• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kurikulum, Pembelajaran dan Asesmen

N/A
N/A
049@Radynda Aliza

Academic year: 2024

Membagikan "Kurikulum, Pembelajaran dan Asesmen"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

KURIKULUM,

PEMBELAJARAN DAN ASESMEN

UNIT MODUL KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN ASESMEN

Rohmat Widiyanto

FSP Kemendikbudristek 2022-2024

(2)

Agenda Kegiatan Hari Pertama

Sesi MERDEKA

Aktivitas

Pembukaan Penjelasan agenda dan tujuan pendampingan.

Kesepakatan tata tertib selama pendampingan.

Perkenalan.

Mulai dari diri Peserta mengisi lembar reflektif mulai dari diri.

Eksplorasi konsep Penjelasan konsep terkait asesmen awal dan pembelajaran terdiferensiasi.

Ruang kolaborasi Peserta berkelompok berbagi tentang praktik asesmen awal dan pembelajaran terdiferensiasi yang telah dilakukan.

(3)

Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen (Modul Ajar)

Pelaksanaan Pembelajaran Terdiferensiasi dan Asesmen (Modul Ajar)

Pada akhir sesi ini, Bapak/Ibu akan memahami tentang…

Prinsip Kurikulum Pembelajaran dan Prinsip Asesmen

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen

Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen

Refleksi dan Tindak Lanjut

Pembelajaran dan Asesmen

(4)

ASPEK UTAMA KURIKULUM MERDEKA

Kemunculan dari kurikulum MBKB & prototipe 2021

1. Komponen kurikulum terdiri dari muatan (Intrakurikuler, coo dan ekstra)

2. Fase Belajar, Penyederhanaan KD kedalam CP (KABAN 033)

3. Pembelajaran Berdiferenasiasi & Disiplin positif (Segitiga Restitusi) 4. Projek P4

5. Digitalisasi sekolah (PMM & Raport Pendidikan)

(5)
(6)

Fase Pondasi PAUD

3 Fase (A,B,C) SD Fase A (Kelas 1-2 SD/MI)

Fase B (Kelas 3-4 SD/MI)

Fase C (Kelas 5-6 SD/MI)

1 Fase D SMP (Kelas 7-9 SMP/MT) Fase D

2 Fase E,F SMA (Kelas 10-11 Fase E

Dan 12 Fase F SMA, SMK/MA)

Lihat dalam Kaban 033 dan Buku Rangkuman, contoh modul ada didrive

(7)

• Pembelajaran Berdiferensiasi ( Proses, Konten, Produk, Lingkungan)

• Disiplin Posotif ( Sanksi, Hukuman, Restitusi)

(8)

Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen

Pelaksanaan Pembelajaran Terdiferensiasi dan Asesmen

Prinsip Pembelajaran dan Prinsip Asesmen

• 5 Prinsip Pembelajaran

• 5 Prinsip Asesmen

Pertama-tama mari kita

pelajari tentang…

(9)

5 PRINSIP PEMBELAJARAN

Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra;

Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;

Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;

Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;

Sumber: Kepmen 262 Tahun 2022

(10)

Projek Profil Pelajar Pancasila

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten,

berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-

nilai Pancasila.”

(11)
(12)

Tema-Tema Projek Dasmen, Diksus, & Kejuruan.

Kearifan Lokal

(SD/SDLB-SMA/SMALB/SMK) Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya.

Rekayasa dan Teknologi (SD-SMA/SMK)

Berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif,

sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang

memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya.

Kewirausahaan (SD-SMA/SMK)

Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA/SMK)

Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang

dianutnya.

Gaya Hidup Berkelanjutan (SD- SMA/SMK)

Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya.

Bangunlah Jiwa dan Raganya (SD- SMA/SMK)

Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.

Suara Demokrasi (SMP-SMA/SMK)

Merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang

berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam

dunia kerja.

Kebekerjaan

(Tema wajib di SMK)

Membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan

kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini.

(13)

Tema-Tema Projek PAUD

Aku Sayang Bumi

Tema ini bertujuan untuk mengenalkan peserta didik pada isu lingkungan,

eksplorasi dalam mencari solusi kreatif

yang dapat dilakukan oleh peserta didik, serta memupuk kepedulian terhadap alam sebagai perwujudan rasa sayang terhadap ciptaan Tuhan YME.

Aku Cinta Indonesia

Tema ini bertujuan agar peserta didik mengenal identitas dan karakteristik negara, keberagaman budaya dan ciri khas lainnya tentang Indonesia sehingga mereka memahami identitas dirinya sebagai anak Indonesia, serta bangga menjadi anak

Indonesia.

Bermain dan Bekerja sama/Kita Semua Bersaudara

Tema ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk mampu berinteraksi dengan teman sebaya, menghargai perbedaan, mau

berbagi, dan mampu bekerja sama.

