• Tidak ada hasil yang ditemukan

=l za.'= ! li - Universitas Udayana

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "=l za.'= ! li - Universitas Udayana"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

2

2

=l t2

E H

a

= 1:!

tt:c-.

za.'= !

i i i

.!

=

t

li

i.i

ci

c

N

{\ :J

q $ N o (\I

V rn

(- [-

(h

z

(h

(lt

H

o ,d

z

nl ql

.E

H

a)

{)

a

2

(2)

KADAR GLUKOSA DAN KADAR KOLESTEROL TiKUS (Rattus Novergivus) YANG DIINJEKSI VIT C DOSIS TINGGI

TIM PENELITI :

1. NI WAYAN SUDATRI, S.Si., M.Si. (Ketua) NIDN: 0031107102

2. DWI ARIANI YULIHASTUTI, S.Si.,M.Si. (Anggota) NIDN : 0011077301

PROGRAM STUDI / JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MIPA

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN 2015

(3)

VITAMIN C

Meningkatkan sistem ketahanan tubuh Mempercepat kesembuhan dari sakit

• Mengencangkan kulit

• Mencerahkan kulit antioksidan

Dosis 1000–4000 mg

- merangsangPembentukan kolagen - menghambat tyrosinkinase yg

berperan dalam pbtk pigmen kulit (Kembuan et al. 2012)

Mengganggu fungsi fisiologis organ tubuh

Efek samping

Latar Belakang

(4)

• Hasil penelitian Sudatri dkk (2014) menunjukkan bahwa injeksi

vitamin C dosis tinggi berpengaruh nyata terhadap kerusakan histologis hati dan ginjal.

• Penelitian tentang efek vitamin C dosis tinggi terhadap sistem

reproduksi betina juga berpengaruh nyata thd lama siklus estrus dan jumlah anak tikus (Sudatri dkk, 2015).

Oleh karena itu, untuk melihat efek samping injeksi vitamin C dalam jangka panjang pada kadar glukosa darah, kadar kolesterol dan

gambaran histologi pankreas maka perlu dilakukan dengan tikus jantan

memakai tikus jantan sebagai hewan model.

(5)

Glukosa

darah Sbg sumber energi

Diabetes, tekanan darah tinggi, ginjal

tinggi

Normal : 70-100 mg/dl

Setelah makan

* Pankreas : penghasil insulin

(6)

Kolesterol

darah

Sbg komponen dinding sel, sbg bahan hormon steroid

- Tekanan darah - Atherosklerosis

indikator Jenis makan

• Makanan asam cendrung menurunkan

kadar kolesterol darah

(7)

1 . 2 . T U J U A N P E N E L I T I A N

M e n g e t a h u i e f e k s a m p i n g d a r i i n j e k s i v i t a m i n C d o s i s t i n g g i d a l a m j a n g k a w a k t u y a n g l a m a t e r h a d a p k a d a r g l u k o s a d a r a h , k a d a r k o l e s t e r o l d e n g a n m e m a k a i t i k u s

j a n t a n s e b a g a i h e w a n m o d e l .

(8)

METODE PENELITIAN

RANCANGAN PENELITIAN

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan lama injeksi

vitamin C dosis tinggi yang berbeda, yaitu lama injeksi 30 hari

(P1), lama injeksi 50 hari (P2), dan lama injeksi 70 hari (P3),

lama injeksi 90 hari (P4) dan kontrol (P0) serta ulangan 10 kali

sehingga hewan model yang dipakai sebanyak 50 ekor.

(9)

BAHAN PENELITIAN

Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah vitamin C dosis tinggi (4000 mg/sekali injeksi) untuk

manusia. Hewan model yang digunakan adalah tikus betina dewasa usia 3-4 bulan dengan berat badan antara 200-250 gram. Dosis yang digunakan dikonversikan dari dosis yang digunakan pada manusia ke tikus. Berat badan wanita

dewasa yang diinjeksi diperkirakan kurang lebih 50 kg,

sehingga dosis vitamin C yang diberikan pada tikus adalah

24 mg/sekali suntik/ ekor.

(10)

Pemeliharaan hewan, aklimatisasi, berat badan awal, kadar glukosa dan kolesterol awal Persiapan kandang, , zat-zat Kimia

Perlakuan injeksi vitamin C dosis tinggi

Berat badan akhir, pembedahan, plasma darah, organ pankreas

- Kadar glukosa darah - Kadar kolesterol -.Histologi pankreas

Pengamatan

Analisis Data

ALUR PENELITIAN

(11)

* Kadar glukosa dan kolesterol diuji dengan alat Nesco MultiTest.

* Pembuatan preparat histologi dilakukan dengan metode

parafin, pengamatan dengan mikroskop yg disambungkan

dengan opticlab dan laptop.

