Landasan Teori
Landasan Teori
• Bagian ini berisi penjelasan tentang teori yang relevan dengan riset yang diusulkan.
• Teori: penjelasan formal dan logis tentang suatu kejadian yang memasukkan unsur prediksi tentang relasi antara satu kejadian dengan kejadian lain
(http://www.cengage.com/marketing/book_content/1439080674_zikmund/book/)
• Landasan Teori berisi penjelasan tentang “sesuatu” yang sudah banyak diketahui umum, misalnya:
– Teori normalisasi basisdata – Teori relativitas
– Lapisan ISO OSI
– Paradigma MVC (Model-View-Controller)
Landasan Teori
• Yang dituliskan
– Teori-teori yang digunakan untuk memecahkan masalah
– Alat-alat (tools) perancangan sistem
– Statements penting dari bahasa pemrograman
• Yang tdk perlu:
– Penjelan bahasa pemrograman: sejarah, penjelasan ikon,
Isi Landasan Teori
• Uraian yang menunjukkan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang sedang diteliti atau dibahas.
• Uraian mengenai pendapat orang lain yang
berkaitan dengan cara mencari jalan keluar dari masalah yang diteliti atau dibahas.
• Uraian mengenai implementasi pengalaman-
pengalaman yang sudah berhasil diterapkan di
tempat lain.
Contoh (Dasar teori):
• Budi (2010) menyatakan bahwa sistem informasi adalah……… (1-2 hal)
• Sistem informasi penjualan adalah…….(McLeod, 2009). Dalam sistem informasi penjualan……..
• Winter (2010) menyetakan bahwa DFD merupakan salah satu alat bantu pengembangan sistem.
Lambang-lambang yang digunakan meliputi….
Metodologi Penelitian
Metode Penelitian/Cara Penelitian:
Bahan/materi penelitian: menguraikan tentang jenis, karakteristik, dan spesifikasi bahan yang digunakan.
Alat Penelitian
Lokasi Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Teknik Pengembangan Sistem
Uji Coba
8
Macam-macam Data Penelitian (1)
• Data Kuantitatif vs Kualitatif
– Kualitatif: Data kualitatif data yg berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar
– Kuantitatif: Data kuantitatif adalah data yg berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan
• Diskrit/ Nominal
• Kontinum
– Ordinal – Interval – Ratio
Macam-macam Data Penelitian (2)
• Diskrit/ Nominal: data yg hanya dpt digolong-golongkan secara terpisah, secara deskrit atau kategori. Mis: gender, kelas, jurusan, dll
• Kontinum: data yg bervariasi menurut tingkatan dan ini diperoleh dari hasil pengukuran
– Ordinal: data yg berbentuk ranking atau peringkat
– Interval: data yg jaraknya sama, tp tdk mempunyai nilai nol (0)
absolut/ mutlak. Mis: skala termometer, meskipun ada nilai 0˚ C, tp tetap ada nilainya
– Ratio: data yg jaraknya sama, dan mempunyai nilai nol mutlak. Mis:
data ttg panjang, berat
10
Macam-macam Data Penelitian (3)
• Data menurut Dimensi Waktu
– Data runtut waktu (time-series): data yg secara
kronologis disusun menurut waktu pd suatu variabel tertentu. Biasanya digunakan utk melihat pengaruh perubahan dlm rentang waktu tertentu. Mis: data harian, bulanan, tahunan, dll
– Data Silang Tempat (cross-section): data yg dikumpulkan pd suatu titik waktu.
– Data pooling: kombinasi antara time-series dgn cross-section
Macam-macam Data Penelitian (4)
• Data menurut Sumber
– Data internal & eksternal
• internal: berasalan dari dlm organisasi
• eksternal: berasal dari luar organisasi
– Data primer & sekunder
• primer: data original (langsung dari lapangan)
• sekunder: data yg telah diolah oleh peneliti lain
Pengumpulan Data
• Pengumpulan data adalah proses untuk
mengumpulkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian
• Instrumen ukur yang digunakan disesuaikan dengan metode yang telah ditentukan, misalnya:
– Survey kuesioner
– Eksperimen skenario
– Observasi daftar hal-hal yang akan di observasi
– Wawancara daftar pertanyaan yang akan ditanyakan ke responden
Pengumpulan Data
• Instrumen ukur yang akan digunakan harus
diuji terlebih dahulu untuk melihat reliabilitas
dan validitasnya perlu definisi operasional
yang jelas dari variable yang akan diukur
Analisis Data
• Kegiatan untuk menganalisis data setelah data yang dikumpulkan
• Tergantung dari jenis data yang dikumpulkan, data perlu dianalisis dengan cara yang betul:
– Kuantitatif:
• Deskriptif:
– Rerata, Modus, Median – Simpang baku
– Kisaran
• Inferensial:
– Korelasi – Regresi – dll
Analisis Data
• Data yang akan dianalisis terkadang harus
“dibersihkan” terlebih dahulu:
– Jawaban responden yang tidak lengkap – Ada data yang sifatnya outlier
• Perlu tidaknya memperhatikan persyaratan distribusi normal/kurva lonceng
• Tergantung data yang dikumpulkan, salah satu cara analisis data adalah analisis data secara statistis:
– SPSS
Pembahasan
Pembahasan
• Bagian ini membahas hasil analisis data yang dihubungkan dengan pertanyaan riset dan/atau hipotesis yang diajukan sebelumnya
• Pembahasan digunakan untuk menunjukkan
– Terjawab tidaknya pertanyaan riset jarang sekali dituliskan dalam bentuk “Pertanyaan penelitian 1 terjawab”, tetapi dengan
