TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN INOVASI PRODUK MENGIDENTIFIKASI DAYA SIMPAN PRODUK
DISUSUN OLEH:
Vicky Ferdiansyah Saputra 20220220187
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA FAKULTAS PERTANIAN
PRODI AGRIBISNIS 2024
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dalam industri, menentukan umur simpan bahan baku adalah langkah penting untuk menjamin kelancaran produksi. Daya tahan bahan baku merujuk pada kemampuannya untuk mempertahankan kualitas dan keandalannya selama penyimpanan. Hal ini sangat penting karena bahan baku yang rusak atau terkontaminasi dapat mengganggu proses produksi, menurunkan efisiensi, dan menghasilkan produk akhir yang cacat. Menentukan penyimpanan bahan baku melibatkan beberapa aspek penting, seperti memahami sifat bahan baku, kondisi penyimpanan yang tepat, dan metode pemantauan yang efektif.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengawetan bahan baku termasuk suhu, kelembaban, paparan cahaya, oksigen, dan interaksi dengan bahan lain.
B. Tujuan praktikum
Mengidentifikasi daya simpan beberapa jenis sayuran, sampai berapa lama dapat di simpan dalam suhu ruang, dalam cooler dan freezer sampai kondisinya tidak dapat di pasarkan.
C. Alat dan bahan Alat;
1) Cooler 2) Koran 3) Plastik Bahan;
1) Bayam 2) Buncis 3) Waluh
4) Bawangbombay 5) Pakcoy
BAB II PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Perlakuan suhu ruang
• Sayur daun: bayam Cover Objek
Pengamatan
Pengamatan hari ke Ket
1 2 3 4 5 6 7
Tanpa cover
Warna - +3 +2 +1 - Kilau - +3 +2 +1 - Tekstur kulit - +3 +2 +1 - Kerontokan - +2 +2 +0 - Dibungkus
kertas
Warna - +2 +2 +1 -
Kilau - +2 +2 +1 -
Tekstur kulit - +2 +2 +1 - Kerontokan - 0 +2 0 - Dibungkus
plastik
Warna - - - - -
Kilau - - - - -
Tekstur kulit - - - - - Kerontokan - - - - -
• Sayur buah: waluh Cover Objek
Pengamatan
Pengamatan hari ke Ket
1 2 3 4 5 6 7
Tanpa cover
Warna - +3 +3 +2 - Kilau - +2 +2 +2 - Tekstur kulit - +3 +2 +2 - Kerontokan - 0 0 0 - Dibungkus
kertas
Warna - +3 +3 +2 -
Kilau - +3 +3 +2 -
Tekstur kulit - +3 +3 +2 - Kerontokan - 0 0 0 - Dibungkus
plastik
Warna - +3 +3 +3 -
Kilau - +3 +3 +3 -
Tekstur kulit - +3 +3 +3 - Kerontokan - 0 0 0 -
• Sayur umbi: bombai Cover Objek
Pengamatan
Pengamatan hari ke Ket
1 2 3 4 5 6 7
Tanpa cover
Warna - +4 +4 +4 - Kilau - +4 +4 +4 -
Tekstur kulit - +4 +4 +4 - Kerontokan - 0 0 0 - Dibungkus
kertas
Warna - +4 +4 +4 -
Kilau - +4 +4 +4 -
Tekstur kulit - +4 +4 +4 - Kerontokan - 0 0 0 - Dibungkus
plastik
Warna - +4 +4 +4 -
Kilau - +4 +4 +4 -
Tekstur kulit - +4 +4 +4 - Kerontokan - 0 0 0 -
• Sayur daun : pakcoy Cover Objek
Pengamatan
Pengamatan hari ke Ket
1 2 3 4 5 6 7
Tanpa cover
Warna - +3 +2 +1 - Kilau - +3 +2 +1 - Tekstur kulit - +3 +2 +1 - Kerontokan - 0 0 0 - Dibungkus
kertas
Warna - -
Kilau - -
Tekstur kulit - -
Kerontokan - -
Dibungkus plastik
Warna - +4 +4 +4 -
Kilau - +4 +4 +3 -
Tekstur kulit - +4 +4 +2 - Kerontokan - 0 0 0 -
2. Perlakuan suhu kulkas
• Sayur daun: bayam Cover Objek
Pengamatan
Pengamatan hari ke Ket
1 2 3 4 5 6 7
Tanpa cover
Warna - +3 +2 +1 - Kilau - +3 +2 +1 - Tekstur kulit - +3 +2 +1 - Kerontokan - 0 +2 0 - Dibungkus
