LAPORAN PRAKTIKUM BUDIDAYA SAWIT
Nama Praktikan Nomor Mahasiswa
Tanggal
Kumpul Tanda Tangan 1. Ario rusdaban
2. Cici finasti 3. Samsul bahri 4. Abizhar ramdani 5. Adi ridlha taufiq
202111001 202111002 202111003 202111004 202111005
Nama Instruktur Tanggal
Koreksi Nilai Tanda Tangan Umar Linggom
PROGRAM STUDI TEKNIK PENGOLAHAN SAWIT POLITEKNIK KAMPAR
2022
Ario Rusdaban
TPS 1A
1. Pre Nursery
Pre-nursery merupakan pembibitan tahap awal, Tahap pembibitan pre- nursery ialah tahap pengembangbiakan benih kecambah kelapa sawit menjadi bibit berukuran kecil. Lama waktu tahapan ini berlangsung antara 1-3 bulan.
Adapun tujuan sistem pembibitan prenursery ini yaitu mempermudah pemantauan awal sehingga tingkat pertumbuhan sawit dan kondisinya terjaga dengan baik.
Alat Dan Bahan
1. Babybag ukuran 14cm x 25cm 2. Cangkul
3. Sekop 4. Ayakan 5. Kompos 6. Tanah
7. Pupuk Ropospat 8. Tanah solit
9. Benih kelapa sawit
Cara Kerja
1. ambil tanah dan tanah solit yang sudah di ayak lalu di tumpuk di suatu tempat sesuai kebutuhan.
2. Kemudian tambahkan kompos dan pupuk ropospat,lalu diaduk dengan menggunakan cangkul hingga benar-benar merata.
3. Setelah merata lalu masukkan ke dalam babybag. Setelah terisi semua pindahkan kedalam naungan, susun babybag yg sudah terisi dengan rapi.
4. Selanjutnya lakukan penanaman benih yang sudah disiapkan dengan cara satu babybag satu benih kelapa sawit.
5. Setelah tertanam semua benih lakukan penyiraman pada bibit tersebut.
6. Lakukan pepumukan setiap seminggu sekali,dan sebelum melakukan pemupukan sebaiknya membersihkan gulma yang ada pada babybag
Pembahasan
Dalam satu orang diberi 10 benih dan dalam satu kelompok berjumlah 50 benih. Pencampuran tanah dengan kompos dan pupuk ropospat yaitu 1:3. Pada saat memasukkan tanah ke dalam babybag sebaiknya dipadatkan dan diisi hingga tersisa 2cm dari tinggi bibit.
Penyusunan babybag dengan cara berbanjar 10x5 dengan diberi jarak 1 meter dari setiap kelompoknya, agar mempermudahkan saat perawatan, menghitung jumlah, pemupukan, penyiraman, dan membersihkan gulma.
Penanaman benih di babybag dengan kedalaman 2cm dengan posisi tepat ditengan-tengah lingkaran babybag. Setelah itu timbun permuaan dengan tanah sebanyak 1cm. Lakukan penyiraman setelah usai (penyiraman dilakukan pagi dan sore hari).
Pemupukan dilakukan setiap seminggu sekali, Pemupukan menggunakan dua jenis yaitu pupuk NPK 15:15:15:6:4 dan Urea. Pemupukan minggu pertama menggukan NPK dan dan minggu kedua Urea hingga seterusnya, pemupukan dilakukan dengan cara dilarutkan 25 gram pupuk untuk 200 bibit dan dilarutkan dengan air 10 liter
2. Main Nursery
Pembibitan utama (main nursery) merupakan tahap kedua setelah melalukan pre nursery. Main nursery merupakan kegiatan transplanting/pemindahan bibit dari pre nursery ke main nursery.main nursery dilakukan ketika bibit sudah berusia 3-4 bulan atau ketika bibit tersebut sudah memiliki 4-5 helai daun.
Alat Dan Bahan
1. Bibit yang sudah berusia 3-4 bulan 2. Polibag ukuran 40cm x 50cm 3. Tanah
4. Meteran/alat ukur 5. parang
Cara Kerja
1. Siapkan bibit dan tanah serta polibag. Bibit yang digunakan adalah bibit yg benar-benar bebas dari penyakit dan bagus.