Imajinasiku/ Imajinasi dan Kreativitasku

Tema ini bertujuan untuk

mengajak peserta didik belajar mengenali dunianya melalui imajinasi, eksplorasi, dan eksperimen. Pada tema Imajinasiku ini peserta didik distimulasi dengan

serangkaian kegiatan yang dapat

membangkitkan rasa ingin tahu, memperkaya

pengalamannya dan

menguatkan kreativitasnya.

(14)

Prinsip Pengembangan Projek

Berpusat pada

Peserta Didik

Eksplorati f

Kontekstu

Holistik al

(15)

Komponen Modul/Rencana Projek

Jenjang Informasi umum Komponen inti Lampiran

Dasar, Menengah, Diksus, &

Kejuruan

● Identitas penulis modul

● Sarana dan prasarana

● Target peserta didik

● Relevansi tema dan topik projek untuk sekolah

● Deskripsi singkat projek

● Dimensi dan sub elemen dari Profil Pelajar

Pancasila yang berkaitan

● Tujuan spesifik untuk fase tersebut

● Alur kegiatan projek secara umum

● Asesmen

● Pertanyaan pemantik

● Pengayaan dan remedial

● Refleksi peserta didik dan pendidik

● Lembar kerja peserta didik

● Bahan bacaan

pendidik dan peserta didik

● Glossarium

● Daftar pustaka

PAUD ● Tujuan Kegiatan

● Durasi kegiatan

● Alat dan bahan

● Tahap Permulaan

● Tahap Pengembangan

● Tahap Penyimpulan

● Kelanjutan Projek

● Kegiatan Selingan Projek

(16)

Contoh Alur Aktivitas Modul Projek

Sub-elemen yang disasar

Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi

Menjaga Lingkungan Alam Sekitar

Kerja sama

Koordinasi Sosial

Mengajukan pertanyaan

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Modul Projek Fase D Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan Topik: Sampahku, Tanggungjawabku Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Gotong royong

Bernalar kritis

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim

1.

Perkenalan:

Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah

2.

Eksplorasi Isu 3.

Refleksi awal 4.

Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah

5.

Diskusi Kritis Masalah Sampah

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat 6.

Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data

7.

Trash Talk:

Sampah di Sekolahku

8.

Pengorganisasian Data Secara Mandiri

9.

Asesmen Formatif Presentasi:

Sampah di Sekolahku Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada

11.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Peranku dan Solusiku

12.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Menentukan Karakteristik Poster yang Baik

13.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Membuat Poster

14.

Asesmen Formatif Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.

Asesmen Sumatif Pameran Poster

Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

16.

Asesmen Sumatif Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan

17.

Mari Beraksi Sambil Refleksi Mengelola Sampah di Sekolah

(17)

Contoh Alur Aktivitas Modul Projek

(18)

C. Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Tujuan Projek

Capaian fase dari dimensi

Berkebinekaan Global, elemen Mengenal dan Menghargai Budaya, sub elemen Mendalami Budaya dan Identitas Budaya

Rumusan kompetensi tersebut yang menjadi tujuan kegiatan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam setiap modul, guru dapat memilih 3-7 subelemen untuk menjadi sasaran kegiatan.

(19)

Contoh Rubrik Utama

Sumber: Modul Projek Kandi Sekarwulan

(20)

Contoh Rubrik Utama

Sumber: Modul Projek Marsaria Primadonna

(21)

Gambaran Rapor Projek Dasmen, Diksus, & Kejuruan

Sumber: Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud 2021.

Catatan: Slide terkait rapor ini hanya untuk gambaran bagi perancang modul projek.

Bagaimana mekanisme

penyusunan rapor sendiri tidak perlu terdapat di dalam modul projek. Rapor akan diolah oleh tim fasilitasi projek di sekolah.

(22)

Bagaimana contoh

implementasi dari tiap- tiap prinsip

pembelajaran tersebut?

(23)

Contoh Implementasi

Prinsip Pembelajaran Contoh Implementasi Prinsip Pembelajaran

a. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;

● Pada awal tahun ajaran, pendidik berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian

sebelumnya. Misalnya, melalui dialog dengan peserta didik, sesi diskusi kelompok kecil, tanya jawab, pengisian survei/angket, dan/ atau metode lainnya yang sesuai.

● Pendidik merancang atau memilih alur tujuan

pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, atau pada tahap awal. Pendidik dapat menggunakan atau mengadaptasi contoh tujuan pembelajaran, alur

tujuan pembelajaran dan modul ajar yang disediakan oleh Kemendikbudristek.

● Pendidik merancang pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik mengalami proses belajar sebagai pengalaman yang menimbulkan emosi positif.

(24)

Contoh Implementasi

Prinsip Pembelajaran Contoh Implementasi Prinsip Pembelajaran

b. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;

● Pada awal tahun ajaran, pendidik berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian

sebelumnya. Misalnya, melalui dialog dengan peserta didik, sesi diskusi kelompok kecil, tanya jawab, pengisian survei/angket, dan/ atau metode lainnya yang sesuai.

