LAPORAN HASIL OBSERVASI APE
PENINGKATAN MOTORIK DAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN MEDIA POHON ANGKA
DI TK ALGHOZALI
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Alat Permainan Edukatif Anak Usia Dini
Dosen Pengampu : Rista Sundari, M.Pd
Kelompok Oleh : 1. Nurul Thoyibatul
2. Moh Ridho Fauzul Munir (2103106068)
PIAUD 5A
PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga laporan dengan judul “PENINGKATAN MOTORIK DAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN MEDIA POHON ANGKA DI TK ALGHOZALI” ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Penyusunan laporan ini bertujuan untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah pengembangan alat permainan edukatif anak usia dini. Selain itu, pembuatan laporan ini juga bertujuan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman maka kami yakin masih banyak kekurangan dalam laporan ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, semoga laporan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca.
Semarang, 24 November 2023
Penyusun
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Anak usia dini adalah anak yang masuk pada rentang usia 0-6 tahun. Sesuai dengan pasal 28 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 ayat 1 yang menyatakan bahwa anak usia adalah anak yang masuk pada rentang usia 0-6 tahun (Fadlillah, 2014:18). Anak pada masa tataran usia dini merupakan periode yang sangat penting dalam memberikan rangsangan untuk mencapai perkembangan yang optimal. Perkembangan otak pada usia dini mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga masa ini disebut dengan masa emas atau golden age. Penelitian di bidang neurologi membuktikan bahwa 50% dari kecerdasan anak terbentuk dalam empat tahun pertama pada kehidupan anak, setalah anak berusia delapan tahun, perkembangan otak anak mencapai 80% dan ketika anak berusia 18 tahun perkembangan otak mencapai 100% (Selamet Suyanto, 2005:6).
Pemberian stimulasi merupakan cara membantu anak untuk berkembang, anak yang terstimulasi dengan baik dapat mencapai aspek-aspek perkembangan dengan baik pula. Stimulus dapat diberikan melalui pendidikan anak usia dini, melalui pendidikan anak diberikan pembelajaran melalui bermain. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang diberikan sebelum anak menempuh pendidikan sekolah dasar. Potensi dan kecerdasan yang dimiliki oleh anak akan berkembang melalui pemberian stimulasi yang tepat pada rentang usia dini. Sehingga apa yang diberikan sejak dini akan mempengaruhi perkembangan anak pada tahap selanjutnya. Fadlillah (2014:67) pada UU No. 20 tahun 2003 Pasal 1 butir 14 disebutkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Kognitif diartikan sebagai kecerdasan atau berpikir. Sedangkan proses berpikir adalah proses manusia memperoleh pengetahuan tentang dunia, yang meliputi proses berpikir, belajar, menangkap, mengingat, dan memahami dengan berbagai metode (Murni dkk., 2020). Kemampuan kognitif diperlukan oleh anak untuk mengembangkan pengetahuan tentang apa yang anak dengar, lihat, raba,rasa ataupun yang ia cium oleh panca indra yang anak miliki. Proses kognitif mencakup kegiatanmental adalah menemukan, memilah, mengelompokan, dan mengingat.
Setiap mengingat anakmembutuhkan daya ingat yang kuat. Hal itu bisa diperoleh
melalui pengalaman serta informasi yangdidapat anak dari masa yang lampau. Untuk itu perlu diciptakan media pembelajaran yang inovatif,kreatif, menarik, dan murah (Herlina, 2020).
Dalam peningkatan kedua aspek tersebut dapat dilakukan dengan memberikan permainan edukatif kepada anak usia dini seperti memberikan permainan pohon angka yang bisa digunakan untuk mengenalkan dan memahami bentuk angka kepada anak usia dini selain itu media yang digunakan ini juga dapat meningkatkan fisik motorik anak di TK AL GHOZALI.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara meningkatkan motorik dan kognitif pada anak ? b. Apa pentingnya melatih motorik dan kognitif pada anak ? c. Apa tujuan meningkatkan motorik dan kognitif pada anak ? C. Tujuan Masalah
a. Agar dapat mengetahui pentingnya melatih motorik dan kognitif pada anak b. Agar dapat mengetahui bagaimana cara meningakatkan motorik dan kognitif
pada anak
c. Agar dapat mengetahui tujuan dari meningkatkan motorik dan kognitif pada anak
BAB II PEMBAHASAN A. Pentingnya melatih motorik dan kognitif pada anak
Perkembangan fisik motorik memiliki peranan sama penting dengan
aspek perkembangan yang lain, perkembangan motorik dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertama untuk mengetahui tumbuh kembang anak. Hal ini disebabkan perkembangan fisik motorik dapat diamati dengan mudah melalui panca indera, seperti perubahan ukuran pada tubuh anak. Menurut Papalia, D.E. (2014:125) pertumbuhan dan perkembangan fisik mengikuti prinsip sefalokaudal dan proximodistal. Menurut prinsip sefalokaudal, pertumbuhan terjadi dari atas ke bawah, karena otak tumbuh dengan cepat sebelum lahir, kepala bayi yang baru lahir adalah disproporsi besar. Menurut prinsip proximodistal pertumbuhan dan perkembangan motorik dari dalam ke luar (pusat tubuh ke luar), dalam rahim kepala dan badan berkembang sebelum lengan dan kaki, kemudian tangan dan kaki, dan jari tangan dan kaki. Anggota badan terus tumbuh lebih cepat daripada tangan dan kaki pada anak usia dini.