2. Isi terlebih dahulu polibag dengan tanah sebanyak setengah polibag, setelah itu buka polibag pre nursery secara perlahan-lahan dan masukkan tepat di tengah-tengah polibag.
3. Setelah posisi benar-benar sempurna tambahkan tanah kembali dan jangan sampai tanah menutupi bagian batang bibit.
4. Apabila bibit terdapat 2 tunas/batang dalam satu polibag maka lakukan pemotongan dengan menggunakan parang secara hati-hati.
5. Setelah usai susun bibit dengan jarak yang telah ditentukan, dan lakukan penyiraman bibit 2xsehari diwaktu pagi dan sore.
Pembahasan
Satu hari sebelum melalukan pemindahan bibit dari pre nursery ke main nursery pastikan bibit sersebut sudah melalui tahap seleksi. Tahap seleksi ini bertujuan agar kita mendapatkan bibit yang benar-benar bagus dan unggul.
Pengisian polibag menggunakan tanah top soil (tanah yang berada diatas).
Penyiraman dilakukan 2xsehari dengan menggukan springkler,dikarnakan sprinkler tidak berfungsi dengan baik maka dilakukan dengan manual atau dengan selang. Dan hal yang terpenting adalah kita harus merawat serta memberi pupuk agar bibit tidak lambat pertumbuhannya.
Pada saat penyusunan bibit polibag di lahan yg telah di tentukan alangkah baiknya menggunakan pola mata lima,dengan jarak yaitu 9cm x 9cm x 9cm
Cici Finasti 3. Pembukaan Lahan
Pembukaan lahan adalah kegiatan membuka lahan baru untuk sawah, ladang dan kebun masyarakat termasuk pemeliharaan dan pembersihan
Alat dan bahan 1. Parang 2. Cangkul 3. Gergaji mesin 4. Garpu besi 5. Babat
Cara kerja
1. Tebang semua kayu besar yang menghalangi pemancangan untuk bibit 2. Bersihkan semak belukar yang menghalangi proses pembukaan lahan 3. Lakukan blocking area terhadap area mana yanag akan digunakan 4. Pembersihan semua material sampah yang sudah dibersihkan ditumpuk
dalam satu tumpukan
Pembahasan
Pembukaan lahan adlah salah satu langkah awal untuk bercocok tanam pada suatua areal atau lahan yang sebelumnya banyak ditumbuhi pepohonan, gulma dan keanekaragaman hayati di dalamnya, pembukaan lahan dilakukan untuki keperluan seperti lahan perkebunan, pertanian dan transmigrasi.
4. pemancangan
pemancangan adalah menempatkan tempat-tempat yang akan ditanamkan bibit kelapa sawit. Letak ajir(pancang) harus tepat, sehingga terbentuk barisan ajir yang lurus dilihat dari segala arah, dan kelak setiap pokok tanaman pun akan lurus teratur serta memperoleh tempat tumbuh yang luasnya.
Alat dan bahan 1. meteran 2. patok 3. parang
Cara Kerja
1. siapkan patok yang digunakan untuk menandai titik dimana bibit akan ditanam
2. membuat titik pancang berbentuk pola mata lima 3. ukur jarak antara pancang dengan panjang 9 meter
4. luruskan pancang satu dengan pancang lainya agar barisan terlihat rapi
Pembahasan
pemancangan dimaksudkan untuk memberikan tanda-tanda guna pembuatan lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yang telah direncanakan.
Selain itu, pemancangan juga digunakan sebagai pedoman untuk pembuatan jalan, parit, teras atau tapak kuda, dan penanaman kacang-kacangan penutup panah.
Samsul bahri 5. Penanaman bibit sawit
Penanaman bibit dilakukan pada saat umur bibit sekitar 6 bulan agar bibit yang ditanam bisa berkembang lebih baik sehingga dapat menghemat tenaga dan waktu kita. Penanaman bibit pada umumnya dengan ukuran 50 x 50 x 40cm dan lapisan pertama di isi dengan RP 200-500 gr.
