• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kue dan Minuman Indonesia Bali

N/A
N/A
Syabina Azzahra

Academic year: 2024

Membagikan "Kue dan Minuman Indonesia Bali "

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Kue dan Minuman Indonesia Bali

Disusun Oleh:

Syabina Azzahra Ramadhani Khadafi 220208501041

Universitas Negeri Makassar

Fakultas Teknik

Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

2023/2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas rahmat, hidayah dan inayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah yang bertema

“Kue dan Minuman Bali“. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang yakni Addinul Islam.

Banyak hambatan yang selama proses pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi, bahan maupun pembahasannya. Mengingat hal di atas maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak untuk perbaikan selanjutnya.

Dan tak lupa juga ribuan terima kasih penulis kepada Ibu Dra. Ratnawati T, M. Hum.

Dan Mulyani S. Pd., M. Pd. selaku dosen pengampuh untuk mata kuliah Kue dan Makanan Indonesia. Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi mahasiswa dan dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan pembelajaran.

Makassar, 18 September 2023

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 5

A. Latar Belakang ... 5

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan ... 6

BAB II PEMBAHASAN ... 7

A. Kue dan Minuman Tradisional ... 7

B. Macam-Macam Kue dan Minuman Khas Bali ... 7

a. Kue Khas Bali ... 7

1. Kue Lak-Lak ... 7

2. Orog-Orog ... 8

3. Jaje Cerorot ... 8

4. Jaja Batun Duren atau Kue Getas ... 9

5. Jaja Begina ... 10

6. Jaja sirat ... 10

7. Jaja Sumping ... 11

8. Jaja Lempog ... 11

9. Jaja Apem ... 12

10. Klepon Bali ... 12

11. Kaliadrem ... 13

12. Bendu ... 13

(4)

13. Pulung Nyepi ... 14

b. Minuman Khas Bali ... 14

1. Tambring ... 14

2. Es Daluman ... 15

3. Brem ... 15

4. Loloh Cemcem ... 16

5. Es Ancruk ... 17

6. Es Kuwut ... 17

7. Arak Bali ... 18

BAB III KESIMPULAN ... 19

A. Kesimpulan ... 19

DAFTAR PUSTAKA ... 20

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia memiliki ragam seni dan budaya yang keberadaannya perlu dikembangkan dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan waktu. Banyak makanan dari daerah luar Indonesia yang masuk dan kemudian dikenal oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia sendiri sebenarnya mempunyai begitu banyak jenis masakan, minuman, dan kudapan dari berbagai bahan dasar yang ada ditiap-tiap daerah di Indonesia. Makanan khas daerah merupakan aset wisata bagi suatu daerah dan mempunyai peranan penting sebagai daya tarik wisatawan. Makanan khas daerah juga merupakan kekayaan bangsa di bidang kuliner. Pengembangan makanan daerah kini semakin pesat dan semakin banyak ragam makanan yang muncul dan bahkan menjadi ciri khas dari daerah tersebut.

Bali adalah salah satu Provinsi di Indonesia dan yang memiliki potensi pulau yang sudah mendunia dan memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan pariwisatanya.

Bali yang disebut sebagai salah satu pulau terindah di dunia ini terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok, Ibukota Provinsinya ialah Denpasar. Bali yang lebih dikenal dengan nama “Pulau Dewata” ini mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Hindu.

Bali terkenal sebagai tujuan Pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni budayanya, khususnya bagi para wisatawan. Selain kaya akan seni budaya, Bali juga kaya akan makanan khasnya dan memiliki daya tarik tersendiri pada keunikan bentuk dan cita rasanya. Masakan khas tersebut tetap eksis bahkan mulai dikembangkan sebagai hidangan di restoran.

