LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
ALUR PERTAMBANGAN DAN PROSES PENGUJIAN KADAR BIJIH NIKEL PADA
PT ANTAM Tbk. UBPN KOLAKA
AN N ISA DWI RISKI .H 22020065
SH AKIN A AL F IKRI 22020085
Latar Belakang
Dalam proses pengolahan bijih nikel laterit di PT ANTAM Tbk. UBPN Kolaka, Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan mineral, PT ANTAM memerlukan metode pengujian yang akurat dan efisien untuk memastikan bahwa produk nikel yang dihasilkan memenuhi standar kualitas pasar global, terutama dalam industri stainless steel dan baterai kendaraan listrik.
Namun, tantangan yang dihadapi dalam pengujian kualitas bijih nikel adalah bagaimana memastikan keakuratan hasil pengujian dari sampel yang representatif serta meminimalisir kesalahan dalam analisis. Berbagai teknik seperti titrasi dan XRF (X-Ray Fluorescence) digunakan untuk menjamin mutu produk, namun membutuhkan keterampilan teknis yang baik dalam penerapannya.
Selain itu, efisiensi dan keandalan proses pengujian harus terus ditingkatkan untuk mengimbangi kebutuhan industri yang semakin meningkat.
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang tantangan dan solusi dalam pengujian kadar bijih nikel di laboratorium PT ANTAM, serta bagaimana penerapan teknologi pengujian dapat memastikan mutu produk yang dihasilkan.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses Pengeboran dan Eksplorasi Survey Re-ukur pada Unit Geomin?
2. Bagaimana proses Preparasi Sampel pada Unit Geomin?
3. Bagaimana proses Mining Survey dan Mine Production pada PT. ANTAM Tbk. UBPN KOLAKA?
4. Bagaimana cara pengambilan sampel (sampling) pada Biro Quality Control PT. ANTAM Tbk.
UBPN KOLAKA?
5. Bagaimana proses Preparasi Sampel pada PT. ANTAM Tbk. UBPN KOLAKA?
6. Bagaimana prosedur pengujian bijih nikel laterit dengan menggunakan XRF (X-Ray Flouranscence) di Laboratorium Instrument dan dengan metode Volumetri di Laboratorium Kimia?
7. Bagaimana kegiatan Reklamasi yang dilakukan oleh PT Antam Tbk UBPN Kolaka?
Tujuan
1. Mengetahui proses Pengeboran dan Eksplorasi Survey Re-ukur pada Unit Geomin.
2. Mengetahui proses Preparasi Sampel pada Unit Geomin.
3. Mengetahui proses Mining Survey dan Mine Production pada PT. ANTAM Tbk. UBPN KOLAKA.
4. Mengetahui cara pengambilan sampel (sampling) pada Biro Quality Control PT. ANTAM Tbk.
UBPN KOLAKA.
5. Mengetahui proses Preparasi Sampel pada PT. ANTAM Tbk. UBPN KOLAKA
6. Mengetahui prosedur pengujian bijih nikel laterit dengan menggunakan XRF (X-Ray Flouranscence) di Laboratorium Instrument dan dengan metode Volumetri di Laboratorium Kimia.
7. Mengetahui kegiatan Reklamasi yang dilakukan oleh PT. ANTAM Tbk. UBPN KOLAKA.
Hasil dan
Pembahasa
n
Peralatan Pengeboran
Penyalur tenaga dari mesin ke mata bor dengan panjang bervariasi (1 meter, 1,5 meter, 3 meter).
• Mesin utama yang menggerakkan alat bor dengan bahan bakar solar.
Kecepatan pengeboran dapat disesuaikan dengan kondisi litologi tanah.
Menggerakkan batang bor dengan tenaga dari mesin, kecepatannya diatur oleh kopling dan perseneling gigi.
Dudukan batang bor yang menggerakkan
chuck/pencekam selama pemboran.
Pengunci batang AXL di bawah spindle saat pengeboran dimulai.
IV
II
V
III
VI
Mesin Bor (YANMAR YB
05-82) Gear Box Spindle
Batang Bor AXL (Rod
AXL) Mata Bor Chunk
Alat pembuat lubang, menggunakan mata bor widya atau segment dari kuningan.
Peralatan Pengeboran
Alat untuk mengeluarkan core dari batang core.
• Alat untuk mengencangkan atau mengendurkan chunk.
Penghubung batang AXL
dengan tube. Menangkap dan menyimpan
core dengan ukuran batang 1 meter.
Alat untuk pemasangan dan pencabutan batang bor.
I
IV
II
V
III
VI
Kunci Chunk Sub Batang Core/Tube
Body Protector Menara Kunci Pipa
Penyangga mesin bor agar tidak bergeser selama pengeboran.
Peralatan Pengeboran
Tempat penyimpanan air untuk kebutuhan pengeboran.
• Tempat penyimpanan hasil sampel pengeboran.
Mengalirkan air ke lubang bor untuk mendinginkan mata bor dan melumasi.
Bahan bakar untuk mesin penggerak.
I III
Core Box
Water Pump/Pompa Air
Dirigen Air Solar
Preparasi Sampel GeoMin
Pengelompokkan sampel Timbang basah sampel Proses pengovenan sampel
Proses reduksi sampel Sampel yang sudah di screen test
Proses sampel 200 mesh
Ruang arsip sampel
Peralatan Survey Re-Ukur
Tripo
d Tribra
Base GNSS
Controller
GNSS Rover GNSS
Proses Survey Re-Ukur
Proses centering dan levelling Proses koneksi dan kalibrasi alat Mengisi data di controller
Proses pengambilan data di lapangan
Mine Departement
PT ANTAM Tbk. UBPN Kolaka adalah perusahaan pertambangan milik negara yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam produksi bijih nikel.
Departemen pertambangan di PT ANTAM memainkan peran vital dalam mengelola operasi penambangan dengan dua metode utama: open pit dan open cast. Metode open pit digunakan untuk menggali bijih di daerah lembah dengan menggali tanah ke bawah hingga batas yang disebut pit limit. Sedangkan metode open cast digunakan untuk menambang pada lereng bukit, dengan penggalian yang mengikuti kontur bukit dari bawah ke atas atau sebaliknya. Proses produksi melibatkan pengupasan tanah penutup sebelum penggalian bijih, baik LGSO maupun HGSO, untuk memaksimalkan efisiensi penambangan.
Mine Survey
Proses survey kemajuan tambang dimulai dengan persiapan alat yang akan digunakan seperti menempatkan prisma pada bench mark yang telah ditentukan yang akan menjadi patokan dengan koordinat yang telah diketahui. Prisma yang digunakan ada dua buah dengan masing-masing bench mark yang berbeda. Setelah itu tentukan lokasi tripod, akan berdiri dengan kondisi tambang yang terlihat dengan jelas.
Proses centering dan leveling Pengaturan total station
pengoperasian drone
Mine Production
PT ANTAM Tbk. UBPN Kolaka memiliki tiga wilayah aktif dalam operasi pertambangan, yaitu Tambang Utara, Tambang Tengah, dan Tambang Selatan, dengan berbagai bukit di setiap wilayah. Kegiatan produksi dimulai dengan pembuatan blok model berdasarkan hasil eksplorasi pengeboran, yang kemudian diproses di mine plan untuk menentukan model dan metode penambangan. Perusahaan menggunakan dua metode utama: open pit dan open cast, di mana open pit menciptakan cekungan hingga mencapai pit limit, sedangkan open cast mengikuti kontur lereng bukit untuk penggalian.
Proses produksi dimulai dengan land clearing, yaitu membersihkan area tambang dari vegetasi menggunakan alat berat seperti excavator dan bulldozer. Setelah area terekspos, tahap selanjutnya adalah pengupasan over burden (OB) atau lapisan tanah penutup. Material yang dihasilkan disimpan di soil bank untuk digunakan dalam reklamasi. Setelah pengupasan OB, lapisan limonit yang memiliki kadar nikel rendah digali dan disimpan untuk pemrosesan lebih lanjut atau digunakan dalam penutupan tambang. Tahap akhir adalah penggalian lapisan saprolit, yang mengandung nikel berkadar tinggi dan diangkut ke stockyard menggunakan dump truck untuk diproses lebih lanjut.
