• Tidak ada hasil yang ditemukan

kumpulan pasal KUHPER

N/A
N/A
Fitria Purbaasih

Academic year: 2025

Membagikan "kumpulan pasal KUHPER"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Buku III dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) Indonesia mengatur tentang "Perikatan" (Van Verbintenissen). Perikatan dalam konteks hukum perdata adalah hubungan hukum antara dua pihak atau lebih, di mana satu pihak berhak menuntut sesuatu dari pihak lain, dan pihak lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Secara garis besar, Buku III ini terdiri dari 18 bab yang mengatur berbagai aspek perikatan, antara lain:

1. Bab I: Tentang Perikatan pada Umumnya

o Bagian Kesatu (Pasal 1233-1234): Ketentuan-ketentuan umum.

o Bagian Kedua (Pasal 1235-1238): Perikatan untuk memberikan sesuatu.

o Bagian Ketiga (Pasal 1239-1242): Perikatan untuk berbuat sesuatu.

o Bagian Keempat (Pasal 1243-1252): Penggantian biaya, rugi, dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan.

o Bagian Kelima (Pasal 1253-1267): Perikatan bersyarat.

o Bagian Keenam (Pasal 1268-1271): Perikatan dengan ketetapan waktu.

o Bagian Ketujuh (Pasal 1272-1277): Perikatan yang boleh dipilih (alternatif).

2. Bab II: Tentang Akibat-akibat dari Perikatan

o Bagian Kesatu (Pasal 1278-1286): Pembayaran atau pemenuhan perikatan.

o Bagian Kedua (Pasal 1287-1296): Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan atau penitipan.

o Bagian Ketiga (Pasal 1297-1304): Pembaharuan utang (novasi).

o Bagian Keempat (Pasal 1305-1312): Perjumpaan utang atau kompensasi.

o Bagian Kelima (Pasal 1313-1320): Percampuran utang.

o Bagian Keenam (Pasal 1321-1332): Pembebasan utang.

o Bagian Ketujuh (Pasal 1333-1341): Musnahnya barang yang terutang.

3. Bab III: Tentang Berbagai Macam Cara untuk Memperoleh Hak Milik

(2)

o Bagian Kesatu (Pasal 1342-1351): Penyerahan.

o Bagian Kedua (Pasal 1352-1361): Pewarisan.

o Bagian Ketiga (Pasal 1362-1380): Perolehan hak milik karena daluwarsa.

4. Bab IV: Tentang Perikatan yang Lahir dari Kontrak atau Persetujuan

o Bagian Kesatu (Pasal 1381-1389): Ketentuan umum tentang kontrak.

o Bagian Kedua (Pasal 1390-1403): Syarat-syarat sahnya kontrak.

o Bagian Ketiga (Pasal 1404-1412): Akibat-akibat dari kontrak.

o Bagian Keempat (Pasal 1413-1422): Penafsiran kontrak.

o Bagian Kelima (Pasal 1423-1430): Pelaksanaan kontrak.

o Bagian Keenam (Pasal 1431-1441): Pembatalan dan penghapusan kontrak.

5. Bab V: Tentang Perikatan yang Lahir Karena Undang-Undang o Bagian Kesatu (Pasal 1442-1456): Perikatan yang lahir dari

undang-undang semata.

o Bagian Kedua (Pasal 1457-1466): Perikatan yang lahir dari undang-undang akibat perbuatan manusia.

6. Bab VI: Tentang Jual Beli

o Bagian Kesatu (Pasal 1467-1473): Ketentuan umum.

o Bagian Kedua (Pasal 1474-1481): Kewajiban penjual.

o Bagian Ketiga (Pasal 1482-1491): Kewajiban pembeli.

o Bagian Keempat (Pasal 1492-1500): Pembatalan jual beli.

7. Bab VII: Tentang Tukar Menukar

o Pasal 1501-1507: Ketentuan mengenai tukar menukar.

8. Bab VIII: Tentang Sewa Menyewa

o Bagian Kesatu (Pasal 1508-1517): Ketentuan umum.

o Bagian Kedua (Pasal 1518-1526): Hak dan kewajiban para pihak.

o Bagian Ketiga (Pasal 1527-1538): Berakhirnya sewa menyewa.

(3)

9. Bab IX: Tentang Perseroan Perdata (Persekutuan Perdata) o Bagian Kesatu (Pasal 1539-1545): Ketentuan umum.

o Bagian Kedua (Pasal 1546-1554): Hak dan kewajiban sekutu.

o Bagian Ketiga (Pasal 1555-1563): Berakhirnya perseroan.

Bab X: Tentang Pinjam Meminjam

 Pasal 1754-1769: Mengatur ketentuan mengenai perjanjian pinjam meminjam, termasuk hak dan kewajiban para pihak.

Bab XI: Tentang Perhitungan Untung Rugi

 Pasal 1770-1776: Mengatur cara perhitungan untung rugi dalam perikatan.

Bab XII: Tentang Hibah

 Pasal 1777-1792: Mengatur perbuatan hukum hibah, syarat- syaratnya, dan akibat hukumnya.

