• Tidak ada hasil yang ditemukan

Landasan Hukum Positif Perpankan Islami

N/A
N/A
Fina Rohmatun Kafiyah

Academic year: 2025

Membagikan "Landasan Hukum Positif Perpankan Islami"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Landasan hukum positif

Perbankan syariah

Anni Azifatur Rohmah

PERBANKAN

ISLAMI

(2)

Landasan Hukum Positif Perbankan Islami

Landasan Hukum Positif Perbankan Islami

Didasarkan atas regulasi perundang-undanganIndonesia yang berkaitan dengan pengaturan mengenai kegiatan usaha perbankan, dimana pada masing-masing regulasi tersebut dapat dilihat akomodasinya terhadap kegiatan usaha perbankan dengan sistem syariah di Indonesia.

Untuk itu, pembahasan akan dikelompokkan ke dalam periode-periode yang sesuai dengan masa keberlakuan masing-masing regulasi tersebut.

Periode tersebut akan dibagi berdasarkan masa berlakunya masing- masing regulasi perbankan yang dikeluarkan Pemerintah sebagai produk legislasi nasional.

For more info:

SLIDESGO | SLIDESGO SCHOOL | FAQS

You can visit our sister projects:

FREEPIK | FLATICON | STORYSET | WEPIK | VIDFY

(3)

PERIODE UNDANG-UNDANG No.

14 TAHUN 1967

01

Regulasi tentang perbankan di Indonesia sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, Lembaga yang telah berdiri diantaranya De Javashe Bank N. V, tanggal 10 Oktober 1827 yang kemudian dikeluarkan Undang-Undang De Javashe Bank Wet 1922.6

Bank inilah yang kemudian menjadi Bank Indonesia, setelah melalui proses

nasionalisasi pada tahun 1951 dengan dikeluarkannya UU No. 24 Tahun 1951 yang mulai berlaku tanggal 6 Desember 1951.

PERIODE DEREGULASI 1 JUNI

02

1983

Terjadinya deregulasi di bidang Perbankan tanggal 1 Juni tahun 1983, yang

disebabkan karena diberlakukannya

kebijakan sistem devisa bebas untuk Bank- bank yang telah didirikan sangat

tergantung kepada tersedianya likuiditas Bank Indonesia.

Demikian juga pemerintah menentukan tingkat bunga maka tidak ada persaingan antarbank. Hal ini kemudian menyebabkan tabungan menjadi tidak menarik dan alokasi dana tidak efisien.

Regulasi yang berlaku pada masing masing periode

(4)

Periode Undang Undang no.14 th 1967

01.

(5)

Periode Undang Undang no.14 th 1967

Pengaturan tentang perbankan di Indonesia sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Untuk menertibkan praktek lembaga pelepas uang yang banyak terjadi waktu itu dikeluarkanlah pengaturan baik dalam bentuk Undang- Undang (wet) maupun berupa surat-surat keputusan resmi dari pihak pemerintah. Di antara lembaga keuangan yang telah berdiri sejak zaman penjajahan tersebut, yaitu De Javashe Bank N. V, tanggal 10 Oktober 1827 yang kemudian dikeluarkan Undang-Undang De Javashe Bank Wet 1922.6

Our logo

(6)

Periode Undang Undang no.14 th 1967

Bank inilah yang kemudian menjadi Bank Indonesia, setelah melalui proses nasionalisasi pada tahun 1951 dengan dikeluarkannya UU No. 24 Tahun 1951 yang mulai berlaku tanggal 6 Desember 1951.

Regulasi perbankan di Indonesia secara sistematis dimulai pada tahun 1967 dengan dikeluarkannya UU No.14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan. Undang-Undang ini mengatur secara komprehensif sistem

perbankan yang berlaku pada masa itu.