a. Alat dan Bahan 1) Cangkul 2) Parang 3) Dodos 4) Pancangan 5) Rost post 6) Bibit b. Cara kerja
1) Pada saat melakukan penanaman bibit kita harus menentukan titik dimana yang ingin di tanam dengan melakukan pemancangan 2) jika pemancangan telah dilakukan maka titik yang telah diberi
pancang akan di tanami bibit
3) sebelum menanam bibit kita harus menggali lubang dengan ukuran 50 x 50 x 40cm
4) di isi dengan pupuk RP dengan berat 200-500 gr
5) sebelum memasukan bibit kedalam lubang plastik polybag harus dilepas terlebih dahulu
6) jika bibit sudah dimasukan kedalam lubang maka tanah dari hasil galian tadi di masukan kembali
c. Pembahasan
penanaman bibit adalah dimana bibit sudah berumur 6 bulan dan sebelum melakukan penanaman kita harus melakukan pemancangan supaya titik tanam dapat ditentukan dengan baik dan benar. Dengan adanya susunan mata lima dapat memudahkan kita pada saat perawatan dan pemanenan sawit sehingga dengan adanya
pemancangan tadi penanaman dapat dilakukan dengan teratur, setelah melakukan pemancangan titik tadi di buat galian dengan ukuran 50 x 50 x 40cm di dalam galian tersebut di lapisi dengan pupuk RP dengan berat 200-500 gr dan bibit tersebut dimasukan kedalam lubang.
Sebelum dimasukan kedalam lubang, plastik polybag harus dilepas terlebih dahulu agar tidak menghambat perkembangan bibit jika bibit sudah dimasukan ke dalam lubang yang telah dibuat. Maka tanah dari hasil galian tadi dimasukan kedalam lubang lagi dengan lapisan galian yang pertama di masukan terlebih dahulu dan lapisan kedua menjadi penutup galian. Karena lapisan galian pertama lebih banyak unsur hara nya ketimbang dengan yang kedua.
6. pruningan
pruningan adalah pembuangan pelepah sawit agar sawit dapat berbuah dengan baik karena jika tidak dilakukan pruningan nutrisi buah akan berkurang disebabkan nutrisi akan terbagi dengan pelepah lama jadi saat melakukan pruningan akan harus berjarak antara 2 pelepah dari buah kelapa sawit.
a. Alat dan bahan 1) Dodos 2) Angkong 3) Parang
b. Cara kerja
1) Kita harus memperhatikan arah putaran sawit apakah ke kiri atau ke kanan
2) Setelah itu posisi berdiri kita dengan pelepah sawit harus menyamping
3) Kemudian kita lihat jumlah pelepah dari buah
4) Agar dapat memudahkan kita dalam memilih pelepah mana yang akan dibuang
5) Untuk melakukan pruningan dua pelepah kebawah dari buah akan di buang
c. Pembahasan
Pada saat melakukan pruningan kita harus memulai dari sisi kiri maupun kanan agar dapat memudahkan saat melakukan pruningan, posisi dodos juga harus tegak atau lurus supaya membantu
pembuangan pelepah selain itu kita melihat dari putaran sawit itu sendiri apakah ke kiri atau ke kanan. Pada proses pruningan kita harus melihat buah pokok atau buah yang paling bawah agar dapat memufah kan kita saat memilih pelepah mana yang akan di buang.
Abizar ramadani
7. Penanaman bibit sawit
Penanaman bibit dilakukan pada saat umur bibit sekitar 6 bulan agar bibit yang ditanam bisa berkembang lebih baik sehingga dapat menghemat tenaga dan waktu kita. Penanaman bibit pada umumnya dengan ukuran 50 x 50 x 40cm dan lapisan pertama di isi dengan RP 200-500 gr.
d. Alat dan Bahan 7) Cangkul 8) Parang 9) Dodos 10) Pancangan 11) Rost post 12) Bibit e. Cara kerja
7) Pada saat melakukan penanaman bibit kita harus menentukan titik dimana yang ingin di tanam dengan melakukan pemancangan 8) jika pemancangan telah dilakukan maka titik yang telah diberi
pancang akan di tanami bibit
9) sebelum menanam bibit kita harus menggali lubang dengan ukuran 50 x 50 x 40cm
10) di isi dengan pupuk RP dengan berat 200-500 gr
11) sebelum memasukan bibit kedalam lubang plastik polybag harus dilepas terlebih dahulu
12) jika bibit sudah dimasukan kedalam lubang maka tanah dari hasil galian tadi di masukan kembali
f. Pembahasan
penanaman bibit adalah dimana bibit sudah berumur 6 bulan dan sebelum melakukan penanaman kita harus melakukan pemancangan supaya titik tanam dapat ditentukan dengan baik dan benar. Dengan adanya susunan mata lima dapat memudahkan kita pada saat
perawatan dan pemanenan sawit sehingga dengan adanya pemancangan tadi penanaman dapat dilakukan dengan teratur, setelah melakukan pemancangan titik tadi di buat galian dengan ukuran 50 x 50 x 40cm di dalam galian tersebut di lapisi dengan pupuk RP dengan berat 200-500 gr dan bibit tersebut dimasukan kedalam lubang.