kertas
Warna - - - - -
Kilau - - - - -
Tekstur kulit - - - - - Kerontokan - - - - - Dibungkus
plastik
Warna - +4 +3 +3 -
Kilau - +4 +3 +2 -
Tekstur kulit - +4 +3 +3 - Kerontokan - 0 +3 +2 -
• Sayur buah: buncis Cover Objek
Pengamatan
Pengamatan hari ke Ket
1 2 3 4 5 6 7
Tanpa cover
Warna - +4 +4 +3 - Kilau - +4 +3 +3 - Tekstur kulit - +4 +4 +2 - Kerontokan - 0 0 0 - Dibungkus
kertas
Warna - - - - -
Kilau - - - - -
Tekstur kulit - - - - - Kerontokan - - - - - Dibungkus
plastik
Warna - +4 +4 +3 -
Kilau - +4 +3 +3 -
Tekstur kulit - +4 +4 +4 - Kerontokan - 0 0 0 -
A. Suhu Ruang a. Waluh
1. Tanpa Cover
Pengamatan terhadap waluh yang disimpan pada suhu ruang tanpa penutup selama tujuh hari menunjukkan penurunan kualitas secara bertahap. Pada hari pertama, tidak ada pengamatan yang dilakukan. Waluh masih dalam kondisi baik pada hari kedua dan ketiga, tanpa perubahan signifikan dan tetap segar seperti saat pertama kali disimpan. Namun, pada hari keempat, warna waluh mulai memudar, menandakan awal proses degradasi. Pada hari kelima, kulit waluh mulai mengeriput, menunjukkan kehilangan kelembaban yang mempengaruhi tekstur dan kesegarannya. Kondisi ini berlanjut pada hari keenam, di mana tekstur waluh menjadi lebih lembek, menunjukkan bahwa waluh semakin matang atau mulai mengalami pembusukan. Pada hari ketujuh, kualitas waluh menurun lebih jauh, ditandai dengan penurunan yang sangat terlihat dari segi warna, tekstur, dan kemungkinan aroma. Secara keseluruhan, waluh yang disimpan pada suhu ruang tanpa penutup mengalami penurunan kualitas signifikan dalam waktu tujuh hari, dimulai dari perubahan warna hingga tekstur yang lembek dan kulit yang mengeriput.
2. Cover Kertas
Pengamatan terhadap waluh yang disimpan pada suhu ruang dengan cover kertas selama tujuh hari menunjukkan penurunan kualitas yang lebih lambat dibandingkan dengan waluh tanpa cover. Pada hari pertama, tidak ada pengamatan yang dilakukan, baik dengan cover kertas maupun tanpa cover.
Pada hari kedua dan ketiga, waluh dengan cover kertas masih dalam kondisi baik, sama seperti
waluh tanpa cover, tanpa perubahan signifikan yang terlihat. Pada hari keempat, waluh dengan cover kertas mulai menunjukkan sedikit perubahan warna, namun ini terjadi lebih lambat dibandingkan dengan waluh tanpa cover yang warnanya mulai memudar secara lebih jelas. Pada hari kelima, tekstur waluh dengan cover kertas mulai sedikit berubah, menandakan awal dari proses degradasi yang lebih lambat. Sementara itu, waluh tanpa cover sudah menunjukkan kulit yang mengeriput pada tahap ini. Pada hari keenam, waluh dengan cover kertas mulai mengeriput, sementara waluh tanpa cover sudah mengalami tekstur lebih lembek. Pada hari ketujuh, kualitas waluh dengan cover kertas menurun, tetapi masih dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan waluh tanpa cover, yang sudah menunjukkan penurunan kualitas yang signifikan. Secara keseluruhan, penggunaan cover kertas pada waluh yang disimpan di suhu ruang membantu mempertahankan kualitasnya lebih lama dibandingkan waluh tanpa cover, dengan perubahan warna, tekstur, dan kondisi kulit yang terjadi lebih lambat.
