• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PROGRAM SURABAYA MENGAJAR SMPN 16 SURABAYA

N/A
N/A
077@Adelia Dwi Cahyani

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PROGRAM SURABAYA MENGAJAR SMPN 16 SURABAYA"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PROGRAM SURABAYA MENGAJAR

SMPN 16 SURABAYA

Oleh :

Jefri Renaldi Putra Ansori (20020134032) Naufaldo Farransyah (20020134038) Abraham Miracle Kurniawan (20020134053) Adelia Dwi Cahyani (20020134077) Ni Luh N. Jeylita Paramacitha (20020134079)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS BAHASA DAN SENI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI DRAMA TARI DAN MUSIK 2023

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ………....1 B. Profil Singkat Sekolah………..…...

C. Tujuan ………

D. Manfaat……….…..

BAB II ISI

A. Struktur Mahasiswa Pengajar………....………..…...

B. Media Pembelajaran Kelas VIII (Jefri)………..………….

………...1

C. Media Pembelajaran Kelas VIII (Abraham)………..

………...1 D. Media Pembelajaran Kelas IX (Naufaldo)

………..……….1 E. Media Pembelajaran Kelas IX (Ni Luh Jeylita)

……….……..….1 F. Media Pembelajaran Kelas IX (Adelia)………..

………1

BAB III PENUTUP

A. Simpulan………..……….

B. Saran………..………...

REFERENSI LAMPIRAN

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat petunjuk dan anugrah-Nya Laporan Pengembangan Media Pembelajaran kelompok SMPN 16 Surabaya tahun 2023 dapat terselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Laporan Pengembangan Media Pembelajaran SMPN 16 Surabaya ini merupakan dokumen dalam menjalankan praktik mengajar sesuai dengan program kerja yang telah mengacu pada konversi Pengenalan Lapangan Persekolahan.

Laporan ini disusun untuk melengkapi Laporan Pengembangan Media Pembelajaran SMPN 16 Surabaya. Selain itu, kami berharap semoga laporan akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan menjadi referensi untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dan dapat menjadikan laporan ini jauh lebih baik lagi. Kami mohon maaf setulus-tulusnya atas kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan laporan ini.

Semoga dengan kami membuat laporan akhir ini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi bagi para pembacanya, khususnya bagi kami dan bagi para generasi muda yang akan datang.

Surabaya, 28 November 2023

Penyusun Kelompok Mahasiswa Sendratasik PSM SMPN 16 Surabaya

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Media merupakan sebuah wadah dari pesan oleh sumber pesan atau penyalurnya yang ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan. Dalam artian seorang guru mempunyai media ajar yang isinya akan diterima oleh peserta didik. Selain itu media dapat diartikan sebagai perpaduan dari berbagai media yang terdiri dari teks, grafis, gambar diam, animasi. Hal ini bertujuan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan keterampilan belajar peserta didik sehingga terjadi proses belajar yang menyenangkan. Pembelajaran ialah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Sudjana dan Rivai (2013:2) mengatakan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, diantaranya :

� Mengajar akan menarik perhatian peserta didik sehingga menumbuhkan motivasi belajar.

� Makna materi pelajaran akan lebih jelas ketika terdapat media bahan ajar sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkan lebih menguasai tujuan pembelajaran.

� Dengan adanya media bahan ajar, metode pengajaran akan lebih bervariasi, tidak hanya narasi verbal (ucapan guru). Tujuannya agar peserta didik tidak mudah bosan. Selain itu seorang guru juga tidak diperkenankan sampai kehabisan tenaga saat mengajar pelajaran.

Peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar, karena tidak hanya mendengarkan deskripsi guru namun ada aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

Media pembelajaran merujuk pada segala bentuk atau alat yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran dan pengajaran. Media pembelajaran dapat berupa berbagai jenis, mulai dari tradisional hingga teknologi canggih. Penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi pemahaman konsep, dan menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif. Media pembelajaran mempunyai beberapa jenis seperti di bawah ini :

1. Media Tulis

(5)

Media pembelajaran tulis merujuk pada alat atau materi yang berbentuk teks atau tulisan yang digunakan sebagai sumber informasi dalam proses pembelajaran. Contoh media tulis : Buku teks, modul pembelajaran, makalah atau artikel, lembar kerja peserta didik, peta konsep atau mindmap.