● Pendidik merancang atau memilih alur tujuan

pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, atau pada tahap awal. Pendidik dapat menggunakan atau mengadaptasi contoh tujuan pembelajaran, alur

tujuan pembelajaran dan modul ajar yang disediakan oleh Kemendikbudristek.

● Pendidik merancang pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik mengalami proses belajar sebagai pengalaman yang menimbulkan emosi positif.

(25)

Contoh Implementasi

Prinsip Pembelajaran Contoh Implementasi Prinsip Pembelajaran

c.Proses pembelajaran mendukung perkembangan

kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik; ● Pendidik menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi dan untuk membantu peserta didik

mengembangkan kompetensi, misalnya belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah, dan

pembelajaran terdiferensiasi.

● Pendidik merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberi keteladanan dan sumber inspirasi positif bagi peserta didik.

● Pendidik merujuk pada profil pelajar Pancasila dalam memberikan umpan balik (apresiasi maupun koreksi)

(26)

Contoh Implementasi

Prinsip Pembelajaran Contoh Implementasi Prinsip Pembelajaran

d.pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra;

● Pendidik menyelenggarakan pembelajaran sesuai

kebutuhan dan dikaitkan dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik minat peserta didik.

● Pendidik merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu, dan produktif antara pendidik dengan peserta didik, sesama peserta didik, serta antara peserta didik dan materi belajar.

● Pendidik melibatkan orang tua dalam proses belajar dengan komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik.

(27)

Contoh Implementasi

Prinsip Pembelajaran Contoh Implementasi Prinsip Pembelajaran

e.pembelajaran berorientasi pada masa depan yang

berkelanjutan. ● Pendidik memotivasi peserta didik untuk menyadari bahwa

masa depan adalah milik mereka dan mereka perlu

mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan mereka.

● Pendidik melibatkan peserta didik dalam mencari solusisolusi permasalahan di keseharian yang sesuai dengan tahapan belajarnya.

● Pendidik memanfaatkan projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk membangun karakter dan kompetensi peserta didik sebagai warga dunia masa depan.

(28)

5 PRINSIP ASESMEN

laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat

sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut;

hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program

pembelajaran yang sesuai selanjutnya;

asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat

memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya

(29)

Bagaimana contoh implementasi dari tiap-tiap prinsip

asesmen tersebut?

(30)

Contoh Implementasi

Prinsip Asesmen Contoh Implementasi Prinsip Asesmen

a. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses

pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi

pembelajaran selanjutnya;

● Pendidik menguatkan asesmen di awal pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik.

● Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada tujuan yang hendak dicapai dan memberikan umpan balik agar peserta didik dapat menentukan langkah untuk perbaikan kedepannya.

● Pendidik memberikan umpan balik berupa kalimat dukungan untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh.

(31)

Contoh Implementasi

Prinsip Asesmen Contoh Implementasi Prinsip Asesmen

b. asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif

mencapai tujuan pembelajaran;

● Pendidik memikirkan tujuan pembelajaran pada saat

merencanakan asesmen dan memberikan kejelasan pada peserta didik mengenai tujuan asesmen di awal

pembelajaran.

● Pendidik menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik

pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar.

(32)

Contoh Implementasi

Prinsip Asesmen Contoh Implementasi Prinsip Asesmen

c. asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;

● Pendidik menentukan kriteria sukses dan

menyampaikannya pada peserta didik, sehingga mereka memahami ekspektasi yang perlu dicapai.

● Pendidik berkolaborasi dalam merancang asesmen sehingga dapat menggunakan kriteria yang serupa dan sesuai dengan tujuan asesmen.

● Pendidik menggunakan hasil asesmen untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.

(33)

Contoh Implementasi

Prinsip Asesmen Contoh Implementasi Prinsip Asesmen

d. laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut;

● Pendidik menyusun laporan kemajuan belajar secara ringkas, mengutamakan informasi yang paling penting untuk dipahami oleh peserta didik dan orang tua.

● Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya

bersama-sama beserta orang tua.

(34)

Contoh Implementasi

Prinsip Asesmen Contoh Implementasi Prinsip Asesmen

e. hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

● Pendidik menyediakan waktu bagi guru untuk membaca, menganalisis, dan melakukan refleksi hasil asesmen.

● Pendidik menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki. Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

● Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya

bersama-sama orang tua.

(35)

• Alur perancangan

pembelajaran dan asesmen

Selanjutnya mari kita pelajari tentang…

Perencanaan Pembelajaran dan

Asesmen

(36)

Apa yang Bapak / Ibu ketahui tentang alur perencanaan

pembelajaran?