Perkembangan fisik adalah pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada tubuh seseorang. Perubahan yang paling jelas terlihat adalah perubahan pada bentuk dan ukuran tubuh seseorang. Perkembangan motorik (motor development) adalah perubahan yang terjadi secara progressif pada kontrol dan kemampuan untuk melakukan gerakan yang diperoleh melalui interaksi antara faktor kematangan (maturation) dan latihan atau pengalaman (experiences) selama kehidupan yang dapat dilihat melalui perubahan/pergerakan yang dilakukan. (Rini Hildayani, 2016:3.4)
Perkembangan kognitif merupakan tahapan-tahapan berupa perubahan yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia guna memahami, mengolah informasi, memecahkan suatu masalah dan mengetahui sesuatu. Piaget mengungkapkan bahwa sejak lahir manusia sudah memiliki kemampuan tertentu untuk menghadapi objek-objek yang ada disekitarnya. Namun, kemampuan ini masih sangat sederhana, yaitu dalam bentuk kemampuan sensorik dan motorik.
Dalam memahami dunia mereka secara aktif, anak-anak menggunakan skema, asimilasi, akomodasi, organisasi dan equilibrasi. Dengan kemampuan ini balita akan mengeksplorasi lingkungannya dan akan dijadikan dasar pengetahuan tentang dunia yang akan diperoleh kedepannya, serta akan menjadi kemampuankemampuan yang lebih maju dan lebih sulit (Mu’min, 2018 )
Penerapan perkembangan kognitif pada anak dilakukan dengan cara mengetahui sesuatu, upaya menguasai bahkan mengaplikasikan akan suatu stimulus pembelajaran yang dapat dilihat melalui hubungan stimulus respon (Hakim, Lukman & Fitria, 2020). Dalam Andriani & Daryati, (2018), anak usia
dini pada hakikatnya adalah anak yang sejak masih berupa janin didalam kandungan hingga lahir dengan usia 6 tahun yang mana dikelompokkan dalam janin dalam kandungan hingga lahir, lahir sampai dengan usia 28 hari, usia 1 sampai dengan 24 bulan, dan usia 2 sampai 6 tahun. Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan yang unik. Anak usia dini merupakan usia yang memiliki rentang waktu sejak lahir hingga usia 6 tahun, dimana dilakukan pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohani pada anak agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut (Andriani & Daryati, 2018).
B. Cara meningkatkan motorik dan kognitif pada anak
Memang tidak mudah dalam menerapkan metode permainan pohon angka pada anak usia dini, karena anak lebih senang untuk bermain daripada belajar. Pembelajaran pada anak usia dini perlu dikolaborasikan dengan permainan yang disertai dengan bernyanyi, menarik minat anak dan merangsang anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran (Anggraini dkk., 2020). Guru juga dituntut untuk selalu memiliki inovasi dalam setiap kegiatan pembelajaran agar anak didiknya tidak jenuh dengan cara anak disuruh untuk mempermainkan pohon angka dengan cara bernyanyi dan juga di suruh menerapkanya, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Memang tidak dipungkiri bahwa metode bernyanyi ini memiliki beberapa kekurangan, namun penerapan metode ini untuk memudahkan guru dalam memberikan materi pembelajaran kepada anak usia dini, karena bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan dan dapat menambah pembendaharaan kata untuk anak (Afifa & Gumiandari, 2021).