pernyataan yang mengarah kepada terjawab tidaknya pertanyanyaan penelitian yang diajukan
– Didukung tidaknya hipotesis yang diajukan oleh data yang
dikumpulkan biasanya dinyatakan dalam bentuk “Hipotesis 1 ditolak” atau “Hipotesis 2 diterima”
Pembahasan
• Dalam pembahasan, selain menjelaskan hasil analisis data yang dikaitkan dengan pertanyaan riset dan/atau
hipotesis, juga perlu dituliskan keterbatasan riset (limitation)
• Keterbatasan menunjukkan:
– Bagian yang tidak dapat diselesaikan dalam riset karena sesuatu alasan
– Keterbatasan suatu aplikasi untuk berjalan pada sistem operasi tertentu
• Keterbatasan digunakan untuk menuliskan saran (future works)
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
• Kesimpulan adalah pernyataan yang menunjukkan:
– Terjawab tidaknya pertanyaan riset – Didukung tidaknya hipotesis
• Riset tidak boleh terlepas dari pertanyaan penelitian yang diajukan
• Dalam kesimpulan tidak boleh:
– Berupa common sense yang tidak ada kaitannya dengan pertanyaan penelitian
– Berupa kalimat tanya
– Berisi rumus, gambar, atau tabel
Saran (Future Works)
• Pernyataan yang menunjukkan tentang usulan riset berikutnya sebagai kelanjutan dari riset yang baru saja diselesaikan menunjukkan salah satu karakteristik riset yaitu cyclic atau helical
• Saran dituliskan berdasar bagian keterbatasan
yang dinyatakan dalam bagian Pembahasan
Standard Penulisan Referensi
1. APA Style
2. Harvard Style
3. Vancouver Style 4. IEEE Style
5. ISO Style
Menggunakan fitur references pada word processor akan mempermudah pengaturan dan pengelolaan referensi pada dokumen
22
Penulisan Citation (APA)
• Teks (Nama Keluarga Penulis, Tahun Terbit)
– Model motivasi komunitas efektif diterapkan pada implementasi eLearning publik (Wahono, 2007) (satu penulis)
– Model komunikasi multiagent system mengacu pada konsep game theory (Wahono & Far, 2003) (dua penulis)
– Model komunikasi multiagent system mengacu pada konsep game theory (Wahono et al., 2003) (lebih dari 6 penulis)
• Teks (Tahun Terbit)
– Penelitian yang dilakukan Wahono menunjukkan bahwa model motivasi komunitas efektif diterapkan pada implementasi eLearning publik (2007) – Penelitian yang dilakukan Wahono dan Far menunjukkan bahwa model
komunikasi multiagent system mengacu pada konsep game theory
Penulisan Referensi (APA) -1-
JURNAL DAN KARYA ILMIAH
• Wahono, R.S. (2007, Agustus). Sistem eLearning Berbasis Model Motivasi Komunitas, Jurnal Teknodik , No. 21 Vol.
XI, pp. 60-80. (satu penulis)
• Wahono, R.S. & Far, B.H (2003, August). Cognitive- Decision-Making Issues for Software Agents, Kluwer journal of Brain and Mind , Vol. 4 No. 2, pp.239-252.
(dua penulis)
• Wahono, R.S. et al. (2002, March). A Framework for Object Identification and Refinement Process, IEEE
Transaction on Software Engineering, Vol. 12 No 4, pp.
125-143. (lebih dari enam penulis)
24
Penulisan Referensi (APA) -2-
BUKU
• Wahono, R.S. (2004). Cepat Mahir Bahasa C, Jakarta:
Elex Media Komputindo. (Satu penulis)
• Wahono, R.S. & Amri, M.C (2006). Migrasi Windows- Linux, Jakarta:IlmuKomputer.Com. (dua penulis)
• Wahono, R.S. et al. (2007). Panduan Pengembangan Multimedia Pembelajaran, Jakarta: Direktorat
Pembinaan SMA, Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. (lebih dari enam
Penulisan Referensi (APA) -3-
TESIS DAN DISERTASI
• Wahono, R.S. (1999). Distributed Knowledge Based
System for Automatic Object-Oriented Software Design Development. B.Eng Dissertation, Saitama University, Saitama- Japan.
ARTIKEL DI INTERNET
• Wahono, R.S. (2008). Pengembangan Konten di Era Web 2.0. Diambil 5 Mei 2008, dari
http://romisatriawahono.net/2008/04/21/pengem bangan-konten-di-era-web-20/
26
Catatan Khusus
• Sitasi dan Daftar Pustaka harus sesuai.
• Gunakan kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan kalimat tidak perlu panjang- panjang.
• Jangan menggunakan format koran yang
seringkali menuliskan satu kalimat dalam satu
paragraf.
Kesalahan Umum
• Bahasa Indonesia yang tidak baku
• Tidak bisa membedakan awalan dan kata depan
• Mengawali kalimat dengan kata sambung
• Kalimat terlalu panjang
• Kalimat tidak jelas mana subyek mana obyek
• Paragraf hanya terdiri dari satu kalimat yang sangat puanjanggggggggg
• Penulisan sitasi dan Daftar Pustaka
• Definisi yang tidak menyebut sumbernya
• Semua gambar dan tabel harus diperkenalkan dalam suatu kalimat sebelum gambar atau tabel dicantumkan. Tidak perlu ada kata “… gambar di bawah ini”, tetapi “ …. Gambar 2.1”.
• Opini atau definisi
• Penulisan titik dua (:), koma (,), titik koma (;) tidak perlu ada spasi di sebelah kiri tanda itu, jadi langsung dituliskan
• Semua gambar dan tabel harus diperkenalkan dalam suatu kalimat sebelum gambar atau tabel dicantumkan. Tidak perlu ada kata “… gambar di bawah ini”, tetapi “ …. Gambar 2.1”