(37)

PROSES BERPIKIR DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN

1 2

3 4

Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai setiap peserta didik pada setiap fase, Fase sebelumnya menjadi bahan pembelajaran/

pertimbangan pendidik/guru juga.

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

Perencanaan dan pengaturan pembelajaran dan asesmen secara garis besar untuk jangka waktu satu tahun.

Menyusun alur tujuan pembelajaran dari tujuan pembelajaran

Kompetensi: kemampuan atau keterampilan yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan oleh peserta didik;

Lingkup materi: konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.

Merumuskan tujuan pembelajaran, mencakup:

Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Asesmen dilakukan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mencari bukti ataupun dasar pertimbangan tentang ketercapaian tujuan

pembelajaran.

Merencanakan pembelajaran dan asesmen

(38)

● Apa yang Bapak / Ibu ketahui tentang Capaian Pembelajaran?

● Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk memahami Capaian Pembelajaran?

● Bagaimana cara Bapak/Ibu merumuskan Tujuan Pembelajaran?

● Bagaimana cara Bapak/Ibu menyusun Alur yang logis dari Tujuan Pembelajaran?

● Apa yang Bapak/Ibu lakukan dalam

merencanakan pembelajaran dan asesmen

berdasarkan Tujuan Pembelajaran?

(39)

● Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD.

● Dalam CP, kompetensi yang ingin dicapai ditulis dalam paragraf yang memadukan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau disposisi untuk belajar. Sementara karakter dan kompetensi umum yang ingin dikembangkan dinyatakan dalam profil pelajar Pancasila secara terpisah. Dengan dirangkaikan sebagai paragraf, ilmu pengetahuan yang dipelajari peserta didik menjadi suatu rangkaian yang berkaitan.

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

● CP dirancang dengan banyak merujuk kepada teori belajar Konstruktivisme dan pengembangan

kurikulum dengan pendekatan “Understanding by Design” (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005).

● Naskah CP terdiri atas rasional, tujuan,karakteristik, dan capaian per fase. Rasional menjelaskan alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut serta kaitannya dengan profil pelajar Pancasila. Tujuan menjelaskan kemampuan atau kompetensi yang dituju setelah peserta didik mempelajari mata pelajaran tersebut secara keseluruhan. Karakteristik menjelaskan apa yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut, elemen-elemen atau domain (strands) yang membentuk mata pelajaran dan berkembang dari fase ke fase.

Capaian per fase disampaikan dalam dua bentuk, yaitu secara keseluruhan dan capaian per fase untuk setiap elemen.

Oleh karena itu, penting untuk pendidik mempelajari CP untuk mata

pelajarannya secara menyeluruh.

(40)

CP di PAUD atau CP fase fondasi memiliki tiga elemen yang saling terintegrasi yaitu elemen nilai agama dan budi pekerti, jati diri, dan dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa dan seni yang disusun dengan mempertimbangkan aspek perkembangan anak dan kemampuan yang penting dibangun sedari dini untuk menyiapkan anak ke jenjang selanjutnya. Pendidik di fase A perlu mendukung

kelanjutan terbangunnya fase fondasi untuk memudahkan transisi anak dari PAUD ke SD.

Jenjang PAUD

Pendidik dapat melakukan analisis CP mata pelajaran kejuruan SMK bersama dengan mitra dunia kerja.

Jenjang SMK

Beberapa catatan penting tentang Capaian Pembelajaran (CP) terkait jenjang/ jenis pendidikan

Beberapa contoh pertanyaan reflektif yang dapat digunakan untuk memandu guru dalam memahami CP, antara lain:

Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki peserta didik untuk sampai di capaian pembelajaran akhir fase?

Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP?

Apakah ada hal-hal yang sulit saya pahami?

Apakah capaian yang ditargetkan sudah bisa saya ajarkan?

Capaian pembelajaran pada mata pelajaran kelompok umum, mata pelajaran pemberdayaan, dan mata pelajaran keterampilan mengacu pada capaian pembelajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah. Satuan pendidikan dapat mengembangkan CP pada mata pelajaran keterampilan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik,

lingkungan belajar dan satuan pendidikan.

Jenjang Pendidikan Kesetaraan

Pada Pendidikan Khusus,

pembagian fase didasarkan pada usia mental peserta didik.

Jenjang Pendidikan Khusus

(41)

Merumuskan

Tujuan Pembelajaran

Pendidik memiliki alternatif untuk

merumuskan tujuan pembelajaran dengan beberapa alternatif di berikut ini:

Alternatif 1

Merumuskan tujuan

pembelajaran secara langsung berdasarkan CP

Alternatif 2

Merumuskan tujuan

pembelajaran dengan menganalisis

‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada CP.