3. Cover Plastik
Pengamatan terhadap waluh yang disimpan pada suhu ruang dengan cover plastik menunjukkan bahwa waluh tetap dalam kondisi baik hingga hari ketiga, mulai menunjukkan sedikit perubahan warna pada hari keempat, dan tekstur sedikit berubah pada hari kelima. Pada hari keenam, waluh mulai mengeriput, namun tetap layak konsumsi hingga hari ketujuh. Dibandingkan dengan waluh tanpa cover, yang mengalami penurunan kualitas signifikan dengan kulit mengeriput dan tekstur lebih lembek mulai hari kelima, dan waluh dengan cover kertas yang mulai mengeriput pada hari keenam tetapi juga masih dalam kondisi baik pada hari ketujuh, cover plastik memberikan perlindungan terbaik. Cover plastik membantu mempertahankan kualitas waluh lebih lama dengan memperlambat proses degradasi dan menjaga tekstur serta kesegaran lebih efektif.
b. Bawang Bombay 1. Tanpa Cover
Pengamatan terhadap bawang bombay yang disimpan pada suhu ruang tanpa cover menunjukkan bahwa pada hari kedua dan ketiga, bawang bombay masih dalam kondisi baik. Pada hari keempat, warna bawang mulai kusam, menandakan awal proses penurunan kualitas. Pada hari kelima, kulit bawang mulai mengering, dan pada hari keenam, bawang sedikit mengering lebih lanjut. Meski begitu, bawang bombay masih layak konsumsi hingga hari ketujuh. Perubahan ini menunjukkan bahwa bawang bombay tanpa cover mengalami penurunan kualitas yang bertahap tetapi tetap dapat digunakan dalam waktu seminggu.
2. Cover Kertas
Pengamatan terhadap bawang bombay yang disimpan pada suhu ruang tanpa cover menunjukkan bahwa bawang bombay masih dalam kondisi baik pada hari kedua dan ketiga. Pada hari keempat, warna bawang mulai sedikit memudar, menandakan awal penurunan kualitas. Pada hari kelima, kulit bawang mulai sedikit kering, dan pada hari keenam, bawang sedikit mengering lebih lanjut.
Meski mengalami penurunan kualitas, bawang bombay masih layak konsumsi hingga hari ketujuh.
Perubahan ini menunjukkan bahwa bawang bombay tanpa cover tetap dapat digunakan dalam waktu seminggu meski mengalami sedikit penurunan kualitas dari segi warna dan kelembaban.
Pengamatan terhadap bawang bombay yang disimpan pada suhu ruang dengan dibungkus plastik menunjukkan bahwa bawang bombay masih dalam kondisi baik pada hari kedua dan ketiga. Pada hari keempat, warna bawang mulai sedikit memudar, menandakan awal perubahan kualitas. Pada hari kelima, kulit bawang sedikit kering, namun tetap dalam kondisi baik pada hari keenam.
Hingga hari ketujuh, bawang bombay masih layak konsumsi. Perubahan ini menunjukkan bahwa membungkus bawang bombay dengan plastik dapat memperlambat penurunan kualitas, menjaga bawang tetap dalam kondisi baik dan layak konsumsi selama seminggu meskipun mengalami sedikit perubahan warna dan kelembaban.
c. Pakcoy
Pengamatan terhadap pakcoy yang disimpan pada suhu ruang tanpa cover menunjukkan penurunan kualitas yang cepat. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, daun pakcoy mulai layu, dan pada hari ketiga daun menguning. Pada hari keempat, tekstur pakcoy menjadi lembek, membuatnya tidak layak jual. Kondisi ini berlanjut hingga hari kelima, keenam, dan ketujuh, di mana pakcoy tetap tidak layak jual. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa cover, pakcoy cepat mengalami penurunan kualitas, dengan perubahan signifikan pada warna daun dan tekstur hanya dalam beberapa hari.
Pengamatan terhadap pakcoy yang disimpan pada suhu ruang dengan cover kertas menunjukkan penurunan kualitas yang sedikit lebih lambat dibandingkan tanpa cover. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, daun pakcoy hanya sedikit layu, dan mulai menguning pada hari ketiga. Pada hari keempat, tekstur pakcoy menjadi lebih lembek, dan daun kuning semakin jelas pada hari kelima. Pada hari keenam, pakcoy menjadi layu dan kuning, dan akhirnya tidak layak jual pada hari ketujuh. Cover kertas membantu memperlambat penurunan kualitas pakcoy sedikit, namun tetap tidak dapat menjaga kesegarannya dalam jangka waktu seminggu.
