• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktik Kerja Lapangan Tugas Tim Kontestan Dalam Tahap Pra Produksi Program Family 100 di Fremantle Indonesia

N/A
N/A
M Salam Ramdani

Academic year: 2025

Membagikan "Laporan Praktik Kerja Lapangan Tugas Tim Kontestan Dalam Tahap Pra Produksi Program Family 100 di Fremantle Indonesia"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN

TUGAS TIM KONTESTAN DALAM TAHAP PRA PRODUKSI PROGRAM FAMILY 100 DI FREMANTLE INDONESIA

Jalan Barito II No.3, RT 8 RW 5 Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130

FATIMA ZAHRA NURYADIN 044121277

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR

2024

(2)

HALAMAN PERSETUJUAN Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Fatima Zahra Nuryadin

NPM : 044121277

Program Studi : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Perguruan Tinggi : Universitas Pakuan

Telah melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan Televisi Radio dan Media Baru pada Fremantle Indonesia Jalan Barito II No.3 Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130 Pada tanggal 10 Juli 2024 s.d 31 Agustus 2024 dengan baik.

Bogor, 18 Agustus 2024

Pembimbing Fakultas, Pembimbing Lapangan

Layung Paramesti Martha, M.Si Ricky Fajar

Mengetahui,

Muhtasor

(3)

HALAMAN PENGESAHAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN TELEVISI RADIO DAN MEDIA BARU PADA FREMANTLE MEDIA INDONESIA

Telah dipertahankan dihadapan Tim Penguji Praktek Kerja Lapangan Program Studi Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan

Dinyatakan Memenuhi Persyaratan, sebagai Syarat Menyusun Skripsi Program Sarjana (S-1)

Susunan Tim Penguji Penguji 1: Imani Satriani, M.Si Penguji 2: Layung Paramesti Martha, M.Si

Bogor, 03 September 2024 Mengetahui,

Dekan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan,

Dr. Henny Suharyati, M.Si

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung dari 10 Juli 2024 hingga 31 Agustus 2024 di Fremantle Indonesia dengan baik. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas akhir skripsi di Program Studi Ilmu Komunikasi, Konsentrasi Penyiaran, Universitas Pakuan.

Adapun judul yang di ambil oleh penulis adalah “TUGAS TIM KONTESTAN DALAM TAHAP PRA PRODUKSI PROGRAM FAMILY 100 DI FREMANTLE INDONESIA”. Dengan adanya PKL, membuat penulis mendapatkan banyak ilmu pengetahuan sekaligus pengalaman baru dalam dunia kerja, sehingga dapat mengimplementasikan teori yang telah dipelajari di Fakultas.

Penulis berharap ilmu pengetahuan dan pengalaman yang didapat akan menjadi bekal saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan hati dan segala hormat penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada yth:

1. Dr. Henny Suharyati, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan.

2. ⁠Dr. Dwi Rini Sovia Firdaus. M.com Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi.

3. ⁠Layung Paramesti Martha, M.Si selaku dosen Pembimbing PKL Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan yang telah memberikan pengarahan selama proses bimbingan.

4. ⁠Seluruh Dosen Ilmu Komunikasi yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis.

5. Syafwan Hadi dan Ricky Fajar selaku Produser di PT Dunia Visatama Produksi (Fremantle Indonesia) dan seluruh tim Family 100 yang menerima dan membimbing penulis dengan baik.

6. Kedua orang tua penulis Bapak Nuryadin dan Ibu Endang Yulianti yang telah memberikan dukungan baik berupa doa, moril, maupun finansial.

Serta Tami dan Riri yang tiada henti memberi semangat kepada penulis.

7. Cita Rahma Oktavionita, Andini Maulidina, sahabat dan menjadi rekan PKL yang selalu saling memberi semangat, memberi saran dan selalu bersama suka maupun duka selama PKL berlangsung. Serta teman-teman kelas TRMB 1 2021.

8. Rezi Ramdhani kekasih tersayang yang selalu support dan mendukung penulis.

Sebagai penulis sangat menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dengan segala kekurangannya. Untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran. Akhir kata penulis sangat berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para pembacanya.

Bogor, 5 September 2024

Fatima Zahra Nuryadin

(5)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... i

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan ... 1

1.2 Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan ... 2

1.3 Tujuan Praktik Kerja Lapangan... 3

1.3.1 Tujuan Umum ... 3

1.3.2 Tujuan Khusus Praktik Kerja Lapangan ... 3

1.4 Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL) ... 3

1.4.1 Manfaat Bagi Mahasiswa ... 3

1.4.2 Manfaat Bagi Perusahaan ... 4

1.4.3 Manfaat Bagi Universitas Pakuan ... 4

BAB II ... 5

TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Komunikasi ... 5

2.1.1 Fungsi Komunikasi ... 5

2.1.2 Tujuan Komunikasi... 6

2.2 Komunikasi Massa ... 6

2.2.1 Karakteristik Komunikasi Massa ... 7

2.3 Media Massa ... 7

2.4 Penyiaran ... 8

2.5 Televisi ... 8

2.6 Jenis Program televisi ... 9

2.6.1 Program Informasi ... 9

2.6.2 Program Hiburan... 10

2.9 Proses Produksi Acara Televisi ... 10

2.10 Family 100 ... 10

2. 11 Tugas Tim Kontestan ... 11

(6)

BAB III ... 13

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 13

3.1 Sejarah Fremantle Indonesia ... 13

3.1.1 Logo Fremantle Indonesia ... 15

3.1.2 Sejarah Family 100 ... 15

3.1.3 Logo Family 100 ... 15

3.1.3 Visi dan Misi Perusahaan ... 16

3.2 Kegiatan Operasional Fremantle Indonesia Program Family 100 ... 16

3.3 Struktur Organisasi ... 17

3.3.1 Deskripsi Tugas ... 17

BAB IV ... 19

PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) ... 19

4.1 Bentuk Kegiatan Kerja Lapangan (PKL) ... 19

4.2 Hasil dan Pembahasan PKL ... 28

4.2.1 Tugas Tim Kontestan dalam tahap Pra Produksi Program Family 100 29 4.2.3 Hambatan dan Solusi ... 35

BAB V ... 37

KESIMPULAN DAN SARAN ... 37

5.1 Kesimpulan ... 37

5.2 Saran ... 37

DAFTAR PUSTAKA ... 39

LAMPIRAN ... 40

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Program Fremante Indonesia ... 14

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Logo Fremantle Indonesia ... 15

Gambar 3.2 Logo Family 100 ... 15

Gambar 3.3 Struktur Organisasi Family 100 ... 17

Gambar 4.1 Acara Family 100 ... 27

Gambar 4.2 Database Pencarian Kontestan... 27

Gambar 4.3 DM Penulis dengan Calon Kontestan... 31

Gambar 4.4 Whatsapp Official Family 100 follow up kontestan ... 32

Gambar 4.5 Screenshot Audisi Online melalui zoom meeting ... 33

Gambar 4.6 Audisi Offline ... 33

Gambar 4.7 Lembar Data MNC ... 34

Gambar 4.8 Pengiriman Wadrobe Kontestan... 35

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Halaman persetujuan ... 41

Lampiran 2. Surat penerimaan PKL di Fremantle ... 42

Lampiran 3. Lembar Penilaian Kerja ... 43

Lampiran 4. Agenda Harian PKL ... 45

Lampiran 5. Certificate Of Internship ... 47

Lampiran 6. Kegiatan Penulis Menghubungi kontestan di Instagram Pribadi... 48

Lampiran 7. Kegiatan Penulis Audisi Online melalui Zoom Meeting ... 49

Lampiran 8. Penulis Melakukan Audisi secara Offline ... 50

Lampiran 9. Penulis Membantu Membereskan Berkas Kontestan ... 51

Lampiran 10. Penulis melakukan Update Data Backup Score ... 52

Lampiran 11. Penulis diberi Kejutan Ulang Tahun oleh Tim Kontestan ... 53

Lampiran 12. Kegiatan 17 Agustus bersama Keluarga besar Fremantle Media ... 54

Lampiran 13. Penulis bersama Crew Family 100 Fremantle Media ... 55

Lampiran 14. Penulis bersama Tim Manjah Pemenang Episode 687 ... 56

Lampiran 15. Penulis bersama Host Irfan Hakim dan Eksekutif Produser beserta mahasiswa magang lainnya. ... 57

(10)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa Universitas Pakuan Bogor sebelum melanjutkan kepada tahap akhir, seminar dan skripsi. Praktik Kerja Lapangan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman bekerja. Diharapkan dengan adanya Praktik Kerja Lapangan ini mahasiswa menjadi lebih mudah dan cepat dalam beradaptasi saat menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

Praktik kerja lapangan menurut Oemar Hambalik (2001: 21) dalam Elna (2021) Praktik kerja lapangan merupakan model pelatihan yang bertujuan untuk memberikan kecakapan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu sesuai dengan tuntutan kemampuan bagi pekerja. Hal ini sangat berguna sekali bagi para siswa untuk dapat beradaptasi dan siap terjun ke dunia kerja, sehingga di dalam bekerja nantinya dapat sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Televisi merupakan industri massa yang menyajikan informasi kepada khalayak luas dalam bentuk audio visual yang dikemas dalam bentuk siaran secara live atau tapping. Bertujuan untuk memberikan informasi, edukasi ataupun hiburan yang bisa menarik masyarakat umum dan sebagai wadah dalam menyampaikan berbagai seni dan budaya.