Alternatif 3

Merumuskan tujuan

pembelajaran Lintas Elemen CP

Tujuan pembelajaran diharapkan berupa learning goals, tujuan pembelajaran yang lebih umum. Dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran, pendidik perlu mempertimbangkan:

● Pada CP PAUD, penyusunan tujuan pembelajaran mempertimbangkan laju perkembangan anak, bukan kompetensi dan konten seperti pada jenjang lainnya

● Pada pendidikan khusus, selain kompetensi dan konten, tujuan pembelajaran juga mencakup variasi dan akomodasi layanan sesuai karakteristik peserta didik. Selain itu, tujuan

pembelajaran diarahkan pada terbentuknya kemandirian dalam aktivitas sehari-hari sampai kesiapan memasuki dunia kerja.

● Pada pendidikan kesetaraan, dalam merumuskan tujuan pembelajaran memperhatikan karakteristik peserta didik, kebutuhan belajar dan kondisi lingkungan.

● Pada pendidikan SMK, tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dapat disusun bersama dengan mitra dunia kerja.

Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan oleh peserta didik.

2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.

(42)

Contoh Rumusan

Tujuan Pembelajaran pada Jenjang PAUD

Misalnya CP pada PAUD:

Narasi CP Elemen Nilai Agama dan Budi Pekerti:

● Anak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, mulai mengenal dan

mempraktikkan ajaran pokok sesuai dengan agama dan kepercayaanNya.

● Anak berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan dan keselamatan diri sebagai bentuk rasa sayang terhadap dirinya dan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.

● Anak menghargai sesama manusia dengan berbagai perbedaannya dan mempraktikkan perilaku baik dan berakhlak mulia.

● Anak menghargai alam dengan cara merawatnya dan menunjukkan rasa sayang terhadap makhluk hidup yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Yang mau difokuskan/subelemen:

Anak berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan dan

keselamatan diri sebagai bentuk rasa sayang terhadap dirinya dan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa dan khusus di bagian keselamatan diri

Contoh Tujuan Pembelajaran dari subelemen :

● Anak bersedia menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya

● Anak memahami cara menyelamatkan diri dari bencana alam

● Anak mengenali strategi menjaga kesehatan diri

dalam

pembelajarannya, tiap satuan pendidikan dapat menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan. Misal di daerah rawan gempa pembelajarannya tentang gempa, di daerah rawan banjir, gunung meletus, dsb dapat menyesuaikan

Tujuan pembelajaran yg dirumuskan adalah learning goals atau

kemampuan yang umum.

(43)

Alur tujuan pembelajaran dapat diperoleh pendidik dengan: (1) merancang sendiri berdasarkan CP, (2) mengembangkan dan memodifikasi contoh yang disediakan, ataupun (3) menggunakan contoh yang disediakan pemerintah.

ATP disusun sebagai satu alur (sequence) yang berurutan secarasistematis, dan logis dari awal hingga akhir fase.

Pengurutan dari yang Konkret ke yang Abstrak

Konkret Abstrak

Konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks.

Pengurutan Hierarki

Pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik.

Pengurutan Deduktif

Mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian

membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya.

Pengurutan Prosedural

Pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit.

Mudah Sulit

Pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap.

Scaffolding

Menyusun Alur

Tujuan Pembelajaran

(44)

Narasi/rumusan ATP berbeda dari

narasi/rumusan TP ATP adalah

turunan/indikator dari TP

Miskonsepsi:

(45)

✔ ATP tidak berbeda

narasi / rumusan dari TP.

✔ ATP adalah TP yang diurutkan secara logis,

bukan tujuan yang lebih kecil dari TP atau

indikator dari TP

(46)

Merencanakan pembelajaran dan asesmen

02

Komponen minimum Modul Ajar

Tujuan pembelajaran

Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran.

Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrument dan cara

penilaiannya.

Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk

mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran

beserta instrument dan cara penilaiannya

Media pembelajaran yang digunakan

01

Komponen minimum dalam

RPP

Tujuan pembelajaran

Langkah-langkah atau kegiatan

pembelajaran.

Asesmen pembelajaran:

Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran.

Rencana pembelajaran ini dapat berupa: (1)

rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang

dikenal sebagai RPP atau (2) dalam bentuk

modul ajar. Apabila pendidik menggunakan

modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP

karena komponen-komponen dalam modul

ajar meliputi komponen-komponen dalam RPP

atau lebih lengkap daripada RPP.

(47)

Rencana Asesmen dalam RPP atau Modul Ajar

Asesmen berdasarkan fungsinya

Formatif Sumatif

Asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk

memperbaiki proses belajar.

• Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan

pembelajaran yang direncanakan. Ditujukan untuk

kebutuhan guru dalam merancang pembelajaran (dalam satuan pendidikan khusus, asesmen ini lebih dikenal dengan asesmen diagnostik).

• Asesmen yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat. Biasanya asesmen ini dilakukan sepanjang atau di tengah

kegiatan/langkah pembelajaran, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah pembelajaran.

Asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian

keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan

pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan

pendidikan.