Bab XIII: Tentang Perjanjian Perkawinan

 Pasal 1793-1812: Mengatur perjanjian perkawinan yang dibuat sebelum dan selama pernikahan.

Bab XIV: Tentang Wasiat dan Warisan

 Pasal 1813-1824: Mengatur tentang ketentuan mengenai surat wasiat dan tata cara pewarisan.

Bab XV: Tentang Pembebanan dan Jaminan dalam Perikatan

 Pasal 1825-1850: Mengatur berbagai jenis jaminan dalam perikatan, seperti jaminan gadai dan hipotek.

Bab XVI: Tentang Perikatan yang Berakhir

 Pasal 1851-1864: Menjelaskan berbagai sebab berakhirnya suatu perikatan.

Bab XVII: Tentang Perbuatan Melawan Hukum

 Pasal 1865-1893: Menjelaskan akibat hukum dari perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

Bab XVIII: Tentang Daluwarsa dan Pembebasan Hutang

 Pasal 1894-1914: Mengatur mengenai daluwarsa hak menuntut suatu perikatan dan pembebasan hutang.

(4)

Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) berisi aturan mengenai perikatan atau perjanjian dalam hukum perdata. Buku ini mengatur bagaimana seseorang dapat mengikatkan diri dengan pihak lain dalam suatu perikatan hukum, baik melalui kontrak maupun karena ketentuan undang-undang.

Struktur Buku III KUHPer

Buku III KUHPer terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu:

1. Ketentuan Umum tentang Perikatan (Pasal 1233-1312)

o Perikatan lahir karena perjanjian atau undang-undang (Pasal 1233).

o Syarat sahnya perjanjian: kesepakatan, kecakapan, objek tertentu, dan sebab yang halal (Pasal 1320).

o Macam-macam perikatan: bersyarat, dengan ketetapan waktu, alternatif, dsb.

2. Perikatan yang Timbul dari Perjanjian (Pasal 1313-1351) o Definisi perjanjian: kesepakatan antara dua pihak atau lebih

untuk menimbulkan akibat hukum (Pasal 1313).

o Kebebasan berkontrak (Pasal 1338): setiap perjanjian yang dibuat secara sah mengikat seperti undang-undang bagi para pihak.

o Pembatalan dan akibat dari wanprestasi.

3. Berbagai Jenis Perjanjian Khusus (Pasal 1352-1603q) o Jual Beli (Pasal 1457-1540): pengalihan hak atas suatu

barang dengan pembayaran harga.

o Sewa Menyewa (Pasal 1548-1600): hak menggunakan barang milik orang lain dengan membayar sewa.

o Pinjam Meminjam (Pasal 1754-1769): peminjaman barang yang harus dikembalikan dalam bentuk yang sama atau setara.

o Persekutuan dan Perseroan (Pasal 1618-1665): aturan mengenai usaha bersama dalam bentuk persekutuan.

o Hibah, Wasiat, dan Warisan: aturan mengenai pemberian hak tanpa imbalan, baik saat hidup maupun setelah

meninggal.

4. Perikatan yang Timbul dari Undang-Undang (Pasal 1352- 1380)

(5)

o Termasuk tanggung jawab karena perbuatan melawan hukum (Pasal 1365), yang menyatakan bahwa siapa pun yang

melakukan kesalahan dan merugikan orang lain wajib mengganti kerugian.

o Tanggung jawab karena mendapatkan keuntungan tanpa alasan yang sah.

5. Hapusnya Perikatan (Pasal 1381-1456)

o Perikatan dapat berakhir karena pembayaran, pembatalan, kompensasi, percampuran utang, atau daluwarsa.

Kesimpulan

Buku III KUHPer merupakan dasar hukum perjanjian di Indonesia, mengatur bagaimana perikatan terbentuk, hak dan kewajiban dalam kontrak, serta cara penyelesaiannya jika terjadi sengketa.

Jika Anda ingin penjelasan lebih rinci mengenai bagian tertentu, silakan tanyakan!

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian pembiayaan serta permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian pembiayaan serta permasalahan yang timbul dalam

Dalam hal ini banyak sarjana beranggapan bahwa perjanjian merupakan salah satu sumber utama perikatan sehingga apa yang diatur dalam Pasal 1313 KUH Perdata berarti sebagai

Perjanjian sewa beli merupakan perjanjian baku dalam sistem terbuka yang mengenal adanya asas kebebasan berkontrak (Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata) dalam hukum

Perjanjian sebagaimana didefinisikan oleh ketentuan pasal 1313 KUHPerdata menentukan, “Perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih

Demikian pula asas kebebasan berkontrak yang dianut KUHPerdata, dimana para pihak dapat bebas menentukan dan membuat suatu perikatan atau perjanjian dalam bertransaksi yang

Jakarta: Pradnya Paramita., 2009 Sutan Remy Sjahdeini, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang Seimbang Bagi Para Pihak dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia, Jakarta:

Asas – Asas Hukum Kontrak Konsensualis 01 Perjanjian sudah terjadi me dan mengikat pembuat sejak ada kata sepakat tentang unsur pokok perjanjian Kebebasan 02 Berkontrak Pasal