Cita rasa masakan Bali cenderung gurih dan pedas sehingga banyak diminati oleh masyarakat. Bali juga memiliki kue dan kudapan tradisional yang tidak kalah menarik pada keunikan bentuk dan cita rasanya. Kue atau kudapan tradisional khas Bali kebanyakan berupa jajanan yang dihidangkan bersama kelapa parut dan kinca atau kuah gula merah dan memiliki rasa manis. Ada pula beberapa jenis jajanan yang tidak hanya dijadikan sebagai santapan, namun juga dijadikan sebagai salah satu sarat dalam persembahyangan masyarakat Bali. Jajanan tradisional yang populer antara lain: lempog, sela urab (ubi urab), timus, dan klepon.

Jajanan Bali seperti lempog, dan orog-orog terbuat dari bahan dasar ubi dan singkong. Menurut Departemen Kesehatan RI (1996), ubi dan singkong mengandung

(6)

karbohidrat yang tinggi. Ubi dan singkong bisa dijadikan sebagai bahan makanan pengganti beras (nasi).

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja jenis-jenis kue tradisional dari Bali?

2. Apa saja jenis-jenis kkue khas dari Bali?

C. Tujuan

1. Mengetahui berbagai jenis kue tradisional dari Bali 2. Mengetahui berbagai jenis minuman khas dari Bali

(7)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kue dan Minuman Tradisional

Kue tradisional Indonesia ialah kue yang terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari hasil kekayaan alam yang ada di Indonesia, dengan teknik, alat dan penyajian yang istimewa dan khas. Sedangkan pengertian dari kue ialah hasil pengolahan dari suatu adonan atau bahan yang mengandung tepung atau bahan bertepung yang dicampur bersama bahan lainnya, seperti pemberi rasa, warna, bahan cair dan lain-lain.

Kue tradisional merupakan jenis makanan khas yang berasal dari tiap daerah yang ada di Indonesia dan diolah dengan carayang sederhana serta bahan-bahan yang mudah didapat. Kue tradisional diolah dari resep yang sudah dikenal masyarakat setempat dengan bahan-bahan yang diperoleh dari sumber local yang memiliki cita rasa yang relatif sesuai dengan selera masyarakat. Kue-kue tersebut dapat dibeli dari pasar atau banyak dijajakan di pasar. Kue tradisional dapat diidentikasi berdasarkan konsistensi, bentuk, dan teknik pengolahan.

B. Macam-Macam Kue dan Minuman Khas Bali a. Kue Khas Bali

1. Kue Lak-Lak

“Jaje” atau kue Laklak ini sekilas mirip dengan kue serabi namun cita rasanya tentu saja jauh berbeda. Bahan untuk pembuatan jaje Laklak adalah tepung beras yang dicampur air dan pewarna alami seperti daun suji untuk warna hijau dan santan untuk yang putih. Kue ini disajikan dengan gula merah yang dicairkan dan taburan kelapa parut. Secara umum, Jaje Laklak berwarna putih dan ada pula yang berwarna hijau, warna pink/merah, dimana warna kue itu berasal dari pewarnaan alami yaitu berasal dari air daun pandan yang dicampurkan kedalam adonan atau warna merah yang berasal dari buah naga. Jaje Laklak berbahan dasar tepung beras, dicetak menggunakan cetakan serabi tanah liat. Setelah matang, Jaje Laklak akan berlubang-lubang dibagian permukaannya. Pembuatan laklak pun masih sangat tradisional, yakni menggunakan tungku dan juga kayu bakar, sehingga memberikan aroma yang nikmat, itulah yang membuat rasa kue ini sangat khas dan pastinya terasa alaminya. Api yang digunakan masih menggunakan kayu bakar dengan cetakan tanah liat yang sederhana.

(8)

2. Orog-Orog

Orog-orog, jajanan tradisional yang mungkin agak susah dicari saat ini. Penganan ini Terbuat dari Singkong, gula merah dan ditaburi kelapa parut diatasnya. Pada umumnya Orog-orog mirip dengan penganan Yogyakarta yang bernama Tiwul, akan tetapi dengan citarasa lebih manis. Jika ditelusuri sejarahnya, kue ini sebenarnya merupakan makanan pokok dari masyarakat pada masa lampau. Orog-orog yang berbahan baku singkong sebagai pengganti nasi saat beras harganya melambung dan warga tidak mampu membeli di jumlah banyak. Hal tersebut terjadi pada era penjajahan Jepang dan belanda dahulu kala.