(48)

Inspirasi Instrumen Penilaian/Asesmen Formatif dan Sumatif

Rubrik

• Pedoman yang dibuat untuk menilai dan engevaluasi kualitas capaian kinerja peserta didik sehingga pendidik dapat menyediakan bantuan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja.

• Rubrik juga dapat digunakan oleh pendidik untuk memusatkan perhatian pada kompetensi yang harus dikuasai.

• Capaian kinerja dituangkan dalam bentuk kriteria atau

dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara bertingkat dari kurang sampai terbaik..

Catatan Anekdotal

• Catatan singkat hasil observasi yang difokuskan pada performa dan perilaku yang menonjol,

disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasi yang dilakukan.

Ceklis

• Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik, atau elemen yang dituju.

Grafik Perkembangan (Kontinum)

• Grafik atau infografik yang

menggambarkan tahap

perkembangan belajar.

(49)

Inspirasi Teknik Asesmen Formatif dan Sumatif

Observasi

• Penilaian peserta didik yang dilakukan secara

berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang diamati secara berkala.

• Observasi dapat difokuskan untuk semua peserta didik atau per individu.

• Observasi dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.

Kinerja

• Penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

• Asesmen kinerja dapat berupa praktik,

menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.

Projek

• Kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam

periode/waktu tertentu.

Tes tertulis

• Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang

kemampuan peserta didik.

• Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.

di PAUD dan

fase A, asesmen sumatif

diharapkan tidak menggunakan asesmen

berbentuk tes, baik lisan

maupun tulisan

(50)

Kekhasan Asesmen

di setiap Jenjang

PAUD dan SD Fase A

Untuk jenjang PAUD dan SD Fase A, teknik penilaian tidak menggunakan asesmen berbentuk tes baik lisan maupun tertulis, melainkan dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan kondisi anak usia dini, dengan menekankan

pengamatan pada anak secara autentik sesuai preferensi satuan pendidikan. Ragam bentuk asesmen yang dapat

dilakukan, antara lain: catatan anekdot, ceklis, hasil karya, portofolio, dokumentasi, dll.

SMK

• Asesmen Praktik Kerja Lapangan (PKL)

• Uji Kompetensi Kejuruan

• Ujian Unit Kompetensi

Pendidikan khusus

Asesmen cenderung lebih beragam karena perlu pendekatan individual .

Pendidikan kesetaraan

Asesmen mata pelajaran keterampilan dapat berbentuk observasi,

demonstrasi, tes lisan, tes tulis, portofolio, dan/atau uji kompetensi pada lembaga sertifikasi dan

kompetensi.

(51)

Asesmen formatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar

Asemen formatif harus menggunakan rubrik dan berbentuk tes tertulis

Asesmen formatif harus menggunakan

seluruh bentuk instrumen dalam satu tujuan pembelajaran

Miskonsepsi Asesmen Formatif:

(52)

Asesmen formatif digunakan untuk

mengevaluasi proses pembelajaran dan

mengetahui kebutuhan belajar peserta didik selanjutnya

Asesmen formatif dapat menggunakan berbagai bentuk instrumen dan teknik

Asesmen formatif TIDAK harus menggunakan

seluruh bentuk instrumen dalam satu tujuan

pembelajaran (disesuaikan dengan kebutuhan)

(53)

Asesmen sumatif harus berbentuk tes tertulis

Asesmen sumatif harus dilaksanakan dalam kurun waktu yang sempit (jam dan hari), seperti UTS dan UAS

Hasil dari asesmen sumatif harus berupa angka

Miskonsepsi Asesmen Sumatif:

(54)

Asesmen sumatif dapat menggunakan berbagai bentuk instrumen dan teknik

Asesmen sumatif dapat dilaksanakan dalam kurun waktu yang lebih panjang, seperti satu pekan atau lebih pada akhir proses pembelajaran dan dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran sesuai dengan kebijakan satuan pendidikan

Hasil dari asesmen sumatif dapat berupa deskripsi dari tujuan pembelajaran yang telah tercapai. Jika berupa angka, maka perlu tetap dijelaskan

maknanya.

Jawaban Miskonsepsi:

(55)

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen

Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen

Pelaksanaan Pembelajaran Terdiferensiasi dan Asesmen

• Alternatif pendekatan pembelajaran

• Contoh pembelajaran diferensiasi

Selanjutnya mari kita

pelajari tentang…

(56)

Dalam melakukan pembelajaran terdiferensiasi, perlu melakukan asesmen awal.

● Asesmen awal pembelajaran sangat perlu dilakukan karena untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang

pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

● Asesmen awal dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan kebutuhan peserta didik untuk mempelajari sebuah kompetensi dan materi ajar yang telah dirancang dan membantu guru merancang and/atau membuat penyesuaian untuk sebagian peserta didik.