(7)

Periode Undang Undang no.14 th 1967

Hal yang akan berhubungan dengan kedudukan perbankan Islami pada masa

berlakunya Undang-undang ini adalah adanya pengaturan mengenai.. Lihat,

Marhainis Abdul Hay, SH., Hukum Perbankan (Jakarta: Pradnya Paramita,

1997), hal 36.

Untuk lengkapnya konsep perbankan nasional pada masa itu dapat dibaca di

Gemala Dewi, “Aspek-aspek Hukum dalam Perbankan dan Perasuransian Syariah di Indonesia, (Jakarta: Kencana,

2004), hal. 149-154.

(8)

Pengertian “kredit” yang terdapat di

dalamnya. Bab I, Pasal 13 huruf c

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan-tagihan yang dapat disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank dengan lain pihak dalam hal pihak peminjam berkewajiban melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditetapkan.

(9)

Dari bunyi pasal di atas nampak pengertian bahwa dalam usaha bank yang ada pada masa itu (perbankan konvensional) dalam operasinya menggunakan sistem kredit, tidak mungkin melaksanakan kredit tanpa mengambil bunga.

Hal ini disebabkan konsep bunga ini melekat dalam pengertian (definisi) kredit itu sendiri. Dengan demikian, tidak dimungkinkan pula untuk didirikan sistem perbankan Islami sebab pemahaman kegiatan usaha bank pada masa itu haruslah dengan perangkat bunga.

(10)

Bahkan perbankan pada masa itu ditentukan tingkat bunganya oleh pemerintah secara seragam agar tidak terjadi penentuan bunga yang sewenang-wenang oleh masing-masing bank dan menjaga stabilitas keuangan negara.

(11)

Periode Deregulasi

1 Juni 1983

02.

You can enter a subtitle here if you need it

(12)

Pada awal tahun 1980-an, sistem pengendalian tingkat bunga oleh pemerintah ini mengalami

kesulitan karena diberlakukannya kebijakan sistem devisa bebas untuk Bank-bank yang telah didirikan sangat tergantung kepada tersedianya likuiditas Bank Indonesia.

Demikian juga pemerintah menentukan tingkat bunga maka tidak ada persaingan antarbank. Hal ini

kemudian menyebabkan tabungan menjadi tidak menarik dan alokasi dana tidak efisien.

Periode Deregulasi 1 Juni 1983

(13)

Periode Deregulasi 1 Juni 1983

Oleh karena itu, pemerintah kemudian mengeluarkan Deregulasi di bidang Perbankan tanggal 1 Juni tahun 1983 yang membuka belenggu penetapan tingkat bunga tersebut. Sebenarnya dengan dibukanya belenggu tingkat bunga ini maka timbullah kemungkinan bagi suatu bank untuk menentukan tingkat bunga sebesar 0%, yang berarti merupakan penerapan sistem perbankan syariah melalui perjanjian murni berdasarkan prinsip bagi hasil.

Deregulasi 1 Juni 1983 ini ternyata tidak berdampak langsung atas pelaksanaan sistem perbankan tanpa bunga. Sejak wacana pendirian sistem perbankan tanpa bunga dibicarakan di Indonesia pada

pertengahan tahun 1978-an.

Konsep bank Islam dari segi politis juga dianggap berkonotasi ideologis, merupakan bagian atau berkaitan dengan konsep negara Islam, sehingga hal itu tidak dikehendaki pemerintah.

(14)

Periode Deregulasi 1 Juni 1983

$50.000

Pada saat itu masih dipertanyakan, siapa yang bersedia menaruh modal dalam ventura semacam itu, sementara pendirian bank baru dari negara-negara Timur Tengah masih dicegah, antara lain oleh kebijakan pembatasan bank asing yang ingin membuka kantor cabang di Indonesia.10 Sedangkan pendirian bank baru oleh orang Indonesia sendiri masih belum dimungkinkan.

Oleh karena belum dimungkinkannya pendirian bank baru, sedangkan bank- bank yang ada masih belum menganggap sistem bank tanpa bunga sebagai bisnis yang dapat menguntungkan, dan bank Islam belum dapat berdiri maka digunakanlah badan hukum koperasi sebagai bentuk hukumnya.