Pengamatan terhadap pakcoy yang disimpan pada suhu ruang dengan dibungkus plastik menunjukkan penurunan kualitas yang paling lambat. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, daun pakcoy tetap segar, dan masih dalam kondisi baik pada hari ketiga. Warna daun mulai sedikit memudar pada hari keempat, dan daun mulai layu pada hari kelima. Meskipun warna menguning, pada hari keenam pakcoy masih layak konsumsi hingga hari ketujuh. Membungkus pakcoy dengan plastik secara efektif memperlambat penurunan kualitas, mempertahankan kesegarannya lebih lama dibandingkan metode penyimpanan lainnya.
d. Buncis
Pengamatan terhadap buncis yang disimpan pada suhu ruang tanpa cover menunjukkan penurunan kualitas yang cepat. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, buncis mulai layu, dan pada hari ketiga warna mulai memudar. Pada hari keempat, tekstur buncis menjadi lembek, dan mulai dari hari kelima hingga hari ketujuh, buncis sudah tidak layak jual. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa cover, buncis cepat mengalami penurunan kualitas dengan perubahan signifikan dalam waktu empat hari.
Pengamatan terhadap buncis yang disimpan pada suhu ruang dengan cover kertas menunjukkan sedikit perlambatan dalam penurunan kualitas dibandingkan tanpa cover. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, buncis mulai layu, dan sedikit kuning pada hari ketiga. Pada hari keempat, tekstur buncis menjadi lembek. Mulai hari kelima hingga hari ketujuh, buncis sudah tidak layak jual. Cover kertas membantu sedikit memperlambat penurunan kualitas buncis, namun tidak cukup untuk menjaga kesegarannya lebih lama.
Pengamatan terhadap buncis yang disimpan pada suhu ruang dengan dibungkus plastik menunjukkan penurunan kualitas yang paling lambat. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua dan ketiga, buncis masih segar. Pada hari keempat, buncis sedikit layu dan warna mulai memudar. Pada hari kelima, tekstur buncis menjadi lebih lembek, namun masih layak konsumsi hingga hari keenam dan ketujuh. Membungkus buncis dengan plastik secara efektif memperlambat penurunan kualitas, mempertahankan kesegarannya lebih lama dibandingkan metode penyimpanan lainnya.
e. Bayam
Pengamatan terhadap bayam yang disimpan pada suhu ruang tanpa cover menunjukkan penurunan kualitas yang cepat. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, daun bayam mulai layu, dan pada hari ketiga warna daun memudar. Pada hari keempat, daun bayam menguning, dan mulai dari hari kelima hingga hari ketujuh, bayam sudah tidak layak jual.
Hal ini menunjukkan bahwa tanpa cover, bayam cepat mengalami penurunan kualitas, dengan perubahan signifikan pada warna daun dan kondisi fisik hanya dalam beberapa hari.
Pengamatan terhadap bayam yang disimpan pada suhu ruang dengan cover kertas menunjukkan penurunan kualitas yang sedikit lebih lambat dibandingkan tanpa cover. Pada hari pertama tidak
ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, daun bayam hanya sedikit layu, dan mulai menguning pada hari ketiga. Pada hari keempat, tekstur bayam menjadi lebih lembek, dan daun kuning semakin jelas pada hari kelima. Pada hari keenam, bayam menjadi layu dan kuning, dan akhirnya tidak layak jual pada hari ketujuh. Cover kertas membantu memperlambat penurunan kualitas bayam sedikit, namun tetap tidak dapat menjaga kesegarannya dalam jangka waktu seminggu.
Pengamatan terhadap bayam yang disimpan pada suhu ruang dengan dibungkus plastik menunjukkan penurunan kualitas yang paling lambat. Pada hari pertama tidak ada pengamatan yang dilakukan. Pada hari kedua, daun bayam tetap segar, dan masih dalam kondisi baik pada hari ketiga. Warna daun mulai sedikit memudar pada hari keempat, dan daun mulai layu pada hari kelima. Meskipun warna menguning, pada hari keenam bayam masih layak konsumsi hingga hari ketujuh. Membungkus bayam dengan plastik secara efektif memperlambat penurunan kualitas, mempertahankan kesegarannya lebih lama dibandingkan metode penyimpanan lainnya.
KESIMPULAN
Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan cover kertas dan plastik dapat membantu mempertahankan kualitas sayuran, seperti bayam, buncis, waluh, bombai, dan pakcoy, selama penyimpanan di suhu ruang, kulkas, dan freezer. Sayuran yang disimpan dengan cover kertas dan plastik menunjukkan penurunan kualitas yang lebih lambat dibandingkan sayuran tanpa cover.
Penggunaan cover kertas dan plastik dapat membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme, perubahan kimiawi yang tidak diinginkan, atau kerusakan fisik sayuran. Dengan demikian, penggunaan cover kertas dan plastik dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan kualitas produk yang optimal.