Perkembangan televisi di Indonesia dari masa ke masa menunjukkan transformasi yang signifikan. Dari hanya satu stasiun pemerintah, kini Indonesia memiliki puluhan stasiun televisi yang menawarkan berbagai jenis konten dan menggunakan teknologi canggih. Televisi tetap menjadi media yang sangat berpengaruh, meskipun harus beradaptasi dengan tantangan yang dibawa oleh era digital dan perubahan kebiasaan menonton masyarakat. Televisi menyediakan banyak sekali program yang pastinya memuat informasi. Tujuan suatu program secara umum yaitu memberikan hiburan, informasi, dan pendidikan kepada penonton. Secara khusus setiap program acara memiliki tujuan tersendiri sesuai dengan sasaran yang hendak dicapai.

Dala pembuatan program televisi terdapat beberapa proses tahap produksi yang sangat perlu diperhatikan. Mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi.

Seperti pembuatan ide, perencanaan persiapan, pengambilan gambar, hingga penyelesaian akhir. Setiap tahap memiliki kompleksitasnya sendiri dan membutuhkan koordinas yang baik antara produser, sutradara, cameramen, editor, dan tim lainnya.

John T. Caldwell: John T. Caldwell, dalam karyanya tentang industri media, menjelaskan bahwa rumah produksi adalah perusahaan yang menyediakan layanan produksi lengkap untuk film, televisi, dan media digital. Ini termasuk pengembangan konsep, penulisan naskah, casting, pengambilan gambar, editing, dan distribusi. Rumah produksi berfungsi sebagai pusat koordinasi bagi semua elemen yang terlibat dalam pembuatan konten. Kegiatan Production House (PH) produksi yang lain yakni menyewakan alat-alat untuk memproduksi progam acara (seperti kamera, mesin genset, lighting bahkan beberapa pekerja) dan menyediakan/menyewakan tempat untuk penyelesaian produksi atas suatu program

(11)

acara (seperti ruangan editing dan studio). Secara umum, Production House (PH) merupakan tempat memproduksi klip video dan juga film. Tempat inilah yang menjadi wadah yang menampung ide kreatif para sineas dan juga kreator video yang berada di Indonesia. Banyak sekali bermunculan Production House (PH) dengan spesialisasinya masing-masing, seperti video klip musik, iklan, film, FTV, sinetron, dan juga lainnya.

Penulis memilih melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu Production House (PH) karena sesuai dengan bidang konsentrasi penulis yaitu pneyiaran.

Penulis memilih PKL di Fremantle Indonesia karena sebagai salah satu Production House (PH) atau Rumah Produksi terbesar di Dunia dengan produksi yang mencakup entertainment, serial drama, dan program hiburan lainnya di sekitar 43 Negara di Dunia termasuk Indonesia. Fremantle Indonesia berfokus untuk bekerjasama notabene dengan stasiun televisi di Indonesia di bawah naungan MNC Media sehubungan dengan keterkaitan kontrak, seperti RCTI, MNC, GTV, ANTV, dan stasiun TV lainnya. Sudah banyak program acara yang telah di produksi Fremantle Indonesia tayang dengan banyak episode. Beberapa program acara yang telah dihasilkan seperti Indonesian Idol, Take me out, Super deal Indonesia, Family 100 dan lainnya. Setiap program televisi yang diproduksi selalu terlihat matang dalam persiapannya, tak terkecuali para kontestan yang telah mengikuti program acara televisi. Hal tersebut sangat dimungkinkan karena persiapan Produser dan tim lainnya dalam menyusun kontestan di setiap episodenya.

Penulis melaksanakan PKL di Fremantle ditempatkan di program acara game show Family 100 yamg tayang di MNC sebagai Production Assistant atau Asisten Produksi yang berperan sebagai Tim Kontestan. Adapun judul yang diambil penulis yaitu “TUGAS TIM KONTESTAN DALAM PRA PRODUKSI PROGRAM FAMILY 100 DI FREMANTLE INDONESIA”. Alasan penulis memilih judul tersebut, karena penulis ingin mengetahui tugas tim kontestan dalam tahap pra produksi program acara Family 100, banyak hal-hal yang menarik untuk menambah wawasan dan belajar untuk bertanggung jawab terhadap yang sedang dikerjakan. Dari pra produksi ini penulis dapat mempraktekan ilmu penulis untuk membujuk orang agar mau mengikuti dan menjadi kontestan di acara Family 100.

Tahap pra produksi ini sangat penting terhadap kesuksesan dan kelancaran proses produksi sebuah program acara. Penulis melaksakan PKL dengan cara bekerja langsung dikantor Fremantle dan fokus kepada bagian pra produksi nya. Penulis menjadi tim mencari kontestan, mulai dari mencari kontestan, audisi secara offline maupun online, dan menyiapkan segala kebutuhan untuk memenuhi peserta Family 100, dan yang nantinya akan dilakukan preview oleh tim kontestan, produser, dan tim MNC TV untuk maju ke proses produksi yaitu shooting.

1.2 Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan

Pelaksanaan PKL dilakukan di Instansi Fremantle Indonesia, yang beralamat di Jl. Barito II No.3, RT.8/RW.5, Kramat Pela, Kecamatan. Kebayoran.

Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130. Penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) langsung dikantor Fremantle. Praktik Kerja Lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2024 s.d 31 Agustus 2024

(12)

Penulis ditempatkan pada bagian tim kontestan. Pekerjaan yang dilakukan oleh penulis selama melaksanakan program PKL ini adalah mencari calon kontestan di berbagai media sosial, seperti Instagram, Tiktok, dan relasi sendiri.

Setelah mendapatkan calon kontestan, penulis melakukan follow up yang artinya menegaskan kembali kepada calon kontestan bahwa calon kontestan akan ikut serta dalam kuis Family 100 dan menyampaikan semua peraturan yang diterapkan dalam Family100. Setelah itu dilakukan penjadwalan untuk audisi secara offline maupun online.

1.3 Tujuan Praktik Kerja Lapangan 1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan Umum PKL di Fremantle Indonesia yaitu:

1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL)

2. Dapat menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman bekerja di dunia pertelevisian.

3. Memberikan gambaran kegiatan yang dilakukan dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Fremantle Indonesia pada bagian Tim kontestan.

4. Dalam melaksanakan Program PKL, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui pekerjaan yang dilakukan dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dan dapat membawa teori-teori yang didapat untuk diterapkan di dunia kerja yang nyata.

1.3.2 Tujuan Khusus Praktik Kerja Lapangan

Tujuan khusus Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Fremantle Indonesia yaitu:

1. Mengetahui proses tim kontestan dalam tahap pra produksi program acara Family 100

2. Mengetahui hambatan proses tim kontestan dalam tahap pra produksi Family 100

1.4 Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Adapun manfaat yang diperoleh dalam melaksanakan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebagai berikut:

1.4.1 Manfaat Bagi Mahasiswa

1. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam dunia kerja.

2. Mahasiswa dapat memahami pekerjaan yang dilakukan oleh tim kontestan.

3. Mahasiswa dapat melakukan follow up terhadap calon kontestan.

4. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana mengaplikasikan teori-teori yang telah didapatkan saat perkuliahan berlangsung.

5. Mahasiswa dapat mencari kontestan dengan baik.

(13)

1.4.2 Manfaat Bagi Perusahaan

1. Dapat menambah tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya.

2. Menjalin kerja sama dengan Universitas Pakuan Bogor dan sebagai media mempromosikan perusahaan atau intansi tersebut.

3. Menjadi wadah untuk mencari karyawan yang kompeten, kualitas baik.

1.4.3 Manfaat Bagi Universitas Pakuan

1. Dapat dijadikan sebagai acuan bagi mahasiswa yang membuat laporan PKL serupa.

2. Universitas dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui Praktik Kerja Lapangan.

(14)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi

Istilah komunikasi dari Bahasa Inggris “communication”, secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari Bahasa Latin “communicates”, dan perkataan ini bersumber pada kata “communis”. Dalam kata “communis” ini memiliki makna

‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama yaitu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna (Ngalimun, 2017: 19).

Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk mempengaruhi maupun perilaku seseorang.

Komunikasi merupakan suatu aktivitas transaksional. Dalam penggunaannya, komunikasi sejatinya membangun makna dari pesan secara kooperatif yang disampaikan oleh seseorang (Cangara Hafied, 2016, hal.25). Dengan kata lain, seseorang atau partisipan komunikasi selalu menegosiasikan makna. Dalam negosiasi inilah latar belakang masing-masing partisipan atau audiens akan sangat berpengaruh dalam membangun kesamaan dalam berkomunikasi.

Sedangkan menurut Agus M.Hardjana (2016 :15) “ komunikasi

merupakan kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan melalui media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan kemudian memberikan tanggapan kepada pengirim pesan.”

Komunikasi menjadi peran penting dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komunikasi bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, dan biasanya dalam komunikasi bisa terjadi umpan balik.

2.1.1 Fungsi Komunikasi

Fungsi dari komunikasi adalah sebagai penyampaian informasi yang utama, mendidik, menghibur, dan yang terakhir mempengaruhi orang lain dalam bersikap ataupun bertindak. Menurut Suharno (2016: 33 – 37) ada lima fungsi dari komunikasi yaitu:

1. Menyampaikan Informasi (to Inform)

Dapat dikatakan bahwa aktivitas utama dalam komunikasi adalah menyampaikan pesan dan informasi.

2. Mendidik (to Educate)

Idealnya informasi yang disampaikan kepada komunikan terutama dalam komunikasi media massa harus menekankan pada aspek mendidik.

3. Menghibur (to Entertain)

Lepas dari pro dan kontra tentang hiburan yang sehat dan yang tidak sehat, yang jelas bahwa informasi yang di kemas terutama dalam komunikasi massa memiliki fungsi dan tujuan menghibur.

4. Pengawasan (Surveillance)

Komunikasi, baik massa maupun interpersonal pada dasarnya memiliki fungsi pengawasan.

(15)

5. Memengaruhi (to Influence)

Pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi dasarnya bertujuan untuk memengaruhi komunikan.

2.1.2 Tujuan Komunikasi

Setiap komunikasi tentunya memiliki tujuan agar pesan tersebut dapat dimengerti atau mengubah perilaku orang lain. Thomas M. Scheidel mengungkapkan bahwa setiap orang berkomunikasi untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, membangun kontak sosial dengan orang lain di sekitar, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berperilaku seperti apa yang kita inginkan (Mulyana, 205:4).

Setiap individu yang berkomunikasi pasti memiliki tujuan, secara umum tujuan komunikasi adalah lawan bicara agar mengerti dan memahami maksud makna pesan yang disampaikan. Menurut Effendy (2015:27) ada empat tujuan komunikasi, yaitu:

1. Mengubah sikap (to Change Attitude), yaitu sikap individu atau kelompok terhadap sesuatu menjadi berubah atas informasi yang mereka terima.

2. Mengubah Pendapat atau Opini (to Change Opinion), yaitu pendapat individu atau kelompok terhadap sesuatu menjadi berubah atas informasi yang mereka terima.

3. Mengubah perilaku (to Change The Behavior), yaitu perilaku individu atau sekelompok terhadap sesuatu menjadi berubah atau informasi yang diterima.

4. Mengubah masyarakat (to Change The Society), yaitu tingkat sosial individu atau kelompok terhadap sesuatu menjadi berubah atau informasi yang mereka terima.

2.2 Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik audio visual maupun media cetak. Komunikasi massa selalu melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergarak dalam organisasinya yang komplek.

Apabila pesan itu disampaikan melalui media pertelevisian maka proses komunikator melakuakn suatu penyampaian pesan melalui teknologi audio visual secara verbal maupun nonverbal (Romli, 2016: 2).

Definisi lain dari komunikasi diberikan oleh Black dan Frederick di Nurudin (2017:11): "Komunikasi massa adalah proses di mana ide-ide yang dihasilkan secara missal atau tidak sedikit itu dibagikan kepada massa yang menerima ide-ide yang besar, anonim, dan heterogen". Komunikasi massa adalah komunikasi yang diarahkan pada masyarakat umum melalui media massa.

Media komunikasi yang mencakup media massa adalah radio dan televisi dikenal sebagai media elektronik, sedangkan film disebut sebagai media film . Film bioskop adalah media komunikasi massa (Bitner in Romli, 2015:1).

(16)

2.2.1 Karakteristik Komunikasi Massa

Menurut Hafied Cangar (2010:76) dalam Elna Kartina (2021), komunikasi massa merupakan salah satu dari komunikasi yang memiliki perbedaan signifikan dengan bentuk komunikasi yang lain. Sifat pesannya yang terbuka dengan khalayak yang variatif, baik segi usia, agama, suku, pekerjaan, maupun dari segi kebutuhan, komunikasi massa memiliki sejumlah ciri atau karakteristik yang khas diantaranya:

1. Komunikator Terlembaga

Komunikasi massa, komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks, namun bersifat melembaga. Lembaga menyampaikan pesan komunikasi massa melalui media massa, seperti televisi, surat kabar, radio, dan internet.

2. Pesan bersifat umum

Proses komunikasi massa pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator ditujukan kepada khalayak luas atau semua orang bukan hanya sekelompok orang. Dengan demikian, maka proses komunikasi massa bersifat terbuka. Hal ini dikarenakan, komunikan tersebar di berbagai tempat yang tersebar. Pesan beritanya pula mengandung unsur fakta yang bersifat penting dan menarik utnuk semua kalangan masyarakat bukan hanya sekolompok orang.

3. Komunikannya Anonim dan Heterogen

Komunikan atau penerima informasi dalam komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Hal ini dikarenakan komunikasi massa menyampaikan pesan secara umum pada seluruh masyarakat, yang tidak saling mengenal antara satu sama lain. Tanpa membedakan suku, ras, agama serta memiliki beragram karakter psikologi, usia, jenis kelamin, tempat tinggal, adat budaya, maupun strata sosial yang berbeda-beda.

4. Media massa bersifat keserempakan

Menurut Effendy (1981) dalam Elvinaro (2007), keserempakan media massa itu sebagai keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah.

5. Pesan yang disampaikan satu arah

Artinya terjadi komunikasi antara komunikator dan komunikan secara langsung tapi komunikator dan komunikan tidak saling bertemu dan komunikan tidak dapat merespon secara langsung. Di sini komunikator yang mengendalikan komunikasinya.

6. Umpan balik tertunda (delayed feedback)

Dikarenakan antara komunikator dengan komunikan yang tidak bertatap muka secara langsung maka komunikator tidak dapat dengan segera mengetahui reaksi khalayak terhadap pesan yang telah disampaikan.

2.3 Media Massa

Cangara (2016:140) menyatakan bahwa jika orang berada di daerah di mana ada khalayak yang tidak dipahami, mereka biasanya akan menggunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam transmisi informasi dari sumber ke penerima (khalayak) melalui alat komunikasi mekanis seperti:

(17)

1. Surat Kabar

Surat kabar adalah lembaran-lembaran kertas bertuliskan berita dan sebagainya, yang biasanya diterbitkan secara periodik dan bersifat umum.

Surat kabar ini memuat berbagai jenis informasi, seperti berita daerah, berita internasional, kolong lowongan kerja, rubrik mengenai aspirasi masyarakat, dan lain-lain. Surat kabar banyak digemari orang tua daripada anak-anak. Salah satu kelebihan surat kabar ialah mampu memberi informasi yang lengkap, bisa dibawa kemana-mana.

2. Film

Film dalam penyajian sempit adalah penyajian gambar lewat layar lebar, tetapi dalam pengertian lebih luas juga termasuk yang disiarkan televisi.

3. Radio

Radio bisa dinikmati sambil mengerjakan pekerjaan lain, seperti memasak, menulis, menjahit, dan semacamnya. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi pada media lain seperti televisi, film, dan surat kabar. Kehadiran televisi ternyata tidak mampu menggeser penggemar radio.

4. Televisi

Saat ini televisi bisa dikatakan mendominasi hampir semua waktu luang setiap orang. Televisi memiliki sejumlah kelebihan, terutama kemampuan dalam menyatukan antar fungsi audio dan visual, ditambah dengan kemampuan memainkan warna visual yang ditayangkan.

2.4 Penyiaran

Djamal dan Fachrudin (2013:43) penyiaran atau dalam bahasa inggris dikenal dengan sebutan broadcasting adalah keseluruhan proses penyampaian siaran yang dimulai dari penyiapan materi pra prduksi, produksi, penyiapan bahan siaran, kemudian pemancaran sampai kepada penerima siaran tersebut oleh pendengar atau pemirsa di suatu tempat.