C. Apa tujuan meningkatkan motorik dan kognitif pada anak ?
Tujuan dari pembelajaran tersebut memiliki dampak yang positif. Hal ini dikarenakan penetingnya aspek tersebut sehingga harus dikembangkan sejak berusia dini. Selain itu juga faktor lingkungan sangat penting dan sangat berpengaruh dalam perkembangan motorik dan kognitif anak. Lingkungan yang bagus akan membantunya untuk tumbuh lebih matang dan juga anak dapat bertumbuh secara mandiri tanpa bantuan maksimal dari orang tua
D. Dokumentasi
BAB III PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwasanya aktivitas yang merangsang motorik dan kognitif merupakan investasi penting dalam membentuk fondasi perkembangan mereka. Dengan menciptakan alat permainan edukatif pohon
angka pada anak usia 3- 6 tahun didesa kuncen kec. mijen kota semarang. Hal ini dibuktikan langsung oleh peningkatan penilaian pre-test dan post-test yang dilakukan oleh peneliti.
DAFTAR PUSTAKA
Afifa, F. N., & Gumiandari, S. (2021). Implementasi English Game dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Prasekolah di Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1)
Andriani, J. &, & Daryati, M. E. (2013). Pengaruh Penggunaan Ape Puzzle terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini: Studi Literatur. Jurnal
Recep, 1(2)
Mu’min, S. A. (2013). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Jurnal Al-Ta’dib, 6(1)
Rini Hildayani. (2016). Psikologi Perkembangan Anak. Tangerang: Universitas Terbuka.
Herlina, H. (2020). Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak tentang Nama-Nama Binatang Ternak d
alam Dua Bahasa (Inggris-Indonesia) melalui Metode Bernyanyi. Jurnal Pendidikan Guru dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1
INSTRUMEN PENILAIAN
Tabel 2.5 Skala presentase menurut Arikunto45 1-5 Presentase
Pencapaian Interpret
asi
81 – 100 % Sangat
Baik
61 – 80 % Baik
41 – 60 % Cukup
Baik
21 – 40 % Kurang
Baik
0 – 20 % Tidak
Baik
Instrumen untuk ahli materi 1-5 ( Bunda Nailis ) Aspek
Yan g Dini lai
N o Bu tir
Pernyataan Sk
or
Kategori
Isi
Materi 1 Model permainan sesuai dengan tingkatperkembangan anak usia 3-6 tahun
5 Sangat
baik
Kesesuai an
2 Permainan sesuai
dengan 5 Sangat
baik karakteristik anak usia 3-6 tahun
3 Permainan dapat
meningkatkan 4 Baik
kemampuan fisik motorik pada
anak usia 3-6 tahun 4 Permainan
dapat
4 Baik
mengembangkan kemampuan
anak dalam berfikir dan konsentrasi
5 Permainan dapat
mengembangkan 5 Sangat
baik kemampuan anak
dalam menghitung jumlah kelereng yang
di dapat 6 Permainan
dapat
4 Baik
mengembangkan anak
berinteraksi dalam menyebutkan lambang bilangan/angka
7 Permainan dapat dimainkan oleh anak usia 3-6 tahun
5 Sangat
baik Sarana
dan Prasara na
8 Bahan yang digunakan dalam membuat permainan tidak berbahaya bagi anak
5 Sangat
baik
Bahasa 9 Petunjuk dan langkah-langkah dalam permainan
mudah dimengerti
5 Sangat
baik
For mat Des ain
10 Kemenarikan media
permainan dapat memotivasi anak untuk lebih aktif dalam pembelajaran
yang diberikan guru
4 Baik
11 Mudah dalam menggunakan media
permainan Ekskavator Kelereng
5 Sangat
baik 12 Anak dapat memahami semua
aturan main pada media yang disediakan
5 Sangat
baik
Jumlah skor
penilaian 56
Skor yang diharapkan
60
Presentase kevalidan : Skor yang diobservasi X 100 %
Skor yang diharapkan
Presentase kevalidan : 56 X 100 % 60
Presentase kevalidan : 93,3 %
Hasil data yang diperoleh diketahui bahwa jumlah skor penilaian yang didapat adalah 56 dari yang diharapkan 60, setelah dikonversikan dalam presentase diperoleh hasil 93,3% dengan kategori “Sangat baik”.