Sebelum dimasukan kedalam lubang, plastik polybag harus dilepas terlebih dahulu agar tidak menghambat perkembangan bibit jika bibit sudah dimasukan ke dalam lubang yang telah dibuat. Maka tanah dari hasil galian tadi dimasukan kedalam lubang lagi dengan lapisan galian yang pertama di masukan terlebih dahulu dan lapisan kedua menjadi penutup galian. Karena lapisan galian pertama lebih banyak unsur hara nya ketimbang dengan yang kedua.
8. pruningan
pruningan adalah pembuangan pelepah sawit agar sawit dapat berbuah dengan baik karena jika tidak dilakukan pruningan nutrisi buah akan berkurang disebabkan nutrisi akan terbagi dengan pelepah lama jadi saat melakukan pruningan akan harus berjarak antara 2 pelepah dari buah kelapa sawit.
d. Alat dan bahan 1) Dodos 2) Angkong 3) Parang
e. Cara kerja
6) Kita harus memperhatikan arah putaran sawit apakah ke kiri atau ke kanan
7) Setelah itu posisi berdiri kita dengan pelepah sawit harus menyamping
8) Kemudian kita lihat jumlah pelepah dari buah
9) Agar dapat memudahkan kita dalam memilih pelepah mana yang akan dibuang
10) Untuk melakukan pruningan dua pelepah kebawah dari buah akan di buang
f. Pembahasan
Pada saat melakukan pruningan kita harus memulai dari sisi kiri maupun kanan agar dapat memudahkan saat melakukan pruningan, posisi dodos juga harus tegak atau lurus supaya membantu
pembuangan pelepah selain itu kita melihat dari putaran sawit itu sendiri apakah ke kiri atau ke kanan. Pada proses pruningan kita harus melihat buah pokok atau buah yang paling bawah agar dapat memufah kan kita saat memilih pelepah mana yang akan di buang.
Adi Ridlha Taufiq Hidayat NEE
9.
Sensus Kelapa Sawit
sensus adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui jumlah tanaman yang sudah menghasilkan(TM) dan tanaman yang belum menghasilkan(TBM) serta untuk mengetahui apakah tanaman sawit terkena penyakit sehingga kita dapat melakukan pencegahan serta pengendalian terhadap penyakit tersebut.
Peralatan yang digunakan
1. Alat tulis, seperti buku, pena.
2. Kertas yang berisi referensi tentang jenis-jenis penyakit pada kelapa sawit
Cara Kerja:
1. Persiapkan peralatan yang akan digunakan.
2. Menentukan area lahan sensus.
3. Melakukan kegiatan sensus pada areal lahan yang menjadi sampel
4. Catat hasil laporan akhir mengenai jumlah pokok TM dan TBM serta jumlah tanaman yang terkena penyakit dan jenis penyakitnya.
Pembahasan:
Setelah dilakukan sensus didapat jumlah pokok TM (tanaman menghasilkan) adalah 380 pokok dan jumlah pokok sawit TBM (tanaman belum menghasilkan) adalah 164 pokok. Jadi jumlah keseluruhan pokok kelapa sawit di politeknik kampar adalah 544 pokok
Selain menghitung jumlah TM (Tanaman menghasilkan) dan TBM (tanaman belum menghasilkan) praktikan juga mencatat beberapa pokok yang terkena penyakit serta jenis penyakitnya.