Proses Pengambilan Sampel Test-Pit
Pengambilan sampel diawali dengan esxcavator PC-200 yang melakukan penggalian material test pit sebanyak dua sampai tiga bucket dengan kedalaman kurang lebih 3 sampai 5 meter. Material hasil galian akan di tumpuk disebelah lubang yang telah digali. Dalam satu area test pit jumlah lubang galian disesuaikan dengan luas area test pit tersebut dengan jarak antar lubang kurang lebih satu sampai dua meter.
Selanjutnya proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tong sampel atau sendok 125 D dengan kapasitas ±25 kilogram. Titik pengambilan sampel untuk tiap tumpukan harus mengelilingi tumpukan dimana satu tumpukan akan diwakilkan dengan lima sampai enam increment. Sebelum sampel di masukkan kedalam tong sampel, titik tumpukan yang akan di sampling terlebih dahulu digali atau membuka permukaan material untuk mendapatkan sampel yang fresh menggunakan cangkul standar sebanyak dua sampai tiga kali, setelah itu tong sampel diisi sampai penuh menggunakan sendok standar.
Sampel yang sudah ada dalam tong sampel kemudian dimasukkan ke dalam karung sampel lalu diikat
menggunakan tali rafia.
Tali rafia akan menjadi kode sampel untuk dibawa ke preparation house berdasarkan bon tripnya.
Proses Pengambilan Sampel Re-Check
Pengambilan sampel re-check diawali ketika mobil dump truck dari tambang melakukan dumping di daerah stockyard. Setelah dumping selesai, selanjutnya yaitu penentuan titik pengambilan sampel dilakukan pada tumpukan material yang paling tinggi dengan titik sampel yaitu 1/3 dari bawah 2/3 dari atas tumpukan. Sebelum sampel dimasukkan karung sampel, permukaan tumpukan material akan dibuka terlebih dahulu dua sampai tiga kali untuk mendapatkan material yang fresh. Setelah itu material yang telah dibuka selanjutnya dimasukkan ke tong sampel menggunakan cangkul standar.
Setelah tong sampel telah terisi full, sampel kemudian dimasukkan ke karung sampel dan diikat menggunakan tali rafia berwarna, dimana tali rafia tersebut akan menjadi kode masing-masing sampel yang akan dibawa ke preparation house dengan keterangan yang telah tercatat pada bon trip.
Setiap satu dump truck yang dumping material akan mewakili 1 increment sampel, dimana satu dome atau tumpukan besar terdiri dari enam sampai sepuluh tumpukan dari tiap dump truck sehingga dalam satu dome akan terdiri dari enam sampai sepuluh increment tergantung dari bon trip.
Proses Pengambilan Sampel Umpan Pabrik
Proses pengambilan sampel diawali dengan dump truck yang membawa material ore high grade dari stockyard menuju ke sampel house umpan pabrik. Tiap dump truck yang membawa material ore akan diawakili dengan satu increment. Di sampel house tersebut excavator pc mini akan mengambil sampel dengan membuka permukaan material pada dump truck sebanyak dua sampai tiga kali untuk mendapatkan material yang fresh.
Posisi excavator pada saat pengambilan sampel lebih tinggi dibandingkan posisi dump truck.
Setelah sampel diambil menggunakan pc mini, sampel kemudian ditumpahkan ke meja sampel dan dimasukkan ke dalam karung dengan bantuan sekop.
Sampel yang sudah berada dalam karung kemudian diikat menggunakan tali rafia berdasarkan kode warna pada bon trip. Setelah sampel telah terkumpul, selanjutnya sampel akan dibawa ke preparation house dan material yang dibawa oleh dump truck akan disatukan pada area stockyard pabrik, hingga hasil analisanya keluar kemudian akan dimasukkan ke pabrik untuk pengolahan lebih lanjut.
Proses Pengambilan Sampel Penjualan Domestik
Proses pengambilan sampel dimulai dengan datangnya dump truck yang membawa material ore. Dump truck harus diposisikan sesuai dengan posisi excavator di sampel house domestik. Excavator pc mini akan mengambil sampel dengan membuka permukaan material dua sampai tiga kali untuk mendapatkan material ore yang fresh.
Setelah itu excavator pc mini akan mengambil sampel hingga bucket excavator terisi penuh, kemudian excavator pc mini akan menuang sampel pada meja sampel yang kemudian akan dimasukkan ke ember sampel dengan bantuan sekop sampel.