(15)

150,000 Pemilihan badan hukum koperasi sebagai wadah penerapan sistem perbankan syariah telah dimulai oleh Koperasi Jasa Keahlian Teknosa di Bandung sejak awal

tahun 80-an. Kemudian, di Jakarta didirikan Baitut–

Tamwil kedua dengan nama Koperasi Simpan-Pinjam

Ridho Gusti yang didirikan tanggal 25 September 1988.

(16)

KESIMPULAN

03.

(17)

Kesimpulan

Landasan Hukum Positif Perbankan Islami

Didasarkan pada peraturan perundang undangan indonesis yang berkaitan dengan pengaturan mengenai kegiatan usaha perbankan. Pada masing-masing regulasi tersebut dapat dilihat akomodasinya terhadap kegiatan usaha perbankan dengan sistem syariah di Indonesia.

PERIODE UNDANG-UNDANG No. 14 TAHUN 1967

Regulasi tentang perbankan di Indonesia sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, Lembaga yang telah berdiri diantaranya De Javashe Bank N. V, tanggal 10 Oktober 1827 yang kemudian dikeluarkan Undang-Undang De Javashe Bank Wet 1922.6

Bank inilah yang kemudian menjadi Bank Indonesia, setelah melalui proses nasionalisasi pada tahun 1951 dengan dikeluarkannya UU No. 24 Tahun 1951 yang mulai berlaku tanggal 6 Desember 1951.

PERIODE DEREGULASI 1 JUNI 1983

Terjadinya deregulasi di bidang Perbankan tanggal 1 Juni tahun 1983, yang disebabkan karena diberlakukannya kebijakan sistem devisa bebas untuk Bank-bank yang telah didirikan sangat tergantung kepada tersedianya likuiditas Bank Indonesia.

Demikian juga pemerintah menentukan tingkat bunga maka tidak ada persaingan antarbank. Hal ini kemudian menyebabkan tabungan menjadi tidak menarik dan alokasi dana tidak efisien.

(18)

Cukup Sekian, Trimakasih

Anni Nur

Azifaturrohmah

Ekonomi Syariah STIK

2024

Pasti banyak kesalahan dalam pembuatan power point ini, maka dari itu saya meminta maaf yang sebesar-

besarnya.

Referensi

Dokumen terkait

perbankan yang disebabkan terjadinya kisis mata uang, yaitu dilepasnya mata uang rupiah. ditentukan oleh m€kanisme pasar karena bank sentral tidak mampu lagi untuk

Pergaulan bebas di antara muda-mudi, seperti yang terjadi sekarang ini seringkali membawa kepada hal-hal yang tidak di kehendaki, yakni terjadinya kehamilan

Visualisasi pada Gambar 1 menunjukkan bahwa pada BUSN Devisa yang berkantor pusat di Surabaya selama periode pengamatan, menunjukkan bahwa Bank ANK merupakan bank yang pada

Paket 1 Juni 1983 merupakan salah satu tonggak penting yang mengubah arah perbankan nasional yang tadinya belum mengikuti mekanisme pasar, atau dengan kata lain,

Selama periode penelitian ROA bank sampel penelitian juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan rata- rata tren sebesar 0,13 yang disebabkan oleh terjadinya kenaikan

variabel terikat ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Konvensional.. pada periode triwulan 1 tahun 2013 sampai dengan triwulan IV

Upaya yang dilakukan Bank Indonesia untuk meminimalisir terjadinya kejahatan internet fraud di perbankan adalah dengan dikeluarkannya serangkaian peraturan perundang-undangan,

Grafik 10 Laba dan ROA Perbankan Syariah Sumber: SPS Juni 2017 Membaiknya rentabilitas pada periode laporan didorong oleh peningkatan efisiensi bank syariah, tercermin dari