• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR PROGRAM KERJA

N/A
N/A
Naufal Nizar

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN AKHIR PROGRAM KERJA"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR PROGRAM KERJA KKN UM SEMESTER ANTARA 2022/2023

DESA KASEMBON, KECAMATAN BULULAWANG, KABUPATEN MALANG

Sosialisasi Hidroponik di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang

Oleh:

Ketua

Dede Wahyu Setyadi (200531528823)

Anggota

Rizka Apriani, S.Pd, M.Pd (0016049201)

Fera Afrida (Narasumber)

Adrian Bagas Ramadhani (200515531602)

Agil Naufal Nizar (200512532806)

Intan Puspadhiani Pramesti (200121601304)

Rofi Mia Nur ‘Aini (200542528823)

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2023

▸ Baca selengkapnya: laporan program kerja sekolah

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Program Kerja : Sosialisasi Hidroponik

2. Lokasi : Kediaman Bapak Nganteman

3. Ketua Tim (PJ Proker) :

a. Nama : Dede Wahyu Setyadi

b. NIM : 200531528823

c. Departemen : Teknik Elektro

d. Program Studi : D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit

Energi

4. Anggota :

a. Anggota I : Adrian Bagas Ramadhani

b. Anggota II : Agil Naufal Nizar

c. Anggota III Intan Puspadhiani Pramesti

c. Anggota IV : Rofi Mia Nur ‘Aini

5. Lembaga/ Institusi Mitra (jika ada) :

a. Nama Lembaga : -

b. Penanggung Jawab : -

c. Alamat : -

d. telp. : -

e. Bidang kerja/usaha : -

6. Biaya Pelaksanaan : Rp. 819.000,00

7. Periode Pelaksanaan : 1 hari

Mengetahui, Tanggal 23 Juli 2023

Dosen Pembimbing Lapangan, Ketua Tim,

(Rizka Apriani, S.Pd, M.Pd) (Dede Wahyu Setyadi)

NIP (0016049201) (200531528823)

(3)

ABSTRAK

Dede, dkk. 2023. Laporan KKN Desa Kasembon Kecamatan Bululawang. Dosen Pembimbing Lapangan: Rizka Apriani, S.Pd, M.Pd.

Hidroponik merupakan salah satu metode budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Potensi yang terdapat di Desa Kasembon sangat banyak dan melimpah adalah berupa hasil tani seperti padi, tebu, jagung. Dari hasil pertanian tersebut kami ingin memberikan sebuah inovasi yang sangat bermanfaat pada bidang pertanian berupa sosialisasi hidroponik. Kegiatan sosialisasi hidroponik yang diawali dengan rapat persiapan program kerja utama ini kami melakukan sebuah survei/observasi untuk mengetahui pada dusun mana yang memiliki sebuah potensi untuk dapat dilakukannya program kerja hidroponik ini.

Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan mendapat antusias dari warga, melihat dari materi yang disampaikan juga warga Desa Kasembon memperhatikan dan menyimak materi dengan seksama. Pemateri sosisalisasi Hidroponik merupakan seorang yang ahli dalam bidang hidroponik dan memiliki lisensi Hidroponik. Pada kegiatan ini, kami melakukan demo/praktek bagimana proses penanaman tanaman dengan metode Hidroponik, bahan-bahan kami siapkan sebelumnya. Saat kegiatan warga yang datang juga aktif dalam bertanya tentang hidroponik, banyak sekali pertanyaan yang muncul dan pertanyaan sangat bervariatif sekali.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan sosialisasi hidroponik di Desa Kasembon.

Kegiatan sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang hidroponik, mendorong adopsi metode pertanian yang lebih efisien, dan meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani. Selain itu, adopsi hidroponik juga berhasil mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berdampak positif pada lingkungan. Kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru dalam sektor pertanian dan mendapatkan respon positif dari peserta terkait kualitas dan pelaksanaan program.

Kata Kunci: Hidroponik, Inovasi, Media Tanah, Pertanian, Sosialisasi Hidroponik

(4)

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mencapai kemandirian pangan dan pembangunan berkelanjutan, kami dengan gembira mempersembahkan laporan program kerja mengenai sosialisasi hidroponik di Desa Kasembon. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat Desa Kasembon dalam menerapkan metode hidroponik sebagai alternatif pertanian yang inovatif dan berkelanjutan. Laporan program kerja ini mencakup langkah-langkah yang kami ambil untuk mendorong adopsi hidroponik di Desa Kasembon.

Pertama, kami melaksanakan survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi masyarakat dalam mengembangkan pertanian berbasis hidroponik. Survei ini melibatkan interaksi langsung dengan warga desa, petani, dan pihak terkait untuk memahami tantangan dan peluang yang ada.