Instrumen untuk ahli media ( Bunda Dian )
Aspek No
Buti r
Indikat or
Sk or
Kategori
Fisik 1 Bentuk media cukup
menarik 5 Sangat
baik karena media berilustrasi
seperti
memainkan stir mobil dan
menangkap kelereng yang jatuh 2 Bahan yang digunakan ;
kardus, 5 Sangat
baik kain vlanel, lem tembak,
korek
api batang, kertas karton, mika,
stik es cream, sumpit kayu, kertas
emas & silver, lakban/solasi, lem
alteko, lem kertas 3 Jenis bentuk yang
digunakan 5 Sangat
baik berbentuk persegi
panjang menyerupai papan
4 Ukuran media panjang 89
cm 5 Sangat
baik lebar 40 cm
5 Keawetan atau ketahanan
media 4 Baik
sudah sangat kokoh Pemanfaat
an
6 Meningkatkan beberapa aspek
4 Baik
perkembangan pada anak usia 3- 6
tahun
7 Mudah dibawa dan dipindahkan
5 Sangat
baik tempat karena media tersebut
ada
pegangan dan itu tidak mempersulit
jika dibawa
8 Memudahkan guru dalam kegiatan
4 Baik
pembelajaran untuk melatih konsentrasi, berfikir
dan menghitung pada anak
Warna 9 Komposisi dan proporsi warna sudah dipilih sesuai dengan tingkat
kemenarikan media yang dibuat
4 Baik
1 0
Pada media yang dibuat menggunakan beberapa warna sehingga membuat anak tertarik
memainkannya
4 Baik
Tampilan 1
1
Desain media yang dibuat sudah dirancang semaksimal mungkin agar anak tidak cepat bosan dalam
bermain
5 Sangat
baik
1 2
Gambar dan bentuk sudah dirancang untuk anak usia 3-6 tahun, sehingga media tersebut menumbuhkan minat anak untuk
bermain
5 Sangat
baik
1 3
Gambar media sudah sesuai dengan
pembelajaran anak usia 3-6 tahun
5 Sangat
baik
Penjelasan 1 4
1. pertama-tama
guru mempersiapkan Alat permainan edukatif (APE) 2. guru membimbing anak membaca basmalah terlebih dahulu untuk memulai permainan
3. guru membagi kelompok terdiri dari 2 orang anak
4. guru memberikan contoh permainan ekskavator kelereng terlebih dahulu kepada anak 5. anak pertama
mengambil
4 baik
kelereng yang sudah disediakan
lalu anak memasukkan kelereng 4keatas atau start 6. anak ke dua bisa menggerakkan setir kekanan kekiri sesuai kelereng jatuh 7. setelah terkumpul kelereng yang didapatkan anak bisa menghitung hasil yang didapatkan lalu dimasukkan kedalam kotak yang sudah tersedia
8. setelah itu anak bisa bergantian bermain ekskavator kelereng
9. setelah permainan ekskavator kelereng selesai guru bisa membimbing anak untuk
membaca hamdalah 6 aspek
perkembang an
1 5
1) Nilai agama dan moral;
anak mengetahui sebelum dan sesudah bermain harus membaca doa
2) Fisik Motirk; anak melatih morik halus dan melatih fokus konsentrasi 3) Kognitif; anak dapat menghitung jumlah kelereng yang didapatkan
4) Bahasa; anak paham aturan main yang dijelaskan dan mengungkapkan kata- kata setelah bermain ape tersebut
5) Sosial Emosional; anak mampu berinteraksi
4 Baik
dengan
teman sekelompok untuk
pembagian tugas secara bergantian
6) Seni; anak dapat menggerakkan stir ke kanan dan kiri untuk menangkap kelereng
Jumlah skor penilaian 68
Skor yang diharapkan 75
Perhitungan sama dengan perhitungan pada ahli materi
Presentase kevalidan : Skor yang diobservasi X 100 %
Skor yang diharapkan
Presentase kevalidan : 68 X 100 % 75
Presentase kevalidan : 90,6 %
Hasil data yang diperoleh diketahui bahwa jumlah skor penilaian yang didapat adalah 68 dari yang diharapkan 75, setelah dikonversikan dalam presentase diperoleh hasil 90,6% dengan kategori “Sangat baik”.