Pada masa lalu, santapan ini dimakan selayaknya nasi, dengan lauk pauk dan sayuran.

Orog-orog biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah.

3. Jaje Cerorot

Jaje Cerorot ini merupakan salah satu jajanan khas Bali yang juga sudah mulai langka. Kue ini biasa disuguhkan jika kita menghadiri acara pernikahan maupun syukuran

(9)

dan lain-lain. Jajanan ini merupakan jajanan yang unik karena dari segi bentuk, jajan ini menyerupai corong panjang seperti teropong atau cone eskrim. Selain rasanya yang sangat manis, legit dan enak, juga karena cara membungkus dan memakannya yang unik. Jajanan ini dibungkus mennggunakan cone yang dibuat dari daun Janur atau kelapa yang putih.

ahan utama yang digunakan adalah tgula kelapa kemudian dicampur dengan santan, daun pandan, air dengan di rebus terlebih dahulu. Selanjutnya campuran itu di tuangkan di atas tepung beras, Tapioka, atau sagu.

4. Jaja Batun Duren atau Kue Getas

Saat melipir ke Bali dan menjumpai pedagang yang menjajakan kue getas, kalian bisa membelinya dengan mengucapkan batun duren. Sebab kue berbahan ketan yang dilapisan gula ini dikenal dengan sebutan jaja batun duren. Sekilas, mungkin kue satu ini mirip gemblong di Jawa. Jaja Batun Duren memiliki tekstur yang legit dan sedikit kenyal. Kue getas terbuat dari ketan putih atau hitam. Dalamnya lembut, dan luarnya renyah. Rasanya makin enak karena di bagian luar dibalur dengan gula halus. Untuk membuatnya juga sangat mudah. Hanya terbuat dari tepung beras ketan, santan, dan air.

(10)

5. Jaja Begina

Sama-sama berbahan beras ketan dan bercita rasa manis, jaja begina sepintas mirip dengan rengginang. Namun jaja begina memiliki ciri khas pada bagian tengahnya yang terdapat corak. Jaja Begina dibuat dengan bahan ketan putih yang dikukus, kemudian ada yang diberi gula merah, atau yang dibiarkan tetap putih. Lalu dijemur dan rasanya ada yang hambar dan juga ada yang manis dan renyah, kue begina ini digunakan untuk sarana upacara dalam sebagai sesajen atau banten.

6. Jaja sirat

Selain jaja begina, jaja sirat juga tak pernah absen meriahkan acara Galungan di Bali.

Jaja sirat terbuat dari tepung beras. Kue nan renyah ini serupa dengan keukarah khas Aceh.

Disebut nama Sirat karena cara membuatnya seperti Mesirat atau disirami. Bahan dasar yang digunakan selain tepung beras juga dicampur tepung kanji secukupnya. Berbentuk bundar dan pipih seperti terdiri dari jalinan benang-benang kusut. Warnanya bervariasi sesuai dengan keinginan para produsen, seperti jajan sirat berwarna putih, merah, coklat, kuningan dan lain sebagainya. Jajan ini khususnya sering dibuat pada upacara keagamaan ataupun upacra adat di daerah Bali.

(11)

7. Jaja Sumping

Banyak yang bilang jaja sumping mirip dengan kue nagasari karena sama-sama berbahan tepung beras dan dibalut dengan daun pisang. Memang tampilan terlihat mirip, tapi kue nagasari identik dengan isi pisang. Sedangkan jaja sumping bisa dibuat dengan bahan dasar apapun termasuk labu. Masyarakat setempat juga biasa menyebutnya dengan sumping wuluh. Jaje Sumping, adalah kue yang terbuat dari tepung beras yang didalamnya isi aneka isian, sesuai dengan selera si pembuatnya, lalu adonan nya dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk menyerupai bantal, lalu dikukus. Isian didalamnya dapat berupa buah atau kacang kacangan, Misalnya sumping biu atau pisang, karena didalamnya terdapat tambahan pisangnya, sumping waluh (labu) terbuat dari waluh, sumping kuud (kelapa muda) Sumping yang terbuat dari kacang tanah, sumping kacang merah, dan banyak lagi lainnya. Sumping biasanya disajikan saat menggelar acara pesta, untuk resepsi perkawinan, gotong royong, potong gigi, upacara adat dan lainnya.