Berdasarkan hasil survei, kami merancang serangkaian kegiatan sosialisasi yang mencakup lokakarya, pelatihan, dan kunjungan lapangan. Kami mengundang pakar hidroponik, agronom, dan ahli pertanian lokal untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan masyarakat Desa Kasembon. Melalui lokakarya, peserta belajar tentang konsep dasar hidroponik, pemilihan media tanam, nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman, serta teknik pemeliharaan yang efektif. Selain itu, pelatihan praktis juga diselenggarakan untuk memberikan keterampilan yang diperlukan dalam membangun sistem hidroponik secara mandiri. Masyarakat diajarkan bagaimana merancang dan membangun unit hidroponik yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Kami memberikan bantuan teknis dan materi pendukung, seperti panduan budidaya hidroponik, untuk memastikan bahwa peserta dapat melanjutkan praktik hidroponik dengan lancar setelah program berakhir.

(5)

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN...i

ABSTRAK...ii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAR ISI...iv

DAFTAR TABEL...v

DAFTAR LAMPIRAN...vii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Tujuan...2

C. Manfaat...2

D. Program dan Sasaran...2

E. Target Luaran...2

BAB II...3

METODE PELAKSANAAN...3

A. Pendekatan...3

B. Tahapan...3

C. Lokasi...3

D. Durasi Waktu...3

BAB III...5

PELAKSANAAN KEGIATAN...5

A. Hasil Pelaksanaan Kegiatan...5

B. Permasalahan dalam Pelaksanaan Kegiatan...7

C. Solusi terhadap Masalah...7

BAB IV...9

PENUTUP...9

A. Kesimpulan...9

B. Rekomendasi...9

Lampiran...10

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Suasana Warga Saat Kegiatan Sosialisasi Hidroponik...5

Gambar 3. 2 Pemateri Hidroponik...5

Gambar 3. 3 Bahan-bahan Yang Digunakan Untuk Hidroponik...6

Gambar 3. 4 Saat Kegiatan Sosialisasi Hidroponik...7

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Durasi Waktu...3

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Hadir ...11

Lampiran 2. Materi Kegiatan...12

Lampiran 3. Foto Kegiatan...13

Lampiran 4. URL Address Publikasi Media Massa...14

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hidroponik merupakan salah satu metode dalam budidaya menanam dengan menfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Potensi yang terdapat di Desa Kasembon sangat banyak dan melimpah adalah berupa hasil tani seperti padi, tebu, jagung. Dari hasil pertanian tersebut kami ingin memberikan sebuah inovasi yang sangat bermanfaat pada bidang pertanian berupa sosialisasi Hidroponik.

Dengan menerapkan hidroponik, di Desa Kasembon memiliki potensi untuk meninhkatkan produktivitas pertanian dan menghasilkan hasil panen yang lebih melimpah, bahkan dengan luasan lahan yang terbatas. Selain itu, hidroponik juga memiliki manfaat lain, seperti penggunaan air yang lebih efisien, pengurangan penggunaan pestisida, dan pengendalian yang lebih baik terhadap faktor lingkungan. Berdasarkan latar belakang ini, kami merasa dengan melakukan sosialisasi hidroponik ini untuk warga desa kasembon sangat dibutuhkan karena melihat potensi yang besar di desa kasembon ini untuk melakukan sebuah penanaman secara hidroponik. Program ini akan membantu masyarakat desa dalam memahami dan menerapkan metode hidroponik untuk meningkatkan kemandirian pangan, mengatasi keterbatasan lahan, dan mengurangi kerentanan terhdap perubahan iklim.

Melalui sosialisasi hidroponik, kami berharap dapat memberikan pengentahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi masyarakat desa Kasembon untuk memulai dan mengelola budidaya hidroponik. Kami juga berharap untuk mengispirasi dan memotivasi masyarakat dalam mengadopsi metode ini sebagai alternatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan produksi pangan local dan meningkatkan produksi pangan local dan meningkiatkan kesejahteraan.

Dalam laporan program kerja ini, kami akan menguraikan langkah-langkah konkret yang akan kami ambil dalam melaksanakan sosisalisasi hidroponik di desa Kasembon. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan masyarakat desa, pihak terkait, dan ahli pertaian untuk mencapai tujuan program ini. Dengan adanya program ini, kami berharap dapat

(10)

memeberikan kontribusi positif dalam menciptakan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Kasembon

B. Tujuan

Pada kegiatan sosialisasi ini kami memiliki sebuah tujuan diantaranya adalah:

1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kasembon tentang Hidroponik 2. Mendorong adopsi metode pertanian yang lebih efisien

3. Meningkatkan produktivuras dan kualitas hasil pertanian 4. Mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia 5. Memperkenalkan peluang usaha baru dalam pertanian C. Manfaat

Pada kegiatan sosialisasi hidroponik yang kami lakukan akan mendapatkan sebuah manfaat berupa:

1. Peningkatan pengetahuan pertanian modern 2. Meningkatkan efesiensi penggunaan sumber daya 3. Diversifikasi produk pertanian

4. Meningkatkan pandapatan petani D. Program dan Sasaran

Program : Sosialisasi Hidroponik

Sasaran kegiatan : Pemuda – Pemudi Dusun Sukorejo Desa Kasembon E. Target Luaran

Target luaran dari program kerja Hidroponik upaya pengembangan potensi hidroponik warga desa kasembon sebagai berikut:

1. Membuat tahapan hidroponik tanpa media tanah 2. Penerbitan artikel berita pada media massa 3. Penyusunan artikel ilmiah

(11)

BAB II

METODE PELAKSANAAN

A. Pendekatan

Kegiatan sosialisasi hidroponik kami lakukan yang diawali dengan rapat persiapan program kerja utama ini yang dimana kami melakukan sebuah survei / observasi untuk mengetahui pada dusun mana yang memiliki sebuah potensi yang besar untuk dapat dilakukannya program kerja hidroponik ini. Setelah melakukan observasi kami memutuskan pada salah satu dusun untuk kegiatan proker hidroponik ini, mengapa kami hanya memilih satu dusun ini karena di dusun ini terdapat pemuda – pemudi yang telah memiliki focus terhadap pertanian sehingga dengan itu kami memutuskan hal tersebut.

B. Tahapan

1. Melakukan rapat koordinasi pertama 2. Melakukan observasi

3. Menentukan tempat kegiatan

4. Mencari dan menghubungi pemateri 5. Melakukan rapat koordinasi terakhir C. Lokasi

Kegiatan Sosialisasi Hidroponik dilaksanakan di Rumah kediamaan Bapak Nganteman, Dusun Sukorejo, Desa Kasembon

D. Durasi Waktu Tabel 2. 1 Durasi Waktu

Tanggal Kegiatan

Senin, 03 Juli 2023 Rapat mingguan dan Koordinasi proker Hidroponik Menghubungi pemateri

Selasa, 04 Juli 2023

Konfirmasi kepada bapak Nganteman

Membeli Kebutuhan untuk kegiatan hidroponik

Mempersiapkan persuratan untuk undangan dan pemateri Rabu, 05 Juli 2023 Membeli perlengkapan yang kurang

Memesan konsumsi untuk kegiatan

Jumat, 07 Juli 2023

Menyebarkan undangan untuk audience

Melakukan rapat koordinasi terakhir sebelum melakukan kegiatan hidroponik

(12)

Sabtu, 08 Juli 2023 Mempersiapkan daftar hadir tamu Mempersipkan tempat kegiatan Briefing

Kegiatan Inti Sosialisasi Hidroponik

Penutupan Kegiatan Sosialisasi Hidroponik

(13)

BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan mendapat antusias dari warga, melihat dari materi yang disampaikan juga warga desa Kasembon memperhatikan dan menyimak materi dengan seksama.

Gambar 3. 1 Suasana Warga Saat Kegiatan Sosialisasi Hidroponik

Pemateri sosisalisasi Hidroponik merupakan seorang yang ahli dalam bidang hidroponik dan telah memiliki lisensi Hidroponik.

Gambar 3. 2 Pemateri Hidroponik

(14)

Pada kegiatan sosialisasi ini, kami juga melakukan demo/praktek bagimana proses penanaman tanaman dengan metode Hidroponik, bahan-bahan telah kami siapkan sebelumnya. Berikut beberapa barang yang kami siapkan :

Gambar 3. 3 Bahan-bahan Yang Digunakan Untuk Hidroponik

(15)

Saat kegiatan sosialisasi warga yang datang juga aktif dalam bertanya tentang hidroponik, banyak sekali pertanyaan yang muncul dan pertanyaan sangat bervariatif sekali

Gambar 3. 4 Saat Kegiatan Sosialisasi Hidroponik B. Permasalahan dalam Pelaksanaan Kegiatan

Terdapat beberapa permasalahan yang kami hadapi diantaranya adalah : 1. Masalah pemilihan hari dan jam kegiatan kapan akan dilaksanakan 2. Mencari dan memastikan pemateri yang akan mengisi kegiatan ini

3. Sedikit warga yang datang, karena proses penyebaran undangan yang terlalu mepet dengan kegiatan

4. Kurangya pendekatan dengan warga C. Solusi terhadap Masalah

Dari permasalahan yang ada kami telah melakuan evaluasi akan hal tersebut sehingga solusi yang kami dapatkan adalah kita seharusnya melakukan observasi jauh jauh hari dan melakukan pendekatan dengan warga sekitar dari dusun Sukorejo tersebut terutama dengan pemuda-pemudi yang menjadi audience pada kegiatan sosialisasi ini. Kemudian masalah mencari dan menetapkan pemateri yang akan mengisi kegiatan sosialisasi kegiatan ini, karean adanya beberapa perdebatan dan mempertimbangkan waktu dan hari kegiatan dengan hasil

(16)

rapat kita memutuskan untuk menggunakan pemateri tersebut untuk mengisi kegiatan sosialisasi Hidroponik.