Tabel 2.2 Kriteria hasil belajar anak Nil
ai
Sk or
Keterangan
1
BB
(Belum Berkembang)
2
MB
(Mulai Berkembang) 3
BSH (Berkembang Sesuai
Harapan) 4
BSB
(Berkembang Sangat Baik)
Tabel 2.2 kreteria hasil belajar anak Nil
ai
Skor Keterangan
1-5
BB
(Belum Berkembang)
6-10
MB
(Mulai Berkembang)
11-15
BSH (Berkembang Sesuai
Harapan) 16-20
BSB
(Berkembang Sangat Baik)
Tabel 3.10 Rubrik Penilaian Pengembangan Kemampuan Bermain Ekskavator Kelereng pada AnakUsia 3-6 Tahun N
o Indikator Rubr
ik Sk
or 1 Anak mampu Anak belum
mentaati aturan
Anak masih ragu
1 mentaati aturan
2
Anak mulai terbiasa dengan aturan
Anak sudah mentaati dan menguasaiaturan
3
4
2 Anak belum bisa
berfikir dan konsentrasi
Anak masih ragu
Anak mulai bisa berfikir dan konsentrasi
Anak dapat berfikir dan konsentrasi
1
2 3
4
3 Anak mampu menyebutkan lambang bilangan/angka
Anak belum bisa
menyebutkan lambang bilangan/angka
1
Anak masih ragu- ragu dalam menyebutkan lambang bilangan/ angka
Anak mulai bisa
menyebutkan bilangan/ang ka dengan benar
Anak mampu menyebutkan bilangan/angka dan
menguasainya
2
3
4
4 Anak
mampu berinteraksi
Anak masih diam saja saat bermain
Anak mulai berinteraksi dalam bermain
Anak mulai bisa
menyebutkan angk/bilanga n
Anak mampu berinteraksi dengan baik dalam menyebutkan angka/bilangan
1
dalam
menyebutkan
angka/bilangan 2
3
4
5 Berintera
ksi dalam Anak belum mengenal konsep permainan
Anak masih ragu dalam bermain
1 menyebutkan
angka/bilang an
permainan
2
3
Anak mulai memahami konsep permainan
Anak mampu memahami dan menguasai konsep
dalam permainan
4
Tabel Hasil Uji Coba Pre-Test Kelas TK A N
o
Nama Anak P
1 P 2
P 3
P 4
P 5
Juml ah
1 Kisya 3 2 3 3 3 14
2 Aurel 3 2 2 1 3 11
3 Mika 3 2 1 2 3 11
4 Jingga 2 3 2 1 3 11
5 Cia 1 2 3 3 2 11
6 Farrel 2 3 3 2 2 12
7 Adit 2 2 3 3 3 13
8 Fiano 3 3 3 2 2 13
9 Faisal 2 3 3 1 2 11
1 0
Bela 2 3 2 3 2 12
1 1
Gilang 2 2 3 3 2 12
1 2
Eza 3 2 2 3 2 12
Jumlah Total
143
Mean pre-test : Jumlah data Banyak data
Mean pre-test : 143 12 Mean pre-test : 11,91 %
Berdasarkan proses uji coba pre-test secara keseluruhan terhadap kemampuan anak usia 3-6 tahun dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus telah memperoleh data total nilai rata-rata anak 11,91 dalam kategori Berkembang sesuai harapan (BSH).
Tabel Hasil Uji Coba Prost-Test Kelas TK A N
o
Nama Anak P
1 P 2
P 3
P 4
P 5
Juml ah
1 Kisya 3 2 3 3 4 15
2 Aurel 3 2 2 3 3 13
3 Mika 3 2 4 4 3 16
4 Jingga 2 3 2 4 4 15
5 Cia 4 2 3 3 4 16
6 Farrel 2 3 3 3 4 15
7 Adit 2 4 3 4 3 16
8 Fiano 3 3 3 2 4 15
9 Faisal 2 3 4 3 3 15
1 0
Bela 2 3 4 3 4 16
1 1
Gilang 4 2 3 3 4 16
1 2
Eza 4 2 3 3 2 14
Jumlah Total
182
Mean pre-test : Jumlah data Banyak data
Mean pre-test : 182 12 Mean pre-test : 15,1 %
Berdasarkan proses uji coba prost-test secara keseluruhan terhadap kemampuan anak usia 3-6 tahun dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus telah memperoleh data total nilai rata-rata anak 15,1 dalam kategori Berkembang sesuai harapan (BSH).
Menghitung post-test sama dengan pre-test
Produk Pre-
Test
Post- Test
Selisih Nilai Rata- Rata Pengembang
an media pada Ekskavator
Kelereng
11,91 15,1 3,19
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa terdapat perbedaan dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus pada anak usia 3-6 tahun dalam bermain Ekskavator Kelereng. Pada kegiatan pre-test diperoleh nilai rata-rata 11,91 sedangkan pada kegiatan post-test dengan menggunakan media hasil pengembangan diperoleh nilai rata-rata 15,1. Kegiatan pre-test dan post-test tersebut mendapatkan selisih nilai rata-rata 3,19. Sehingga dengan adanya media Ekskavator Kelereng diharapkan kemampuan anak dalam meningkatkan konsentrasi dan melatih fokus semakin meningkat.