LAPORAN PETA PEKERJA DAN MESIN DALAM KONTEKS TRANSFORMASI DIGITAL
DI TEMPAT KERJA
Disusun Oleh: Kelompok 2
1 Muhammad Irvan 352410535
2 Ade Syakur 352410565
3 Nur Rizka Azizah 352410593
4 M. Reja Saputra 352410602
5 Marthalia Audina 352410610
6 Putri Fitriyani N 352410629
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PELITA BANGSA
CIKARANG
2024
ABSTRACK
Peta kerja adalah penggambaran urutan kegiatan yang terjadi dalam suatu proses operasional yakni penyelesaian suatu aktivitas dari awal (bahan baku) hingga ke proses akhir (produk jadi). Penggambaran dilakukan menggunakan simbol-simbol tertentu yang telah distandarisasi. Dari pengertian peta kerja tersebut, terdapat dua kata kunci yang dapat digunakan untuk mudah mengingatnya yaitu “penggambaran urutan kegiatan”
dan “proses operasional“. Peta pekerja dan mesin adalah alat yang sangat memberdayakan untuk mencari tahu interaksi antara tenaga kerja dan alat bantu dalam sistem produksi.
Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana peta tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan melibatkan waktu henti. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengidentifikasi titik kontak pekerja dan mesin, pengoptimalan alokasi sumber daya memberikan dampak produktivitas. Pengalokasian produksi Pemasangan Metodologi penelitian pengamatan serta observasi wawancara lapangan.
Hasil penelitian ini merupakan demplot bahwa peta pekerja dan mesin dapat membantu dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang signifikan. Hasil ini membantu pengelola di masa depan untuk merencanakan agar lebih baik.
A work map is a depiction of the sequence of activities that occur in an operational process, namely the completion of an activity from the beginning (raw materials) to the final process (finished product). The depiction is done using certain symbols that have been standardized. From the definition of a work map, there are two keywords that can be used to easily remember it, namely
“depiction of the sequence of activities” and “operational process”. A worker and machine map is a very empowering tool to figure out the interaction between labor and tools in a production system. This research will explore how such maps can be used to improve operational efficiency and involve downtime.
This research shows that by identifying the contact points of workers and machines, optimizing resource allocation impacts productivity. Production allocation Installation Observation research methodology as well as field interview observation. The result of this research is a demonstration that worker and machine maps can assist in significant problem solving and decision making. These results help future managers to plan better.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI... 3
ABSTRAK...3
BAB 1... 4
PENDAHULUAN... 4
1.1 Latar Belakang...4
1.2 Rumusan Masalah...5
1.3 Tujuan...5
BAB II... 5
PEMBAHASAN... 5
2.1 Method Engineering...5
2.2 Studi Metode Kerja ( Work Study)...6
2.3 Peta Pekerja dan Mesin...6
2.4 Macam-macam Simbol Peta Pekerja dan Mesin...7
2.5 Contoh Studi Kasus Peta Kerja dan Mesin...7
PENUTUP... 8
3.1 Kesimpulan...8
3.2 Saran... 9
DAFTAR PUSTAKA...10
DAFTAR ISI ABSTRAK
Peta kerja adalah penggambaran urutan kegiatan yang terjadi dalam suatu proses operasional yakni penyelesaian suatu
aktivitas dari awal (bahan baku) hingga ke proses akhir (produk jadi). Penggambaran dilakukan menggunakan simbol-simbol tertentu yang telah distandarisasi. Dari pengertian peta kerja tersebut, terdapat dua kata kunci yang dapat digunakan untuk mudah mengingatnya yaitu “penggambaran urutan kegiatan”
dan “proses operasional“. Peta pekerja dan mesin adalah alat yang sangat memberdayakan untuk mencari tahu interaksi antara tenaga kerja dan alat bantu dalam sistem produksi.
Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana peta tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
dengan mengidentifikasi titik kontak pekerja dan mesin, pengoptimalan alokasi sumber daya memberikan dampak produktivitas. Pengalokasian produksi Pemasangan Metodologi penelitian pengamatan serta observasi wawancara lapangan.
Hasil penelitian ini merupakan demplot bahwa peta pekerja dan mesin dapat membantu dalam pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan yang signifikan. Hasil ini membantu pengelola di masa depan untuk merencanakan agar lebih baik.
A work map is a depiction of the sequence of activities that occur in an operational process, namely the completion of an activity from the beginning (raw materials) to the final process (finished product). The depiction is done using certain symbols that have been standardized. From the definition of a work map, there are two keywords that can be used to easily remember it, namely
“depiction of the sequence of activities” and “operational
process”. A worker and machine map is a very empowering tool to figure out the interaction between labor and tools in a
production system. This research will explore how such maps can be used to improve operational efficiency and involve downtime.
This research shows that by identifying the contact points of workers and machines, optimizing resource allocation impacts productivity. Production allocation Installation Observation
research methodology as well as field interview observation. The result of this research is a demonstration that worker and
machine maps can assist in significant problem solving and decision making. These results help future managers to plan better.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam era Taylor, kegiatan insinyur teknik industry sangat berfokus pada perancangan pabrik-pabrik manufaktur. Dalam melaksanakan perancangan pabrik,perhatian pertama sekali dipusatkan pada kegiatan disekitar daerah kerja operator karena mereka menganggap daerah kerja ini yang paling menentukan nilai dari produk yang dibuat. Cara kerja operator dianalisis secara mendetail yang meliputi tata urutan proses,waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap
operasi, gerakan tubuh dan posisi operator dalam melakukan gerakan. Analisis terhadap cara operator dalam melaksanakan pekerjaan di daerah kerja disebut rekayasa metode ( method engineering ). Para insinyur juga menyadari bahwa kegiatan produksi dilantai pabrik adalah sebuah jaringan kerja dimana seluruh stasiun kerja dalam jaringan tersebut disatukan oleh system material handling.
Rekayasa metode berkenaan dengan bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan itu.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud method engineering?
2. Apa yang dimaksud studi metode kerja?
3. Apa yang dimaksud peta pekerja dan mesin?
4. Macam-macam simbol peta pekerja dan mesin?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut.
1. Untuk memahami apa itu method engineering & studi metode kerja.
2. Untuk memahami peta pekerja dan mesin & simbol-simbol peta pekerja dan mesin.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Method Engineering
Method Engineering adalah suatu ilmu yang mempelajari prinsip- prinsip dan teknik-teknik untuk mendapatkan suatu rancangan sistem kerja
dan pendokumentasian metode dari pekerjaan yang dilaksanakan. Melipu
analisa kondisi input-output, analisa elemen kerja, analisa aliran operasi/kerja, analisa pengaturan area kerja, analisa pilihan peralatan dan alat bantu, analisa gerakan kerja, dan analisa waktu kerja. Method engineering terbagi menjadi dua kegiatan yaitu studi metode kerja ( work study ) dan pengukuran kerja ( work measurement ).
2.2 Studi Metode Kerja ( Work Study)
Study metode kerja berkaitan dengan semua kegiatan perancangan metode kerja operator sedangkan pengukuran kerja merupakan perancangan dengan fokus pada pengendalian wakyu pelaksanaan operasi. Adapun tujuan pokok yang diharapkan dari work study ialah: A. Perbaikan proses,prosedur dan tata cara pelaksanaan penyelesaian pekerjaan. B. Perbaikan dan penghematan penggunaan material,tenaga mesin/tenaga kerja C. Pendayagunaan usaha manusia dan pengurangan kelehan yang dak perlu. D. Perbaikan tata ruang kerja yang mampu memberikan suasana kerja yang lebih nyaman. Study metode kerja berkaitan dengan semua kegiatan perancangan metode kerja operator
2.3 Peta Pekerja dan Mesin
Peta pekerja dan mesin merupakan peta yang menggambarkan koordinasi atau hubungan antar waktu bekerja dan menganggur dari kombinasi siklus kerja operator dan mesin. Peta ini juga merupakan alat yang digunakan untuk mengurangi waktu menganggur (Wignjosoebroto, 1992).
Efektivitas penggunaan pekerja dan atau mesin pun bias ditingkatkan, dengan cara:
1. Mengubah tata letak tempat kerja Tata letak kerja pada dasarnya sangat mempengaruhi waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Apabila dilakukan penataan ulang tempat kerja, maka waktu penyelesaian dapat mencapai minimum.
2. Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja Penataan kembali gerakan-gerakan yang dilakukan pekerja akan sangat membantu meminimalisasi waktu penyelesaian kerja, meningkatkan efektivitas kerja, serta mempengaruhi efisiensi penggunaan tenaga.
3. Merancang kembali mesin dan peralatan
4. Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau menambah mesin bagi seorang pekerja Dalam membuat peta pekerja dan mesin, lambing-lambang yang perlu diperhatikan adalah: Digunakan untuk menyatakan pekerja atau mesin yang sedang menganggur atau salah satu sedang menunggu yang lain Keadaan ini
menunjukkan pekerja yang sedang bekerja dan independen dengan mesin dan pekerja lainnya Digunakan apabila diantara operator dan mesin atau dengan operator lainnya sedang bekerja bersama-sama
Kegunaan Peta Pekerja dan Mesin antara lain yaitu:
Melihat hubungan antara waktu kerja operator dan waktu operasi mesin yg ditangani
Peningkatan efektifitas penggunaan dan perbaikan keseimbangan kerja, dengan cara:
– Merubah tata letak tempat kerja
– Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja
– Merancang kembali metoda, mesin dan peralatan
– Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya, menambah mesin bagi seorang pekerja.
2.4 Macam-macam Simbol Peta Pekerja dan Mesin
2.5 Contoh Studi Kasus Peta Kerja dan Mesin
Berapakah jumlah mesin yang seharusnya bisa dilayani oleh seorang operator
loading dan unloading per mesin = 1,41 menitWaktu yang diperlukan untuk operator bergerak pindah dari satu mesin ke mesin yang lain = 0,08 menitWaktu permesinan (machine running time) = 4,34 menitDirect labor cost = Rp. 8.500,- per jamBiaya pemakaian mesin (machine cost) = Rp. 15.000,- per jam
Solusinya maka N1 = 3 dan N2 = 4
Total Ekspektasi Biaya untuk N1=3 adalah Total Ekspektasi Biaya untuk N2 = 4 adalah
Tec n2 < tecn1Maka 1 Operator mengoperasikan 4 mesin
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Untuk berjalan dengan baik, transformasi digital sistem harus dipahami dan dirasakan oleh para pemangku kepentingan dan karyawan. Jika mereka melakukannya, transformasi digital akan didukung sepenuhnya oleh semua elemen, terutama karyawan.
Proses transformasi digital yang akan dilaksanakan di PT ABC ini masih sangat sederhana, tetapi secara keseluruhan akan mengubah semua proses bisnis menjadi digital. Untuk mencapai proses tahapan tersebut, diperlukan penilaian mendalam atas kesiapan perusahaan untuk melakukan transformasi digital. Ini akan dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran kematangan digital.
pengukuran yang mengevaluasi berbagai dimensi menggunakan parameter indikator yang telah ditetapkan untuk polanya. Selanjutnya, bandingkan analisis gap kondisi saat ini dengan kondisi ideal terdepan menurut DMM, yang sesuai dengan arah strategi. Agar proses transformasi digital menjadi lebih jelas arahnya, roadmap harus dibuat sebelum implementasi dimulai secara bertahap.
Di masa mendatang, fokus akan diberikan pada bidang atau subdivisi yang sudah siap untuk melakukan transformasi digital, seperti keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia, di mana jenjang posisi jabatan akan diterapkan. Untuk memudahkan transfer pengetahuan, penerapan pertama akan dilakukan di tingkat manajer. Ini akan memungkinkan transfer perubahan ini dimulai dari para pemimpin yang baru dilantik ke tingkat bawahan, di mana para manajer nantinya akan meneruskannya ke bawahan dan memberikan pelatihan langsung.
Di PT XYZ, transformasi digital dilakukan dengan membuat platform digital untuk karyawan. Platform ini memungkinkan seluruh pekerjaan terintegrasi ke dalam satu aplikasi yang dapat diakses di mana saja.
Dengan berbagi data dan laporan.Diharapkan kemajuan dalam pekerjaan akan meningkatkan efisiensi dan kemampuan untuk mengakses informasi secara real- time akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat.
PT XYZ melakukan studi kelayakan terlebih dahulu sebelum melakukan investasi di bidang IT ini. Studi ini melihat kelayakan dari berbagai aspek, terutama keuangan, dengan mempertimbangkan keuntungan ekonomi yang akan didapat perusahaan setelah terlaksananya transformasi digital, yang menentukan apakah proyek ini layak atau tidak.
3.2 Saran
Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengobservasi dan mengumpulkan banyak data serta melakukan studi banding dengan sistem yang ada di perusahaan lain sebelum membangun sistem ini.
Sistem IT perusahaan XYZ, khususnya platform digitalnya, diharapkan dapat diperluas dan diperlengkapi lebih lanjut untuk menjadi lebih sempurna di masa depan. Oleh karena itu, aplikasi harus dievaluasi dan direview setiap tahun.
Penulis menyarankan agar karyawan disosialisasikan terlebih dahulu dengan sistem yang baru dan dilatih secara divisi atau bagian. Ini akan meningkatkan pemahaman karyawan tentang sistem yang baru. Juga ada tim IT yang akan membantu jika ada masalah teknis atau pengembangan sistem lebih lanjut diperlukan.
Karena penulis berharap akan ada kesempatan dan peluang yang lebih luas untuk pengembangan sistem di masa mendatang. Mereka ingin meningkatkan penelitian ini dengan mengeksplorasi transformasi digital secara lebih mendalam dengan melihat keseluruhan proses bisnis agar dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan serta perusahaan.