2. Media Audio

Media audio adalah bentuk media pembelajaran yang menggunakan elemen suara atau audio sebagai sarana untuk menyampaikan informasi. Penggunaan media audio dalam pembelajaran dapat memberikan variasi dan mendukung berbagai gaya pembelajaran. Berikut beberapa contoh media pembelajaran audio antara lain : rekaman suara, podcast, atau lagu yang relevan dengan materi pembelajaran, audiobook, instruksi audio.

3. Media Visual

Media visual adalah bentuk media pembelajaran yang menggunakan elemen gambar atau visual untuk menyampaikan informasi. Penggunaan media visual dalam pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep- konsep secara lebih visual dan memperkaya pengalaman pembelajaran.

Contoh media visual : prsentasi, grafik, diagram, peta, gambar, dan ilustrasi yang membantu visualisasi konsep.

4. Media Audiovisual

Media audiovisual adalah bentuk media pembelajaran yang menggabungkan unsur suara (audio) dan gambar bergerak (visual) untuk menyampaikan informasi. Kombinasi audio dan visual dalam satu medium memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih holistik dan dapat meningkatkan pemahaman konsep. Contoh : Presentasi slide, video pembelajaran, atau animasi, aplikasi interaktif, webinar, podcast, film.

5. Media Interaktif

Media interaktif adalah bentuk media pembelajaran yang memungkinkan partisipasi aktif dan respons dari pengguna atau peserta didik. Dengan kata lain, media ini memungkinkan interaksi dua arah di antara pengguna dan kontennya. Keberinteraksian ini dapat meningkatkan keterlibatan,

(6)

pemahaman, dan pengalaman belajar. Contohnya kuis, aplikasi, permainan edukatif, diskusi daring dan simulasi yang memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

6. Media Digital

Media digital adalah bentuk media yang menggunakan teknologi digital untuk menyampaikan dan menyimpan informasi. Media ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari teks, gambar, suara, hingga video, yang direkam atau dibuat dalam format digital. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, media digital telah menjadi semakin dominan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Contoh : E-book, platform pembelajaran daring, dan sumber daya pembelajaran online.

7. Media Sosial

Media sosial adalah platform daring atau aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, dan berinteraksi dengan konten secara sosial. Media sosial memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antarindividu, kelompok, atau organisasi melalui internet. Pengguna media sosial dapat berbagi teks, gambar, video, serta berpartisipasi dalam diskusi, berbagi informasi, dan terlibat dalam berbagai aktivitas secara daring. Selain itu, penggunaan platform media sosial untuk berbagi informasi, diskusi, dan kolaborasi antara siswa dan guru. Contoh media social yang digunakan dalam media pembelajaran ialah Instagram, Youtube, Tiktok, Pinterest, Google.

8. Media Realia

Media realia adalah objek atau benda fisik dari kehidupan sehari-hari yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk memberikan pengalaman nyata atau konkret kepada siswa. Penggunaan media realia bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dengan membawa elemen kehidupan nyata ke dalam kelas. Contoh media realia termasuk benda-benda seperti alat masak, peta geografis, benda seni, atau bahkan hewan hidup. Dalam mata pelajaran seni budaya, media realia lebih fokus pada karya seni atau kerajinan

(7)

nyata untuk memberikan inspirasi dan memahamkan teknik atau konsep seni kepada peserta didik.

Seni budaya diajarkan secara progresif pada setiap jenjang pendidikan, tergantung pada perkembangan bakat dan minat siswa. Hal ini meliputi konsep-konsep yang berkaitan dengan seni budaya, khususnya konsep visual, mulai dari karya sederhana hingga kompleks, karya konkrit hingga abstrak, serta tumbuh kembang mental dan intelektual setiap siswa, karena kita mempunyai keterampilan proses dan kepekaan estetika. Media yang digunakan di SMPN 16 Surabaya bermacam-macam mulai dari presentasi materi by powerpoint atau canva, kuis melalui quizizz, pengisian lembar kerja peserta didik. Kurikulum SMPN 16 Surabaya sama seperti sekolah lain yaitu Kurikulum 2013 bagi kelas IX dan Kurikulum Merdeka bagi kelas VII dan VIII.

