Kucing Oren yang Licik
Karya : Faiqah Luthfia Zanetta Di kandang burung yang dimiliki oleh petani desa, hiduplah seekor burung Murai bernama Merdu. Merdu terkenal dengan suaranya yang indah dan selalu berkicau riang di pepohonan. Setiap pagi, kicauannya selalu membangunkan penduduk pak tani dan membawa keceriaan. Suatu hari, datanglah seekor kucing garong bernama Oren ke gang rumah petani tersebut. Oren terkenal dengan sifatnya yang licik dan suka mencuri. Dia mengincar Merdu yang terkenal dengan keindahan bulunya.
Oren mengintai Merdu dari balik pepohonan. Dia menunggu saat yang tepat untuk menerkamnya. Ketika Merdu sedang asyik berkicau, Oren tiba-tiba menyelinap dan melompat ke arah kandang Merdu. Merdu terkejut dan berusaha untuk terbang, tetapi Oren lebih cepat.
Cakarnya mencengkeram tubuh Merdu dengan erat. Merdu berteriak kesakitan dan berusaha untuk melepaskan diri. Pak tani yang mendengar teriakan Merdu segera datang untuk membantunya. Pak tani mengejar Oren dengan tongkat dan batu. Oren yang ketakutan akhirnya melepaskan Merdu dan melarikan diri.
Merdu terluka parah, tetapi dia masih hidup. Pak tani yang melihat Merdu terluka segera membawanya ke rumah dokter hewan yang terkenal menyembuhkan hewan. Setelah Merdu diperiksa, Pak Tani kembali pulang ke rumah dan merawat Merdu dengan penuh kasih sayang. Dia memberinya makan dan minum serta mengobati lukanya dari resep dokter. Setelah beberapa minggu, Merdu pulih dan bisa kembali berkicau. Pak tani sangat senang melihat Merdu kembali sehat. Pak tani mengadakan pesta untuk merayakan keselamatan Merdu. Merdu pun kembali berkicau dengan riang dan membawa keceriaan bagi Pak Tani.