Bahasa aslinya broadcasting, penyiaran bersifat tersebar ke semua arah (board) yang dikenal sebagai ommidirectional. Dari definisi sifat penyiaran ini bisa diketahui bahwa semua system penyiaran yang alat penerima siarannya harus dilengkapi dengan satu unit decorder, adalah kurang sejalan dengan definisi broadcasting. Oleh karena itu, pada nama sistem sistemnya harus ditambahkan kata

“terbatas”, sehingga menjadi sistem penyiaran terbatas. Sebaggai media massa, penyiaran termasuk media elektronik yang terjadwal secara priodik yang merupakan saluran komunikasi massa jenis media (tak langsung) (Morissan,2008:

13).

2.5 Televisi

Televisi merupakan salah satu bentuk media audio visual yang efektif dalam menyampaikan berbagai informasi. Zanoor (2020) mengatakan bahwa televisi berasal dari Bahasa Yunani yaitu tele yang artinya jauh dan visio dari Bahasa latin yang artinya penglihatan. Sehingga dapat diartikan televisi adalah dapat dilihat melalui jarak jauh.

Fitria Laila Suwardi dan Sri Watini (2022) mengatakan bahwa televisi merupakan salah satu media visual dan auditif dengan tingkat jangkauan luas

(18)

sebagai media komunikasi dalam menyampaikan beragam informasi, pembelajaran serta hiburan tanpa ada batasan.

2.6 Jenis Program televisi

Program televisi adalah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi, yang akan menjadi landasan kreatifitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa dari acara tersebut (Naratama, 2004:63).

Televisi bukanlah hal yang asing lagi di mata masyarakat, terlebih lagi kini hampir semua lapisan masyarakat sudah dapat menikmati tayangan televise.

Televisi memiliki berbagai acara yang bertujuan memberi informasi kepada penonton atau justru menghibur penonton. Secara garis besar, program televisi terbagi menjadi dua, yaitu program informasi dan program hiburan. Program berita dibagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu hard news (berita keras) dan soft news (berita lunak). Sementara program hiburan terbagi atas tiga kelompok besar yaitu musik, drama permainan (games show), dan pertunjukkan.

2.6.1 Program Informasi

Morissan (2015:281-219) menyimpulkan bahwa, program informasi adalah jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan (informasi) kepadakhalayakaudien. Daya tarik program ini adalah informasi, dan infromasi itulah yang “dijual” kepada audien. Program informasi dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu berita keras (hard news) dan berita lunak (soft news).

1. Hard News

hard news adalah jenis program berita yang fokus pada penyampaian informasi faktual dan terkini tentang peristiwa penting atau kejadian yang sedang berlangsung. Berita hard news biasanya meliputi topik seperti politik, ekonomi, bencana alam, dan kejadian kriminal yang memerlukan laporan segera. Program ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan langsung kepada audiens, sering kali dengan penekanan pada ketepatan waktu dan relevansi berita. Dalam berita keras (hard news) dibagi kedalam beberapa bentuk berita yaitu: straight news (langsung), Features (berita menarik), infotainment (berita seputar celebrity).

2. Soft News

Berita soft news adalah jenis berita yang lebih menekankan pada aspek hiburan, gaya hidup, atau cerita manusiawi daripada pada kejadian-kejadian penting atau mendesak. Soft news sering kali meliputi topik seperti budaya, selebriti, tren, dan cerita inspiratif atau emosional yang bisa menarik minat pembaca atau penonton secara pribadi. Meskipun tidak selalu bersifat mendesak, berita soft news berfungsi untuk memberikan hiburan dan informasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari audiens. Program yang termasuk ke dalam kategori berita lunak ini adalah: current affair (persoalan kekinian), magazine (majalah), dokumenter, dan talk show (perbincangan).

(19)

2.6.2 Program Hiburan

Program Hiburan adalah sgala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur audien dalam bentuk musik, lagu, cerita dan permainan. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, permainan (game), music dan pertunjukkan (Morissan, 2015:223).

2.9 Proses Produksi Acara Televisi

Produksi televisi merupakan proses pembuata acara untuk ditayangkan di televisi. Proses produksi ini merupakan perjalanan panjang yang melewati berbagai tahapan, produksi televisi melibatkan staff produksi, seperti presenter, kameramen, wartawan media, dan dunia perfilman seperti sutradara dan produser. Tujuan utama produksi televisi adalah untuk menciptakan konten yang menarik dan informatif bagi khalayak,baik dalam bentuk berita, hiburan, atau edukasi.Terdapat beberapa tahapan yang penting dan berpengaruh terhadap hasil sebuah siaran yang akan ditayangkan yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan siaran acara televisi.

Tahapan tersebut yaitu:

a. Pra Produksi

Tahap pra produksi yaitu tahapan terpenting dalam proses produksi program siaran televisi. Tahap pra produksi adalah tahap yang sangat penting untuk dilakukan. Pada tahap ini meliputi perencanaan, menentukan ide, meriset, mempelajari dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan naskah yang akan ditulis, menentukan jadwal pengambilan gambar, mencari lokasi, menyusun anggaran biaya, mencari dan mengaudisi calon pemeran, mengurus perizinan, menentukan staf dan crew produksi, mengurus penyewaan peralatan produksi, dan juga persiapan produksi lainnya.

b. Produksi

Tahap produksi adalah proses pengambilan gambar dari setiap adegan yang telah dituangkan ke dalam shooting script berdasarkan naskah yang ditulis, disinilah penentu baik atau tidaknya sebuah produksi dilihat dari proses produksi tersebut.

c. Pasca produksi

Tahap pasca produksi merupakan tahap terakhir dalam produksi siaran televisi, namun di dalam tahap pasca produksi ini terdapat beberapa proses lagi yaitu proses pengeditan. Proses pengeditan merupakan penggabungan dari beberapa adegan yang telah diambil pada saat tahap produksi, yang disusun dan disesuaikan dengan naskah. Tujuannya yaitu untuk proses kesinambungan cerita peradegan. Hubungan antar adegan harus diperhatikan oleh pake . (Rahmawati dan Rusnadi, 2011:3)

2.10 Family 100

Famili 100 (disingkat F100, sekarang dikenal dengan nama Family 100 untuk musim X) adalah salah satu program kuis paling sukses di Indonesia dengan jumlah penayangan mencapai 5.000 episode, yang diadaptasi dari kuis Family Feud dan Family Fortunes berdasarkan lisensi dari Fremantle Amerika Serikat dan Inggris. Dalam acara ini, 2 keluarga/kelompok berusaha untuk menebak jawaban yang terbanyak dijawab berdasarkan hasil survei kepada 100 orang. Dalam acara

(20)

ini, adapun seruan populer yang disampaikan oleh pebawa acara (host) sebelum membuka jawaban dan poin adalah “survei membuktikan!” Family 100 ini kembali hadir di MNCTV, permainan special ini tayang setiap hari pukul 19.30 WIB hanya di MNCTV.

Program ini telah berjalan selama 10 musim, pada 11 Agustus 2024, total episode mencapai 5.241 episode. Program kuis ini menjanjikan hadiah yang sangat menarik, termasuk uang tunai total Rp. 50 juta rupiah dan mobil impian bagi pemenang. Acara ini menuntut kekompakan dan kedekatan antar anggota keluarga dalam menyelesaikan berbagai kuis dan pertanyaan. Family 100 selalu menyuguhkan tayangan yang menghibur dan memberikan banyak hadiah kejutan kepada para pesertanya.

Kontestannya pun beragam, tidak hanya kategori keluarga saja sekarang sudah banyak kategori lainnya seperti genk arisan, komunitas bergerak, dan ada episode anak-anak dimana pesertanya merupakan anak-anak sekolah. Calon-calon kontestan akan dicari dan dipilih langsung oleh tim kontestan dengan menerapkan rules yang sudah tertera.

Family 100 sudah ada sejak lama di televisi Indonesia. Family 100 diadakan di panggung besar dimana dua keluarga atau komunitas akan beradu kepintaran dan kecepatan untuk membawa pulang hadiah yang ditawarkan. Pembawa acara yang memiliki karakter heboh dan pintar akan menanyakan pertanyaan yang telah di survei ke 100 orang dan dijawab oleh kedua keluarga/komunitas yang bersaing.

2. 11 Tugas Tim Kontestan

Menurut Sandika & Prasetyawati (2020), dalam jurnal berjudul "Peran Production Assistant di Cahaya Hati Indonesia iNews", Production Assistant (PA) atau Asisten Produksi yang berperan sebagai tim kontestan merupakan individu yang memiliki banyak tugas, mulai dari praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi. Tugas-tugas tersebut meliputi mempersiapkan, mencari, mencatat, memilih talent, mengumpulkan, membuat surat perizinan dan mengoordinasikan seluruh fasilitas produksi seperti studio, desain grafis, backdrop, panggung, wardrobe, make-up, kamera, audio, pencahayaan, serta memperbanyak rundown dan naskah. PA juga kadang terlibat dalam proses kreatif produksi.