B. Profil Singkat Sekolah

PROFIL SEKOLAH 2023 - 2024

1. Nama Sekolah : SMP NEGERI 16 SURABAYA

2. NPSN / NSSS / NSP : 20532554 / 201056016016 / 210003707

3. Alamat : Jl. MASTRIP BOGANGIN Gg. I

4. Desa / Kecamatan : KEDURUS / KARANGPILANG

5. Kab / Kota : SURABAYA

6. No. Telp. / Fax : (031) 7662387 Fax. 7662387

7. Email : [email protected] &

[email protected]

8. Website : www.smpn16surabaya.sch.id

9. Jenjang Akreditasi : Type A

10. Nomor Sertifikat Akreditasi : 175/BAP-S/M/SK/X/2015

11. Tanggal Sertifikat Akreditasi : 27 Oktober 2015 s/d 27 Oktober 2020 12. SK Perpanjangan Akreditasi : 1347/BAN-SM/SK/2021

13. Tgl Perpanjangan Akreditasi : 08 Desember 2021 s/d 31 Desember 2026 14. Lintang (Lokasi) : -7.324122600414176

(8)

15. Bujur (Lokasi) : 112.7065439521175 16. Kepemilikan Tanah : Pemerintah Kota Surabaya

a) Status Tanah : Hak Guna Bangunan b) Nomor Sertifikat : 1088850.b/HP/35.1/1996 c) Tanggal Sertifikat : 23 September 1996

d) Luas Tanah : 8.262 m2

17. Status Bangunan :

a) Mulai Didirikan/dibangun : 3 November 1978 (Denah No:6901/1631) b) Surat Izin Bangunan (IMB) : No.0206/O/1980

c) Luas Seluruh Bangunan : 3.884 m2

d) SK Izin Operasional : 21/AGR/PHT/PPT/1979 tanggal 29 Oktober 1979

18. Identitas Kepala Sekolah

� Plt Kepala Sekolah : Dra. Fadjarijah Nurulita, M.Pd.

� Nip : 196710211991112002

� Pendidikan terakhir : S2

� Jurusan : Teknologi Pendidikan

SMPN 16 Surabaya merupakan Sekolah Menengah Pertama Negeri berbasis sekolah Adiwiyata yang berada di Jalan Mastrip Bogangin 1, Karangpilang, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sekolah ini didirikan pada 03 November 1978 dengan akreditasi sekolah “A”. Saat ini, Kepala Sekolah SMPN 16 Surabaya bernama Dra. Fadjarijah Nurulita, M. Pd. Masa pendidikan sekolah di SMPN 16 Surabaya ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran (Kelas VII sampai IX). Jumlah kelas VII, VIII dan IX terdiri dari kelas VII A-VII J, VIII A-VIII K dan IX A-IX L.

Kurikulum yang digunakan di sekolah tersebut ialah Kurikulum Merdeka untuk kelas VII dan VIII serta Kurikulum 2013 untuk kelas IX. Siswa yang menempuh pendidikan di SMPN 16 Surabaya berjumlah kurang lebih 1100 siswa. Beberapa fasilitas sekolah ini untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, terdiri dari 33 Ruang Kelas, Perpustakaan, Laboratorium Biologi, Laboratorium Fisika, Laboratorium Komputer, Ruang Kepala Sekolah, Ruang Guru, Ruang UKS, Koperasi Siswa, Laboratorium Bahasa, Kantin, Aula, Lapangan Olahraga atau Upacara, Masjid,

(9)

Kantin, Ruang Tata Boga, Hutan Sekolah, Green House, Taman Kelas, Rumah Jamur, Ruang Tata Usaha dan Ruang Sekretariat OSIS.

C. Tujuan

Media pembelajaran yang diajarkan seorang guru kepada peserta didik memiliki beberapa tujuan guna ketercapaian suatu pembelajaran, diantaranya :

● Media pembelajaran dirancang untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar. Dengan keterlibatan yang lebih tinggi, siswa cenderung lebih fokus dan berpartisipasi dengan lebih baik.

● Media pembelajaran membantu menjelaskan dan mengilustrasikan konsep- konsep yang kompleks dengan cara yang lebih visual dan mudah dipahami. Ini dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

● Memberikan fleksibilitas untuk menyajikan informasi dalam berbagai bentuk, seperti teks, gambar, suara, dan video, sehingga dapat menjangkau berbagai jenis pembelajar.

● Penggunaan gambar, suara, dan interaktivitas dalam media pembelajaran dapat meningkatkan daya ingat dan retensi informasi.

● Merangsang keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa.

● Media pembelajaran dapat digunakan untuk menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan individual siswa.

● Dengan memanfaatkan teknologi, media pembelajaran membantu mengintegrasikan alat-alat modern dan menyediakan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan dunia digital.

● Menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan memotivasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

D. Manfaat

Selain tujuan, Pengembangan media pembelajaran juga memiliki banyak manfaat penting, baik bagi siswa, guru, sekolah, dan masyarakat secara umum.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pengembangan media pembelajaran :

(10)

● Media pembelajaran dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran mandiri. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, memungkinkan pembelajaran yang fleksibel.

● Sebagai pedoman untuk guru mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas, meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar.

● Sumber belajar dan salah satu cara untuk siswa memperoleh informasi dari guru.

● Memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran

● Mencapai tujuan pembelajaran lebih efektif

● Memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran

● Mencapai tujuan pembelajaran lebih efektif.

BAB II ISI A. Struktur Mahasiswa Pengajar

(11)

B. Media Pembelajaran Kelas VIII (Jefri)

pembelajaran seni budaya kelas VIII menuntut para siswa untuk kreatif terhadap pemahaman seni visual, musik, tari, dan teater, tidak hanya memahami secara teoritis namun juga mendorong para siswa untuk bertindak secara kreatif dalam nilai nilai kebudayaan.

Pada pembelajaran Seni Budaya kelas VIII, penulis membimbing para siswa untuk melakukan kreatifitas pengembangan materi seni rupa berdasarkan kurikulum merdeka belajar dengan mengambil budaya adat ketimuran yaitu wayang kulit, Dan

(12)

juga pada setiap BAB yang diajarkan, diakhir BAB terdapat quiz yang harus diisi oleh peserta didik baik individu maupun berkelompok, dan para siswa praktek untuk membuat wayang kulit melalui bahan karton dan barang bekas yang bisa digunakan.

Berikut media pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya materi Seni Rupa (menggambar model) kelas VIII semester ganjil tahun 2023 :

- ppt - Praktik - Kuis

- Tata cara pembuatan

C. Media Pembelajaran Kelas VIII (Abraham) D. Media Pembelajaran Kelas IX (Naufaldo)

Pembelajaran Seni Budaya kelas IX tidak hanya memberikan pemahaman mendalam terhadap seni visual, musik, tari, dan teater, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan kreatifitas siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dan mengembangkan pemahaman mereka terhadap nilai nilai budaya dalam konteks global.

Pada pembelajaran Seni Budaya kelas IX ini, penulis membimbing dalam menggali kreatifitas mereka melalui pengajaran seni visual, musik, tari, dan teater, dan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan mendukung.

Pada kelas IX ini, materi yang diajarkan adalah mengenai Seni Rupa yang meliputi Seni Lukis, Seni Patung, dan Seni Grafis. Dan juga pada setiap BAB yang diajarkan, diakhir BAB terdapat quiz yang harus diisi oleh peserta didik baik individu maupun berkelompok

Berikut media pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya materi Seni Lukis kelas IX semester ganjil tahun 2023 :

- Power Point - Praktik - Kuis

● Power Point

Pada media Power Point ini penulis berusaha menganalisis minat siswa, dan pada akhirnya peerta didik menyukai ketika pembelajaran menggunakan Power Point.

Namun pada materi Power Point penulis tidak hanya menampilkan materi saja tetapi juga video-video yang terkait pada BAB tersebut agar peserta didik dapat menangkap

(13)

contoh dasar praktik di setiap BAB yang diajarkan. Berikut merupakan contoh Power Point yang digunakan :

● Praktik

Pada kegiatan praktik penulis memberikan pengetahuan dasar mengenai teknis kegiatan praktik untuk bab yang akan digunakan. Pada kegiatan Program Surabaya Mengajar kemarin, bab yang digunakan sebagai kegiatan praktik antara lain Seni Lukis, Seni Patung, dan Seni Grafis.

- Seni Lukis (gambar lukis)

Pada kegiatan tersebut peserta didik sedang melaksanakan kegiatan praktik seni lukis. Sebelum memulai kegiatan praktik melukis, peserta didik diarahkan untuk membuat tema lukisan yang akan dilukis di selembar kertas. Selembaran kertas tersesebut berisikan nama, kelas dan nomor absen, tema, aliran, dan alasan mengapa ingi melukis lukisan tersebut. Hal ini bertujuan agar peserta didik tidak melukis secara acak namun terarah maksud dan tujuan dari lukisan tersebut. Pada proses praktik Seni Lukispenulistidak membatasi kreatifitas peserta didik, jadi peserta didik bebas mengekpresikan dirinya dan memperoleh pengalaman estetis.

(14)

E. Media Pembelajaran Kelas IX (Ni Luh Jeylita) F. Media Pembelajaran Kelas IX (Adelia)

Pendidikan seni budaya diberikan di sekolah bertujuan dapat memahami konsep, dapat menampilkan sikap apresiasi, dapat menampilkan kreativitas dan dapat menampilkan peran dalam pembelajaran Seni Budaya dalam tingkat lokal, regional, maupun global. Pendidikan seni memiliki peranan dalam pembentukan pribadi siswa yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan siswa dalam mencapai multi kecerdasan. Perasaan seseorang dapat diungkapkan dalam bentuk seni seperti sastra, musik, seni visual, tari, dan drama. Pendidikan seni mengandung unsur-unsur keindahan yang dapat mempengaruhi perasaan orang lain dalam proses pembelajaran.

Proses pembelajaran seni budaya baik di dalam maupun di luar kelas diharapkan dapat membantu prestasi belajar siswa. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika berlangsung dalam kondisi dan situasi yang tenang, menarik, kenyamanan, dan menyenangkan. Oleh karena itu, guru dituntut untuk dapat memanfaatkan dan menggunakan peralatan yang lebih efesien serta melakukan usaha-usaha inovasi pembelajaran. Cara seperti ini dapat meningkatkan kualitas dalam proses pembelajaran.

Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu hal yang paling mendasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kreativitas guru sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran, sehingga materi pelajaran yang disampaikan dapat berjalan secara optimal. Akibat jika kurang kreativitas dalam pembelajaran siswa merasa bosan, pelajaran tidak menarik, sehingga berujung pada hasil yang kurang memuaskan.

Mengatasi masalah yang ada, maka guru dituntut dapat mencari beberapa metode pembelajaran dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa.

Berikut media pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya materi Seni Rupa (patung dan grafis) kelas IX semester ganjil tahun 2023 :

- Power Point - Praktik - Quis

(15)

Power Point Seni Patung

(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

Power Point Seni Grafis

(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)

Praktik

Quis

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfTU9HjB2dTEyy1ACmjvLYHCtbrGXF4 QERS8QaxgybTdGMXcg/viewform?usp=sf_link

(29)

BAB III PENUTUP A. Simpulan

B. Saran

Lampiran Kegiatan

(30)

Referensi

Dokumen terkait

motivasi dan hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya (Tari) pada peserta didik. kelas VIII di SMP Negeri 4 Kebumen, dengan melaksanakan

Penerapan Media Pembelajaran Quipper School Pada Mata Pelajaran Seni Tari Kelas VIII di SMPN 2 Karanggede..

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian pengembangan media pembelajaran batik melalui animasi multimedia interaktif pada mata pelajaran seni budaya adalah

Berdasarkan permasalahan belajar yang telah diuraikan pada latar belakang masalah, maka diperlukan pengembangan media audio pembelajaran pada mata pelajaran

Nur Ali, M.Pd Ilmu pengetahuan sosial merupakan salah satu mata pelajaran wajib di SMPN 3 Singosari.Tujuan adanya dari mempelajari IPS dalah membantu peserta didik sebagai warga

Pada tahap penilaian yang dilakukan oleh subyek penelitian uji coba produk mengenai media pembelajaran dengan Lectora Inspire pada mata pelajaran kewirausahaan materi

Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi materi sistem

khusunya mata pelajaran sejarah. Karena pada mata pelajaran sejarah didalam proses pembelajaran dan materinya tidak hanya menggunakan metodeh ceramah ataupun diskusi