• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HASIL OBSERVASI APE

akunfake

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN HASIL OBSERVASI APE"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL OBSERVASI APE

PENINGKATAN MOTORIK DAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN MEDIA POHON ANGKA

DI TK ALGHOZALI

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Alat Permainan Edukatif Anak Usia Dini

Dosen Pengampu : Rista Sundari, M.Pd

Kelompok Oleh : 1. Nurul Thoyibatul

2. Moh Ridho Fauzul Munir (2103106068)

PIAUD 5A

PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga laporan dengan judul “PENINGKATAN MOTORIK DAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN MEDIA POHON ANGKA DI TK ALGHOZALI” ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Penyusunan laporan ini bertujuan untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah pengembangan alat permainan edukatif anak usia dini. Selain itu, pembuatan laporan ini juga bertujuan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman maka kami yakin masih banyak kekurangan dalam laporan ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, semoga laporan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca.

Semarang, 24 November 2023

Penyusun

(3)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Anak usia dini adalah anak yang masuk pada rentang usia 0-6 tahun. Sesuai dengan pasal 28 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 ayat 1 yang menyatakan bahwa anak usia adalah anak yang masuk pada rentang usia 0-6 tahun (Fadlillah, 2014:18). Anak pada masa tataran usia dini merupakan periode yang sangat penting dalam memberikan rangsangan untuk mencapai perkembangan yang optimal. Perkembangan otak pada usia dini mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga masa ini disebut dengan masa emas atau golden age. Penelitian di bidang neurologi membuktikan bahwa 50% dari kecerdasan anak terbentuk dalam empat tahun pertama pada kehidupan anak, setalah anak berusia delapan tahun, perkembangan otak anak mencapai 80% dan ketika anak berusia 18 tahun perkembangan otak mencapai 100% (Selamet Suyanto, 2005:6).

Pemberian stimulasi merupakan cara membantu anak untuk berkembang, anak yang terstimulasi dengan baik dapat mencapai aspek-aspek perkembangan dengan baik pula. Stimulus dapat diberikan melalui pendidikan anak usia dini, melalui pendidikan anak diberikan pembelajaran melalui bermain. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang diberikan sebelum anak menempuh pendidikan sekolah dasar. Potensi dan kecerdasan yang dimiliki oleh anak akan berkembang melalui pemberian stimulasi yang tepat pada rentang usia dini. Sehingga apa yang diberikan sejak dini akan mempengaruhi perkembangan anak pada tahap selanjutnya. Fadlillah (2014:67) pada UU No. 20 tahun 2003 Pasal 1 butir 14 disebutkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Kognitif diartikan sebagai kecerdasan atau berpikir. Sedangkan proses berpikir adalah proses manusia memperoleh pengetahuan tentang dunia, yang meliputi proses berpikir, belajar, menangkap, mengingat, dan memahami dengan berbagai metode (Murni dkk., 2020). Kemampuan kognitif diperlukan oleh anak untuk mengembangkan pengetahuan tentang apa yang anak dengar, lihat, raba,rasa ataupun yang ia cium oleh panca indra yang anak miliki. Proses kognitif mencakup kegiatanmental adalah menemukan, memilah, mengelompokan, dan mengingat.

Setiap mengingat anakmembutuhkan daya ingat yang kuat. Hal itu bisa diperoleh

(4)

melalui pengalaman serta informasi yangdidapat anak dari masa yang lampau. Untuk itu perlu diciptakan media pembelajaran yang inovatif,kreatif, menarik, dan murah (Herlina, 2020).

Dalam peningkatan kedua aspek tersebut dapat dilakukan dengan memberikan permainan edukatif kepada anak usia dini seperti memberikan permainan pohon angka yang bisa digunakan untuk mengenalkan dan memahami bentuk angka kepada anak usia dini selain itu media yang digunakan ini juga dapat meningkatkan fisik motorik anak di TK AL GHOZALI.

B. Rumusan Masalah

a. Bagaimana cara meningkatkan motorik dan kognitif pada anak ? b. Apa pentingnya melatih motorik dan kognitif pada anak ? c. Apa tujuan meningkatkan motorik dan kognitif pada anak ? C. Tujuan Masalah

a. Agar dapat mengetahui pentingnya melatih motorik dan kognitif pada anak b. Agar dapat mengetahui bagaimana cara meningakatkan motorik dan kognitif

pada anak

c. Agar dapat mengetahui tujuan dari meningkatkan motorik dan kognitif pada anak

BAB II PEMBAHASAN A. Pentingnya melatih motorik dan kognitif pada anak

Perkembangan fisik motorik memiliki peranan sama penting dengan

(5)

aspek perkembangan yang lain, perkembangan motorik dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertama untuk mengetahui tumbuh kembang anak. Hal ini disebabkan perkembangan fisik motorik dapat diamati dengan mudah melalui panca indera, seperti perubahan ukuran pada tubuh anak. Menurut Papalia, D.E. (2014:125) pertumbuhan dan perkembangan fisik mengikuti prinsip sefalokaudal dan proximodistal. Menurut prinsip sefalokaudal, pertumbuhan terjadi dari atas ke bawah, karena otak tumbuh dengan cepat sebelum lahir, kepala bayi yang baru lahir adalah disproporsi besar. Menurut prinsip proximodistal pertumbuhan dan perkembangan motorik dari dalam ke luar (pusat tubuh ke luar), dalam rahim kepala dan badan berkembang sebelum lengan dan kaki, kemudian tangan dan kaki, dan jari tangan dan kaki. Anggota badan terus tumbuh lebih cepat daripada tangan dan kaki pada anak usia dini.

Perkembangan fisik adalah pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada tubuh seseorang. Perubahan yang paling jelas terlihat adalah perubahan pada bentuk dan ukuran tubuh seseorang. Perkembangan motorik (motor development) adalah perubahan yang terjadi secara progressif pada kontrol dan kemampuan untuk melakukan gerakan yang diperoleh melalui interaksi antara faktor kematangan (maturation) dan latihan atau pengalaman (experiences) selama kehidupan yang dapat dilihat melalui perubahan/pergerakan yang dilakukan. (Rini Hildayani, 2016:3.4)

Perkembangan kognitif merupakan tahapan-tahapan berupa perubahan yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia guna memahami, mengolah informasi, memecahkan suatu masalah dan mengetahui sesuatu. Piaget mengungkapkan bahwa sejak lahir manusia sudah memiliki kemampuan tertentu untuk menghadapi objek-objek yang ada disekitarnya. Namun, kemampuan ini masih sangat sederhana, yaitu dalam bentuk kemampuan sensorik dan motorik.

Dalam memahami dunia mereka secara aktif, anak-anak menggunakan skema, asimilasi, akomodasi, organisasi dan equilibrasi. Dengan kemampuan ini balita akan mengeksplorasi lingkungannya dan akan dijadikan dasar pengetahuan tentang dunia yang akan diperoleh kedepannya, serta akan menjadi kemampuankemampuan yang lebih maju dan lebih sulit (Mu’min, 2018 )

Penerapan perkembangan kognitif pada anak dilakukan dengan cara mengetahui sesuatu, upaya menguasai bahkan mengaplikasikan akan suatu stimulus pembelajaran yang dapat dilihat melalui hubungan stimulus respon (Hakim, Lukman & Fitria, 2020). Dalam Andriani & Daryati, (2018), anak usia

(6)

dini pada hakikatnya adalah anak yang sejak masih berupa janin didalam kandungan hingga lahir dengan usia 6 tahun yang mana dikelompokkan dalam janin dalam kandungan hingga lahir, lahir sampai dengan usia 28 hari, usia 1 sampai dengan 24 bulan, dan usia 2 sampai 6 tahun. Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan yang unik. Anak usia dini merupakan usia yang memiliki rentang waktu sejak lahir hingga usia 6 tahun, dimana dilakukan pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohani pada anak agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut (Andriani & Daryati, 2018).

B. Cara meningkatkan motorik dan kognitif pada anak

Memang tidak mudah dalam menerapkan metode permainan pohon angka pada anak usia dini, karena anak lebih senang untuk bermain daripada belajar. Pembelajaran pada anak usia dini perlu dikolaborasikan dengan permainan yang disertai dengan bernyanyi, menarik minat anak dan merangsang anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran (Anggraini dkk., 2020). Guru juga dituntut untuk selalu memiliki inovasi dalam setiap kegiatan pembelajaran agar anak didiknya tidak jenuh dengan cara anak disuruh untuk mempermainkan pohon angka dengan cara bernyanyi dan juga di suruh menerapkanya, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Memang tidak dipungkiri bahwa metode bernyanyi ini memiliki beberapa kekurangan, namun penerapan metode ini untuk memudahkan guru dalam memberikan materi pembelajaran kepada anak usia dini, karena bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan dan dapat menambah pembendaharaan kata untuk anak (Afifa & Gumiandari, 2021).

C. Apa tujuan meningkatkan motorik dan kognitif pada anak ?

Tujuan dari pembelajaran tersebut memiliki dampak yang positif. Hal ini dikarenakan penetingnya aspek tersebut sehingga harus dikembangkan sejak berusia dini. Selain itu juga faktor lingkungan sangat penting dan sangat berpengaruh dalam perkembangan motorik dan kognitif anak. Lingkungan yang bagus akan membantunya untuk tumbuh lebih matang dan juga anak dapat bertumbuh secara mandiri tanpa bantuan maksimal dari orang tua

D. Dokumentasi

(7)

BAB III PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwasanya aktivitas yang merangsang motorik dan kognitif merupakan investasi penting dalam membentuk fondasi perkembangan mereka. Dengan menciptakan alat permainan edukatif pohon

(8)

angka pada anak usia 3- 6 tahun didesa kuncen kec. mijen kota semarang. Hal ini dibuktikan langsung oleh peningkatan penilaian pre-test dan post-test yang dilakukan oleh peneliti.

DAFTAR PUSTAKA

Afifa, F. N., & Gumiandari, S. (2021). Implementasi English Game dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Prasekolah di Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1)

Andriani, J. &, & Daryati, M. E. (2013). Pengaruh Penggunaan Ape Puzzle terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini: Studi Literatur. Jurnal

(9)

Recep, 1(2)

Mu’min, S. A. (2013). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Jurnal Al-Ta’dib, 6(1)

Rini Hildayani. (2016). Psikologi Perkembangan Anak. Tangerang: Universitas Terbuka.

Herlina, H. (2020). Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak tentang Nama-Nama Binatang Ternak d

alam Dua Bahasa (Inggris-Indonesia) melalui Metode Bernyanyi. Jurnal Pendidikan Guru dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1

(10)

INSTRUMEN PENILAIAN

Tabel 2.5 Skala presentase menurut Arikunto45 1-5 Presentase

Pencapaian Interpret

asi

81 – 100 % Sangat

Baik

61 – 80 % Baik

41 – 60 % Cukup

Baik

21 – 40 % Kurang

Baik

0 – 20 % Tidak

Baik

Instrumen untuk ahli materi 1-5 ( Bunda Nailis ) Aspek

Yan g Dini lai

N o Bu tir

Pernyataan Sk

or

Kategori

Isi

Materi 1 Model permainan sesuai dengan tingkatperkembangan anak usia 3-6 tahun

5 Sangat

baik

Kesesuai an

2 Permainan sesuai

dengan 5 Sangat

baik karakteristik anak usia 3-6 tahun

3 Permainan dapat

meningkatkan 4 Baik

kemampuan fisik motorik pada

anak usia 3-6 tahun 4 Permainan

dapat

4 Baik

mengembangkan kemampuan

anak dalam berfikir dan konsentrasi

(11)

5 Permainan dapat

mengembangkan 5 Sangat

baik kemampuan anak

dalam menghitung jumlah kelereng yang

di dapat 6 Permainan

dapat

4 Baik

mengembangkan anak

berinteraksi dalam menyebutkan lambang bilangan/angka

(12)

7 Permainan dapat dimainkan oleh anak usia 3-6 tahun

5 Sangat

baik Sarana

dan Prasara na

8 Bahan yang digunakan dalam membuat permainan tidak berbahaya bagi anak

5 Sangat

baik

Bahasa 9 Petunjuk dan langkah-langkah dalam permainan

mudah dimengerti

5 Sangat

baik

For mat Des ain

10 Kemenarikan media

permainan dapat memotivasi anak untuk lebih aktif dalam pembelajaran

yang diberikan guru

4 Baik

11 Mudah dalam menggunakan media

permainan Ekskavator Kelereng

5 Sangat

baik 12 Anak dapat memahami semua

aturan main pada media yang disediakan

5 Sangat

baik

Jumlah skor

penilaian 56

Skor yang diharapkan

60

Presentase kevalidan : Skor yang diobservasi X 100 %

Skor yang diharapkan

Presentase kevalidan : 56 X 100 % 60

Presentase kevalidan : 93,3 %

Hasil data yang diperoleh diketahui bahwa jumlah skor penilaian yang didapat adalah 56 dari yang diharapkan 60, setelah dikonversikan dalam presentase diperoleh hasil 93,3% dengan kategori “Sangat baik”.

(13)

Instrumen untuk ahli media ( Bunda Dian )

Aspek No

Buti r

Indikat or

Sk or

Kategori

Fisik 1 Bentuk media cukup

menarik 5 Sangat

baik karena media berilustrasi

seperti

memainkan stir mobil dan

menangkap kelereng yang jatuh 2 Bahan yang digunakan ;

kardus, 5 Sangat

baik kain vlanel, lem tembak,

korek

api batang, kertas karton, mika,

stik es cream, sumpit kayu, kertas

emas & silver, lakban/solasi, lem

alteko, lem kertas 3 Jenis bentuk yang

digunakan 5 Sangat

baik berbentuk persegi

panjang menyerupai papan

4 Ukuran media panjang 89

cm 5 Sangat

baik lebar 40 cm

5 Keawetan atau ketahanan

media 4 Baik

sudah sangat kokoh Pemanfaat

an

6 Meningkatkan beberapa aspek

4 Baik

perkembangan pada anak usia 3- 6

tahun

7 Mudah dibawa dan dipindahkan

5 Sangat

baik tempat karena media tersebut

ada

pegangan dan itu tidak mempersulit

(14)

jika dibawa

8 Memudahkan guru dalam kegiatan

4 Baik

pembelajaran untuk melatih konsentrasi, berfikir

dan menghitung pada anak

(15)

Warna 9 Komposisi dan proporsi warna sudah dipilih sesuai dengan tingkat

kemenarikan media yang dibuat

4 Baik

1 0

Pada media yang dibuat menggunakan beberapa warna sehingga membuat anak tertarik

memainkannya

4 Baik

Tampilan 1

1

Desain media yang dibuat sudah dirancang semaksimal mungkin agar anak tidak cepat bosan dalam

bermain

5 Sangat

baik

1 2

Gambar dan bentuk sudah dirancang untuk anak usia 3-6 tahun, sehingga media tersebut menumbuhkan minat anak untuk

bermain

5 Sangat

baik

1 3

Gambar media sudah sesuai dengan

pembelajaran anak usia 3-6 tahun

5 Sangat

baik

Penjelasan 1 4

1. pertama-tama

guru mempersiapkan Alat permainan edukatif (APE) 2. guru membimbing anak membaca basmalah terlebih dahulu untuk memulai permainan

3. guru membagi kelompok terdiri dari 2 orang anak

4. guru memberikan contoh permainan ekskavator kelereng terlebih dahulu kepada anak 5. anak pertama

mengambil

4 baik

(16)

kelereng yang sudah disediakan

(17)

lalu anak memasukkan kelereng 4keatas atau start 6. anak ke dua bisa menggerakkan setir kekanan kekiri sesuai kelereng jatuh 7. setelah terkumpul kelereng yang didapatkan anak bisa menghitung hasil yang didapatkan lalu dimasukkan kedalam kotak yang sudah tersedia

8. setelah itu anak bisa bergantian bermain ekskavator kelereng

9. setelah permainan ekskavator kelereng selesai guru bisa membimbing anak untuk

membaca hamdalah 6 aspek

perkembang an

1 5

1) Nilai agama dan moral;

anak mengetahui sebelum dan sesudah bermain harus membaca doa

2) Fisik Motirk; anak melatih morik halus dan melatih fokus konsentrasi 3) Kognitif; anak dapat menghitung jumlah kelereng yang didapatkan

4) Bahasa; anak paham aturan main yang dijelaskan dan mengungkapkan kata- kata setelah bermain ape tersebut

5) Sosial Emosional; anak mampu berinteraksi

4 Baik

(18)

dengan

teman sekelompok untuk

(19)

pembagian tugas secara bergantian

6) Seni; anak dapat menggerakkan stir ke kanan dan kiri untuk menangkap kelereng

Jumlah skor penilaian 68

Skor yang diharapkan 75

Perhitungan sama dengan perhitungan pada ahli materi

Presentase kevalidan : Skor yang diobservasi X 100 %

Skor yang diharapkan

Presentase kevalidan : 68 X 100 % 75

Presentase kevalidan : 90,6 %

Hasil data yang diperoleh diketahui bahwa jumlah skor penilaian yang didapat adalah 68 dari yang diharapkan 75, setelah dikonversikan dalam presentase diperoleh hasil 90,6% dengan kategori “Sangat baik”.

Tabel 2.2 Kriteria hasil belajar anak Nil

ai

Sk or

Keterangan

1

BB

(Belum Berkembang)

2

MB

(Mulai Berkembang) 3

BSH (Berkembang Sesuai

Harapan) 4

BSB

(Berkembang Sangat Baik)

(20)

Tabel 2.2 kreteria hasil belajar anak Nil

ai

Skor Keterangan

1-5

BB

(Belum Berkembang)

6-10

MB

(Mulai Berkembang)

11-15

BSH (Berkembang Sesuai

Harapan) 16-20

BSB

(Berkembang Sangat Baik)

Tabel 3.10 Rubrik Penilaian Pengembangan Kemampuan Bermain Ekskavator Kelereng pada AnakUsia 3-6 Tahun N

o Indikator Rubr

ik Sk

or 1 Anak mampu Anak belum

mentaati aturan

Anak masih ragu

1 mentaati aturan

2

Anak mulai terbiasa dengan aturan

Anak sudah mentaati dan menguasaiaturan

3

4

2 Anak belum bisa

berfikir dan konsentrasi

Anak masih ragu

Anak mulai bisa berfikir dan konsentrasi

Anak dapat berfikir dan konsentrasi

1

2 3

4

3 Anak mampu menyebutkan lambang bilangan/angka

Anak belum bisa

menyebutkan lambang bilangan/angka

1

(21)

Anak masih ragu- ragu dalam menyebutkan lambang bilangan/ angka

Anak mulai bisa

menyebutkan bilangan/ang ka dengan benar

Anak mampu menyebutkan bilangan/angka dan

menguasainya

2

3

4

4 Anak

mampu berinteraksi

Anak masih diam saja saat bermain

Anak mulai berinteraksi dalam bermain

Anak mulai bisa

menyebutkan angk/bilanga n

Anak mampu berinteraksi dengan baik dalam menyebutkan angka/bilangan

1

dalam

menyebutkan

angka/bilangan 2

3

4

5 Berintera

ksi dalam Anak belum mengenal konsep permainan

Anak masih ragu dalam bermain

1 menyebutkan

angka/bilang an

permainan

2

3

(22)

Anak mulai memahami konsep permainan

Anak mampu memahami dan menguasai konsep

dalam permainan

4

(23)

Tabel Hasil Uji Coba Pre-Test Kelas TK A N

o

Nama Anak P

1 P 2

P 3

P 4

P 5

Juml ah

1 Kisya 3 2 3 3 3 14

2 Aurel 3 2 2 1 3 11

3 Mika 3 2 1 2 3 11

4 Jingga 2 3 2 1 3 11

5 Cia 1 2 3 3 2 11

6 Farrel 2 3 3 2 2 12

7 Adit 2 2 3 3 3 13

8 Fiano 3 3 3 2 2 13

9 Faisal 2 3 3 1 2 11

1 0

Bela 2 3 2 3 2 12

1 1

Gilang 2 2 3 3 2 12

1 2

Eza 3 2 2 3 2 12

Jumlah Total

143

Mean pre-test : Jumlah data Banyak data

Mean pre-test : 143 12 Mean pre-test : 11,91 %

Berdasarkan proses uji coba pre-test secara keseluruhan terhadap kemampuan anak usia 3-6 tahun dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus telah memperoleh data total nilai rata-rata anak 11,91 dalam kategori Berkembang sesuai harapan (BSH).

Tabel Hasil Uji Coba Prost-Test Kelas TK A N

o

Nama Anak P

1 P 2

P 3

P 4

P 5

Juml ah

1 Kisya 3 2 3 3 4 15

2 Aurel 3 2 2 3 3 13

3 Mika 3 2 4 4 3 16

4 Jingga 2 3 2 4 4 15

5 Cia 4 2 3 3 4 16

6 Farrel 2 3 3 3 4 15

(24)

7 Adit 2 4 3 4 3 16

8 Fiano 3 3 3 2 4 15

9 Faisal 2 3 4 3 3 15

1 0

Bela 2 3 4 3 4 16

1 1

Gilang 4 2 3 3 4 16

1 2

Eza 4 2 3 3 2 14

Jumlah Total

182

Mean pre-test : Jumlah data Banyak data

Mean pre-test : 182 12 Mean pre-test : 15,1 %

Berdasarkan proses uji coba prost-test secara keseluruhan terhadap kemampuan anak usia 3-6 tahun dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus telah memperoleh data total nilai rata-rata anak 15,1 dalam kategori Berkembang sesuai harapan (BSH).

Menghitung post-test sama dengan pre-test

Produk Pre-

Test

Post- Test

Selisih Nilai Rata- Rata Pengembang

an media pada Ekskavator

Kelereng

11,91 15,1 3,19

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa terdapat perbedaan dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus pada anak usia 3-6 tahun dalam bermain Ekskavator Kelereng. Pada kegiatan pre-test diperoleh nilai rata-rata 11,91 sedangkan pada kegiatan post-test dengan menggunakan media hasil pengembangan diperoleh nilai rata-rata 15,1. Kegiatan pre-test dan post-test tersebut mendapatkan selisih nilai rata-rata 3,19. Sehingga dengan adanya media Ekskavator Kelereng diharapkan kemampuan anak dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus semakin meningkat.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan alat permainan edukatif (APE) dalam mengembangkan kemampuan mengenal ukuran pada anak usia 4-5 tahun

Padahal mereka tahu bahwa yang mereka konsumsi itu sangat berbahaya tetapi ada beberapa orang yang tidak menghiraukan dampak negatif dari merokok tersebut yang sangat berpengaruh

Namun ada hal yang kurang diperhatikan yakni dalam proses pengajaran dan pembagian jadwal membuat anak-anak segala usia baik itu anak usia Batita, Balita, masa

Sampah B3 yaitu sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan atau produksi yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung

Nilai Agama dan Moral juga Seni[1]. APE adalah alat permainan yang mampu mengoptimalkan perkembangan anak sesuai dengan usia dan tingkat perkembangannya. Mayke

Jawab: sarana dan prasarana di SLB Negeri Pembina Yogyakarta ini sudah cukup baik dan maju, seperti dibangunnya kios-kios yang menjadi sarana untuk anak tunagrahita menyalurkan

Sampah anorganik adalah sampah yang sulit diuraikan,tidak bisa hancur dengan alami, biasanya terdiri atas limbah bahan-bahan kimia yang tidak mudah diuraikan, sedangkan jika sampah

Laporan ini membahas tentang perkembangan sosial anak usia dini KB Nailun