Organik 1,49 ton
C-Org/ha/th
7,15 ton
Pukan*)/ha/th 1.251.412 N 94,96 kg N/ha/th 211,03 kg Urea/ha/th 815.614 P 62,37 kg P/ha/th 173,25 kg SP-36/ha/th 840.250 K 36,41 kg K/ha/th 60,68 kg KCl/ha/th 294.332
Total 3.201.608
Contoh :
4. SEDIMEN
dan NISBAH PELEPASAN SEDIMEN
Sedimen : Tanah dan bagian-bagian tanah yang terangkut oleh air dari suatu tempat yang
mengalami erosi pada suatu DAS dan masuk ke dalam suatu badan air.
Sedimen yg terbawa masuk ke dalam sungai hanya
sebagian saja dari tanah yang tererosi dari tempatnya.
Sebagian lagi dari tanah yang terbawa erosi akan
mengendap pada suatu tempat di lahan di bagian bawah tempat erosi pada DAS tersebut.
Nisbah antara jumlah sedimen yang terangkut ke dalam sungai terhadap jumlah erosi yang terjadi di dalam DAS disebut : Nisbah pe-Lepasan Sedimen (NLS) (Sediment Delivery Ratio/SDR)
(3 B)
3 M