(12)

HASIL HAN PEMBAHASAN

Perlakuan Rata-rata kadar glukosa darah awal

(mg/dl)

Rata-rata kadar glukosa darah akhir (mg/dl) K (Kontrol) 102.2 ± 8.66 a 102.6 ± 5.76 a P1 (30 hari) 103.0 ± 9.93 a 93.0 ± 5.54 a b P2 (50 hari) 102.2 ± 8.66 a 79.8 ± 4.58 b c P3 (70 hari) 103.0 ± 9.93 a 74.0 ± 6.75 c P4 (90 hari) 102.2 ± 8.66 a 72.6 ± 5.59 c

Uji ANOVA dan standar error kadar glukosa awal dan glukosa akhir tikus jantan (Rattus novergivus L.) yang diinjeksi vitamin C dosis tinggi dilanjutkan dengan uji Duncans

Kadar glukosa awal tidak berbeda nyata(P=1.00), sedangkan kadar glukosa akhir berbeda nyata (P=0.005)

(13)
(14)

Asam sitrat yang terdapat dlm white vit C berperan dalam menurunkan glukosa darah tikus.

Zat ini bisa menghambat penyerapan glukosa di usus halus

dengan cara menurunkan aktivitas pengantar glukosa baik sodium-glukosa transport protein 1 (SGLP 1) maupun

glucose transporter2 (GLUT 2).

Kondisi ini menyebabkan glukosa yang masuk ke dalam aliran

darah lebih sedikit. SGLP 1 dan GLUT 2 berperan sebagai

transfor aktif yang memfasilitasi penyerapan glukosa di

usus.

(15)

Perlakuan Rata-rata kadar kolesterol darah awal (mg/dl)

Rata-rata kadar

kolesterol darah akhir (mg/dl)

K (Kontrol) 187.2± 17.89 a 222.8 ± 16.92 a P1 (30 hari) 144.2± 13.26 a 183.8± 13.69 b P2 (50 hari) 153.4± 13.65 a 118.4± 9.08 c P3 (70 hari) 191.2± 11.05 a 182.0± 9.03 b P4 (90 hari) 187.2± 17.89 a 165.8± 5.23 b

Uji ANOVA dan standar error kadar kolesterol awal dan kolesterol akhir tikus jantan (Rattus novergivus L.) yang diinjeksi vitamin C dosis tinggi dilanjutkan dengan uji Duncans

Kadar kolesterol awal tidak berbeda nyata (P=0.11) dan kadar kolesterol akhir berbeda sangat nyata (P=0.000)

(16)
(17)

- Asam sitrat yang terdapat dalam white vit C juga menurunkan kadar kolesterol darah tikus.

- Penurunan kadar kolesterol kemingkinan melalui

mekanisme pengikatan garam empedu dan kolesterol dalam usus, meningkatkan pengeluaran empedu dalam feses, dan menurunkan aktivitas enzim pencernaan seperti amilase,

tripsin, kimotripsin, dan lipase, serta menghasilkan senyawa

asam lemak jenuh rantai pendek yang dapat menurunkan

sintesis asam lemak dan kolesterol.

(18)

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan :

1. Kadar glukosa tikus jantan (Rattus norvegivus L.) yang diinjeksi vitamin C dosis tinggi dalam jangka waktu lama mengalami penurunan nyata (P=0.005)

2. Kadar kolesterol tikus jantan (Rattus norvegivus L.) yang diinjeksi vitamin C dosis tinggi dalam jangka waktu lama cendrung mengalami penurunan nyata (P=0.000)

7.2. Saran

Untuk mengetahui kadar hormon insulin yang berhubungan

dengan kadar glukosa tikus perlu dilakukan pengujian kadar hormon

tersebut di dalam plasma.

(19)

MOHON SARAN DAN MASUKAN

Referensi

Dokumen terkait

Pada studi ini peneliti mencoba mengamati penurunan kadar glukosa dan kolesterol darah (kolesterol total), serta mengetahui besar dosis pemberian ekstrak metanol akar meniran

coffee terhadap kadar kolesterol darah tikus putih yang telah diinduksi glukosa.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek ekstrak kayu manis ( Cinnamomum cassia ) terhadap kadar glukosa darah, berat badan, berat organ pankreas, ginjal dan jantung

Kombinasi EMMT dan Glibenklamida memberikan efek penurunan kadar glukosa darah tikus terbebani glukosa.. tanarius L.,

ekstrak etanol daun jambu bol mempunyai efek menurunkan kadar kolesterol darah tikus yang mengalami hiperkolesterolemiab. terdapat perbedaan antara efek penurunan kadar kolesterol

Pada penderita diabetes melitus, meningkatnya kadar glukosa dalam darah disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga tidak dapat menghasilkan insulin, kerusakan pankreas ini

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek tepung komposit pada kadar glukosa serum darah, berat badan, asupan pakan, dan histopatologi pankreas tikus diabetes

Kerangka Teori Manusia Pola Makan Obesitas Faktor Genetik Bahan Kimia dan Obat-obatan Penyakit dan infeksi pada pankreas Kadar gula dalam darah Pemeriksaan Glukosa Darah