8. Jaja Lempog

Jaja lempog terbuat dari singkong yang dilembutkan bersama gula merah, kemudian diberi taburan kelapa parut. Tak cuma singkong, jaja lempog dapat juga dibuat dengan ubi.

Jajanan yang terbuat dari singkong dan gula merah ini di Jawa terkenal dengan nama Getuk. Di Bali ini disajikan pas pada saat ada upacara pernikahan atau upacara yadnya.

Namun sekarang sudah bisa dinikmati dan di beli di pasar tradisional dibali.

(12)

9. Jaja Apem

Kalau dalam bahasa Lombok, Jaja diartikan sebagai kue. Yang menjadi ciri khas dari jajan atau kue apem Bali ini adalah tidak adanya gula jadi memang rasanya tidak begitu manis seperti yang bisa kita rasakan di kue apem yang dibuat oleh daerah lain. Biasanya supaya manis, ditambahkan sedikit gula merah yang sudah dicairkan. Walau tidak semanis kue apem pada umumnya, yang menjadikan cita rasa berbeda pada kue mangkuk adalah tambahan taburan kelapa muda parut dan gula merah cair pada bagian dalamnya. Pada awalnya kue mangkuk terbuat dari tepung beras yang sudah difermentasi dengan tape singkong juga air kelapa. Lalu dicetak dengan menggunakan daun pisang yang dibentuk kerucut, kemudian dimasak dengan cara dikukus seperti kue pada umumnya.

10. Klepon Bali

Meski namanya sama serta konsepnya juga hampir mirip, yaitu sama sama jajajan ketan yang direbus serta berisikan gula merah cair, namun ada beberapa perbedaan yang mencolok antara klepon Bali dan Klepon jawa yang biasa ditemui. Bentuknya, kalau klepon jawa berbentuk bulat mirip onde-onde sedangkan klepon bali bentuknya sedikit oval dan meruncing di ke-2 ujungnya. Meski isiannya sama sama berisi gula merah, akan tetapi saat digigit, klepon Bali rasanya lebih kenyal serta lebih tipis kulitnya oleh karena itu gula di dalamnya bisa langsung muncrat di dalam mulut.

(13)

11. Kaliadrem

Kaliadrem dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana seperti tepung beras, garam, gula merah, kelapa, dan air. Proses pembuatan Kaliadrem ini terbilang masih amat tradisional karena langsung terbuat dari beras dengan cara ditumbuk menjadi tepung.

Sesudah dicampur dengan bahan-bahan beda seperti gula merah, kelapa parut, air, dan garam barulan adonan diuleni sampai bertekstur halus dan lembut.

12. Bendu

Kue atau jajanan pasar khas Bali ini adalah jajanan ataupun kue tradisional bali yang merupakan ciri khas dari kabupaten Jembrana – Bali. Bentuknya lonjong dan dibungkus daun pisang yang serupa dengan pepes. Saat dibuka, Bendu adalah kue berkulit warna putih dengan isian gula unti, mirip seperti kue dadar gulung namun lebih garing, serta kenyal dan tipis. Kulitnya terbuat dari tepung ketan, dan isiannya adalah campuran gula merah, parutan kelapa, serta garam. Meski menjadi khas Jembrana, Bendu kini bisa didapatkan di berbagai pasar tradisional Bali, terutama di Denpasar dan Badung. Bendu juga sering disajikan pada upacara adat, hajatan serta acara resmi pemerintah.

(14)

13. Pulung Nyepi

Pulung Nyepi sepintas mirip seperti kolak biji salak, dan memiliki bentuk yang mirip dengan cenil dari Jawa. Tetapi secara warna, mirip dengan biji salak karena berwarna kecokelatan. Soal rasa, memang tak begitu tajam.. Bedanya yaitu Pulung Nyepi tidak menggunakan kuah santan dan tidak memakai gula merah. Bahan dasarnya adalah tepung beras dan tepung kanji. Kuliner ini memang merupakan khas Bali, asalnya dari Desa Sukasada. Makanan yang memiliki tekstur kenyal dan rasanya yang sedikit manis berpadu dengan gurih ini biasanya juga disajikan taburan kelapa parut muda di atasnya. Biasanya pulung nyepi dihidangkan menjelang upacara Pengerupukan, satu hari sebelum hari raya Nyepi. Bahan-bahannya terdiri dari tepung beras, tepung kanji, dan sedikit parutan kelapa.

Diolah dengan dikukus saja. Cara pembuatannya pun tidak ribet, cukup dengan mencampurkan kedua jenis tepung dan parutan kelapa. Uniknya, bentuknya dipulung- pulung sehingga berbentuk lonjong. Tekstur kenyal, rasa sedikit manis, dan berpadu gurih bertabur kelapa parut di atasnya.

b. Minuman Khas Bali 1. Tambring

Tambring adalah minuman segar berbahan kelapa muda. Serutan kelapa dicampur asam Jawa dan gula merah hingga menghasilkan paduan rasa gurih dan manis. Uniknya, tambring juga ditambahkan putih telur ayam. Putih telur ayam diolah bersama gula jawa dan asam untuk dijadikan sirup. Sirup inilah yang dicampur dengan serutan kelapa muda dan es batu. Meski menggunakan telur, es tembiring sama sekali tidak terasa amis namun menjadi minuman yang segar.

(15)

2. Es Daluman

Bali punya minuman mirip es cincau bernama es daluman. Bahan utamanya adalah daun daluman yang berkhasiat. Untuk kuah santannya berbeda dengan es cincau, es daluman menggunakan santan dari kelapa bakar sehingga terasa jejak gosong harum yang enak. Sementara pemanisnya adalah gula aren yang legit dan mantap. Seperti es cincau pada umumnya, es daluman juga mencampur potongan cincau dengan santan segar, gula merah, sirup, dan serutan es.

3. Brem

Brem merupakan minuman fermentasi yang terbuat dari campuran ketan hitam dan ketan putih, difermentasi dengan ragi tape, serta mengandung alkohol antara 3-5 persen.

Minuman ini dulunya digunakan pada upacara umat Hindu di Bali, utamanya Upacara Tabuh Rah.

(16)

4. Loloh Cemcem

Loloh Cemcem adalah minuman hasil produksi rumahan di Bali yang banyak diproduksi dan dipasarkan di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli. Minuman ini biasanya dijual dan dikemas dalam botol air mineral. Meskipun termasuk dalam jenis jamu, tetapi rasa Loloh Cemcem berbeda dengan jamu lainnya. Dibuat dari daun cemcem atau yang biasa disebut kedondong hutan yang dicampur dengan tamarin atau asam jawa, gula, dan garam, minuman ini memiliki cita rasa yang unik. Ada kumpulan rasa asam, asin, manis, pedas, dan juga sedikit kecut.

(17)

5. Es Ancruk

Es ancruk adalah jenis minuman khas Singaraja yang dikenal juga sebagai kolak ancruk atau kolak bali. Isi es ancruk terdiri dari bubur sumsum, agar-agar, kolak, kolang- kaling, ancruk, kuah santan, serta yang terakhir adalah sirup untuk pemanis. Sajian es ancruk sangat menarik karena memiliki isian berupa ancruk yang merupakan bola-bola dari tepung ketan yang diberi pewarna pasta berwarna-warni kemudian direbus sehingga memiliki tekstur yang kenyal, yang di Jawa disebut dengan candil.