Setiap dua dump truck akan diwakilkan dengan satu increment dengan berat sampel kurang lebih 40 kilogram.
Sampel akan dikumpulkan sebanyak empat puluh increment untuk menjadi satu sublot yang nantinya akan diangkat ke preparation house.
Proses Preparasi Sampel
1. Penerimaan Sampel
- Sampel domestik diterima di dalam ember/tong dengan kode dan sublot masing-masing.
2. Proses Pengayakan dan Penghancuran
- Sampel dimasukkan ke double roll crusher melalui ayakan 30 mm.
- Sampel -20 mm dari jaw crusher disatukan dan di-mixing untuk homogenisasi.
3. Pembagian Sampel
- Sampel dibagi menggunakan matriks 5x6 dan sampel diambil dengan sendok 3D (±500 gram) hingga total berat ±15 kg.
4. Pengovenan
- Sampel dioven selama 4,5 jam pada suhu 105°C.
Proses Preparasi Sampel
5. Pengayakan dan Penghancuran
- Sampel yang tidak lolos ayakan -10 mm di-crush lagi dengan jaw crusher, kemudian di-mixing kembali.
6. Riffling dan Pemisahan Sampel
- Sampel dibagi menjadi dua bagian (reminder dan yang lanjut ke preparasi selanjutnya) menggunakan riffling 20 mm.
7. Pengayakan dan Reduksi Ukuran
- Proses pengayakan -3 mm dan reduksi ukuran menggunakan jaw crusher -3 mm, dilanjutkan dengan mixing.
8. Pembagian Ulang dengan Riffling
- Sampel dibagi lagi dengan riffling 10 mm, satu bagian menjadi arsip, dan bagian lainnya lanjut ke proses pengovenan.
Proses Preparasi Sampel
9. Pengovenan Tahap Kedua
- Sampel dioven lagi selama 1,5 jam pada suhu 105°C.
10. Pulverizing (Penghalusan)
- Sampel dihaluskan menggunakan pull verizer hingga ukuran 200 mesh.
11. Mixing dan Pembagian Sampel
- Sampel di-mixing selama 10 menit untuk homogenisasi.
- Dibagi menggunakan matriks 4x5 dan tiap matriks diambil sampelnya menggunakan sendok 3D (±8 gram).
12. Pengemasan dan Kode Sampel - Setiap sampel diberi kode:
- Kode A: Lab Instrumen - Kode C: Arsip - Kode B: Lab Kimia - Kode D: Pembeli (Buyer) - Kode E: Surveyor
Laboratorium Instrumen
Laboratorium Instrument merupakan bagian dari Quality Control yang menganalisis kadar Ni, Fe, CaO, SiO₂, dan MgO menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Metode yang digunakan:
fused bead dan press pellet. Proses analisis dilakukan dengan alat terkalibrasi untuk hasil yang akurat.
Tahapan Metode Press Pellet:
- Sampel yang telah dipreparasi dimasukkan ke dalam aluminium cup hingga padat.
- Sampel diletakkan dalam mesin press dan dipress dengan kekuatan ±40 ton.
- Sampel dioven pada suhu ±105°C selama 15 menit.
- Sampel yang telah dipress dimasukkan ke mesin XRF untuk analisis kadar.
- Hasil analisis diberikan kepada satuan kerja OQA (Ore Quality Assurance).
Laboratorium Instrumen
Tahapan Metode Fused Bead:
- Sampel ditimbang menggunakan timbangan digital seberat 0,8 gram dan ditambahkan flux seberat 8 gram (perbandingan ore:flux 1:8).
- Flux dan sampel ore dicampur dalam cawan platina hingga merata.
- Campuran dimasukkan ke mesin modutemp (2 menit melebur, 8 menit mixing) dengan temperatur 900-1000°C.
- Hasil peleburan dituangkan ke mould dan didinginkan selama ±5-10 menit; cawan platina dimasukkan ke mesin pembersih ultrasonic.
- Hasil peleburan yang sudah dingin dimasukkan ke mesin XRF.
- Sampel dimasukkan ke holder sesuai kode, dan aplikasi di komputer disesuaikan untuk menganalisis setiap sampel.
- Hasil analisis diserahkan kepada satuan kerja OQA.
Laboratorium Kimia
Perbandingan Laboratorium Instrumen dan Laboratorium Kimia - Hasil Analisis Kadar Ni:
- Perbedaan antara hasil analisis kadar Ni di laboratorium instrumen dan laboratorium kimia tidak boleh lebih dari 0,05%.
- Jika tidak sesuai, akan dilakukan analisis ulang dari laboratorium instrumen hingga laboratorium kimia.
Sampel yang Dianalisis:
- Sampel yang dianalisis di laboratorium kimia meliputi ore (domestik) dan metal.
Alat dan Bahan
Alat:
1. Jas laboratorium 2. Masker gas 3. Safety goggles 4. Sarung tangan katun 5. Sarung tangan karet 6. Safety shoes
7. Sendok sampel 8. Sendok indikator 9. Timbangan analitik 10. Hot plate
11. Gelas piala 12. Corong
13. Labu ukur 250 mL 14. Talang contoh 15. Kuas timbang 16. Pipet 50 mL 17. Pinset gelas ukur 18. Spatula
19. Labu semprot 20. Labu didih
21. Erlenmeyer 500 mL
22. Buret 50 mL 23. Standar buret 24. Botol preaksi 25. Blower
26. Kertas saring 41 d = 12,5 cm
27. Kain lab/tissue 28. Pompa vakum 29. Botol tetes
Bahan:
1. HCl pekat 2. HF 1:1
3. HClO₄ pekat 4. EDTA 0,025 M 5. NaCl kristal 6. D M G 1%
7. NH4OH (1:1) 8. Asam Asetat (1:1) 9. Etanol (1:9)
10. Asam Tartarat 25%
11. Indikator Murexide 1%
12. HNO3 pekat 13. H₂O₂ pekat 14. Asam Sitrat 25%
15. Aquades
Proses Pengujian Ore dengan Metode
Proses Pengujian Kadar Ni dengan Metode EDTA
EDTA
1. Persiapan:
- Siapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan.
- Hidupkan blower dan panaskan aquades di hot plate.
2. Pengolahan Sampel:
- Masukkan sampel domestik ke dalam cawan dan oven pada suhu 105°C selama ±3 jam.
- Dinginkan sampel dalam desikator selama 15-20 menit.
- Timbang sampel menggunakan neraca analitik (±1 gram), catat sesuai kode sampel.
- Masukkan sampel ke dalam gelas piala dan larutkan dengan aquades.
- Tambahkan HCl(p), HClO₄(p), dan HF (1:1), tunggu hingga asap putih muncul.
- Tambahkan NaCl hingga asap coklat hilang dan lanjutkan pemanasan hingga larutan kering.
- Dingin dan saring larutan ke erlenmeyer 500 mL, bilas gelas piala dengan aquades panas.
.
3. Pencampuran dan Penetralan:
- Tambahkan aquades panas hingga volume 200 mL.
- Tambahkan 20 mL asam sitrat 25% dan 3-4 tetes indikator BTB 0,1%, hingga larutan berwarna jingga.
- Tambahkan NH4OH (1:1) hingga larutan berwarna hijau (berbasis).
- Netralkan larutan dengan asam asetat hingga pH 7.
4. Titrasi:
- Panaskan larutan hingga 70-80°C, kemudian tambahkan larutan dimetil gloksim (DMG) 1% secara bertahap.
- Dinginkan larutan dan saring endapan.
- Cuci endapan dengan aquades dan etanol, larutkan endapan kembali dalam erlenmeyer dengan larutan dekomposisi.
- Uapkan hingga volume 50 mL dan encerkan hingga 150 mL.
- Tambahkan asam tartarat 25% dan kertas lakmus, lalu tambahkan NH4OH hingga berwarna biru.
- Titrasi dengan larutan EDTA 0,025 M hingga titik akhir ungu, catat hasil titrasi sesuai kode sampel.
Prosedur Pengerjaan Sampel Metal
. 1.Penimbangan Sampel
FeNi
- Timbang masing-masing sampel metal Feni high carbon dengan berat ±5 gram.
- Catat berat sampel pada form sesuai dengan kode sampel yang telah ditandai sebelumnya.
2. Persiapan Pelarutan:
- Masukkan sampel yang sudah ditimbang ke dalam gelas piala.
- Tambahkan 10 mL HNO₃, 30 mL HClO₄, dan 5 mL HF (1:1) ke dalam gelas piala.
3. Proses Pelarutan:
- Larutkan sampel di atas hot plate hingga muncul asap putih.
- Setelah asap putih muncul, tambahkan perlahan-lahan NaCl hingga uap coklat hilang (untuk mengusir krom), dan lanjutkan pemanasan hingga larutan kering.
4. Proses Pengenceran:
- Setelah larutan kering, bilas metal Feni high carbon dengan aquades dingin.
- Dingin menggunakan air mengalir.
5. Penghomogenan Larutan:
- Masukkan larutan ke dalam labu ukur 250 mL, sambil dibilas dengan aquades hingga mencapai tanda tera/miniskus, lalu homogenkan larutan.
6. Transfusi ke Erlenmeyer:
- Pindahkan larutan yang telah dihomogenkan ke dalam erlenmeyer 500 mL menggunakan pipet 50 mL.
7. Penambahan Asam:
- Tambahkan 10 mL asam sitrat 25% ke dalam erlenmeyer.
Prosedur Pengerjaan Sampel Metal
.
FeNi
8. Pengaturan pH:
- Tambahkan NH₄OH (1:1) hingga larutan berwarna hijau.
- Netralkan larutan dengan menambahkan asam asetat (1:1) hingga pH mencapai 7, ditandai dengan warna hijau kekuningan.
9. Pencampuran Aquades:
- Tambahkan aquades hingga volume larutan mencapai 200 mL.
10. Proses Pengendapan:
- Tambahkan secara bertahap 45 mL larutan Dimethylglyoxime (DMG) 1% ke dalam larutan.
11. Pemanasan Larutan:
- Panaskan larutan di atas hot plate hingga mendekati titik didih.
12. Pendinginan Larutan:
- Dinginkan larutan setelah mencapai titik didih.
13. Proses Penyaringan:
- Cuci bersih erlenmeyer menggunakan aquades yang telah ditetesi NH₄OH (4-3 tetes NH₄OH pekat per 1 L aquades
14. Larutan Kembali:
- Larutkan kembali endapan Ni-DMG dalam erlenmeyer 500 mL dengan 10 mL larutan dekomposisi (H₂O₂ : HNO₃ : H₂O = 1:1:8).
- Tambahkan aquades panas hingga volume larutan mencapai 200 mL.
15. Penguapan Larutan:
- Panaskan di atas hot plate pada suhu ±300°C selama 45 menit hingga 1 jam hingga volume larutan menjadi kurang lebih 50 mL.
16. Pendinginan Akhir:
- Dinginkan larutan di bawah air mengalir.
17. Pengenceran untuk Titrasi:
- Encerkan larutan dengan aquades hingga 150 mL,
kemudian tambahkan 4 mL asam tartarat 25%, dan masukkan kertas lakmus.
Prosedur Pengerjaan Sampel Metal
. 18.Menambah NH₄OH:
FeNi
- Tambahkan NH₄OH (1:1) hingga lakmus berwarna biru.
19. Menambahkan Indikator:
- Tambahkan kira-kira 1 sendok indikator Murexide 1% (±0,1 gram).
20. Titrasi:
- Titrasi dengan larutan EDTA 0,025 M hingga titik akhir berwarna ungu, kemudian catat hasil titrasi sesuai dengan kode sampel yang telah dicatat pada awal analisis.
- Cuci endapan dengan etanol (1:9).
Reklamasi
Reklamasi merupakan peroses pemulihan dan rehabilitas lahan bekas penambangan agar dapat digunakan kembali atau dikembalikan pada kondisi alaminya setelah kegiatan penambangan selesai. Kegiatan ini dilakukan dengan mengisi lubang- lubang bekas penambangan menggunakan top soil. Reklamasi dimulai dari persiapan bibit.
Kemudian dilanjutkan dengan revegetasi dan pemeliharaan tanaman, serta pengukuran dan
monitoring air. Mine environment management departement bertanggung jawab dalam
proses reklamasi di PT ANTAM Tbk UBPN KOLAKA. Penanaman juga melibatkan orang
lokal atau yang biasa disebut dengan karang taruna.
SARAN
1.