Pada program Family 100, tim kontestan memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan peserta dari berbagai kategori, tidak hanya keluarga.

Mereka juga harus mencari kelompok seperti geng arisan, komunitas aktif, dan sanggar seni yang sesuai dengan kriteria serta memenuhi standar yang ditetapkan oleh produser dan asisten produser. Tim kontestan memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk mencari calon kontestan, karena jangkauan luas platform ini memudahkan dalam menemukan kandidat yang dibutuhkan.

Dalam produksi, kerjasama tim sangat kuat untuk kesuksesan acara, termasuk kerjasama antara tim kontestan dan asisten produksi, produser, serta asisten produser. Dalam Family 100, tim kontestan bertugas mencari calon peserta, melakukan audisi secara online, melakukan follow-up, menyiapkan wardrobe, menyusun breakdown kontestan, meninjau video audisi, serta melakukan indepth dengan kontestan. Peran mereka sangat penting, karena kontestan yang dipilih

(21)

harus sesuai dengan kriteria dan penilaian yang telah ditetapkan, sehingga menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan produksi.

(22)

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Fremantle Indonesia

Fremantle Indonesia dimulai pada tahun 1995 dengan adaptasi dari format gameshow klasik, Family Feud. Sebuah hit langsung, Family Feud, yang dikenal sebagai Family Fortune, di Indonesia,pada saat itu, ditindaklanjuti oleh serangkaian kesuksesan acara permainan lainnya termasuk Child’s Play, Hot Streak, Price Is Rigth, Card Sharks, Let’s Make A Deal dan Small Talk, untuk beberapa nama. Pada tahun-tahun berikutnya Fremantle Indonesia akan memimpin lebih besar, reality TV yang lebih berani dan lebih ambisius, tanpa naskah, format tiang tenda seperti Indonesia Idol, X Factor Indonesia, Indonesia’s Got Talent, Take Me Out, MasterChef dan Hell’s Kithcen.

Setelah 26 tahun dan 4.500 episode lebih kemudian format unggulan Fremantle Indonesia, Family Feud, saat ini berganti judul menjadi, Family 100.

Program Family 100 ini diakui oleh Museum Indonesia sebagai serial TV terlama dalam sejarah Televisi Indonesia. Hingga saat ini, Fremantle Indonesia telah memproduksi lebih dari 25.000 jam televisi prime time, Fremantle Indonesiajuga memenangkan beberapa Panasonic dan Asian Television Awards dan mengumpulkan lebih dai 5 miliar penayangan di berbagai platform media sosial.

tidak heran jika program-program yang diproduksi Fremantle Indonesia menjadi program unggulan dan yang ditunggu-tunggu. (Sumber : Fremantle.co.id)

Fremantle Indonesia melanjutkan komitmen untuk menciptakan hiburan berkualitas tinggi, paling menarik, tak tertahankan dan menyambut kemitraan dengan agensi, merek, dan pembuat konten untuk memenuhi permintaan konten asli, integrasi bermerek, dan ekstensi digital yang terus meningkat. Fremantle di Indonesia mempunyai partner lokal yaitu PT. Dunia Visitama Produksi. Fremantle memiliki produksi lebih dari 25 negara di seluruh dunia, Fremantle Indonesia memberikan penjualan local maupun bantuan produksi untuk program televisi Internasional yang dimilikinya, seperti Indonesian Idol dan gameshow terlama di dunia, PT. Dunia Visitama. Fremantle Indonesia yang sudah berdiri sejak tanggal 1 November 1996 yang beralamat di Jalan Barito II No.3 Kebayoran Baru,Jakarta Selatan 12130.

Fremantle Indonesia adalah sebuah rumah produksi yang telah memproduksi lebih dari 32 format untuk program televisi. Mulai dari gameshow, reality show, drama dan program hiburan lainnya. Slogan FremantleMedia adalah INSPIRING ENTERTAINMENT (yaitu menyuguhkan suatu hiburan yang dapat menginspirasi setiap penontonnya). Slogan ini mencerminkan visi perusahaan untuk tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi inspirasi melalui konten yang mereka produksi.

Fremantle Indonesia tidak hanya fokus pada format acara yang sudah terkenal, tetapi juga menciptakan konten baru yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Contohnya, mereka telah mengembangkan format seperti Super Deal 2 Milyar dan Supermarket Sweep Indonesia, yang menawarkan pengalaman hiburan yang berbeda bagi penonton. Fremantle Indonesia memiliki kerjasama yang kuat dengan stasiun besar di Indonesia, seperti RCTI, MNCTV, GTV, dan lain-lain.

(23)

Kerjasama ini memungkinkan mereka untuk mendistribusikan konten merekake jaringan yang luas.

Program-program yang telah di produksi oleh Fremantle dapat menarik perhatian khalayak dan menjadi program yang ditunggu-tunggu oleh khalayak. Dan sampai sekarang Fremantle Indonesia masih menunjukkan eksistensinya dengan menghadirkan program-program yang menarik untuk dilihat. Fremantle Indonesia menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan distribusi dan promosi konten mereka. Mereka menggunakan platform streaming seperti Joox dan Spotify untuk menjangkau penonton yang lebih luas.

Program yang telah dibuat oleh Fremantle diantaranya

No Nama Program Stasiun Televisi

1 Asia’s Got Talent ANTV tahun 2015 dan 2017

2 Indonesia’s Got Talent INDOSIAR tahun 2010 SCTV tahun 2014

3 Kata Bergaya ANTV

4 Indonesian Idol RCTI

5 Indonesian Idol Junior RCTI

6 Katakan Katamu ANTV

7 Password Jutawan GTV

8 Super Deal 2 Milyar RCTI

9 Super Deal ANTV & GTV

10 SupermarketSweep Indonesia ANTV

11 Family 100 MNCTV

12 Take Me Out Indonesia GTV 13 Let’s Make a Deeal Indonesia RCTI 14 MasterChef Indonesia RCTI

15 Temukan Kata Kompas TV

16 Komunikata TPI sekarang MNCTV & GTV

17 Tebak Harga Trans TV

18 X Factor Indonesia RCTI

19 Super Family ANTV

20 The Price is Right Indonesia Trans TV, Indosiar, & RCTI

21 Rangking Selebriti ANTV

22 Perfect Score Indonesia MNCTV 23 Mr. Bean Action Series Trans TV 24 Mr. Bean Animated Series ANTV

25 Baywatch RCTI

26 Monsuno Global TV sekarang GTV

Tabel 3.1 Program Fremante Indonesia Sumber: Fremantle.co.id

(24)

3.1.1 Logo Fremantle Indonesia

Logo resmi Fremantle Indonesia sebagai berikut:

Gambar 3.1Logo Fremantle Indonesia Sumber: HRD Fremantle Indonesia 3.1.2 Sejarah Family 100

Program Family 100 di Indonesia diadaptasi dari Family Feud dan Family Fortunes dari program luar negeri. Fremantle Indonesia memiliki izin dan lisensi dari Fremantle Amerika Serikat untuk menayangkan acara ini di Indonesia. Family 100 pertama kali tayang pada 16 Oktober 1995 di ANTV, dipandu oleh Sonny Tulung. Program ini menjadi sangat populer dan melambungkan nama Sonny Tulung di dunia Televisi.

Dalam acara ini, dua keluarga bersaing untuk menjawab pertanyaan yang telah diajukan kepada 100 orang dalam survei. Setiap keluarga terdirin dari 5 anggota yang berkolaborasi untuk menebak jawaban yang paling umum.

Permainannya biasanya terdiri dari beberapa ronde dan mereka harus menebak hasil survei terbanyak untuk mendapatkan poin tertinggi.

Saat ini, Family 100 tayang di MNCTV sejak 11 Oktober 2022 hingga sekarang, dipandu oleh Irfan Hakim. Family 100 selalu dipandu oleh host-host ternama di Indonesia yaitu Sonny Tulung, Darius Sinatharia, Tukul Arwana, Eko Patrio, Ananda Omesh, Gilang Dirga, dan sekarang oleh Irfan Hakim. Program ini telah mencapai musim ke-10 dengan total 685 episode per 8 September 2024.

3.1.3 Logo Family 100

Berikut adalah logo program acara Family 100:

Gambar 3.2 Logo Family 100 Sumber: www.google.com

(25)

3.1.3 Visi dan Misi Perusahaan

Perusahaan memiliki visi dan misi. Berikut visi dan misi Fremantle Indoneisa:

Visi

“Membangun sebuah perusahaan media yang menarik yang membuat kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia”.

Misi

Misi Fremantle sendiri memiliki empat pilar utama, yaitu:

a) Creative Passionate about ideas, Inspirational, Brave, and Tenacious, Open- minded.

b) Collaborate Give outhority, Take responsibility, Build open and honest, Partnerships, Trust each other, Share information.

c) Commercial Enterprising, Adventurous, Fair and responsible, Look to add value.

d) Confident Energising, Optimistic and positive, Ambitious, Love what we do.

3.2 Kegiatan Operasional Fremantle Indonesia Program Family 100

Waktu kerja yang dilakukan karyawan Fremantle yakni 6 hari dalam satu minggu, 5 hari diantaranya ialah waktu bekerja di kantor, dan 1 harinya digunakan untuk audisi bakal calon peserta Family 100 Indonesia yang di lakukan di kantor Fremantle Indonesia alamat Jalan Barito II No.3 Kebayoran Baru,Jakarta Selatan 12130. Untuk jam kerjanya sendiri karyawan Fremantle di mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB. Jika ada jadwal shooting karyawan melakukan shooting di studio MNCTV yang berlokasi di MNC studios, RT.5/RW.10 Kb. Jeruk, kec.

Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530, dengan 1 Produser, 1 PA, 2 orang dari Tim Kontestan, 2 orang dari Tim Konten, 1 Game Engine dan 1 Logistik, ketika mendapatkan jadwal shooting di studio family 100 dimulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

(26)

3.3 Struktur Organisasi

Berikut adalah struktur organisasi Family 100 Frementle Media:

Gambar 3.3Struktur Organisasi Family 100 Sumber: Data Pribadi Perusahaan 3.3.1 Deskripsi Tugas

1. Exsecutive Produser: Tugas Exsecutive Produser adalah mengontrol dalam segi operasional dalam sebuah program. Ia memiliki tugas memberikan pandangannya atas sebuah program yang sedang dijalankan, sebagai layaknya seorang penonton.

2. Producer: Tugas utama seorang Produser adalah untuk mengatur dan mengontrol semua aspek produksi, dimulai dari pembuatan dan pengembangan ide, mengawasi pemain yang akan di casting dan melakukan segala pengecekan saat pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Produser juga bertanggung jawab secara general pada kualitas dan diminati atau tidaknya suatu acara.

3. Associate Producer: Tugas dari Associate Producer ialah membantu Producer, membantu untuk memenuhi segala kebutuhan aspek - aspek produksi, dari mulai pra produksi, produksi, hingga pasca produksi, salah satu contohnya ialah, bertanggung jawab atas ketersediaan peserta untuk memenuhi kebutuhan saat produksi berlangsung.

(27)

4. PA Contestant: Tugas dari PA Contestant atau production assistant Kontestan yaitu bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan peserta untuk kebutuhan produksi, mulai dari persiapan keberangkatan, ketika audisi berlangsung, sampai persiapan kepulangan peserta.

5. PA Content and Question: Tugas dari PA Konten atau production assistant content adalah membantu dalam pembuatan skrip pertanyaan dari program acara game show untuk kebutuhan produksi.

6. Logistic: Tugas logistik yaitu membantu mencatat keperluan seperti barang, konsumsi atau properti yang harus disiapkan pada saat shooting program acara.

7. Runner: Tugas runner itu seperti logistik, runner membantu apapun yang dibutuhkan crew fremantle saat shooting.

8. Game Engine/IT: Tugas game engine ialah operator sistem permainan kuis family 100.

(28)

BAB IV

PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) 4.1 Bentuk Kegiatan Kerja Lapangan (PKL)

Kegiatan Praktik Kejra Lapangan (PKL) dilaksanakan pada 10 Juli 2024 hingga 31 Agustus 2024. Penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Fremantle Indonesia PT. Dunia Visitama Produksi di Jalan Barito II No.3 Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat pelaksanaan PKL penulis bekerja langsung datang ke kantor Fremantle, kegiatan dimulai dari hari Senin hingga hari Jum’at. Untuk hari Sabtu diberlakukan WFH (Work From Home) dikarnakan aturan dari perusahaan tersebut, dan untuk hari Minggu peserta PKL diberi waktu untuk beristirahat.

Penulis ditempatkan di program acara Family 100 dalam asisten produksi yang berperan sebagai tim kontestan. Pada hari pertama sebelum dimulainya kegiatan PKL, penulis di-briefing terlebih dahulu bersama mahasiswa magang lainnya untuk dijelaskan proses pekerjannya seperti apa, dan di beri arahan oleh pembimbing lapangan PKL tentang tugas yang diberikan.

Penulis diberi tanggung jawab untuk mengikuti semua kegiatan yang dilakukan oleh tim kontestan selama pra produksi salah satunya seperti mencari kontestan di semua media sosial. Setiap satu minggu penulis diberi tugas yang berbeda-beda dan penulis dalam satu hari harus mencari kontestan dengan jumlah 50 orang per harinya melalui semua media sosial atau pun relasi. Dalam melaksanakan kegiatan PKL penulis diberikan beberapa jenis tugas yaitu:

Minggu ke-1:

Pada hari pertama, penulis mendapatkan pekerjaan untuk mempelajari data yang ada di tim kontestan yang sudah di share di grup Whatsapp, data ini berupa data-data yang ada di tim kontestan seperti data jadwal audisi online atau offline, data pertanyaan untuk audisi, data before shooting, data after shooting dan data- data lainnya. Mempelajari data ini agar penulis paham dan tau nanti menyimpan datanya dimana karena semua data sudah tersusun rapih didalam Google Drive tim kontestan Family 100.

Selanjutnya penulis harus mencari kontestan dengan kategori genk arisan.

Penulis awalnya mencari terlebih dahulu Instagram genk arisan setelah itu melihat pengikut-pengikutnya baru penulis mengirim beberapa DM (Direct Message) kepada calon kontestan. Dalam 1 hari penulis harus mengirim DM kepada 50 orang calon kontestan, itu agar menjadi antisipasi calon kontestan yang responnya lama.

Hari kedua, penulis melanjutkan tugas mencari kontestan untuk kategori genk arisan. Mengingat respons dari calon kontestan mungkin memerlukan waktu, penulis mengirimkan DM kepada 50 orang lagi. Selain itu, penulis juga diberi tugas follow up hp kontestan dengan cari menjadi admin Whatsapp Official Family 100.

Follow up hp kontestan ini penulis harus membalas satu persatu Whatsapp yang masuk ke Official Family 100, dalam satu hari Whatsapp yang masuk bisa sampai 600 pesan, selain membalas Whatsapp penulis juga harus memilih calon kontestan yang mendaftar melalui Whatsapp Official Family 100.

Hari ketiga, penulis melanjutkan tugas membalas pesan di WhatsApp Official Family 100. Pada hari ini terdapat 557 pesan yang harus dikelola, jadi penulis berusaha menyaring dan membalas pesan yang penting. Selain itu, penulis

(29)

juga mulai memeriksa pendaftaran calon kontestan yang masuk lewat WhatsApp dan menandai mana yang memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut. Di sela-sela itu, penulis mengirim DM kepada 50 calon kontestan tambahan melalui media sosial.

Hari keempat, penulis ditugaskan untuk mencari kontestan di media sosial lalu menyaring dan mengatur calon kontestan, dengan data yang sudah mulai terkumpul, penulis mulai menyeleksi calon kontestan yang merespon melalui DM Instagram dan WhatsApp. Lalu, penulis melakukan follow up untuk calon kontestan yang telah berminat dan akan dihubungi lebih lanjut. Selain itu, penulis juga terus membalas pesan masuk di WhatsApp Official Family 100, memastikan bahwa semua pertanyaan dan pendaftaran calon kontestan diproses dengan baik.

Hari kelima, penulis melakukan pencarian kontestan melalui media sosial, lalu penulis ditugaskan melakukan follow up kehadiran calon kontestan yang akan melakukan audisi offline esok harinya. Tujuannya sebagai data presensi dari calon- calon kontestan.

Hari keenam penulis bertugas menghadiri audisi offline di kantor Fremantle.

Penulis tiba di lokasi lebih awal untuk memastikan semua persiapan sudah selesai.

Memulai dengan mengarahkan calon kontestan untuk mengisi presensi secara tertulis dan terdapat 32 tim calon kontestan yang telah hadir. Penulis lalu mengarahkan calon kontestan ke tim konten untuk survei sebelum audisi dimulai.

Setelah survei selesai, penulis memanggil dua tim secara bergantian untuk masuk ke ruangan audisi. Penulis memastikan proses audisi berjalan lancar. Setelah audisi selesai, penulis membuat laporan singkat tentang kegiatan hari itu dan mengirimkan update ke tim terkait. Penulis juga menyempatkan diri untuk menindaklanjuti pesan-pesan di WhatsApp Official Family 100 dan mempersiapkan tugas untuk minggu berikutnya.

Dengan demikian, minggu pertama diakhiri dengan berbagai kegiatan dan pencapaian penting dalam mengelola data kontestan, mencari calon kontestan, serta menjalankan audisi offline dengan sukses.

Minggu ke-2:

Hari ketujuh, penulis masih diberi tugas yang sama seperti minggu sebelumnya yaitu mencari calon kontestan dengan kategori genk arisan atau genk cewek-cewek. Penulis masih sama mencari calon kontestan melalui media sosial Instagram dengan mengirim pesan kepada 50 orang calon kontestan. Penulis juga masih diberi tugas menjadi admin Whatsapp Official Family 100 dengan membalas pesan-pesan yang masuk, selain itu diminggu ini penulis harus melakukan follow up kepada calon kontestan yang diminggu kemarin sudah mendaftar dan sudah dijadwalkan untuk melakukan audisi.

Hari kedelapan penulis ditugaskan untuk mencari kontestan melalui media sosial dan membuat data MNC dimana penulis harus membuat dan mengisi surat Penanggung Jawab untuk kontestan yang akan melaksanakan shooting. Data MNC ini adalah berupa data kontestan seperti KTP, NPWP, dan buku rekening untuk mengurus kebutuhan pembayaran transportasi dan pengambilan hadiah nanti setelah shooting. Selanjutnya penulis penulis melanjutkan follow up kepada calon kontestan yang sudah mendaftar minggu lalu. Penulis memastikan bahwa mereka memahami jadwal audisi dan mengingatkan mereka tentang persyaratan yang diperlukan.

(30)

Di sore hari penulis melanjutkan tugas sebagai admin WhatsApp Official Family 100 dan menyaring pesan-pesan baru yang masuk, termasuk pendaftaran baru yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Hari kesembilan penulis melakukan pencarian kontestan melalui media sosial, lalu audisi secara online melalui zoom meeting. Dalam satu hari penulis bisa melakukan audisi sebanyak 6 kali, audisi online dimulai dari pukul 10.30-19.30 WIB. Selama hari tersebut, penulis mengelola jadwal audisi, memastikan setiap sesi dimulai dan berakhir tepat waktu, dan menangani setiap masalah teknis yang mungkin muncul.

Penulis juga mencatat hasil audisi dan membuat laporan singkat tentang kinerja calon kontestan yang telah mengikuti audisi hari itu. Di sela-sela audisi, penulis menangani beberapa pesan di WhatsApp Official Family 100, memastikan bahwa komunikasi dengan calon kontestan berjalan lancar.

Hari kesepuluh, penulis melakukan pencarian kontestan melalui media sosial, setelah itu melanjutkan audisi online sesuai jadwal. Penulis menyisihkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan administratif terkait dengan data MNC.

Penulis memeriksa kembali dokumen yang telah disiapkan untuk memastikan semuanya lengkap dan akurat. Penulis juga melanjutkan follow up dengan calon kontestan yang belum mengirimkan dokumen yang diperlukan.

Di sore hari, penulis kembali menangani pesan masuk di WhatsApp Official Family 100, membalas pesan-pesan baru dan mengorganisir pendaftaran yang masuk.

Hari kesebelas penulis mencari kontestan, lalu mengadakan sesi audisi online seperti hari-hari sebelumnya. Penulis memulai audisi pada pukul 10.30 WIB dan melanjutkannya hingga 19.30 WIB, mengelola jadwal dengan baik dan memastikan setiap sesi berjalan dengan lancar. Di luar jam audisi, penulis melakukan evaluasi mendalam terhadap hasil audisi yang telah dilakukan selama minggu ini. Penulis menyusun ringkasan dan rekomendasi untuk calon kontestan yang layak lanjut ke tahap selanjutnya, serta menyiapkan laporan untuk diserahkan kepada tim konten. Penulis juga melanjutkan pekerjaan administratif, memeriksa dokumen yang dikumpulkan untuk data MNC dan menyelesaikan follow up dengan calon kontestan.

Hari kedua belas, penulis memfinalisasi data MNC dengan memastikan semua dokumen sudah lengkap dan sesuai persyaratan. Penulis juga membuat laporan akhir dan menyiapkan data untuk proses administrasi selanjutnya. Lalu melanjutkan audisi online sesuai jadwal, memastikan sesi terakhir berjalan lancar dan semua calon kontestan diperhatikan dengan baik.

Sore harinya, penulis menyelesaikan tugas administratif, memeriksa pesan di WhatsApp Official Family 100, dan membuat persiapan untuk minggu depan.

Minggu kedua berakhir dengan suksesnya audisi online, penyelesaian tugas administratif, dan pengelolaan komunikasi yang baik dengan calon kontestan.

Minggu ke-3:

Hari ketiga belas, penulis melanjutkan pencarian kontestan dan memulai update backup score. Penulis memulai minggu dengan melanjutkan pencarian calon kontestan untuk kategori genk arisan melalui Instagram. Karena banyak respons yang masuk, penulis menyaring calon kontestan yang sesuai dan mengirim DM kepada 50 calon kontestan baru.

(31)

Setelah itu, penulis mulai memperbarui backup score untuk tim yang sudah melakukan shooting minggu sebelumnya. Penulis memindahkan data dari catatan tangan ke tabel backup score, mencatat poin, barang-barang yang dibawa pulang, dan total uang yang diperoleh. Penulis menyelesaikan update untuk dua tim pada hari pertama. Kemudian, penulis melakukan follow up kepada calon kontestan yang sudah dijadwalkan untuk audisi. Penulis memastikan mereka ingat jadwal audisi.

Hari keempat belas, penulis melanjutkan pencarian kontestan dan beberapa tugas tambahan. Pagi hari, penulis melanjutkan update backup score untuk dua tim lainnya, dan memastikan data akurat. Lalu, penulis mengunggah video audisi online ke Google Drive, memastikan format dan spesifikasi sesuai, serta mudah diakses oleh produser. Pada sore harinya, penulis menangani pesan di WhatsApp Official Family 100, menyaring pendaftaran baru, dan mem-follow up calon kontestan.

Penulis juga menyusun berkas kontestan yang telah shooting.

Hari kelima belas penulis menyelesaikan update backup score untuk dua tim tambahan. Penulis memindai post mortem dan mengunggah berkas tersebut ke Google Drive. Setelah itu, penulis melanjutkan pencarian dan follow up calon kontestan, serta memeriksa respons dari kontestan yang sudah dihubungi.

Hari keenam belas penulis mencari kontestan serta melanjutkan update backup score, menyelesaikan dua tim dengan memastikan data poin, barang, dan uang akurat di tabel. Lalu, penulis membantu merapikan berkas kontestan yang telah shooting, menyusunnya sesuai jadwal, dan memastikan semua dokumen teratur tanpa yang terlewat. Selanjutnya, penulis melakukan follow up tambahan kepada calon kontestan dan memeriksa pesan di WhatsApp Official Family 100, memastikan semua pendaftaran dan pertanyaan telah ditanggapi dengan baik.

Hari ketujuh belas penulis melakukan pencarian kontestan, menyelesaikan update backup score untuk tim yang shooting minggu ini. Kemudian, penulis mengunggah video audisi baru ke Google Drive. Selanjutnya, penulis melakukan follow up dengan calon kontestan dan memeriksa berkas yang telah diatur.

Hari kedelapan belas penulis melakukan pencarian kontestan, menyelesaikan update backup score dan memeriksa berkas kontestan serta formulir yang diunggah ke Google Drive. Kemudian, penulis menyelesaikan follow up dengan calon kontestan, memeriksa pesan di WhatsApp Official Family 100, menyiapkan laporan akhir minggu ini, dan mengevaluasi tugas yang telah diselesaikan.

Minggu ke-4:

Hari kesembilan belas penulis masih melakukan pencarian kontestan yang berkategori geng arisan atau geng cewek-cewek melalui Instgaram pribadi. Penulis membalas pesan di WhatsApp Offical Family 100 yang kemarin masuk belum sempat terbalas dan pesan masuk yang baru. Kemudian, penulis juga mengerjakan update video setelah audisi yang belum diunggah ke Google Drive.

Hari kedua puluh penulis melanjutkan pencarian kontestan dan membalas serta memilih calon peserta yang berminat mengikuti audisi sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan yang merespon melalui Instagram pribadi penulis. Penulis juga melanjutkan follow up hp kontestan dan menjadwalkan audisi untuk calon kontestan yang sudah sesuai dengan kriteria melalui WhatsApp Official Family 100. Di hari kedua puluh ini penulis melakukan audisi online melalui zoom, audisi di hari kedua puluh ini ada 6 tim yang penulis audisi.

(32)

Hari kedua puluh satu sampai hari kedua puluh empat penulis terus melanjutkan tugas-tugas yang telah dilakukan pada minggu-minggu sebelumnya, pekerjaannya meliputi:

Pencarian dan follow up hp kontestan, penulis terus mencari calon kontestan untuk kategori geng arisan melalui Instagram dengan mengirim DM kepada 50 orang calon kontestan perharinya. Dan melakukan follow up kepada calon kontestan yang sudah dijadwalkan untuk audisi online maupun offline.

Penulis juga melanjutnya update backup score dari Senin-Kamis setiap minggu, memastikan data poin, barang, dan uang tercatat dengan akurat di tabel khusus untuk backup score.

Penulis juga membalas pesan-pesan yang masuk ke WhatsApp Official Family 100, selain membalas penulis juga menyaring pendaftaran, dan memastikan semua calon kontestan yang mendaftar dan yang sudah dijadwalkan untuk audisi mengikuti jadwal dengan baik. Penulis selalu laporan rutin kepada chief mengenai jadwal audisi setiap harinya, dan memastikan semua tugas administrasi dan persiapan untuk audisi berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

Minggu ke-5:

Hari kedua puluh lima penulis mencari calon kontestan di Instagram dan mengirim DM kepada 50 orang. Lalu, penulis melakukan follow up melalui WhatsApp, memastikan calon audisi offline hari Sabtu ingat jadwal, dan mempersiapkan target 30 tim audisi setiap minggu. Penulis juga memeriksa jadwal audisi online, mengatur sesi Zoom, dan mengingatkan tim audisi dengan link 15 menit sebelum mulai.

Hari kedua puluh enam penulis masih mencari calon kontestan dengan kategori geng arisan, di hari kedua puluh enam penulis membuat data MNC untuk kebutuhan shooting mengurus pembayaran uang transportasi dan untuk pengurusan pengambilan hadiah nanti setelah shooting. Penulis juga membalas pesan-pesan yang masuk ke WhatsApp Official Family 100 yang setiap harinya selalu banyak pesan masuk.

Hari kedua puluh tujuh penulis melanjutkan pencarian kontestan dan membalas serta memilih calon peserta yang berminat mengikuti audisi sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan yang merespon melalui Instagram pribadi penulis. Penulis juga melanjutkan follow up hp kontestan dan menjadwalkan audisi untuk calon kontestan yang sudah sesuai dengan kriteria melalui WhatsApp Official Family 100. Di hari kedua puluh ini penulis melakukan audisi online melalui zoom, audisi di hari kedua puluh tujuh ini ada 4 tim yang penulis audisi.

Hari kedua puluh delapan penulis melanjutkan tugasnya mencari calon kontestan berkategori geng arisan, yang dilakukan melalui akun instagram penulis.

Lalu penulis melakukan follow up kontestan dan menjadwalkan audisi yang akan dilakukan oleh calon kontestan. Setelah melakukan follow up penulis melakukan audisi kepada calon kontestan secara online. Audisi yang dilakukan melalui zoom meeting dengan durasi audisi sekitar 15 menit dan akan dijelaskan oleh penulis tahap-tahap apa saja yang akan dilakukan oleh calon kontestan. Setelah itu penulis melakukan tugas update video audisi, dimana vidio tersebut yang dikirimkan oleh para calon kontestan dimasukan kedalam google drive.

Hari kedua puluh sembilan penulis masih dengan mencari calon kontestan dengan kategori geng arisan, setelah mencari calon kontestan penulis melakukan audisi secara online yang di lakukan dengan zoom meeting selama 15 menit. Penulis

(33)

juga melanjutkan follow up hp kontestan dan menjadwalkan audisi untuk calon kontestan yang sudah sesuai dengan kriteria melalui WhatsApp Official Family 100.

Hari ketiga puluh penulis sakit jadi tidak diberi pekerjaan oleh chief karena harus beristirahat.

Minggu ke-6:

Hari ketiga puluh satu penulis masih sakit jadi tidak diberi pekerjaan oleh chief karena harus beristirahat.

Hari ketiga puluh dua penulis memulai hari dengan mencari dan follow up calon kontestan, memastikan semua calon tertarik dan sesuai kriteria, serta memastikan 30 tim audisi offline mendapat pengingat. Kemudian, penulis melakukan update backup score, memindahkan data dari catatan tangan ke tabel, dan memastikan semua data akurat. Selanjutnya, penulis mempersiapkan dokumen dan materi untuk shooting yang akan datang, serta menyiapkan berkas untuk post morthem setelah shooting.

Hari ketiga puluh tiga penulis memulai hari dengan mengatur jadwal audisi online melalui Zoom, memeriksa koneksi internet, memastikan semua tim siap, dan mencatat hasil audisi. Kemudian, penulis melakukan follow up kepada calon kontestan audisi offline hari Sabtu, memastikan mereka mematuhi jadwal dan memberikan pengingat terakhir. Selanjutnya, penulis melakukan post morthem dengan memindai data kontestan yang selesai shooting dan mengunggah formulir ke Google Drive, memastikan dokumen teratur dan siap diakses.

Hari ketiga puluh empat penulis penulis melakukan pencarian kontestan melalui media sosial, setelah itu melanjutkan audisi online sesuai jadwal. Dan melakukan follow up kepada calon kontestan yang sudah dijadwalkan untuk audisi online maupun offline.

Hari ketiga puluh lima penulis penulis masih diberi tugas yang sama seperti sebelumnya yaitu mencari calon kontestan dengan kategori genk arisan atau genk cewek-cewek. Penulis masih sama mencari calon kontestan melalui media sosial Instagram dengan mengirim pesan kepada 50 orang calon kontestan. Penulis juga masih diberi tugas menjadi admin Whatsapp Official Family 100 dengan membalas pesan-pesan yang masuk, selain itu diminggu ini penulis harus melakukan follow up kepada calon kontestan yang diminggu kemarin sudah mendaftar dan sudah dijadwalkan untuk melakukan audisi.

Hari ketiga puluh enam penulis fokus terhadap follow up kontestan di WhatsApp official Family 100, karena chief menargetkan untuk di minggu selanjutnya banyak tim yang melakukan audisi, jadi penulis difokuskan untuk follow up dan memilih para calon kontestan. Penulis juga melaukan audisi online sesuai dengan jadwal yang sudah ada ditentukan. Penulis melakukan audisi online sebanyak 8 tim dalam sehari dari jam 10.30- 17.30 WIB.

Minggu ke-7:

Hari ketiga puluh tujuh pagi hari, penulis melanjutkan pencarian calon kontestan dengan kategori geng arisan, kali ini pencarian calon kontestan fokus pada usia 30 tahun ke atas. Pada minggu ini penulis ditugaskan mencari geng arisan atau geng cewek-cewek dengan usia 30 tahun ke atas karena permintaan dari produser dan pihak MNC TV, di minggu sebelumnya tim-tim yang bawah 30 tahun kurang baik dalam menjawab pertanyaan, jadi pihak MNC meminta diperbanyak tim yang di usianya diatas 30 tahun. Penulis mengirim DM melalui Instagram

Gambar

Gambar 3.1 Logo Fremantle Indonesia  Sumber: HRD Fremantle Indonesia  3.1.2 Sejarah Family 100
Gambar 3.3 Struktur Organisasi Family 100 Sumber: Data Pribadi Perusahaan  3.3.1 Deskripsi Tugas
Gambar 4.1  Acara Family 100  Sumber: Youtube Family 100  2.  Membuat Daftar Calon Kontestan (List Kontestan)
Gambar 4.2 Database Pencarian Kontestan  Sumber: Data Pribadi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil observasi menunjukkan bahwa tim kreatif mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mempersiapkan produksi program, mulai dari tahap pra produksi yaitu

Masing-masing Mahasiswa mencetak Laporan Praktik Kerja Lapangan sebanyak 5 (empat) eksemplar dengan rincian 1 (satu) untuk dosen pembimbing , 1 (satu) untuk tempat Kerja

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI APOTEK

Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini disusun sebagai gambaran dari pekerjaan yang telah dilakukan selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan dengan maksud

Pada proses pra produksi program “Stand Up Comedy Indonesia”, tim produksi melakukan tahap proses pra produksi yang mana dimulai dengan menentukan ide dari tim

Pada Laporan Praktik Kerja Lapangan PKL ini, diperoleh beberapa kegiatan pelaksanaan kerja, menemukan beberapa kendala atau masalah, dan memberikan solusi terhadap kendala atau solusi

Pada kegiatan Praktik kerja Lapangan PKL ini, saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan Praktik kerja Lapangan PKL di PT Astra Honda Motor AHM AHMpada bagian administrasi perkantoran

Laporan Praktik Kerja Lapangan yang telah disetujui untuk diujikan dan disahkan oleh pihak