6. Es Kuwut

Sama seperti es tambring, es kuwut juga menggunakan kelapa muda sebagai bahan dasar pembuatannya. Bedanya, selain berisi kelapa muda, di dalam es kuwut juga terdapat buah melon, biji selasih, dan airnya terbuat dari air kelapa muda yang dicampur dengan perasan air jeruk nipis.

(18)

7. Arak Bali

Arak Bali terbuat dari fermentasi nira kelapa, enau, lontar dengan kandungan alcohol 20-40%. Minuman Arak Bali sering digunakan dalam upacara keagaaman (sesajen yang dipersembahkan untuk Bhuta kala atau dipercikan pada perlatan gamelan). Teknik pembuatan Arak Bali umumnya dilakukan secara tradisional. Bahan baku arak tersebut berasal dari tuak (nira) yang disadap dari pohon kelapa, enau, lontar yang di mana sari bunga tersebut ditampung kemudian dijadikan tuak yang disimpan dalam sebuah tong.

(19)

BAB III

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Kue tradisional termasuk kepada jenis makanan tradisional. Kue tradisional adalah kue yang telah membudidaya di kalangan masyarakat Indonesia dan termasuk pada makanan jajanan, serta bahan campuran yang digunakan secara tradisional dan telah lama berkembang. Secara spesifik di daerah atau masyarakat Indonesia, biasanya kue tradisional diolah dari resep yang sudah dikenal masyarakat setempat dengan bahan-bahan yang diperoleh dari sumber lokal yang memiliki citarasa yang relatif sesuai dengan selera masyarakat setempat. Setiap daerah akan memiliki kue tradisional yang berbeda. Kue tradisional khas Bali kebanyakan berupa kue yang dihidangkan bersama kelapa parut dan kinca atau kuah gula merah dan memiliki rasa manis. Ada pula beberapa jenis kue yang tidak hanya dijadikan sebagai santapan, namun juga dijadikan sebagai salah satu sarat dalam persembahyangan masyarakat Bali. Kue tradisional yang populer antara lain sirat, kaliadrem, batun bedil, sumping, dan lempong.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

M, B. S. (2020, April). Pengelolaan Makanan Indonesia. Retrieved from academia.edu:

https://www.academia.edu/42876211/Makalah_Bali_Bima_sinar_maya PUSPITA, W. D. (2017). Kuliner Tradisional Bali. Retrieved from scribd.com:

https://www.scribd.com/document/390723069/Jaje-Injin-docx

Erwin, Lily T. 2014. Aroma Rasa Kuliner Nusantara, 280, Resep Kue dan Jajanan Khas Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Prastika, V. E. (2012, Juli 16). PENGEMBANGAN MASAKAN KHAS BALI. Retrieved from eprints.uny.ac.id: https://eprints.uny.ac.id/9383/

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pembuatan minuman kopi dengan menggunakan mesin, minuman kopi yang dihasilkan memiliki cita rasa yang sudah tidak diragukan lagi.Dan juga dengan mesin kopi,

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jenis minuman tradisional (minuman jahe, minuman kunyit asam, minuman temulawak, dan minuman beras kencur),

Penggunaan utama Asam Sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan minuman, terutama minuman ringan. Sifat sitrat sebagai larutan

Penyusunan bahan lain, seperti gula didasarkan pada kontribusinya terhadap rasa dan nilai osmolalitas, penambahan asam sitrat ditentukan berdasarkan kontribusinya untuk

Saos cabe adalah bubur kental yang diperoleh dari pengolahan buah cabe yang dicampur dengan gula, asam cuka, garam, bumbu dan bahan lainnya seperti zat pewarna dan bahan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama inkubasi memberikan pengaruh terhadap total bakteri asam laktat, pH, organoleptik cita rasa asam, dan kesukaan overall.. Total bakteri

Untuk menghasilkan cita rasa yang enak, junk food mengandung banyak lemak, garam, dan gula, termasuk bahan tambahan sehingga junk.. food berpotensi menimbulkan banyak penyakit,

1 Dengan menghasilkan cita rasa yang enak, junk food yang mengandung banyak lemak, garam, dan gula, termasuk bahan tambahan dan bahan aditif sintetik dapat berpotensi