Dari pemasalahan sedikitnya warga yang hadir kami telah melakukan evaluasi dan menghasilkan solusi berupa bahwa kita seharusnya ikut menyebarkan udangan secara lagusung dan bertemu dengan warga yang diundang, kurangnya pendekatan dengan warga juga menjadi salah satu faktor mengapa hal tersebut terjadi. Kemudian pemilihan hari kegiatan juga menjadi faktor yang mempengaruhi, mayoritas yang kami undang memiliki pekerjaan dan tidak bisa kami melakukan kegiatan di hari atau waktu – waktu tertentu.

(17)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan sosialisasi hidroponik di Desa Kasembon, dapat disimpulkan bahwa program ini telah mencapai beberapa tujuan yang telah ditetapkan.

Kegiatan sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang hidroponik, mendorong adopsi metode pertanian yang lebih efisien, dan meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani. Selain itu, adopsi hidroponik juga berhasil mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berdampak positif pada lingkungan. Kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru dalam sektor pertanian dan mendapatkan respon positif dari peserta terkait kualitas dan pelaksanaan program.

B. Rekomendasi

Berlanjutnya Program Sosialisasi: Program sosialisasi tentang hidroponik sebaiknya dilanjutkan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak petani dan masyarakat desa.

Dalam pelaksanaan selanjutnya, dapat dipertimbangkan untuk mengadaptasi materi sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi dalam bidang hidroponik. Penguatan Pendampingan dan Monitoring: Selain menyelenggarakan sosialisasi, penting untuk memberikan pendampingan dan monitoring kepada petani yang telah mengadopsi hidroponik. Dengan bantuan dan dukungan lebih lanjut, petani dapat berhasil menerapkan hidroponik dengan lebih baik dan mencapai hasil yang lebih optimal.

Pengembangan Kemitraan: Untuk mendukung adopsi hidroponik secara luas, penting untuk membangun kemitraan dengan pihak terkait, seperti institusi pertanian, universitas, atau perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Kemitraan dapat memfasilitasi penyediaan sumber daya dan akses ke teknologi terbaru bagi masyarakat desa. Pengukuran Dampak Lingkungan: Untuk memahami dampak lingkungan yang lebih menyeluruh, dianjurkan untuk melakukan pengukuran dan penilaian dampak lingkungan lebih mendalam dari adopsi hidroponik. Hal ini dapat membantu memastikan bahwa pertanian hidroponik benar-benar berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas tanah serta air.

(18)

Lampiran

(19)

Lampiran 1. Daftar Hadir

(20)

Lampiran 2. Materi Kegiatan

Presentation pelatiahan dasar.pptx

(21)

Lampiran 3. Foto Kegiatan

(22)

Lampiran 4. URL Address Publikasi Media Massa

https://www.kompasiana.com/alieffajrin4904/64aeb57e08a8b52299275292/sosialisasi- hidroponik-bagi-masyarakat-dusun-sukorejo-desa-kasembon-kec-bululawang?

utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Referensi

Dokumen terkait

Pemkab Tabalong: telah melakukan sinergi kegiatan, bimtek tahap 1, bimtek tahap 2, survei lapangan bersama, sosialisasi kegiatan, pemanfaatan hasil penelitian untuk

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei dimana kuisioner sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data, metode survei digunakan untuk

Persiapan PBM praktik laboratorium diawali dengan mengadakan rapat yang dihadiri oleh seluruh dosen untuk membahas tentang rencana kegiatan dan merumuskan instruksi

Keberhasilan pelaksanaan IbM di Ranting ‘Aisyiyah Wedomartani dalam pengelolaan pekarangan dengan penanaman menggunakan teknologi vertikultur dan hidroponik, dan di

Pelatihan pengelolaan upacara ngaben berorientasi ergonomi yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini, diawali dengan identifikasi masalah, kemudian dibuat prioritas

Sebagai awal persiapan pelaksanaan dari kegiatan didahului dari menginventarisasi/pendataan terhadap faktor-faktor penunjang dan penghambat kesuksesan penyelenggaraan

METODE PELAKSANAAN Dalam metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pembentukan anggota tim pengabdian selanjutnya merencanakan untuk melakukan survei awal ke lokasi rapat atau

Bulan Kegiatan Utama Januari Persiapan dan sosialisasi kegiatan Januari - Juni Pelatihan Dasar Pramuka Februari Persami Maret Pengembangan Keterampilan Outdoor April Kebersamaan dan