● Asesmen pada awal pembelajaran diharapkan dapat dilakukan secara natural, seperti diskusi ringan pemantik di awal kegiatan permainan, kuis sederhana , atau dapat dilihat juga dari hasil asesmen sebelumnya (untuk kompetensi prasyarat)

Tentang Asesmen Awal

(57)

Apa saja yang dapat di diferensiasikan?

Konten (materi yang akan diajarkan).

Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3 (tiga) hal terpenting terkait materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat mempelajari keseluruhan materi dan bagi peserta didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan pengayaan.

Proses (cara mengajarkan).

Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat

didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara langsung, bagi peserta didik yang cukup mahir dapat diawali dengan Modeling yang dikombinasi dengan kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang (review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang sangat mahir.

Produk (luaran atau performa yang akan dihasilkan).

Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui produk yang

dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan bisa menjawab pertanyaan-

pertanyaan mengenai konten inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat membuat presentasi yang menjelaskan

penyelesaian masalah sederhana, dan bagi peserta yang sangat mahir bisa membuat sebuah inovasi atau

menelaah permasalahan yang lebih

kompleks.

(58)

Contoh

Diferensiasi Pembelajaran

(59)

Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen

Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen

• Pengolahan asesmen

• Pelaporan hasil belajar

Selanjutnya mari kita

pelajari tentang…

(60)

A. Pengolahan

Hasil Asesmen

Mengolah hasil asesmen dalam satu atau lebih tujuan pembelajaran.

Asesmen sumatif dilaksanakan secara periodik setiap selesai satu atau lebih tujuan pembelajaran. Hasil asesmen perlu diolah menjadi capaian dari tujuan pembelajaran setiap peserta didik. Pendidik dapat menggunakan data kualitatif sebagai hasil asesmen tujuan pembelajaran peserta didik. Namun, dapat juga menggunakan data kuantitatif dan mendeskripsikannya secara kualitatif. Pendidik diberi keleluasaan untuk mengolah data kuantitatif, baik secara rerata maupun proporsional.

Mengolah capaian tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir.

Capaian tujuan pembelajaran peserta didik menjadi bahan yang diolah menjadi nilai akhir mata pelajaran dalam kurun waktu pelaporan (biasanya satu semester). Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai

kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik, mana kompetensi yang belum dikuasai, dan dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas bila ada.

Penting untuk diperhatikan bahwa pendidik tidak mencampur

penghitungan dari hasil asesmen formatif dan sumatif karena asesmen formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda.

Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada proses sehingga asesmen formatif

bukan menjadi penentu atau

pembagi untuk nilai akhir.

(61)

B. Pelaporan

Hasil Belajar (Rapor)

Rapor peserta didik PAUD minimal meliputi komponen

: 1. Identitas peserta Didik,

2. Nama satuan pendidikan, 3. Kelompok usia,

4. Semester,

5. Informasi tumbuh kembang anak, 6. Deskripsi capaian pembelajaran, dan

7. Deskripsi perkembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila 8. Refleksi orang tua

Komponen rapor peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan MK/MAK atau sederajat minimal memuat informasi mengenai:

1. Identitas peserta didik, 6. Nilai, 2. Nama satuan pendidikan, 7. Deskripsi,

3. Kelas, 8. Catatan guru,

4. Semester, 9. Presensi, dan

5. Mata pelajaran, 10. Kegiatan ekstrakurikuler.

Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK atau

sederajat, satuan pendidikan dan pendidik memiliki

keleluasaan untuk menentukan deskripsi dalam menjelaskan

makna nilai yang diperoleh peserta didik.

Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan

mekanisme dan format pelaporan hasil belajar kepada

orang tua/wali.

(62)

Bentuk Pelaporan selain Rapor

Untuk melengkapi pelaporan, satuan pendidikan dapat juga menambahkan bentuk laporan lainnya yang membantu

menggambarkan kemampuan peserta didik setelah proses pembelajaran

Portofolio

• Sebagai dokumentasi dari hasil karya peserta didik.

• Isi portofolio adalah hasil karya peserta didik yang dipilih oleh peserta didik, berdasarkan hasil diskusi dengan pendidik.

• Portfolio bisa berupa foto, video, infografis, poster atau karya apapun yang bukan berupa lembar soal - jawaban.

Portofolio peserta didik SMK bisa berupa benda

kerja/produk hasil praktik.

Diskusi / Konferensi

• Berbagi informasi antara pendidik, peserta didik dan orang tua.

• Sekolah perlu menentukan fungsi dari suatu diskusi untuk dapat

mengembangkan struktur, dan

kegiatannya melibatkan menentukan target belajar.

• Diskusi atau konferensi bisa dalam struktur formal maupun informal.

Pameran Karya

• Sebagai perayaan proses belajar peserta didik dan juga sebagai asesmen sumatif.

• Pameran karya berisi proses dari pembelajaran hingga produk dari sebuah proyek belajar.