Dibawah ini jenis-jenis penyakit yang ada dikebun kelapa sawit Politeknik Kampar adalah sebagai berikut:
1. Penyakit daun mengering (Antharacnose), disebabkan oleh beberapa jenis jamur, yaitu jamur Melanconium sp, Glomerella cingulata, dan Botrydiplodia palmarum. Daun-daun tanaman kelapa sawit yang terinfeksi akan mengering dan pada serangan berat, penyakit antraknosa dapat menyebabkan kematian tanaman. Gejala penyakit pada tanaman kelapa sawit dapat diketahui jika terdapat bercak-bercak cokelat tua pada ujung daun dan tepi daun.
2. Penyakit tajuk, tanaman yang memiliki gen penyakit tajuk dapatdiketahui jika terdapat pelepah yang bengkok dan tidak memiliki helai daun. Gejala lainnya yaitu helai daun mulai pertengahan sampai ujung pelepah kecil- kecil, sobek, atau tidak ada sama sekali.
3. Daun bercak, gejala awal adalah timbul bintik bulat kecil bewarna kuning pada tepi daun dan tembus cahaya yang dapat dilihat dikedua permukaan daun. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogenik dari genera culvularia sp.
4. Daun menggulung, penyebab daun menggulung adalah faktor genetik, serangan hama kutu atau keracunan herbisida. Pencegahannya dapat dilakukan dengan pemotongan daun pertama yang menggulung apabila tidak berhasil maka bibit dapat langsung dimusnahkan.
5. Buah sawit dimakan hama
Hama mampu merusak tanaman kelapa sawit mulai dari tahap pembibitan hingga tanaman menghasilkan, sehingga mengakibatkan bertambahnya biaya pemeliharaan dan produksi yang harus dikeluarkan untuk memulihkan kondisi tanaman. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah tikus
10.
Angka Kerapatan Panen (AKP)
Angka kerapatan panen merupakan metode untuk memperkirakan jumlah produksi, kebutuhan tenaga panen, dan kebutuhan trasnsportasi.
Alat dan Bahan
1. Alat tulis seperti buku dan pena
2. Patok kayu untuk menandai lahan yang sudah di AKP
Cara Kerja
1. Langkah pertama adalah kita harus mengetahui jumlah pohon kelapa sawit dalam 4 Ha tersebut, misalnya dalam 4 Ha tersebut berjumlah 540 pohon.
2. Kemudian ambil sampel dari beberapa baris hingga mencapai 100 pohon dalam 4 Ha tersebut.
3. Setelah itu hitung buah yang matang dalam 100 sampel tersebut 4. Terdapat 24 tandan buah yang matang didalam 100 pohon sampel 5. Memiliki BJR = 7,7 kg
AKP = 24 :100 = 0,24 = 24%
Jumlah buah matang = 540 x 24% = 129,6 buah
= 129,6 x 7,7 kg
= 997,92: 1000 kg (berat target tandan perorang)
= 0,99792 kg
Jadi, jumlah pemanen yang digunakan untuk memanen buah dengan jumlah berat 0,99792 adalah 1 orang.
6. Untuk menentukan jumlah truk yang digunakan.
Misalnya: 1 truk memiliki kapasitas rata-rata 7 ton, jadi untuk mengangkut tandan sawit dengan berat 0,99792 kg adalah 1 truk.
7. Tentukan perbandingan 24 : 100
1 : 4
Maksudnya adalah dalam 4 pohon kelapa sawit, minimal ada 1 tandan buah yang matang.
Pembahasan
AKP adalah singkatan dari angka kerapatan tanah, yang merupakn metode untuk menentukan jumlah produksi , jumlah tenaga pemanen dan jumlah alat transfortasi hasil panen. Ada beberapa langkah dalam melakukan proses AKP yang pertama adalah kita harus menentukan berapa jumlah pokok sawit yang trdapat pada lahan, lalu kita ambil sampel dari beberapa baris hingga jumlah sampel mencapai 100 pokok, kemudian hitung jumlah buah yang matang dari 100 sampel yang kita lakukan serta beri tanda pada pokok yang telah di ambil sampel, kemudian tentukan AKP dengan cara jumlah buah matang dibagi dengan 100 kemudian tentukan persenan jumlah yang matang. Setelah itu kita hitung jumlah berat buah yang matang dengan cara jumlah pokok dikali dengan AKP kemudian dikali dengan BJR, setelah itu tentukan berapa jumlah pemanen dan jumlah alat angkut hasil panen, tidak lupa pula kita hitung berapa perbandingan antara jumlah pokok dengan jumlah tandan buah segar yang matang.