LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. H
Umur : 24 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Suku : Bugis
Agama : Kristen
Alamat Rumah : Perumnas Palopo
Tgl.Masuk RS : 19 November 2019, pukul 13.45
No.RM : 228493
II. DATA DASAR a. Keluhan Utama :
Pasien G1P0A0 hamil 42 minggu datang dari poli KIA untuk rencana induksi
b. Keluhan Tambahan :
Pasien merasakan sakit dan tegang pada perutnya sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit disertai keluar lendir bercampur darah
c. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien G1P0A0, hamil 42 minggu datang dari poli untuk rencana induksi. Pasien mengeluhkan tegang pada perut disertai keluar darah
bercampur lendir sejak satu hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien diberikan surat pengantar dari dokter umum sebuah klinik karena sudah melewati taksiran tanggal kehamilan. Pasien mengaku rajin memeriksakan kandungannya ke dokter klinik dan tidak memiliki keluhan apa-apa.
HPHT : 28 Februari 2019 TP : 5 November 2019
d. Riwayat Haid :
- Menarche : usia 13 tahun.
- Siklus : 28 hari, teratur.
- Lamanya : 5-7 hari - Nyeri haid : tidak ada.
- Banyaknya : 3 kali ganti pembalut per hari.
e. Riwayat KB :
- Pasien tidak pernah menggunakan KB baik itu KB suntik maupun PIL
f. Riwayat Pernikahan :
- Menikah 1 kali dengan suami yang sekarang selama 2 tahun.
g. Riwayat Obstetri :
- Ini kehamilan pertama pasien - Abortus (-)
h. Riwayat Penyakit Dahulu
- Riwayat Hipertensi : Disangkal - Riwayat Diabetes Melitus : Disangkal - Riwayat Penyakit Jantung : Disangkal - Riwayat Asma : Disangkal - Riwayat Alergi : Disangkal
i. Riwayat Penyakit Keluarga
- Riwayat Hipertensi : Disangkal - Riwayat Diabetes Melitus : Disangkal - Riwayat Penyakit Jantung : Disangkal - Riwayat Asma : Disangkal - Riwayat Alergi : Disangkal
j. Catatan Penting Selama Asuhan Antenatal
ANC di bidan, kontrol kehamilan sejak usia kehamilan 10 minggu. Setiap bulan sekali sampai usia kehamilan 31 minggu. Setelah usia kehamilan 32 minggu, pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu sekali.
III. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis:
KEADAAN UMUM Kesadaran Compos mentis
Kesan sakit Sakit sedang
Status gizi Baik
Sikap pasien Kooperatif
Komunikasi Baik
Dispnoe Tidak tampak
TB / BB 165 cm / 65 kg
TANDA2 VITAL Tekanan darah 120/80 mmHg.
Nadi 82 x/menit.
Suhu 36°C
Respiratory rate 18 x/menit
KULIT Turgor kulit Baik
Warna kulit Sawo matang KEPALA Bentuk kepala Normochepali
MATA PALPEBRA
Oedem Tidak ada
Exopthalmus Tidak ada Enopthalmus Tidak ada Konjungtiva Tidak anemis
Sklera Tidak ikterik
Pupil Isokor
Refleks cahaya langsung
+/+
Refleks cahaya tidak langsung
+/+
LEHER Pembesaran
kelenjar
Tidak ada
Deviasi trakea Tidak ada Kaku kuduk Tidak ada Kelenjar tiroid Tidak teraba
JVP T.T
THORAKS Inspeksi Bentuk normal, simetris
Palpasi Fremitus taktil sama di kedua lapang paru.
Perkusi Sonor di seluruh lapang paru
Batas paru hepar pada IC VI garis mid clavicula kanan
Batas paru lambung pada IC VIII garis axillaris anterior kiri
Auskultasi VBS vesikuler, Rh -/-, Wh -/-.
JANTUNG Inspeksi Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi Ictus cordis teraba di ICS IV, tidak kuat angkat Perkusi Batas kiri jantung di ICS V garis mid clavicularis
kiri
Batas kanan jantung di ICS V garis mid sternal kanan
Batas atas jantung di ICS III garis para sternal kiri Auskultasi S1 S2 Reguler murmur tidak ada, gallop tidak ada
ABDOMEN
Inspeksi Membuncit
Palpasi TFU 33 cm
Leopold I : bokong Leopold II : puki Leopold III : kepala Leopold IV : 4/5
Perkusi Timpani
Auskultasi DJJ1 133 kali/menit
EKSTREMITAS ATAS
Akral Hangat
Palmar eritem Tidak ada Clubbing finger Tidak ada
Sianosis Tidak ada
Ikterik Tidak ada
Motorik Baik
Sensorik Baik
EKSTREMITAS BAWAH
Akral Hangat
Palmar eritem Tidak ada Clubbing finger Tidak ada
Sianosis Tidak ada
Ikterik Tidak ada
Motorik Baik
Sensorik Baik
Status Obstetri:
1. Pemeriksaan luar INSPEKSI : perut membuncit.
PALPASI :
TFU : 33 cm.
Leopold I : Teraba 1 bagian besar, bulat lunak, dan tidak melenting.
Leopold II : Teraba bagian kontinyu dari janin (punggung janin) pada sisi kiri ibu.
Leopold III : Teraba bagian keras dan bulat tidak dapat digerakan pada sisi kiri ibu (kepala).
Leopold IV : Bagian terbawah janin yang masuk pintu atas panggul 4/5
AUSKULTASI : DJJ1 : 133 kali/menit
2. Pemeriksaan Dalam
Inpeksi : Vulva dan uretra tidak ada kelainan
Vagina Toucher : pembukaan 1 cm, portio tebal lunak, ketuban (+), kepala Hodge 1, UUK belum jelas
KESAN
- Hamil 42 minggu berdasarkan taksiran HPHT, belum ada tanda-tanda inpartu sehingga direncanakan induksi
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
- Pemeriksaan Laboratorium (9/11/2019)
Hemoglobin : 11,5 mg/dl ( Normal: 11,0 – 16,5 ) Leukosit : 14.500 /mm2 (normal : 3500-10.000)
Trombosit : 314.000 /mm2 ( Normal: 150 – 500 ribu/mm2) Hematokrit : 34 % ( Normal : 35 – 47%)
Bleeding time : 2 menit Clotting time : 9 menit
- USG (tanggal 19 Maret 2019)
o Janin tunggal hidup, presentasi kepala (postero oksipito persistent), dengan usia kehamilan 41-42 minggu dengan taksiran berat 3100 gr.
V. DIAGNOSIS KERJA
Ibu : G2P1A0 Hamil 40-41 minggu, janin tunggal intrauterin presentasi kepala (postero oksipito persistent).
Janin : Janin tunggal hidup intrauterin presentasi kepala (postero oksipito persistent).
VI. RENCANA PENATALAKSANAAN Rencana Diagnosis:
- Observasi tanda-tanda vital
- Observasi kontraksi, DJJ, gerak janin Rencana Terapi:
o Pasang iv line
o Iuvd D5% + 5 unit oxytocin 10 tpm 40 tpm Rencana Operasi SC:
o Puasakan pasien (20 november 2019) o Pasang kateter
Rencana Pendidikan:
Menjelaskan pada pasien dan keluarga akan keadaan ibu pada rencana yang akan dilaksanakan.
VII. PROGNOSIS
Ibu : bonam.
Janin : ad bonam
PERKEMBANGAN SOAP Tanggal 20 -11 -20119, pkl. 07.30 WIB
S : Mules (-), rembesan air (-), lendir (-), darah (-)
O : TD : 110/60 mmHg, N : 84 x/menit, S : 360C, RR : 20 x/menit
Abdomen : TFU 33 cm L1 : bokong L2 : puki L3 : kepala L4 : PAP 4/5
A : G2P1A0 Hamil 42 minggu, janin tunggal intrauterin presentasi kepala (postero oksipito persistent).
P : pro SC
Tanggal : 20-11-2019 Jam : 14.45 wib
Telah dilakukan operasi SC oleh dr.Sp.OG, bayi lahir pada pukul 14.50 WIB, jenis kelamin perempuan, BBL : 3100 gr, PBL : 52 cm, A/S : 8/9, anus (+), cacat (-), HR 148 x/menit, RR 40x/menit, Suhu 37,1 0C, pernafasan cuping hidung (-), retraksi dada (-), pergerakan bayi aktif, warna ketuban jernih, plasenta lahir lengkap.
Follow up post partum Tanggal 20-11-2019, pkl. 16:30 WIB
S : nyeri post op (+), mobilisasi (-), ASI (-), makan (-), minum (-), BAK on DC, BAB (-), flatus (-)
O : abdomen
Inspeksi : buncit (-)
Palpasi : TFU 2 jari dibawah pusat Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus ( - )
A : P1 A0 post SC atas indikasi induksi gagal P : R. Dx/ : - Observasi TTV
- Mobilisasi bertahap.
- Motivasi - Diet TKTP
- Infus RL 20 tpm + 2 ampul oksitosin /24 jam - inj cefotaxim 2 x 1 gr iv
- inj vit c 2 x 1 amp iv - inj neurobion 1 x 1 amp
- Ciprofloxacin tablet 3 x 500 mg - Sangobion tab 1 x 1
- Asam mefenamat tab 3 x 1
VIII.
ResumePasien datang kerumah sakit G101A0 Hamil 42 minggu, janin tunggal intrauterin presentasi kepala (postero oksipito persistent). Dengan keluhan tegang pada perut disertai keluar darah bercampur lendir dari kemaluan.
Pasien tidak mempunyai riwayat penyakit darah tinggi, DM, asma, maupun alergi. Riwayat ANC baik. Pasien direncanakan tindakan operasi sc dengan indikasi gagal induksi
Bayi lahir pada pukul 14.50 WIB, jenis kelamin perempuan, BBL : 3100 gr, PBL : 52 cm, A/S : 8/9, anus (+), cacat (-), HR 148 x/menit, RR 40x/menit, Suhu 37,1 0C, pernafasan cuping hidung (-), retraksi dada (-), pergerakan bayi aktif, warna ketuban jernih, plasenta lahir lengkap.. Kondisi ibu setelah persalinan baik dengan hemodinamik stabil.