LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT
PEMETAAN SOSIAL STRES KERJA TENAGA MEDIS DAN NON MEDIS DI...
Disusun oleh:
PROGAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS FALSAFAH DAN PERADABAN UNIVERSITAS PARAMADINA
2024
BAB I 1. PENDAHULUAN
1.1. Analisis Situasi
Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang diharapkan dapat berperan membentuk peserta didik mencapai perkembangan secara optimal. Sekolah dan orang tua bertanggung jawab dalam membentuk siswa agar menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan dan memiliki etika dalam kehidupan serta mengimplementasikan moral pancasila yang diharapkan dapat menjadi tongkat estafet sebagai generasi penerus bangsa sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai bangsa Indonesia.
Namun faktanya kini masih sering terjadi di sekolah banyak siswa yang kurang mencapai perkembangan optimal seperti yang diharapkan. Salah satu fenomena yang sekarang banyak menyita perhatian adalah tindak kekerasan (bullying) di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, maupun oleh siswa terhadap siswa lainnya. penelitian oleh Siron et al. (2021) mengungkapkan bahwa bullying dapat menyebabkan trauma yang berkepanjangan pada korban, yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional mereka. Banyaknya aksi tawuran dan kekerasan yang dilakukan oleh siswa di sekolah yang semakin banyak kabar di media sosial menjadi bukti telah tercerabutnya nilai nilai moralitas. Kasus-kasus bullying tersebut tidak saja mencoreng citra pendidikan yang selama ini dipercaya oleh banyak kalangan sebagai sebuah tempat di mana proses siswa menimba ilmu, justru menimbulkan sebuah pertanyaan, bahkan gugatan dari berbagai pihak yang semakin kritis mempertanyakan esensi pendididkan di sekolah dewasa ini.
Belakangan ini kasus bullying di Kabupaten Bekasi telah menjadi isu serius yang memerlukan perhatian mendalam dari berbagai pihak, termasuk orang tua, pendidik, dan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan mengenai perundungan di lingkungan sekolah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi mencatat bahwa terdapat 10 kasus bullying yang dilaporkan di lembaga pendidikan pada tahun ini, sementara total kasus kekerasan terhadap anak mencapai 111.
Dampak dari bullying tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi psikologis yang signifikan bagi anak-anak yang menjadi korban. Penelitian menunjukkan
bahwa anak-anak yang mengalami bullying cenderung mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Selain itu, bullying dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak, serta dapat mempengaruhi prestasi akademis mereka. Oleh karena hal tersebut, penting untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana bullying mempengaruhi kesehatan mental anak agar dapat diambil tindakan secara preventif dan intervensi yang tepat.
1.2. Permasalahan Mitra 1.3. Tujuan Penelitian
BAB II 2. SOLUSI DAN TARGET LUARAN
2.1. Solusi yang Ditawarkan 2.2. Jenis Luaran
BAB III 3. METODE PELAKSANAAN
3.1. Tahapan dalam Menyelesaikan Masalah Mitra
3.2. Metode Pendekatan untuk Menyelesaikan Persoalan Mitra
3.3. Langkah Evaluasi Pelaksanaan Program dan Keberlanjutan Program BAB IV
4. KELAYAKAN TIM PENGABDI/PERGURUAN TINGGI 4.1. Kepakaran yang diperlukan
4.2. Susunan Tim Pengusul
Nama Tim Pengusul Kepakaran dan Tugas
Ketua Tim dan Pelaksana, Kreator Gambar Mandala, dan Power Point
Hubungan Masyarakat, penganggaran &
observer
Sekretaris (Teori pendukung dari alat ukur yang digunakan), bendahara, prasarana &
observer
Tabel 4.2 Kepakaran dan Tugas Tim Pengusul
BAB V 5. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
5.1. Anggaran Biaya 5.2. Jadwal Kegiatan
REFERENSI