• Pameran karya bisa

mengundang orang tua peserta didik, komunitas sekolah maupun mengundang peserta didik dan pendidik dari sekolah lain untuk saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang lebih luas.

Skill Passport

● Skill passport merupakan catatan kompetensi yang dikuasai selama peserta didik belajar di SMK dan dunia kerja.

● Skill passport memudahkan peserta didik, pendidik, dan dunia kerja untuk menerapkan pengendalian berbasis identitas melalui catatan uji kompetensi yang dapat diverifikasi.

(63)

Refleksi dan Tindak Lanjut Pembelajaran dan Asesmen

Selanjutnya mari kita

pelajari tentang…

(64)

Refleksi dan Tindak Lanjut

Pembelajaran dan Asesmen

Refleksi Diri

1. Apa tujuan saya mengajar semester/tahun ini?

2. Apa yang saya sukai dari proses belajar mengajar semester/tahun ini?

3. Aspek/hal apa dalam pengajaran dan asesmen yang berhasil?

4. Aspek/hal apa dalam pengajaran dan asesmen yang perlu peningkatan?

5. Apa yang perlu saya lakukan tahun ini untuk hal yang lebih baik tahun depan?

6. Apa saja tantangan terbesar yang saya hadapi dalam semester/tahun ini?

7. Bagaimana cara saya mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Kepala Sekolah

bertujuan :

1. Membangun budaya reflektif, untuk mendorong terjadinya refleksi atas proses pembelajaran secara terus menerus dan menjadi bagian yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran itu sendiri.

2. Memberi umpan balik yang konstruktif, untuk memberi masukan, saran, dan

keteladanan kepada pendidik untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Refleksi Sesama Pendidik

1. Berdiskusi mengenai proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran (dapat menggunakan/menyesuaikan pertanyaan untuk refleksi diri).

2. Mengamati proses pelaksanaan pembelajaran.

3. Melakukan refleksi terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Refleksi oleh Peserta Didik

bertujuan:

1. Membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

2. Membangun budaya transparansi, objektivitas, saling menghargai, dan mengapresiasi keragaman pendapat dalam menilai proses

pembelajaran.

3. Membangun suasana pembelajaran yang partisipatif dan untuk memberi umpan balik kepada pendidik dan peserta didik.

4. Melatih peserta didik untuk mampu berpikir kritis.

(65)

Apa saja tantangan yang mungkin dihadapi ketika melakukan asesmen awal dan pembelajaran

terdiferensiasi?

Apa saja solusi untuk mengatasi

tantangan tersebut?

(66)

Apa yang dapat saya lakukan lebih baik di satuan pendidikan saya

setelah menerima pelatihan ini?

Hal-hal apa saja yang masih perlu

didalami lebih lanjut terkait dengan

materi ini?

(67)

Ruang Kolaborasi

(68)

Mekanisme Diskusi:

• Buatlah kelompok yang terdiri dari 4 orang

• Di dalam kelompok, silahkan Bapak/Ibu berbagi pengalaman dalam melakukan praktik asesmen awal pembelajaran dan perancangan pembelajaran terdiferensiasi.

• Bagaimana pengalaman melakukan asesmen awal pembelajaran dan merancang pembelajaran terdiferensiasi secara keseluruhan?

• Apa yang menjadi kendala?

• Apa yang telah dan akan dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut?

• Silakan Bapak/Ibu saling memberi input

• Masukan membangun/solusi apa yang dapat diberikan?

Diskusikan dengan

teman sejawat Bapak/Ibu terkait pengalaman

dalam asesmen awal dan pembelajaran

terdiferensiasi.

(69)

TERIMA KASIH

Sampai jumpa di hari kedua.

Yang perlu dipersiapkan untuk hari kedua:

- Contoh asesmen awal yang telah dilakukan

- Contoh hasil karya siswa atau modul ajar

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan pada pertemuan ini diisi dengan membahas dan mendiskusikan tentang bentuk tugas (task) dalam asesmen kinerja pada pembelajaran sejarah..

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan ceramah terkait Asesmen Nasional, asesmen kompetensi minimum, memberikan pelatihan penyusunan soal-soal

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan TeknologiKementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dukungan Regulasi Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan pembelajaran dilakukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi LC memperlihatkan hasil yang positif dalam meningkatkan pemahaman guru SMPN 2 Kerambitan tentang asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka sebagaimana

Kemudian, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi asesmen autentik dalam kurikulum merdeka pada pembelajaran Matematika di SMP Kalijogo Wates serta hambatan yang

PERATURAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR OO8/H/EP/2O2s TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA

Dokumen ini membahas pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2023 di

19651231 198803 1 153 Diberikan Kepada: Atas partisipasi sebagai peserta dalam kegiatan ”Penyusunan Modul Ajar dan Asesmen Kurikulum Merdeka” yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja