KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS TEKNIK
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI LABORATORIUM GEOFISIKA EKSPLORASI
LAPORAN PRAKTIKUM GEOFISIKA EKSPLORASI ACARA 3: GEOMAGNET
DISUSUN OLEH:
LALU AMMAR MAULANA (20/463367/TK/51359)
KELAS: A
ASISTEN ACARA LILI RETNO KUSNAENI
MARTIN
ASISTEN KELOMPOK AFRA GHAIDA F.
YOGYAKARTA MARET
2022
Praktikum Geofisika eksplorasi Acara 3 “Geomagnet”
1. Maksud dan Tujuan a. Maksud
Untuk menghitung nilai anomali medan magnet pada suatu daerah dan membuat peta anomali intensitas magnetik total
b. Tujuan
Untuk menafsirkan kondisi geologi bawah permukaan berdasarkan data anomali magnetik
2. Dasar Teori
Geomagnet merupakan salah satu metode geofisika pasif yang menggunakan variasi intensitas medan magnetik pada posisi titik-titik yang berbeda sebagai parameter. Nilai yang diukur pada metode geomagnet ini adalah suseptibilitas atau kerentanan magnetik (k), di mana hasil pengukurannya diwujudkan dalam bentuk peta kontur kerentanan magnetik batuan di bawah permukaan bumi. Nilai kerentanan magnetik pada batuan akan semakin besar jika dalam batuan tersebut semakin banyak dijumpai mineral-mineral yang bersifat magnetik.
- k bernilai positif (paramagnetik), contoh: olivine dan biotit
- k bernilai positif dan sangat besar (feromagnetik), contoh: besi dan nikel - k bernilai negatif (diamagnetik), contoh: grafit dan gypsum
(Nilai k pada berbagai jenis batuan dan mineral)
a. Dasar-dasar fisika tentang kemagnetan yang diperlukan dalam survei geomagnet - Garis gaya adalah garis yang arahnya di setiap titik menunjukkan arah kuat
medan di titik tersebut
- Gaya magnet (F) adalah gaya tarik-menarik atau tolak-menolak dua kutub magnet yang berjarak r, di mana Hukum Coloumb menyatakan
F = m1.m2 / (u.r2)
- Kuat medan magnet (H) adalah gaya per satuan kuat kutub magnet yang bekerja terhadap suatu kutub kecil (m’), di mana H = F / m’ = m / r
- Momen magnet (M) adalah besaran vector memanjang dari kutub negatif ke kutub positif
- Intensitas magnetik (I) adalah momen magnet per satuan volume, di mana intensitas magnet ini sebanding dengan kuat medan magnet dan arahnya searah medan magnet yang menginduksi
- Susceptibility / kerentanan magnetik (k) adalah tingkat kemagnetan suatu benda untuk termagnetisasi, di mana I = kH, k = I/H
- Induksi / imbas magnetik (B) adalah medan magnet total dalam benda yang ditaruh pada suatu medan magnet eksternal, di mana B = H + H’
b. Medan magnet bumi
- Medan utama berasal dari dalam bumi sendiri, di mana variasinya terhadap waktu berubah lambat dan kecil dan pengaruhnya terhadap pengukuran anomali medan magnet lokal bisa diabaikan
- Medan luar berasal dari luar bumi, medan ini mempunyai variasi terhadap waktu yang lebih cepat. Medan luar hanya memberikan 1% sumbangan dalam medan magnet bumi, contoh: variasi harian dan badai magnetik
- Medan anomali berasal dari anomali magnet lokal di dekat permukaan kerak bumi, di mana relatif konstan terhadap waktu maupun posisi. Penyebabnya karena adanya perbedaan komposisi mineral yang bersifat magnetik
c. Langkah pengolahan data survei geomagnetik
d. Perhitungan data hasil pengukuran - Perhitungan nilai B rata-rata
Br = 1/n x ∑Bi - Koreksi waktu
Pt = Pn ± dp/dw (Wn – Wa) dp = Pb – Pa
dw = Wb – Wa - Koreksi dasar
Kd = modus – Pa c = Pt + Kd
e. Keunggulan dan kelemahan metode geomagnetic Keunggulan:
- Sensitif terhadap perubahan vertikal
- Mineral-mineral feromagnetik akan kehilangan sifat kemagnetannya apabila dipanasi mendekati suhu curie sehingga dapat efektif untuk diaplikasikan pada eksplorasi panas bumi
- Akuisisi dan processing data tidak serumit metode gaya berat Kelemahan:
- Setiap jenis batuan mempunyai sifat dan karakteristik yang spesifik yang disebabkan oleh peristiwa geologi yang dialami, meskipun mempunyai nama dan pengklasifikasian yang sama. Oleh sebab itu, data yang didapatkan dari pengukuran dapat berbeda dengan kenyataan yang ada di bawah permukaan f. Aplikasi metode geomagnet
- Eksplorasi pendahuluan minyak bumi, air tanah, dan panas bumi - Estimasi sebaran sedimen
- Estimasi keterdapatan batu bara dan arah serta titik bor - Eksplorasi deposit logam
- Mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat hidrotermal yang kaya mineral feromagnetik, dan struktur geologi
- Mencari artefak untuk arkeologi g. Peralatan survei geomagnet
- Torsion and balance magnetometers - Fluxgate magnetometer
- Proton Precession Magnetometer
Alat ini menggunakan sensor dengan wadah kaya akan cairan yang mengandung proton, di mana umumnya mengandung air atau kerosen yang dibungkus
menggunakan gulungan kawat - Magnetic gradiometers
3. Tabel Perhitungan Koreksi dan Grid a. Tabel perhitungan koreksi
Jam Menit
1 07:15:00 7 15 7,25 45018,8 0 2 0 0 45018,8 7,2 45026 45026
2 07:30:00 7 30 7,5 45040,2 0 2 0 0,25 45040,2 7,2 45047,4 45026
3 07:35:00 7 35 7,583333333 45030 0 2 0 0,3333 45030 7,2 45037,2 45026
4 07:45:00 7 45 7,75 45043,8 0 2 0 0,5 45043,8 7,2 45051 45026
5 07:55:00 7 55 7,916666667 45047,2 0 2 0 0,6667 45047,2 7,2 45054,4 45026
6 08:05:00 8 5 8,083333333 45047,8 0 2 0 0,8333 45047,8 7,2 45055 45026
7 08:10:00 8 10 8,166666667 45031 0 2 0 0,9167 45031 7,2 45038,2 45026
8 08:15:00 8 15 8,25 45035,4 0 2 0 1 45035,4 7,2 45042,6 45026
9 08:30:00 8 30 8,5 45015,8 0 2 0 1,25 45015,8 7,2 45023 45026
10 08:35:00 8 35 8,583333333 45019,2 0 2 0 1,3333 45019,2 7,2 45026,4 45026
11 08:40:00 8 40 8,666666667 45018 0 2 0 1,4167 45018 7,2 45025,2 45026
12 08:50:00 8 50 8,833333333 45011 0 2 0 1,5833 45011 7,2 45018,2 45026
13 08:55:00 8 55 8,916666667 45023,4 0 2 0 1,6667 45023,4 7,2 45030,6 45026
14 09:05:00 9 5 9,083333333 45006,8 0 2 0 1,8333 45006,8 7,2 45014 45026
15 09:10:00 9 10 9,166666667 45007,4 0 2 0 1,9167 45007,4 7,2 45014,6 45026
1 09:15:00 9 15 9,25 45018,8 -1,2 2 -0,6 0 45018,8 2,2 45021 45021
16 09:20:00 9 20 9,333333333 45207,8 -1,2 2 -0,6 0,0833 45207,8 2,2 45209,95 45021 17 09:25:00 9 25 9,416666667 45076 -1,2 2 -0,6 0,1667 45075,9 2,2 45078,1 45021
18 09:30:00 9 30 9,5 45014,4 -1,2 2 -0,6 0,25 45014,3 2,2 45016,45 45021
19 09:35:00 9 35 9,583333333 45019,4 -1,2 2 -0,6 0,3333 45019,2 2,2 45021,4 45021
20 09:45:00 9 45 9,75 45014 -1,2 2 -0,6 0,5 45013,7 2,2 45015,9 45021
21 10:10:00 10 10 10,16666667 45009,4 -1,2 2 -0,6 0,9167 45008,9 2,2 45011,05 45021
22 10:15:00 10 15 10,25 45015,6 -1,2 2 -0,6 1 45015 2,2 45017,2 45021
23 10:25:00 10 25 10,41666667 45023 -1,2 2 -0,6 1,1667 45022,3 2,2 45024,5 45021
24 10:30:00 10 30 10,5 45019,2 -1,2 2 -0,6 1,25 45018,5 2,2 45020,65 45021
25 10:35:00 10 35 10,58333333 45021,2 -1,2 2 -0,6 1,3333 45020,4 2,2 45022,6 45021
26 10:45:00 10 45 10,75 45029,6 -1,2 2 -0,6 1,5 45028,7 2,2 45030,9 45021
27 11:00:00 11 0 11 45045 -1,2 2 -0,6 1,75 45044 2,2 45046,15 45021
28 11:10:00 11 10 11,16666667 45034,8 -1,2 2 -0,6 1,9167 45033,7 2,2 45035,85 45021
1 11:15:00 11 15 11,25 45017,6 -2,8 2 -1,4 0 45017,6 53,4 45071 45071
29 11:20:00 11 20 11,33333333 45010 -2,8 2 -1,4 0,0833 45009,9 53,4 45063,28 45071 30 11:25:00 11 25 11,41666667 45021 -2,8 2 -1,4 0,1667 45020,8 53,4 45074,17 45071
31 11:30:00 11 30 11,5 45024,6 -2,8 2 -1,4 0,25 45024,3 53,4 45077,65 45071
32 11:35:00 11 35 11,58333333 45017 -2,8 2 -1,4 0,3333 45016,5 53,4 45069,93 45071 33 11:50:00 11 50 11,83333333 45037 -2,8 2 -1,4 0,5833 45036,2 53,4 45089,58 45071 34 11:55:00 11 55 11,91666667 45009,2 -2,8 2 -1,4 0,6667 45008,3 53,4 45061,67 45071
35 12:00:00 12 0 12 45032,2 -2,8 2 -1,4 0,75 45031,2 53,4 45084,55 45071
36 12:05:00 12 5 12,08333333 45019,8 -2,8 2 -1,4 0,8333 45018,6 53,4 45072,03 45071 37 12:20:00 12 20 12,33333333 45038,4 -2,8 2 -1,4 1,0833 45036,9 53,4 45090,28 45071
38 12:30:00 12 30 12,5 45023,4 -2,8 2 -1,4 1,25 45021,7 53,4 45075,05 45071
39 12:35:00 12 35 12,58333333 45031,8 -2,8 2 -1,4 1,3333 45029,9 53,4 45083,33 45071 40 12:40:00 12 40 12,66666667 45028,8 -2,8 2 -1,4 1,4167 45026,8 53,4 45080,22 45071 41 12:50:00 12 50 12,83333333 45023,8 -2,8 2 -1,4 1,5833 45021,6 53,4 45074,98 45071
42 13:00:00 13 0 13 45023,6 -2,8 2 -1,4 1,75 45021,2 53,4 45074,55 45071
43 13:05:00 13 5 13,08333333 45019,4 -2,8 2 -1,4 1,8333 45016,8 53,4 45070,23 45071 44 13:10:00 13 10 13,16666667 45019 -2,8 2 -1,4 1,9167 45016,3 53,4 45069,72 45071
1 13:15:00 13 15 13,25 45014,8 -4,2 4 -1,05 0 45014,8 56,2 45071 45071
45 15:25:00 15 25 15,41666667 45061,2 -4,2 4 -1,05 2,1667 45058,9 56,2 45115,13 45071
46 15:30:00 15 30 15,5 45066,6 -4,2 4 -1,05 2,25 45064,2 56,2 45120,44 45071
47 15:35:00 15 35 15,58333333 45076,6 -4,2 4 -1,05 2,3333 45074,2 56,2 45130,35 45071 48 15:40:00 15 40 15,66666667 45075 -4,2 4 -1,05 2,4167 45072,5 56,2 45128,66 45071
49 15:45:00 15 45 15,75 45077,2 -4,2 4 -1,05 2,5 45074,6 56,2 45130,78 45071
50 16:05:00 16 5 16,08333333 45075,4 -4,2 4 -1,05 2,8333 45072,4 56,2 45128,63 45071 51 16:40:00 16 40 16,66666667 45060,2 -4,2 4 -1,05 3,4167 45056,6 56,2 45112,81 45071 52 17:05:00 17 5 17,08333333 45058,8 -4,2 4 -1,05 3,8333 45054,8 56,2 45110,98 45071
1 17:15:00 17 15 17,25 45010,6 -4,2 4 -1,05 4 45006,4 56,2 45062,6 45071
Modus
dw dp/dw wn-wa Pt Kd c
Titik Pengamatan
Waktu Pembacaan
Waktu Waktu
pembacaan B rata-
rata dp
b. Tabel grid No.
Grid x y z
1 0 9 15678,44
2 1 9 15681,65084
3 2 9 15688,08376
4 3 9 15670,52815
5 4 9 15672,24306
6 5 9 15688,5657
7 6 9 15668,98
8 7 9 15668,98
9 8 9 -29442
10 9 9 -29442
11 0 8 15674,95946
12 1 8 15662,44776
13 2 8 15635,64732
14 3 8 15612,75303
15 4 8 15600,76072
16 5 8 15577,02111
17 6 8 15666,33312
18 7 8 15648,83415
19 8 8 15572,3721
20 9 8 15572
21 0 7 15669,22108
22 1 7 15650,16387
23 2 7 15631,73194
24 3 7 15577,44118
25 4 7 15576,0913
26 5 7 15582,74236
27 6 7 15668,8711
28 7 7 15693,64611
29 8 7 15572,13232
30 9 7 15572
31 0 6 15628,37611
32 1 6 15634,00639
33 2 6 15618,43362
34 3 6 15584,95767
35 4 6 15575,2
36 5 6 15569,05
37 6 6 15577,35885
38 7 6 15583,20706
39 8 6 15579,57169
40 9 6 15578,24536
41 0 5 15625,79332
42 1 5 15625,09396
43 2 5 15630,1587
44 3 5 15602,64396
45 4 5 15593,85
46 5 5 15580,6
47 6 5 15582,30048
48 7 5 15585,33919
49 8 5 15589,8
50 9 5 15588,6
51 0 4 15630,05965
52 1 4 15637,40821
53 2 4 15616,05679
54 3 4 15582,50945
55 4 4 15588,55433
56 5 4 15584,90086
57 6 4 15580,89522
58 7 4 15586,26528
59 8 4 15600,13241
60 9 4 15596,2
61 0 3 15632,77802
62 1 3 15632,9343
63 2 3 15584
64 3 3 15583,15044
65 4 3 15589,39619
66 5 3 15591,42624
67 6 3 -29442
68 7 3 -29442
69 8 3 15604,09138
70 9 3 15600,85443
71 0 2 15632,98
72 1 2 15641,00885
73 2 2 15633,59218
74 3 2 15610,91122
75 4 2 15601,51958
76 5 2 15596,45753
77 6 2 15605,82664
78 7 2 15609
79 8 2 15613
80 9 2 15613
81 0 1 15638,22
82 1 1 15638,74372
83 2 1 15639,77548
84 3 1 15648,47379
85 4 1 15628,80091
86 5 1 15605,4
87 6 1 15607,10277
88 7 1 15609
89 8 1 15612,4
90 9 1 15612,4
Contoh perhitungan:
a. Titik pengamatan 1
Waktu pembacaan: 7:15 = 7 + 15/60 = 7,25 B rata-rata: 45018,8
dp: 0 dw: 2 dp/dw: 0 wn - wa: 0
Pt: Pn ± dp/dw (wn – wa) = 45018,8 + 0 (0) = 45018,8 Kd: Modus - Pa = 45026 - 45018,8 = 7,2
c: Pt + Kd = 45018,8 + 7,2 = 45026 Modus: 45026
b. Titik pengamatan 2
Waktu pembacaan: 7:30 = 7 + 30/60 = 7,5 B rata-rata: 45040,2
dp: 0 dw: 2 dp/dw: 0 wn - wa: 0,25
Pt: Pn ± dp/dw (wn – wa) = 45040,2 + 0 (0,25) = 45040,2 Kd: Modus - Pa = 45026 - 45018,8 = 7,2
c: Pt + Kd = 45040,2 + 7,2 = 45047,4 Modus: 45026
c. Titik Pengamatan 3
Waktu pembacaan: 7:35 = 7 + 35/60 = 7,583333333 B rata-rata: 45030
dp: 0 dw: 2 dp/dw: 0
wn - wa: 0,333333333
Pt: Pn ± dp/dw (wn – wa) = 45030 + 0 (0,333333333) = 45030 Kd: Modus - Pa = 45026 - 45018,8 = 7,2
c: Pt + Kd = 45030 + 7,2 = 45037,2 Modus: 45026
d. Titik pengamatan 4
Waktu pembacaan: 7:45 = 7 + 45/60 = 7,75 B rata-rata: 45043,8
dp: 0 dw: 2 dp/dw: 0 wn - wa: 0,5
Pt: Pn ± dp/dw (wn – wa) = 45043,8 + 0 (0,5) = 45043,8 Kd: Modus - Pa = 45026 - 45018,8 = 7,2
c: Pt + Kd = 45043,8 + 7,2 = 45051 Modus: 45026
e. Titik pengamatan 5
Waktu pembacaan: 7:55 = 7 + 55/60 = 7,916666667 B rata-rata: 45047,2
dp: 0 dw: 2 dp/dw: 0
wn - wa: 0,666666667
Pt: Pn ± dp/dw (wn – wa) = 45047,2 + 0 (0,666666667) = 45047,2 Kd: Modus - Pa = 45026 - 45018,8 = 7,2
c: Pt + Kd = 45047,2 + 7,2 = 45054,4 Modus: 45026
4. Peta Isogamma 2D dan 3D
5. Interpretasi
Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa gambar pertama adalah peta isogamma 2D dan gambar kedua adalah peta isogamma 3D. Kedua gambar tersebut merupakan hasil pengolahan data koreksi dan grid dengan menggunakan software Surfer. Data yang dikerjakan di Excel dipindahkan ke software Surfer, lalu diolah hingga menghasilkan peta isogamma 2D dan 3D seperti gambar di atas. Untuk survei geomagnet pada praktikum ini menggunakan alat Proton Precession Magnetometer, di mana alat ini menggunakan sensor dengan wadah yang kaya akan cairan yang mengandung proton.
Pada peta isogamma 3D, didapatkan pada bagian tertentu yang menunjukkan anomali negatif (berupa cekungan). Pada daerah tersebut kemungkinan terdapat mineral- mineral yang bersifat magnetik (feromagnetik), seperti besi dan nikel, dilihat dari cukup tingginya anomali (ditunjukkan oleh warna merah). Nilai anomali magnetik pada peta isogamma ini memiliki rentang dari -30000 nT hingga 18000 nT.
Daftar Pustaka
Staff Asisten Laboratorium Geofisika Eksplorasi. 2022. Praktikum Geofisika Eksplorasi Acara 3: Geomagnet. Yogyakarta: Laboratorium Geofisika Eksplorasi DTGL FT UGM.